
Tubuh
bercahaya Xue Ling nampak retak-retak, bahkan ada bagian yang sudah tidak utuh
“Han ge, tubuh ini sudah tidak dapat bertahan…” “apa sakit ?” Han Ling
menghampiri. Xue Ling mengangguk “Han ge, pada saatnya, jangan ragu…” Han Ling
tercengang. Xue Ling sudah kembali seperti semula, memegang tangan Han Ling
“Han ge, aku sudah mengatakan semuanya ! aku mohon kabulkanlah ! aku sangat
egois, aku tidak ingin usaha kerasku selama ini sia-sia, jadi hanya bisa
merepotkan Han ge. Anggap saja ini sebagai ganti hidupku sebagai Rou Rou,
bisakah ?” memohon pada Han Ling.
Han
Ling merasa hatinya tercengkeram sangat ketat, susah bernafas, tapi memaksakan diri
tersenyum, mengangguk “baik, akan yang mulia kabulkan !” Xue Ling langsung
tertawa ceria “kalau begitu, Xue Ling berterima kasih pada Han Ling Shen Jun…”
menundukkan kepala, tanda memberi hormat. Han Ling menarik Xue Ling ke
pelukannya “Xiao Xue… selama beberapa hari ini apa yang kau inginkan ? aku akan
mengabulkan semuanya !”
Xue
Ling menggeleng “Han ge, selama beberapa bulan ini, kita sudah melakukan
semuanya… beberapa hari ini, aku hanya akan di Xue Zuan Shi Gong, meditasi dan
mempersiapkan segalanya…” tersenyum manis. Han Ling mengangguk “baik, semua
mendengarkanmu !” ‘Xiao Xue, aku sangat berharap ini semua hanya mimpi… saat
terbangun, semua ini tidak benar terjadi… aku sudah hampir tidak dapat menahan
diri…’ batin Han Ling berkecamuk.
Han
Ling memeluk erat Xue Ling, hatinya bergetar, semua perasaaan berkecamuk,
kesedihan, keputusasaan, di tahan demi
tidak mengacaukan saat-saat terakhir kebersamaan mereka. Selama 5 hari, tidak
ada yang datang mengganggu waktu mereka berdua. Xue Ling bermeditasi hampir
sepanjang hari, menyisakan sedikit waktu untuk bercengkrama dan menemani Han
Ling. Han Ling yang melihat Xue Ling bermeditasi, ikut meditasi menyetabilkan
emosi dan mempersiapkan dirinya.
Kekuatan
Xue Ling tidak dapat dianggap remeh, walau sudah melihat wujudnya yang
sebenarnya yang sudah sangat parah. Jika sisi iblis Xue Ling berkecamuk, itulah
saatnya Han Ling harus kembali sebagai han Ling Shen Jun, mengatasi masalah
untuk Si Hai Ba Huang. Sebagai suami dan pasangan yang sangat mencintai
istrinya, Han Ling sudah memutuskan untuk menemani Xue Ling sampai akhir.
Sebagai Han Ling Shen Jun, salah satu pelindung Si Hai Ba Huang, Han Ling akan
menghilangkan semua masalah untuk Si Hai Ba Huang, apapun itu bentuknya.
Di
hari yang di tentukan, Xue Ling sudah bangun dan menyiapkan sarapan untuk Han
Ling “Xiao Xue, kenapa bangun sepagi ini !” Han Ling memeluk Xue Ling yang
masih sibuk di dapur “Han ge, tunggulah sesaat lagi !” mereka makan bersama
“Han ge, apa kau sudah siap ?” Xue Ling bertanya dan mendapat senyuman Han Ling
“ayo…”
Di
hadapan Pohon Bodhi, sudah ada Huo Ling, Ling Siang, Shui Ling, Cheng Mei, Wei
Jiang, dan Xin Lan “jie…” Xue Ling hanya mengangguk. Xue Ling mengeluarkan
Permata Nila yang bercahaya terang benderang “sejak kapan bercahaya seterang
ini ?” Wei Jiang menatap Permata Nila “Wei Jiang, jaga mereka !” Xue Ling
berkata tanpa memandang Wei Jiang.
“tidak…
mau jaga, kau jaga sendiri… aku masih mau menikmati hidupku di Bei Hai…” Wei
Jiang menolak dengan acuh tak acuh. Xue Ling tidak menggubris Wei Jiang
“jiejue…” mengeluarkan satu kata, berjalan menghampiri Pohon Bodhi. Raut wajah
Xue Ling terlihat sangat tegas dan serius, mengerahkan sihir, melayangkan
Permata Nila.
Dari
Pohon Bodhi terlihat cahaya beberapa warna. Sesaat kemudian terlihat 5 Permata
Aura yang berada di dalam Pohon Bodhi. Dari Permata Nila mengeluarkan aura-aura
perlawanan, demikian juga dengan kelima Permata lainnya. Xue Ling mengerahkan
Permata Nila.
