The Power Of Love

The Power Of Love
Menunggu Azka



Naura tersenyum penuh syukur karena melihat keadaan Caffe yang terus ramai dan sepertinya Naura harus memperluas lahan Caffe agar bisa menampung semakin banyak lagi orang , tak henti-hentinya Naura bersyukur karena usaha yang dirintisnya maju dengan pesat bahkan kini Naura sudah memperkerjakan 70 orang lebih yang bekerja di Caffe Zana .


Adzan Maghrib berkumandang , Naura langsung melihat ke arah luar tapi sosok yang ditunggu-tunggu sampai kini tak kunjung menampakan hidungnya .


Sudah beberapa kali orang rumah menelpon dan mengerim pesan pada Naura , menanyakan tentang keberadaan nya .


" Bee kamu dimana sii ? " , gumam Naura khawatir .


Sudah beberapa kali Naura menelpon dan mengirimkan pesan pada Azka namun tak ada satu pun yang Azka jawab .


" Dek belum dijemput juga oleh Azka ?'' tanya Bang Angga menghampiri Naura .


Naura langsung melirik dan hanya menggelengkan kepala sebagai jawaban .


" Mungkin Azka kejebak macet , lebih baik sholat maghrib dulu saja dek , nanti kalau ada Azka bakalan Abang suruh keruangan kamu langsung " , ujar Bang Angga memberi saran .


" Ya udah deh Naura balik ke ruangan ya bang " , jawab Naura menuruti saran dari abangnya .


Setelah menunaikan kewajibannya , Naura merasa sedikit lega , tak seperti sebelumnya yang diselimuti rasa gelisah karena khawatir memikirkan Azka .


Naura baru teringat dengan sosok Papih Aydan , iya siapa tahu Papih Aydan tahu dimana keberadaan Azka . Naura segera mengambil ponselnya dan langsung menghubungi Papih Aydan .


" Assalamualaikum pih " , salam Naura ketika telpon tersambung , dan salamnya langsung dijawab oleh Papih Aydan .


" Pasti kamu mau nanya keberadaan Azka ya nak ? " , tebak Papih Aydan sebelum Naura bertanya terlebih dulu .


" Ko Papih tahu " , timpal Naura .


" Iya tahu lah , karena kamu jarang sekali menelpon Papih " jawab Papih Aydan diakhiri dengan terkekeh.


" Maaf pih " , Naura menjadi salah tingkah sekaligus malu sendiri , memang benar Naura jarang sekali menelpon Papih Aydan , jika ada keperluan apa-apa biasanya Naura lebih sering menelepon mamih Kamila .


" Gapapa nak , oh ya Papih mau kasih tahu kalau Azka masih dikantor , kami baru saja menghadiri meeting yang diadakan sangat mendadak , Papih juga ini baru selesai Ra " , Tutur Papih Aydan panjang lebar .


Mendengar pernyataan Papih Aydan , Naura langsung bernafas lega , pikiran jelek tentang Azka yang tadi sempat hadir langsung dihempas sejauh mungkin .


" Alhamdulillah bee baik-baik saja " , batin Naura bernafas lega .


" Oh maaf pih , Naura sudah mengganggu " ,Ujar Naura merasa tak enak .


" Gapapa nak , meetingnya juga sudah selesai , Papih juga baru mau pulang " Jawab Papih Aydan disebrang sana .


" Ya sudah kalau begitu pih , Papih hati-hati dijalannya , telponnya Naura tutup dulu ya pih " , balas Naura sopan .


" eh sebentar nak , Naura mau titip pesan gak sama Azka ? " , tawar Papih Aydan diakhiri dengan kekehan nya .


" Ga usah pih Makasih " , jawab Naura sambil terkekeh .


Lalu Naura segera mematikan sambungan telponnya tak lupa sebelumnya sudah mengucapkan salam .


Ting , ponsel Naura berdering pertenda ada pesan baru masuk .


Naura tersenyum ketika layar ponselnya menunjukan ada pesan masuk dan ternyata itu dari orang yang sejak tadi Naura tunggu-tunggu .


" Ay maaf bee ada meeting mendadak , ini bee baru masuk ke ruangan bee dan tadi ponsel bee ketinggalan dirungan , Ay tunggu sebentar yaa bee sholat dulu , udah itu baru jemput ayank , I Love You sayang , I Miss You " , itulah pesan yang baru Azka kirimkan tak lupa terdapat emot cium dan peluk yang membuat Naura lega sekaligus senang .


