The Power Of Love

The Power Of Love
Bab 99 - Penyatuan Permata Nila



Tubuh


bercahaya Xue Ling nampak retak-retak, bahkan ada bagian yang sudah tidak utuh


“Han ge, tubuh ini sudah tidak dapat bertahan…” “apa sakit ?” Han Ling


menghampiri. Xue Ling mengangguk “Han ge, pada saatnya, jangan ragu…” Han Ling


tercengang. Xue Ling sudah kembali seperti semula, memegang tangan Han Ling


“Han ge, aku sudah mengatakan semuanya ! aku mohon kabulkanlah ! aku sangat


egois, aku tidak ingin usaha kerasku selama ini sia-sia, jadi hanya bisa


merepotkan Han ge. Anggap saja ini sebagai ganti hidupku sebagai Rou Rou,


bisakah ?” memohon pada Han Ling.


Han


Ling merasa hatinya tercengkeram sangat ketat, susah bernafas, tapi memaksakan diri


tersenyum, mengangguk “baik, akan yang mulia kabulkan !” Xue Ling langsung


tertawa ceria “kalau begitu, Xue Ling berterima kasih pada Han Ling Shen Jun…”


menundukkan kepala, tanda memberi hormat. Han Ling menarik Xue Ling ke


pelukannya “Xiao Xue… selama beberapa hari ini apa yang kau inginkan ? aku akan


mengabulkan semuanya !”


Xue


Ling menggeleng “Han ge, selama beberapa bulan ini, kita sudah melakukan


semuanya… beberapa hari ini, aku hanya akan di Xue Zuan Shi Gong, meditasi dan


mempersiapkan segalanya…” tersenyum manis. Han Ling mengangguk “baik, semua


mendengarkanmu !” ‘Xiao Xue, aku sangat berharap ini semua hanya mimpi… saat


terbangun, semua ini tidak benar terjadi… aku sudah hampir tidak dapat menahan


diri…’ batin Han Ling berkecamuk.


Han


Ling memeluk erat Xue Ling, hatinya bergetar, semua perasaaan berkecamuk,


kesedihan, keputusasaan, di tahan  demi


tidak mengacaukan saat-saat terakhir kebersamaan mereka. Selama 5 hari, tidak


ada yang datang mengganggu waktu mereka berdua. Xue Ling bermeditasi hampir


sepanjang hari, menyisakan sedikit waktu untuk bercengkrama dan menemani Han


Ling. Han Ling yang melihat Xue Ling bermeditasi, ikut meditasi menyetabilkan


emosi dan mempersiapkan dirinya.


Kekuatan


Xue Ling tidak dapat dianggap remeh, walau sudah melihat wujudnya yang


sebenarnya yang sudah sangat parah. Jika sisi iblis Xue Ling berkecamuk, itulah


saatnya Han Ling harus kembali sebagai han Ling Shen Jun, mengatasi masalah


untuk Si Hai Ba Huang. Sebagai suami dan pasangan yang sangat mencintai


istrinya, Han Ling sudah memutuskan untuk menemani Xue Ling sampai akhir.


Sebagai Han Ling Shen Jun, salah satu pelindung Si Hai Ba Huang, Han Ling akan


menghilangkan semua masalah untuk Si Hai Ba Huang, apapun itu bentuknya.


Di


hari yang di tentukan, Xue Ling sudah bangun dan menyiapkan sarapan untuk Han


Ling “Xiao Xue, kenapa bangun sepagi ini !” Han Ling memeluk Xue Ling yang


masih sibuk di dapur “Han ge, tunggulah sesaat lagi !” mereka makan bersama


“Han ge, apa kau sudah siap ?” Xue Ling bertanya dan mendapat senyuman Han Ling


“ayo…”


Di


hadapan Pohon Bodhi, sudah ada Huo Ling, Ling Siang, Shui Ling, Cheng Mei, Wei


Jiang, dan Xin Lan “jie…” Xue Ling hanya mengangguk. Xue Ling mengeluarkan


Permata Nila yang bercahaya terang benderang “sejak kapan bercahaya seterang


ini ?” Wei Jiang menatap Permata Nila “Wei Jiang, jaga mereka !” Xue Ling


berkata tanpa memandang Wei Jiang.


“tidak…


mau jaga, kau jaga sendiri… aku masih mau menikmati hidupku di Bei Hai…” Wei


Jiang menolak dengan acuh tak acuh. Xue Ling tidak menggubris Wei Jiang


“jiejue…” mengeluarkan satu kata, berjalan menghampiri Pohon Bodhi. Raut wajah


Xue Ling terlihat sangat tegas dan serius, mengerahkan sihir, melayangkan


Permata Nila.


Dari


Pohon Bodhi terlihat cahaya beberapa warna. Sesaat kemudian terlihat 5 Permata


Aura yang berada di dalam Pohon Bodhi. Dari Permata Nila mengeluarkan aura-aura


perlawanan, demikian juga dengan kelima Permata lainnya. Xue Ling mengerahkan


Permata Nila.


