
Cheng Mei tersenyum “setidaknya kau harus menampakkan
diri sekali di Bei Hai kan Shen Zun yang terhormat !” mata Xue Ling sempat
menyipit dan ada senyuman tipis di bibirnya, semua menyadarinya “Jie, apa lagi
yang kau rencanakan ?” Huo Ling was-was “Xiao Xue…” Han Ling pun penasaran. Xue
Ling melihat semua, satu persatu “hmm… apa yang kurencanakan ? tidak ada… yang
mulia tidak merencanakan apapun…” menyangkal dengan acuh tak acuh.
“Jie, katakan apa yang kau rencanakan ? apa ada
hubungannya dengan Permata Merah ? kau sudah menemukannya ?” Shui Ling memegang
bahu Xue Ling, menatapnya dengan dingin. Xue Ling menyingkirkan tangan Shui
Ling “Xian Zun, nikmati saja hidupmu ! kenapa begitu banyak yang kalian
tanyakan dan fikirkan ? tidak bisakah kalian membiarkan yang mulia ini
bersantai…” “Tidak…” Shui Ling menghardik, menghentikan kata-kata Xue Ling.
Xue Ling mendelik pada Shui Ling “kenapa anak nakal ini
menjadi begitu menyeramkan !” bersembunyi di pelukan Han Ling. Han Ling
tersenyum, memeluk Xue Ling “Xiao Xue, tangan anak nakal ini juga sangat gatal
!” menertawai Shui Ling. Xue Ling menatap Han Ling, ada senyum nakal di
wajahnya “jadi Xiao Xue ku yang tersayang, apa yang ingin kesayanganku ini
lakukan ?” Han Ling bertanya sambil mengelus-ngelus punggung Xue Ling dalam
pelukannya.
Xue Ling tersenyum manis pada Han Ling “bertamu di Da
Hai…” menjawab santai. Han Ling menyipitkan matanya, mengamati Xue Ling sesaat.
Sesaat kemudian mata Han Ling Shen Jun membesar “Xiao Xue, kau bukan…” Xue Ling
memeletkan lidahnya. Han Ling cekikikan “Jiefu, apa yang akan dilakukan jiejie
?” Shui Ling bertanya dengan penasaran “ada yang sudah terlalu lama
bersenang-senang, akan di kembalikan ke habitatnya !” Han Ling berkata sambil
tersenyum melihat Xue Ling, yang tersenyum manis.
Han Ling memeluk
erat Xue Ling, berbisik di telinganya “Xiao Xue, apakah ini hukuman karena dulu
mengganggu ketenangan Rou Rou ?” Xue Ling membuka mulutnya seperti terkejut,
kemudian tersenyum mengangguk. Han Ling menggeleng-gelengkan kepalanya “jadi Fu
Ren akan bagaimana menghukum Fu Jun ?” dengan suara kecil, yang hanya bisa di
dengar mereka berdua.
Xue Ling tersenyum nakal, sambil menaik turunkan alisnya
“satu persatu hahaha…” Xue Ling melepas Han Ling “ah… aku ingin mendapatkan
mandi yang nyaman, kemudian tidur nyenyak…” Shui Ling cemberut, memegang tangan
Xue Ling “jiejie, kau ingin bermain, mana bisa tidak membawaku !” “aku juga aku
juga…” Shui Ling dan Cheng Mei bersahut-sahutan.
Xue Ling melepas Shui Ling dengan tawa ringan, kemudian
memalingkan wajah “cari permainan kalian sendiri…” “Xue…” “Jie…” Shui Ling dan
Cheng Mei merengek. Xue Ling memeletkan lidahnya, tertawa terbahak-bahak
meninggalkan ruangan, diikuti Han Ling yang menggeleng-gelengkan kepala.
Shui Ling menghentakkan kakinya kesal, Cheng Mei
cekikikan “untuk apa kesal ? kau awasi saja jiefumu itu !” menasehati Shui Ling
yang masih cemberut “apa yang ingin dilakukan jiejie ?” Ling Siang bertanya
“jika aku tidak salah, sepertinya berhubungan dengan Lin Yang Shui Jun !” Huo
Ling berguman “sudah tahu !” Shui Ling berkata dengan kesal.
“Shui Ling, apa kau tidak berlebihan ? hanya menemani
jiejie bermain, untuk apa kau begitu serius ?” Huo Ling tidak faham dengan
sikap Shui Ling, bertanya dengan penasaran “ge…” Shui Ling cemberut,
menghampiri Huo Ling, duduk di sisinya “ada apa ?” Huo Ling menjadi khawatir
pada adiknya yang sedang cemberut dan menunduk dengan sedih di sisinya “aku
hanya ingin lebih lama bersama jiejie !”