Naura pun segera membalas pesan dari suaminya . Kedua ibu jqari tangannya dengan lihai mengetik kata-kata di layar ponsel lalu segera dikirimkan pada Azka .


Tak lama ada yang mengetuk pintu dari arah luar , Naura dengan semangat langsung berjalan dan segera membukakan pintunya .


Namun seketika bibir Nuara langsung mengerucut ketika mendapati sosok bang Anggi yang berdiri didepan pintu .


" Kenapa sii dek ko cemberut gitu ? , Azka belum jemput ? , ya sabar " tanya bang Anggi .


" Mau ngapain lagi sii bang ? " , tanya Naura seraya kembali masuk kembali dan duduk di sofa .


" Sewot amat sii , Abang kesini mau nawarin , mau dibuatin makanan atau minuman gak ? , dari pada nungguin Azka sambil cemberut gitu mending sambil makan " , jawab Bang Anggi yang mengikuti langkah Naura dan ikut mendudukkan badannya disofa berhadapan dengan Naura .


" Mmm boleh deh bang , makasih banyak ya " , timpal Naura yang langsung tersenyum semangat , ditambah memang perutnya sudah merasa lapar mungkin efek jantungan menunggu Azka .


" Huuu makanya jangan sewot-sewot mulu lu dek , ditawarin makanan aja langsung girang " , balas Anggi menyoraki Naura .


" Ikhlas gak sii bang ? " , tanya Naura sambil menatap lekat pada Anggi .


" Iya ikhlas-ikhals , ya sudah tungguin bentar " Jawab Bang Anggi seraya langsung bangkit dari duduknya dan segera meninggalkan ruangan Naura .


Naura bersandar di sofa , berkali-kali ia melihat layar ponselnya dan membuka ruang chat dengan Azka , tapi Azka tak membalas lagi pesan yang dikirimkan Naura .


" Mungkin gini kali ya rasanya nungguin suami pulang kerja ? " , gumam Naura bertanya .


Sambil menunggu Azka dan menunggu makanan yang sedang dibuatkan bang Anggi , Naura mencoba menyibukan diri dengan membaca novel disalah satu aplikasi diponselnya .


Naura sedikit bisa melupakan tentang Azka dan ternyata cukup menyenangkan juga membaca novel disalah satu aplikasi online .


" Tok tok " , suara pintu diketuk dari luar .


" Masuk " ,ujar Naura dengan sedikit berteriak .


" Ay " , panggil seseorang yang suaranya sangat Naura rindukan .


Naura langsung mendongak dan detik berikutnya ia langsung bangun dan berlari memeluk tubuh kekar Azka .


" Bee ko lama banget sii ? , Naura khawatir tahu nungguin bee disini " , lirih Naura seraya menenggelamkan wajahnya di dada bidang Azka .


Azka yang awalnya kaget , ia langsung tersenyum senang dan dengan senang hati ia langsung membalas pelukan Naura .


" Maaf ya bee sudah buat Ay khawatir dan nungguin lama " , Ujar Azka seraya mencium pucuk kepala Naura .


" Tok , Tok , maaf kalau mau ada adegan mesra tolong pintunya ditutup takut banyak yang ngintip " , Suara bang Anggi mampu menghenti aktivitas sepasang suami istri yang tengah melepas rindu karna berpisah beberapa jam .


Naura langsung melepaskan pelukannya , ia langsung menunduk malu karna tertangkap basah oleh abangnya sendiri , sedangkan Azka ia menatap kesal pada Anggi yang berdiri diambang pintu sambil membawa nampan.


" Dek , Abang taro makanannya disini ya , tapi maaf cuman bikin satu porsi gapapa satu berdua aja biar tambah sosweet " , Ujar bang Anggi lagi seraya menyimpan nampan berisi makanan dan minuman diatas meja dekat sofa .


" Iya bang , makasih " , jawab Naura tanpa melirik bang Anggi sama sekali .


😘


😘


😘


Jangan lupa tinggalkan jejak , like , komen , vote dan tambahkan ke Favorit 💙 , terimakasih 🤗🤗 🙏.