The Power Of Love

The Power Of Love
Sebulan Kemudian



Malam ini Azka meminta Naura untuk tidur ditengah-tengah antara dirinya dan Aira , sudah lama rasanya Azka tidak tertidur sambil memeluk tubuh kecil Naura .


Dengan malu-malu Naura pun menurut , namun sebelum itu Azka sudah memindahkan posisi Aira dan pastinya sudah memastikan kalau Aira tak akan terjatuh karena Azka sudah menyimpan beberapa bantal guling disamping ranjang dekat Aira .


Setelah memastikan Aira tertidur dengan aman , Naura dengan perlahan merangkak naik ke atas ranjang dan langsung membaringkan badannya , disusul oleh Azka yang melakukan hal yang sama seperti Naura .


Nyaman , itulah yang Naura rasakan ketika berada dipelukan Azka ditambah dengan perlakuan lembut dari Azka yang mampu membuat Naura melayang seperti saat ini Azka terus membelai lembut kepala Naura lalu turun ke punggung dan Azka kembali mengelus punggung Naura dengan lembut .


Naura membalas pelukan Azka seraya mencium wangi khas maskulin dari tubuh Azka dan itu semakin membuat Naura nyaman dan semakin mempererat pelukannya .


" Selamat malam bee " , ujar Naura lalu ia mulai memejamkan kedua matanya menuju alam mimpi karna sudah menahan rasa kantuk sejak tadi .


" Selamat malam sayang , Cup " , jawab Azka lembut tak lupa Azka pun menghadiahi satu kecupan sayang dikening Naura , dan dengan perlahan Azka mulai memejamkan kedua matanya untuk menyusul Naura ke alam mimpi .


*****


Sebulan sudah dari kejadian dipasar malam , hubungan Azka dan Naura semakin membaik dan Naura bersyukur tak pernah bertemu lagi dengan namanya Mauryn .


Ayah Alex kini sudah kembali menjalani aktivitas nya seperti biasa , setiap pagi ia akan pergi ke kantor dan sore barulah pulang , lalu Ayah Alex akan menghabiskan waktunya bersaama sang Istri dan menemani sikembar dan juga Aira bermain .


Naura awalnya berniat ingin memperkerjakan seorang babysitter untuk menjaga Aira selama ia kuliah , namun langsung dibantah keras oleh bunda Shalwa karna ia sendiri yang akan menjaga Aira selama Naura dan Azka kuliah , lagian dirumah juga banyak orang jadi tak perlu khawatir tak akan ada yang menjaga Aira .


" Ay mau langsung pulang ? , apa mau ikut bee ke kantor ? " , tanya Azka lembut .


Iya sudah beberapa hari ini setelah pulang kuliah pasti Azka akan menyempatkan waktu untuk datang ke kantor papih Aydan , sebenarnya sebelum menikah Azka sudah terjun dan sudah diberi kepercayaan oleh Papih Aydan untuk mengelola sebagain sahamnya , dan karna beberapa hal kemarin-kemarin ia tidak bisa datang ke kantor namun asistennya tetap mengirim laporan melalui email .


" Mmm bee boleh gak hari ini Naura pergi ke Caffe ? , sudah lama Naura tidak pernah datang ke Caffe " , jawab Naura sekaligus meminta izin .


" Boleh " , jawab Azka singkat .


Sebenarnya ada rasa tak rela Naura pergi ke Caffe seorang diri tapi Azka pun punya kewajiban sendiri untuk datang ke kantor .


" Beneran boleh ? " , tanya Naura memastikan seraya melirik ke arah Azka .


" Iya boleh , tapi Ay harus inget , jaga jarak dengan abang-abang kamu itu ! , inget bukan muhrim ! " Jawab Azka penuh penekanan .


" Hmmm bee gak percaya sama Naura ? " , tanya Naura seraya membuang nafasnya secara kasar , ia malas kalau Azka sudah cemburu berlebihan kepada abang-abang nya .


'' Eh percaya ay , bee percaya ko sama kamu " , jawab Azka seraya tersenyum dan meraih tangan Naura .


Azka langsung menjalankan mobilnya menuju Caffe Zana hanya untuk sekedar mengantarkan Naura . Ia mencoba mengesampingkan rasa cemburunya lagian Azka yakin Naura tidak akan berbuat macam-macam .


Tak lama mobil Azka sudah sampai di Caffe Zana , Azka segera turun dan membukakan pintu untuk sang istri .