Xue


Ling muntah darah dan terkena Pohon Bodhi, menyebabkan kelima Permata yang


melakukan perlawanan. Xue Ling melawan dan berusaha menenangkan keenam Permata.


Di samping itu, terlihat Pohon Bodhi yang mengeluarkan cahaya dan menarik


cahaya dari Xue Ling.


“ada


apa ini ? apa ini normal ?” Shui Ling bertanya. Han Ling menggeleng dengan air


mata yang sudah menetes “Permata dan Pohon Bodhi membuat perlawanan dan ingin


meluluh lantakkan Xiao Xue…” “Jiefu, anda…” Huo Ling bertanya. Han Ling


menggeleng “Xiao Xue sudah memperingatkan untuk tidak melakukan apapun, ini


akan menjadi perjuangannya. Aku harus bersiap untuk kemungkinan terburuk. Jika


sekarang membantunya, saat Xiao Xue berubah, tidak akan dapat menghentikannya.”


Menjelaskan dan menginfokan pesan Xue Ling.


Seperti


saat menyatukan dua permata sebelumnya, perlawan tiap permata semakin genjar.


Yang menjadi tambahan kali ini, Pohon Bodhi juga ikut melawan, membuat Xue Ling


semakin kesusahan. Han Ling tidak dapat melihat penderitaan Xue Ling, menulikan


dirinya dan menutup mata, masuk dalam meditasinya. Yang lain yang melihat semua


prosesnya, getar getir dengan yang terjadi. Kesulitan yang dialami Xue Ling,


masih jauh dari bayangan mereka. Sudah tahu akan sangat susah, tapi saat


melihat sendiri, mereka tidak bisa menahan diri untuk bergetar ngeri.


Di


hari ke-tiga, aura iblis Xue Ling sudah terpancing keluar. Aura iblis di


sekitar Pohon Bodhi semakin lama semakin pekat. Perlawanan dari Pohon Bodhi dan


ke-enam permata, tidak saja menghantam Xue Ling sendiri, tapi juga mengikis


sedikit demi sedikit aura dewa dan aura iblisnya. Pakaian Xue Ling sudah


dipenuhi oleh bercak darah, tapi ada senyuman di bibir pucatnya.


Di


hari ketujuh, Xue Ling dipenuhi aura iblis, wajahnya menjadi menyeramkan. Disaat


genting, Xue Ling menghentakkan energinya dengan teriakan. Keenam Permata dan


Pohon Bodhi berhenti melakukan perlawanan. Xue Ling sudah menjadi iblis,


sebaran energi kekuatannya merusak apa saja di sekitarnya. Segala sesuatu yang


berada di sekitar, melayang dan meledak-ledak hancur berantakan.


Han


Ling dan lainnya terus memanggil nama Xue Ling, tidak mampu menyadarkannya


kembali. Saat merasakan kebisingan, Xue Ling mengerahkan serangan, menyerang


Han Ling dan lainnya. Di wajah menyeramkan Xue Ling, tidak terlihat apapun.


Semua membuat perlawanan untuk menyelamatkan diri mereka sendiri “tidak bisa


seperti ini, kekuatan iblis Shen Zun adalah hal yang belum pernah siapapun


temui. Shen Jun, apa pesan Shen Zun ?” Wei Jiang bertanya pada Han Ling.


Han


Ling bertarung sambil mengamati Xue Ling “kalian tahan disini, usahakan


mengambil perhatian Xiao Xue… Xiao Xue sudah tersesat, dia tidak akan dapat


kembali… aku akan menyelesaikannya…” “Shen Jun…” semua berteriak “ini adalah


permohonan Xiao Xue padaku ! aku tidak boleh ragu !” Han Ling tersenyum sedih


“Shen Jun, lakukan ! kami akan melindungi anda !” Cheng Mei berguman.


Han


Ling mengangguk, segera menerobos serangan Xue Ling. Xue Ling menyadari Han


Ling yang mendekat, meningkatkan serangan. Wei Jiang dan Cheng Mei membantu,


melindungi Han Ling dari serangan-serangan Xue Ling yang semakin mematikan


“Shen Jun, cepatlah… disini akan semakin hancur… Pohon Bodhi sudah mulai


terpengaruh…” Wei Jiang berteriak.


Han


Ling mengingat pesan Xue Ling, yang tidak ingin jerih payahnya sia-sia. Han


Ling menajamkan matanya, meningkatkan perlawanan, semakin mendekati Xue Ling.


Han Ling mengerahkan kekuatan yang besar pada pedangnya, menghubuskan ke arah


Xue Ling. Xue Ling berusaha menahan laju pedang. Wei Jiang dan Huo Ling


mengirimkan energi besar ke Han Ling, meningkatkan kekuatannya. Tiga kekuatan


yang besar, dengan usaha keras, akhirnya dapat mengalahkan kekuatan Xue Ling.