
Xue Ling berguman sendiri “sarang ! hangus ! berkelamin ganda ! hmm…” Han Ling
penasaran “ada apa ? Ro Tan Mo sudah mati, kenapa kau tertarik pada kisahnya ?”
Xue Ling asal menjawab “mungkin saja dia belum mati. Atau mungkin saja Ro Tan
Mo sudah mati tapi makhluk yang bersemayam di tubuhnya belum mati. Atau mungkin
saja benar dia mempunyai anak. Atau… hmmm tapi bagaimana hal ini dihubungkan ?”
ketiganya mengerutkan kening “jie…” Xue Ling menahan “jangan menggangguku, aku
harus memikirkannya dulu…” menjauhi ketiganya dan mondar mandir sambil
berguman.
Lin Yang penasaran “apa yang dilakukannya ?” Han Ling
tersenyum melihat Xue Ling, yang menurutnya bertingkah sangat menggemaskan
“Xiao Xue berfikir Ro Tan Mo berhubungan dengan Li Ming” Shui Ling mengangguk
“ada bau hangus terbakar di tubuh ketiga istrinya dan anak kecil itu.” Lin Yang
“apa makhluk itu juga adalah salah satu yang lolos dari dalam pusat lava ?”
“ada kemungkinan seperti itu !” “perjalanan ini sebenarnya untuk melakukan
perburuan, mungkin jiejie akan menentukan tujuan pertama” ketiganya terlibat
perbincangan sendiri.
“ah… mungkin saja seperti itu !” Xue Ling berguman
sendiri. Han Ling tertawa “Xiao Xue, apa yang kau fikirkan ?” Xue Ling menatap
Han Ling dengan mata berbinar “Han ge, kita akan berburu di tempat yang
memiliki sejarah Ro Tan Mo !” Han Ling mengerutkan kening “apa yang ingin kau
cari ?” Xue Ling memegang hidungnya “Han ge, sebagai Rou Rou, aku tidak bisa
membauinya. Kita akan berburu hehehe…” tertawa usil. Han Ling tersenyum,
menggandeng tangan Xue Ling.
“Jie, saat aku menyelidiki bersama Chang Le pernah
membaui bau hangus di Hu Lu” Shui Ling memberi info. Xue Ling acuh tak acuh “Hu
Lu ?” Shui Ling mengangguk “Hu Lu dekat dengan gunung berapi jadi aku tidak
mencurigainya” Xue Ling berguman “Hu Lu, hmm tempat itu lumayan dekat. Baik, Hu
Lu…” Xue Ling pun nyengir licik “aku ingin menghilangkan kegatalan di tanganku
!” Han Ling dapat melihat mata tajam Xue Ling yang seperti harimau bersiap
menangkap mangsanya “hmm… ingin menambah seru permainan, sepertinya terlalu
lambat jika berjalan seperti ini !” Lin Yang menggoda “wah Han Ling Shen Jun,
kenapa sekarang anda pun menjadi senakal ini !” Han Ling tersenyum nakal
melihat Xue Ling “menemani wanitaku bermain !” Xue Ling memainkan matanya “siapa
wanitamu !”
Shui Ling tertawa “betul jie, kita seperti ini terlalu
lamban. Jika langsung pun kurang menyenangkan, bagaimana…” menggantung
kata-katanya. Xue Ling mengerahkan sihir, 4 ekor kuda berkepala naga muncul di
hadapan mereka “silahkan !” mempersila dan langsung naik ke atas kuda “hmm… Han
ge, Ro Tan Mo bisa menggemparkan dalam 80.000 tahun. Aku akan menggemparkan Si
Hai Ba Huang dalam beberapa bulan hahaha…” berguman sambil memacu kudanya.
Lin Yang menelan ludahnya “Han Ling, apa yang mau
dilakukannya ?” Han Ling hanya tersenyum sambil mengangkat bahunya, memacu kuda
mengikuti Xue Ling. “Shui Ling, apa salah satu berasal dari sini ?” Shui Ling
menggeleng “setahuku tidak jie, hanya satu yang aku tidak tahu asal usulnya dan
tidak pernah melihatnya” “apa anda sedang membicarakan istri-istri Li Ming Shen
Jun ?” Lin Yang bertanya, keduanya mengangguk “aku tahu sedikit tentang ini…
istri pertama hanya gadis dari lembah kecil, tidak memiliki kedudukan
sebelumnya. Entah kabar yang beredar benar atau tidak, tapi dibandingkan
keempat lainnya, wanita pertama inilah yang memegang kendali Li Ming Shen Jun.”
“lembah kecil ?” Xue Ling bertanya.
