
Naura tersenyum penuh syukur karena melihat keadaan Caffe yang terus ramai dan sepertinya Naura harus memperluas lahan Caffe agar bisa menampung semakin banyak lagi orang , tak henti-hentinya Naura bersyukur karena usaha yang dirintisnya maju dengan pesat bahkan kini Naura sudah memperkerjakan 70 orang lebih yang bekerja di Caffe Zana .
Adzan Maghrib berkumandang , Naura langsung melihat ke arah luar tapi sosok yang ditunggu-tunggu sampai kini tak kunjung menampakan hidungnya .
Sudah beberapa kali orang rumah menelpon dan mengerim pesan pada Naura , menanyakan tentang keberadaan nya .
" Bee kamu dimana sii ? " , gumam Naura khawatir .
Sudah beberapa kali Naura menelpon dan mengirimkan pesan pada Azka namun tak ada satu pun yang Azka jawab .
" Dek belum dijemput juga oleh Azka ?'' tanya Bang Angga menghampiri Naura .
Naura langsung melirik dan hanya menggelengkan kepala sebagai jawaban .
" Mungkin Azka kejebak macet , lebih baik sholat maghrib dulu saja dek , nanti kalau ada Azka bakalan Abang suruh keruangan kamu langsung " , ujar Bang Angga memberi saran .
" Ya udah deh Naura balik ke ruangan ya bang " , jawab Naura menuruti saran dari abangnya .
Setelah menunaikan kewajibannya , Naura merasa sedikit lega , tak seperti sebelumnya yang diselimuti rasa gelisah karena khawatir memikirkan Azka .
Naura baru teringat dengan sosok Papih Aydan , iya siapa tahu Papih Aydan tahu dimana keberadaan Azka . Naura segera mengambil ponselnya dan langsung menghubungi Papih Aydan .
" Assalamualaikum pih " , salam Naura ketika telpon tersambung , dan salamnya langsung dijawab oleh Papih Aydan .
" Pasti kamu mau nanya keberadaan Azka ya nak ? " , tebak Papih Aydan sebelum Naura bertanya terlebih dulu .
" Ko Papih tahu " , timpal Naura .
" Iya tahu lah , karena kamu jarang sekali menelpon Papih " jawab Papih Aydan diakhiri dengan terkekeh.
" Maaf pih " , Naura menjadi salah tingkah sekaligus malu sendiri , memang benar Naura jarang sekali menelpon Papih Aydan , jika ada keperluan apa-apa biasanya Naura lebih sering menelepon mamih Kamila .
" Gapapa nak , oh ya Papih mau kasih tahu kalau Azka masih dikantor , kami baru saja menghadiri meeting yang diadakan sangat mendadak , Papih juga ini baru selesai Ra " , Tutur Papih Aydan panjang lebar .
Mendengar pernyataan Papih Aydan , Naura langsung bernafas lega , pikiran jelek tentang Azka yang tadi sempat hadir langsung dihempas sejauh mungkin .
" Alhamdulillah bee baik-baik saja " , batin Naura bernafas lega .
" Oh maaf pih , Naura sudah mengganggu " ,Ujar Naura merasa tak enak .
" Gapapa nak , meetingnya juga sudah selesai , Papih juga baru mau pulang " Jawab Papih Aydan disebrang sana .
" Ya sudah kalau begitu pih , Papih hati-hati dijalannya , telponnya Naura tutup dulu ya pih " , balas Naura sopan .
" eh sebentar nak , Naura mau titip pesan gak sama Azka ? " , tawar Papih Aydan diakhiri dengan kekehan nya .
" Ga usah pih Makasih " , jawab Naura sambil terkekeh .
Lalu Naura segera mematikan sambungan telponnya tak lupa sebelumnya sudah mengucapkan salam .
Ting , ponsel Naura berdering pertenda ada pesan baru masuk .
Naura tersenyum ketika layar ponselnya menunjukan ada pesan masuk dan ternyata itu dari orang yang sejak tadi Naura tunggu-tunggu .
" Ay maaf bee ada meeting mendadak , ini bee baru masuk ke ruangan bee dan tadi ponsel bee ketinggalan dirungan , Ay tunggu sebentar yaa bee sholat dulu , udah itu baru jemput ayank , I Love You sayang , I Miss You " , itulah pesan yang baru Azka kirimkan tak lupa terdapat emot cium dan peluk yang membuat Naura lega sekaligus senang .