Xue
Ling muntah darah dan terkena Pohon Bodhi, menyebabkan kelima Permata yang
melakukan perlawanan. Xue Ling melawan dan berusaha menenangkan keenam Permata.
Di samping itu, terlihat Pohon Bodhi yang mengeluarkan cahaya dan menarik
cahaya dari Xue Ling.
“ada
apa ini ? apa ini normal ?” Shui Ling bertanya. Han Ling menggeleng dengan air
mata yang sudah menetes “Permata dan Pohon Bodhi membuat perlawanan dan ingin
meluluh lantakkan Xiao Xue…” “Jiefu, anda…” Huo Ling bertanya. Han Ling
menggeleng “Xiao Xue sudah memperingatkan untuk tidak melakukan apapun, ini
akan menjadi perjuangannya. Aku harus bersiap untuk kemungkinan terburuk. Jika
sekarang membantunya, saat Xiao Xue berubah, tidak akan dapat menghentikannya.”
Menjelaskan dan menginfokan pesan Xue Ling.
Seperti
saat menyatukan dua permata sebelumnya, perlawan tiap permata semakin genjar.
Yang menjadi tambahan kali ini, Pohon Bodhi juga ikut melawan, membuat Xue Ling
semakin kesusahan. Han Ling tidak dapat melihat penderitaan Xue Ling, menulikan
dirinya dan menutup mata, masuk dalam meditasinya. Yang lain yang melihat semua
prosesnya, getar getir dengan yang terjadi. Kesulitan yang dialami Xue Ling,
masih jauh dari bayangan mereka. Sudah tahu akan sangat susah, tapi saat
melihat sendiri, mereka tidak bisa menahan diri untuk bergetar ngeri.
Di
hari ke-tiga, aura iblis Xue Ling sudah terpancing keluar. Aura iblis di
sekitar Pohon Bodhi semakin lama semakin pekat. Perlawanan dari Pohon Bodhi dan
ke-enam permata, tidak saja menghantam Xue Ling sendiri, tapi juga mengikis
sedikit demi sedikit aura dewa dan aura iblisnya. Pakaian Xue Ling sudah
dipenuhi oleh bercak darah, tapi ada senyuman di bibir pucatnya.
Di
hari ketujuh, Xue Ling dipenuhi aura iblis, wajahnya menjadi menyeramkan. Disaat
genting, Xue Ling menghentakkan energinya dengan teriakan. Keenam Permata dan
Pohon Bodhi berhenti melakukan perlawanan. Xue Ling sudah menjadi iblis,
sebaran energi kekuatannya merusak apa saja di sekitarnya. Segala sesuatu yang
berada di sekitar, melayang dan meledak-ledak hancur berantakan.
Han
Ling dan lainnya terus memanggil nama Xue Ling, tidak mampu menyadarkannya
kembali. Saat merasakan kebisingan, Xue Ling mengerahkan serangan, menyerang
Han Ling dan lainnya. Di wajah menyeramkan Xue Ling, tidak terlihat apapun.
Semua membuat perlawanan untuk menyelamatkan diri mereka sendiri “tidak bisa
seperti ini, kekuatan iblis Shen Zun adalah hal yang belum pernah siapapun
temui. Shen Jun, apa pesan Shen Zun ?” Wei Jiang bertanya pada Han Ling.
Han
Ling bertarung sambil mengamati Xue Ling “kalian tahan disini, usahakan
mengambil perhatian Xiao Xue… Xiao Xue sudah tersesat, dia tidak akan dapat
kembali… aku akan menyelesaikannya…” “Shen Jun…” semua berteriak “ini adalah
permohonan Xiao Xue padaku ! aku tidak boleh ragu !” Han Ling tersenyum sedih
“Shen Jun, lakukan ! kami akan melindungi anda !” Cheng Mei berguman.
Han
Ling mengangguk, segera menerobos serangan Xue Ling. Xue Ling menyadari Han
Ling yang mendekat, meningkatkan serangan. Wei Jiang dan Cheng Mei membantu,
melindungi Han Ling dari serangan-serangan Xue Ling yang semakin mematikan
“Shen Jun, cepatlah… disini akan semakin hancur… Pohon Bodhi sudah mulai
terpengaruh…” Wei Jiang berteriak.
Han
Ling mengingat pesan Xue Ling, yang tidak ingin jerih payahnya sia-sia. Han
Ling menajamkan matanya, meningkatkan perlawanan, semakin mendekati Xue Ling.
Han Ling mengerahkan kekuatan yang besar pada pedangnya, menghubuskan ke arah
Xue Ling. Xue Ling berusaha menahan laju pedang. Wei Jiang dan Huo Ling
mengirimkan energi besar ke Han Ling, meningkatkan kekuatannya. Tiga kekuatan
yang besar, dengan usaha keras, akhirnya dapat mengalahkan kekuatan Xue Ling.