The Power Of Love

The Power Of Love
Sang Maha Pemberian Kehidupan



Azka cukup lama menangis dipelukan mamih Kamila mencurahkan rasa sedih , kecewa , terpukul , semuanya menjadi satu saat ini .


Dengan memeluk mamih Kamila Azka bisa sedikit lebih tenang , dan setelah melihat Azka sedikit lebih tenang , bunda Shalwa menyuruh Azka untuk segera mengganti bajunya .


Bunda Shalwa memberi paperbag yang berisi pakaian Azka .


" Ka lebih baik kamu segera berganti baju ! , tidak mungkin kamu terus memakai baju seperti itu " , Ujar bunda Shalwa pelan .


Sepertinya bunda Shalwa juga sudah menangis terlihat dari wajahnya yang sembab , ia mencoba tegar didepan Azka demi menguatkan menantunya .


Azka bukan meraih paperbag yang disodorkan Bunda Shalwa , ia malah meraih tangan bunda Shalwa dan mencium punggung tangannya lama seraya kembali terisak .


" Bunda maaf , maafkan Azka Bun , Azka sudah gagal menjadi seorang suami , Azka gak bisa menjaga Naura dan calon cucu bunda dengan baik , maafkan Azka Bun" , Ucap Azka seraya mencium punggung tangan bunda Shalwa .


Bunda Shalwa tak bisa membendung air matanya .


Ia mengelus kepala Azka lembut seraya ikut terisak .


" Ini bukan salah kamu nak , bunda ga akan menyalahkan siapapun karna ini memang sudah takdir yang harus bisa kita terima dengan lapang dada , bunda cuman minta sama kamu , kamu harus kuat ya nak , kita semua berdoa agar anak bunda Naura segera siuman dan hanya kamu yang bisa membuat dia kuat dan mampu menjalani ini semua " , Jawab Bunda Shalwa panjang lebar dengan derai air mata .


Azka mengangkat kepalanya , lalu mengusap air mata nya kasar .


" Maafkan Azka yang begitu lemah Bun , dan apa yang dikatan bunda benar , Azka harus kuat demi Naura " , Ucap Azka lalu ia segera mengambil paperbag dan pamit untuk membersihkan dirinya .


Semua tengah menunggu didepan ruang operasi , Didalam ada beberapa dokter dan para suster yang tengah menjalankan tugasnya , mereka tengah berjuang untuk mengeluarkan bayi-bayi yang sudah tidak bernyawa yang ada didalam perut Naura yang saat ini kondisinya pun sangat kritis .


Adzan Maghrib berkumandang , Papih Aydan , Ayah Alex , dan kakek Andi pamit untuk ke musholah , kini hanya tinggal bunda Shalwa dan mamih Kamila yang menunggu didepan ruang operasi seraya berpegang tangan memberi kekuatan satu sama lain .


Aira , Sikembar , dan Kiya , mereka titipkan dirumah Manda kebetulan Oma Sandra juga ada disana membantu menjaga anak-anak .


Tak lama kakek Andi , Ayah Alex , Papih Aydan dan juga Azka sudah kembali , para laki-laki sudah selesai sholat namun pintu ruang operasi belum juga terbuka .


" Assalamu'alaikum " , Salam kakek Andi , Papih Aydan , Ayah Alex dan Azka berbarengan .


" Wa'alaikum salam " , jawab Bunda Shalwa dan mamih Kamila .


" Operasi nya belum selesai ? ", tanya Ayah Alex yang langsung dijawab denga gelengan kepala oleh Bunda Shalwa .


Para laki-laki serempak melihat ke arah pintu ruang operasi dan masih terdapat lampu yang masih menyala yang menandakan operasi masih berlangsung .


Bunda Shalwa dan Mamih Kamila pamit untuk menunaikan kewajibannya . Mereka berdua berjalan menuju ke mushola .


Azka dan yang lainnya duduk dikursi yang ada didepan ruang operasi , kini Azka sudah bisa sedikit lebih tenang , dan ia memutuskan untuk membaca Ayat suci Al-Qur'an yang ada diaplikasi ponselnya seraya menunggu operasi selesai .


Sesekali terdengar suara Azka yang bergetar membaca ayat suci Al-Qur'an surah Yasin , namun dengan cepat ia segara mengatur nafasnya dan menahan rasa sesak didadanya sampai akhirnya ia berhasil menyelesaikan membaca Q.S Yasin .


شدق الله العظيم


Azka menutup aplikasi Al-qur'an diponselnya , lalu ia menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan .


Tak lama terdengar suara pintu yang dibuka , serempak Ayah Alex , Papih Aydan , kakek Andi dan Azka langsung berdiri .


" Bagaimana dokter ? '' , tanya Ayah Alex yang langsung menghampiri sang dokter .


" Alhamdulillah semua berjalan dengan lancar " , jawab sang dokter .


" Lalu anak saya dok ? , maksudnya apa saya boleh mengadzani ya terlebih dulu " , Ujar Azka dengan suara seperti tercekat .


Sang dokter hanya mengangguk , lalu memberi jalan untuk Azka melihat anak nya .


Azka perlahan melangkahkan kakinya ke ruang operasi , ia merasakan kedua kakinya yang bergetar sang hebat , sesekali Azka menghentikan langkahnya dan mengatur nafasnya seraya menguatkan diri , bahkan sesekali ia mengelap air matanya yang tanpa permisi jatuh .


" Bismillah kuatkan hamba ya Rabb , lapangkan hati hamba menerima semuanya " , doa Azka dalam hati .


Pertama-tama yang Azka lihat adalah Naura yang terbaring lemah tak sadarkan diri dengan berbagai alat yang terpasang ditubuhnya .


Rasanya Azka sudah tak sanggup lagi menompang tubuhnya , hatinya hancur , sangat hancur melihat istri tercintanya terbaring lemah dengan berbagai alat ditubuhnya .


Lalu mata Azka menangkap ranjang yang berukuran sedang , terdapat 3 bayi imut disana dengan wajah piasnya .


Air matanya seketika terjatuh , Azka terdiam memandangi bayi-bayi yang tak bergerak itu .


" Masya Allah kalian begitu lucu sayang " , gumam Azka pelan dengan derai air mata .


Azka menghapus air matanya dengan cepat lalu ia segera mendekat ke arah ranjang bayi .


Azka berjongkong disana dan jari telunjuknya dengan reflek mengusap lembut pipi ketiga anaknya .


" Assalamu'alaikum sayang ini Ayah " , gumam Azka pelan .


" Makasih nak sudah membuat hidup Ayah dan bunda berwarna dengan kehadiran kalian walau hanya 7 bulan , makasih ya sayang , Ayah dan Bunda sangat menyayangi kalian ", Ucap Azka lagi pelan .


Azka mulai mengumandangkan adzan dengan suara seraknya karena terlalu lama menangis membuat suaranya sedikit serak .


Para dokter dan suster yang masih berada diruang operasi ikut terharu dan berkaca-kaca .


Setelah berhasil mengumandangkan Adzan , Azka kembali menatap ketiga anak nya , namun bayi yang berada diujung tiba-tiba menggerakan jari-jari tangan nya .


" Suster , dokter " , panggil Azka cepat .


Para Suster dan dokter langsung mendekat dan seketika bayi tersebut langsung menangis dengan kencang .


Azka segera melafadzkan iqomah dengan masih ditempat yang sama dengan air mata yang tidak bisa dibendung .


Setelah berhasil mengumandangkan iqomah Azka menatap ke 2 bayinya berharap hal yang sama terjadi kepada ke 2 bayinya yang sudah dinyatakan tiada , namun ia malah dikagetkan dengan suara Naura yang memanggil namanya .


" Bee , bee " , Panggil Naura lemah .


Azka langsung bangun dan menghampiri Naura .


" Sayang , kamu sudah siuman ? " , tanya Azka yang langsung mendaratkan banyak ciuman dikening Naura .


Air mata nya kembali jatuh tanpa permisi .


" Bee anak kita ?" , lirih Naura pelan .


" Owek owek " , Dan disaat itu pula kedua anaknya yang sudah dikatakan tiada , tiba-tiba langsung lalu menangis dengan kencang .


Tak ada yang bisa Azka lakukan , selain ia bersujud , mengucap hamdalah sebanyak-banyaknga dengan air mata yang semakin deras .


Para dokter dan suster langsung mengecek kondisi Naura dan ketiga anaknya , mereka menggelengkan kepala .


Dan meraka merasa benar-benar tersentuh dengan kejadian beberapa menit yang lalu yang terjadi dihadapan mereka langsung .


Rasanya masih tak percaya namun semua memang nyata dan semua atas kehendaknya sang maha pemberi kehidupan .


😘


😘


😘


Jangan lupa tinggalkan jejak like, komen, vote dan tambahkan ke favorit 💙 terimakasih 🤗🙏 .