Naura pun segera membalas pesan dari suaminya . Kedua ibu jqari tangannya dengan lihai mengetik kata-kata di layar ponsel lalu segera dikirimkan pada Azka .
Tak lama ada yang mengetuk pintu dari arah luar , Naura dengan semangat langsung berjalan dan segera membukakan pintunya .
Namun seketika bibir Nuara langsung mengerucut ketika mendapati sosok bang Anggi yang berdiri didepan pintu .
" Kenapa sii dek ko cemberut gitu ? , Azka belum jemput ? , ya sabar " tanya bang Anggi .
" Mau ngapain lagi sii bang ? " , tanya Naura seraya kembali masuk kembali dan duduk di sofa .
" Sewot amat sii , Abang kesini mau nawarin , mau dibuatin makanan atau minuman gak ? , dari pada nungguin Azka sambil cemberut gitu mending sambil makan " , jawab Bang Anggi yang mengikuti langkah Naura dan ikut mendudukkan badannya disofa berhadapan dengan Naura .
" Mmm boleh deh bang , makasih banyak ya " , timpal Naura yang langsung tersenyum semangat , ditambah memang perutnya sudah merasa lapar mungkin efek jantungan menunggu Azka .
" Huuu makanya jangan sewot-sewot mulu lu dek , ditawarin makanan aja langsung girang " , balas Anggi menyoraki Naura .
" Ikhlas gak sii bang ? " , tanya Naura sambil menatap lekat pada Anggi .
" Iya ikhlas-ikhals , ya sudah tungguin bentar " Jawab Bang Anggi seraya langsung bangkit dari duduknya dan segera meninggalkan ruangan Naura .
Naura bersandar di sofa , berkali-kali ia melihat layar ponselnya dan membuka ruang chat dengan Azka , tapi Azka tak membalas lagi pesan yang dikirimkan Naura .
" Mungkin gini kali ya rasanya nungguin suami pulang kerja ? " , gumam Naura bertanya .
Sambil menunggu Azka dan menunggu makanan yang sedang dibuatkan bang Anggi , Naura mencoba menyibukan diri dengan membaca novel disalah satu aplikasi diponselnya .
Naura sedikit bisa melupakan tentang Azka dan ternyata cukup menyenangkan juga membaca novel disalah satu aplikasi online .
" Tok tok " , suara pintu diketuk dari luar .
" Masuk " ,ujar Naura dengan sedikit berteriak .
" Ay " , panggil seseorang yang suaranya sangat Naura rindukan .
Naura langsung mendongak dan detik berikutnya ia langsung bangun dan berlari memeluk tubuh kekar Azka .
" Bee ko lama banget sii ? , Naura khawatir tahu nungguin bee disini " , lirih Naura seraya menenggelamkan wajahnya di dada bidang Azka .
Azka yang awalnya kaget , ia langsung tersenyum senang dan dengan senang hati ia langsung membalas pelukan Naura .
" Maaf ya bee sudah buat Ay khawatir dan nungguin lama " , Ujar Azka seraya mencium pucuk kepala Naura .
" Tok , Tok , maaf kalau mau ada adegan mesra tolong pintunya ditutup takut banyak yang ngintip " , Suara bang Anggi mampu menghenti aktivitas sepasang suami istri yang tengah melepas rindu karna berpisah beberapa jam .
Naura langsung melepaskan pelukannya , ia langsung menunduk malu karna tertangkap basah oleh abangnya sendiri , sedangkan Azka ia menatap kesal pada Anggi yang berdiri diambang pintu sambil membawa nampan.
" Dek , Abang taro makanannya disini ya , tapi maaf cuman bikin satu porsi gapapa satu berdua aja biar tambah sosweet " , Ujar bang Anggi lagi seraya menyimpan nampan berisi makanan dan minuman diatas meja dekat sofa .
" Iya bang , makasih " , jawab Naura tanpa melirik bang Anggi sama sekali .
😘
😘
😘
Jangan lupa tinggalkan jejak , like , komen , vote dan tambahkan ke Favorit 💙 , terimakasih 🤗🤗 🙏.