Huo Ling tersenyum “Shui Ling, biarkan berjalan apa adanya
!” Shui Ling menghela nafas “aku tahu… ge… aku ingin mengulang masa kecil
bersenang-senanglah… sudah, aku mau beristirahat…” berlalu bersama Ling Siang,
meninggalkan Shui Ling dan Cheng Mei berdua.
Han Ling beristirahat bersama Xue Ling, memikirkan
ketujuh Permata. Bukanlah sifat Xue Ling untuk menunda masalah seperti saat
ini. Permata Nila sudah berada di tangan Xue Ling, tapi hingga saat ini, Xue
Ling belum ada tanda-tanda akan menyatukannya ke Pohon Bodhi. Mungkin saja
seperti yang dikatakan Xue Ling, ingin bersenang-senang dahulu. Jika menyatukan
Permata ke Pohon Bodhi, Xue Ling perlu beristirahat kembali. Dengan sifat Xue
Ling yang begitu aktif tidak mungkin dapat bertahan diam untuk jangka waktu
lama. Xue Ling yang belum lama chuguang, tidak mau menyia-nyiakan waktu
bermainnya untuk kembali beristirahat karena penyatuan Permata.
Han Ling cemas karena tidak mengetahui pemikiran Xue
Ling. Sebelumnya, Xue Ling langsung menyatukan kedua Permata sekaligus.
Keberadaan Permata Merah belum diketahui, Xue Ling juga tidak memberi petunjuk
apapun. Tidak ada yang tahu, apakah Xue Ling sudah mengetahui keberadaan
Permata Merah itu atau sama seperti mereka yang tidak memiliki petunjuk.
Berdasarkan pemahaman Han Ling terhadap Xue Ling, dalam
kata-katanya akan tersirat petunjuk. Selama Xue Ling chuguang, Han Ling tidak
menemukan petunjuk apapun tentang keberadaan Permata Merah. Han Ling sendiri
tidak pasti dengan pemikirannya, tidak pasti tidak ada petunjuk dalam kata-kata
Xue Ling. Mencoba mengulang beberapa kali kata-kata yang dikeluarkan Xue Ling,
tetap saja tidak mendapat petunjuk apapun.
Han Ling menghela nafas, melihat kegiatan Xue Ling dan
keceriaannya, tidak berani menurunkan kewaspadaan. Segala hal yang terjadi pada
Xue Ling merupakan rencana jangka panjangnya tapi merupakan kejutan-kejutan
yang sangat menegangkan bagu mereka. Sesuai dengan hal ini, harusnya Xue Ling
sudah memiliki rencana ataupun petunjuk mengenai Permata Merah.
Di Bei Hai Ren Yu, Wei Jiang Zheng Zhu dan Chang Yi Tai
Zi sudah mengetahui berita perang Huo Ling Tian Zun dan Li Ming Shen Jun. Wei
Jiang Zheng Zhu sendiri merasa aneh, tidak berhasil menunggu kedatangan Xue
Ling ke Pusat Lava, malah muncul di Perang Huo Ling Tian Zun dan Li Ming Shen
Jun. Kemenangan Huo Ling Tian Un adalah sesuatu yang pasti, semua juga sudah
mengetahui Li Ming Shen Jun tidak mempunyai kesempatan menang sama sekali.
Saat ini, ahli keluarga Li Ming Shen Jun hanya tersisa
putranya yang berada di bawah pantauan Chang Yi Tai Zi dan Lin Da Han Shui Jun
di Bei Hai Gong. Sementara kelima istri Li Ming Shen Jun telah merenggang nyawa
dengan alasan sakit menular. Kejadian sebenarnya keempat istri Li Ming Shen Jun
yang mati karena kehilangan energi kehidupan dan auranya, hanya diketahui
beberapa pihak.
Perang Huo Ling Tian Zun dan Li Ming Shen Jun yang
melibatkan pertarungan Xue Ling Shen Zun dan Le Le si makhluk api, tidak
menyebarkan banyak rumor, hingga hanya sedikit yang mengetahui kejadian sebenarnya.
Wei Jiang Zheng Zhu mengetahuinya dari Ren er, yang dipanggilnya kembali ke Bei
Hai Ren Yu Gong, beberapa hari setelah perang Huo Ling Tian Zun dan Li Ming
Shen Jun berakhir.
Sementara itu, berita Xue Ling Shen Zun yang akan
mengunjungi Da Hai juga sudah terdengar di telinga Wei Jiang Zheng Zhu. Wei
Jiang Zheng Zhu bersama Xin Lan Shui Hou dan Chang Yi Tai Zi berusaha
menerka-nerka hal yang ingin dilakukan Xue Ling Shen Zun di Da Hai. Wei Jiang
Zheng Zhu pun masih mengkhawatirkan keberadaan Permata Merah. Berdasarkan
penyelidikannya, Permata Merah tidak berada di Da Hai, jadi apa yang akan
dilakukan Xue Ling Shen Zun ???.