Han Ling merangkul Xue Ling “tebakanmu tidak sepenuhnya
salah, Hu Lu berasal di sekitar lembah itu. Lembah itu adalah Re Shui Gu” Xue
Ling membuka mulutnya sedikit, Han Ling menyentuh bibir pinknya, tersenyum. Xue
mengunjungi Re Shui Gu ini !” berjalan bersama masuk ke Hu Lu.
Xue Ling berdiri sombong, melipat tangan di kedua
dadanya, di hadapan beberapa pemuda “haih… bukankah yang mulia sudah
memberitahu jika bertemu kembali dan masih membaui bau busuk itu, yang mulia
akan memukul pantat kalian hingga ibu kalian pun tidak dapat mengenali kalian”
berbicara ketus. Beberapa pemuda itu bergidik “gadis nakal, jumlah kami lebih
banyak, kau tidak akan menang melawan kami !” “hmm… pantas saja yang mulia
mencium bau hangus pada tubuh kalian…” melihat jauh ke depan.
Ada senyuman mengerikan di wajah Xue Ling “kita
bersenang-senang !” berkata tanpa melihat siapapun. Xue Ling beralih ke para
pemuda itu, mulai maju selangkah demi selangkah. Para pemuda mundur selangkah
demi selangkah hingga masuk ke Hu Lu. Lainnya melihat para pemuda yang sedang
bersiap bertarung, segera mendekat dan menatap tajam Xue Ling dan tiga lainnya
“dengan jiejue selemah ini ingin menyembunyikan bau busuk, Zhu Ren kalian juga
terlalu naif kan !” Han Ling, Lin Yang, dan Shui Ling mengeluarkan pedang.
Melihat ketiga dewa dewi mengeluarkan pedang, pihak
pemuda dan sekutunya pun mengeluarkan pedang “kami akan membalas perlakuan anda
saat itu ! semuanya serang !” pertempuranmu terjadi. Sementara Han Ling, Lin
Yang, dan Shui Ling bertarung menggunakan pedang dalam pertarungan. Xue Ling
mengeluarkan cambuk, terus menerus mencambuk bokong pihak lawan, hingga pakaian
di belakang pihak lawan terkoyak-koyak.
Saat itu, muncul senyuman mengerikan dari wajah Xue Ling,
melihat bagian kemerahan di bagian belakang pihak lawan “disini serahkan pada
kalian !” Shui Ling mendengar Xue Ling, segera mengeluarkan sihir, mengikat
semua pihak lawan. Han Ling menatap Xue Ling yang melayang jauh ke atas. Han
Ling dengan cepat ikut melayang, mendekati Xue Ling yang sudah mengerahkan
sihir, menyerang angkasa. Terdengar bunyi ‘duarr…’ memekakkan telinga, terlihat
retakan di angkasa. Xue Ling menyerang 3 kali dan retakan semakin banyak,
hingga sebuah bunyi ‘duarr…’ yang lebih keras dari sebelumnya.
Retakan-retakan itupun hancur dan serpihannya terjatuh,
menampakkan langit yang indah. Han Ling segera memeluk Xue Ling, membuat
jiejue, melindunginya dari serpihan-serpihan. Serpihan-serpihan terjatuh dan
menghilang. Han Ling dan Xue Ling kembali turun, semua pihak lawan dan penghuni
Hu Lu jatuh tidak sadarkan diri. Xue Ling mendekati mereka, memeriksa bagian
belakangnya “Shen Zun, anda…” Lin Yang terkejut Xue Ling mau melihat bokong
para pemuda.
“shu… Lin Yang Shui Jun diamlah…” Shui Ling memperingati.
Han Ling membantu Xue Ling membuka beberapa tempat hingga menemukan sebuah
gambar di pinggul masing-masing yang mengeluarkan asap merah. Gambar itu
ditemukan di tiap pinggul para pemuda “hmm… jie, sepertinya tebakanmu benar !”
Lin Yang pun membantu membuka beberapa pakaian yang sudah terkoyak dan
menemukan hal yang sama. “Han ge, tolong periksa…” Xue Ling membisikkan
sesuatu, Han Ling mengangguk, memanggil Lin Yang yang terkejut tapi segera
melakukannya.
Xue Ling menarik Shui Ling menjauh dari mereka, duduk di
bebatuan dan menggambar gambar yang mereka temukan di tubuh para pemuda. Han
Ling dan Lin Yang menghampiri mereka “bagaimana ?” Xue Ling bertanya. Han Ling
mengangguk “ada” “apa gambarnya sama dengan ini ? apa ada keanehan ?” Han Ling
melihat gambar Xue Ling, mengerahkan sihir, muncul sebuah gambar di samping
gambar Xue Ling sebelumnya. Gambarnya seperti anjing dengan gigi besar dan 2
tanduk besar yang panjang.