" Makasih bee " , ujar Naura tersenyum lalu segera turun dari mobil .


" Assalamualaikum " , salam Naura sebelum melangkah meninggalkan Azka .


Namun dengan cepat Azka langsung mencegahnya , dan menyodorkan tangan kanan nya . Ternyata Naura melupakan ritual mencium tangan suaminya .


Naura tersenyum lalu langsung mencium punggung tangan suaminya , dan Azka langsung membalasnya dengan mencium sayang kening Naura .


Naura membulatkan kedua matanya sempura , ia kaget dengan tingkah Azka , memang sudah hal biasa tapi kali ini keadaannya berbeda karena mereka sedang berada didepan umum .


" Bee " , Lirih Naura sambil melotot .


" Kenapa ? , ya udah hati-hati ya jangan nakal " , jawab Azka sambil tersenyum lebar dan satu tangannya mengusap lembut kepala Naura .


" Hmmm , ya udah bee juga hati-hati , nanti jemput Naura lagi ya " , timpal Naura pasrah .


Naura hanya menggelengkan kepalanya , sudah pasti ia menjadi tontonan pengunjung Caffe dan yang lainnya , betapa malunya , beruntung sebelum turun tadi Naura sudah menggunakan masker untuk menutupi wajahnya .


Naura hanya mengangguk menyapa pak satpam , lalu ia masuk kedalam Caffe seraya sedikit menunduk karna banyak orang yang tengah merhatikan nya .


Naura langsung masuk ke ruangannya , dan tak lama disusul oleh bang Anggi .


" Ciee " , goda Anggi sambil terkekeh .


" Apaan sii bang ? , datang-datang main cie-cie aja " , tanya Naura sewot .


" Dih ko sewot sii Dek " , Timpal Anggi yang masih dengan kekeuhannya .


Lalu Naura mengobrol dengan Anggi seputar perkembangan Caffe Zana , yang sudah pasti diwarnai canda tawa karna ulah Anggi .


" Tok tok tok " , suara ketukan dari luar .


" Masuk " , ujar Naura .


Dan munculnya sosok bang Angga .


" Dek ko kesini gak ngabarin dulu ? " Tanya Bang Angga , yang langsung duduk didekat bang Anggi .


" Kebetulan saja bang , tadi sekalian kak Azka mau kekantor papih Aydan " Jawab Naura apa adanya .


" Ahhh jadi lu ga liat adegan romantis tadi bang , Ahhh rugi banget lu bang " ,timpal Anggi heboh .


" Adegan romantis apaan sii lu ? , heboh amat " , tanya Angga sambil menatap Anggi .


" Itu loh bang tadi - " , jawab Anggi tapi sebelum menyelesaikan perkataannya Naura sudah langsung memotong .


" Jangan didengerin bang , bang Anggi itu aneh " , Ujar Naura sambil melirik ke bang Anggi .


" Tahu tuh , memang aneh dia " , balas Bang Angga dan bang Anggi langsung cemberut , seketika tawa Naura pun pecah.


" Yang sabar ya bang " , ucap Naura seraya terkekeh .


" Tahu lah , gue mau cabut , mau bantuin dulu yang lain " , ujar Bang Anggi berpura-pura merajuk .


" Ngambekan kaya anak perawan lagi PMS lu " , ledek bang Angga .


" Bodo amat " , balas bang Anggi lalu meninggalkan ruangan Naura .


Naura hanya bisa terkekeh dengan ulah bang Anggi , lagian Naura tahu bang Anggi tak mungkin marah karna ia memang tipe orang yang humoris .


Naura hanya sebentar berbincang-bincang dengan bang Angga , lalu ia mulai fokus dengan pekerjaan untuk mengecek beberapa berkas .


Tak lama Naura sudah menyelesaikan tumpukan-tumpukan pekerjaannya , ia berdiri untuk meregangkan otot-otot tubuhnya , lalu melirik jam yang melingkar ditangan kirinya .


" Sudah jam 5 sore , ko bee belum jemput ya ?" , gumam Naura lalu ia memutuskan untuk keluar ruangan seraya melihat suasana Caffe tak lupa ia menggunakan kembali masker untuk menutupi wajahnya .


😘


😘


😘


Jangan lupa tinggalkan jejak , like , komen , Vote dan tambahkan ke favorit 💙 , terimakasih 🤗🤗🙏.