
Xue Ling memijat pelipisnya “maaf, melihat kondisi saat
itu, aku hanya fokus pada Pohon Bodhi hingga tidak ingat mengabarimu” Han Ling
menatap wajah kelelahan Xue Ling “ada apa ? ada yang sakit ?” Xue Ling
menggeleng “tidak masalah ! ayo aku masakkan kesukaanmu, kita makan bersama !”
tersenyum manis dan bangun dari tempat tidur. Han Ling menariknya “biarkan
bagian dapur saja !” Xue Ling menarik balik “ayolah, aku akan membuatkanmu
banyak kue, kau bisa memakannya saat mengingatku… ayo, jangan berbaring lagi,
jalan… jalan… jalan…” mendorong Han Ling, keluar kamar.
Han Ling pasrah mengikuti kemauan gadis kecilnya yang
begitu sibuk, sementara dia hanya ingin gadis kecilnya beristirahat. Xue Ling
membuatkan banyak makanan kecil untuk Han Ling tanpa mengenal lelah, ingin
mengembalikan masa sebulan mereka terpisah. Setelah makan, Han Ling mengantar
Xue Ling ke Xue Zuan Shi Gong “biguang dengan tenang. Aku menunggumu !” pesan
Han Ling yang tidak tahu harus mengatakan apa. Tubuhnya sangat berat untuk digerakkan
menjauh dari Xue Ling. Xue Ling tersenyum “baik… makan semua makanan kecilmu,
jangan terlalu merindukanku, kau bisa mempersiapkan segalanya untuk mengisi
waktumu” Han Ling mengangguk, menarik Xue Ling ke pelukannya “aku akan sangat
merindukanmu !” mengecup seluruh wajah Xue Ling, berlama-lama di bibirnya.
Xue Ling menutup Xue Zuan Shi Dao selama biguang, hanya
beberapa dayang yang memang berada dalam istana itu yang masih tersisa. Dari
luar tidak bisa masuk dan dari dalam tidak bisa keluar, bahkan Tian Zun, Tian
Hou, dan Xian Zun sekalipun. Han Ling beberapa kali datang dan berdiri di
hadapan gerbang Xue Zuan Shi Gong. Seminggu kemudian, mereka bertemu dalam
balutan gaun pengantin. Han Ling tidak dapat melihat wajah pengantinnya, hingga
semua prosesi selesai dan tersisa perjamuan. Pernikahan Shen Zun ini diketahui
Si Hai Ba Huang, tapi tidak semua mendapat undangan.
Wei Jiang hadir bersama Xin Lan dalam mode penyamaran,
hanya melihat prosesi sakral, berbicara dengan Cheng Mei Yue Shen sesaat dan meninggalkan
acara. Han Ling menerima beberapa sulangan, sebelum masuk menemui pengantinnya.
Di dalam kamar pengantin, mereka di layani para dayang untuk melanjutkan
prosesi pernikahan. Setelah beberapa tambahan proses, dayang-dayang pamit undur
diri dan meninggalkan kedua pengantin baru.
Han Ling tersenyum manis menatap pengantinnya “Fu Ren…”
“Fu Jun” Xue Ling pun tersenyum manis. Han Ling memberikan secangkir arak pada
Xue Ling dan menautkan kedua tangan mereka, meminum arak dari gelas
masing-masing berbarengan. Han Ling membelai wajah Xue Ling dengan senyum
lembut “apa kau bahagia ?” Xue Ling tidak menjawab tapi tersenyum manis. Han
Ling perlahan mengecup seluruh bagian wajah Xue Ling, terakhir berhenti di
bibir Xue Ling “apa sudah siap ?” Xue Ling merona dan mengangguk.
Han Ling tersenyum manis, merebahkan Xue Ling, mencium
bibir Xue Ling dengan tangan yang perlahan membuka gaun pengantin di tubuh
keduanya. Han Ling berbinar menatap tubuh Xue Ling sementara Xue Ling merona
malu melihat tatapan Han Ling “sangat cantik ! Xiao Xue, aku mencintaimu !” Xue
Ling melingkarkan kedua tangannya di pundak Han Ling “Han Ling Shen Jun, aku
mencintaimu !” melanjutkan pergumulan mereka.
Han
Ling melakukan perlahan, menikmati tubuh wanitanya. Xue Ling menggeliyat di
bawah tubuh Han Ling dengan segala sensasi baru yang dirasakannya. Han Ling
yang melihat Xue Ling menikmati permainannya, tersenyum bangga. Han Ling
meneruskan permainan, berusaha memberikan rasa sakit sesingkatnya pada pujaan
hati “Xiao Xue, aku adalah priamu satu-satunya, kau juga adalah wanitaku
satu-satinya. Terima kasih memberikan dirimu yang utuh padaku” tersenyum lembut
merasakan kebahagiaan sebagai pria pertama dan satu-satunya dari sang pemilik
Xue
Ling merintih dan meneteskan air mata karena rasa sakit yang seakan
menghancurkan seluruh tubuhnya. Mendengar kata-kata Han Ling, wajah Xue Ling
merona “Han ge, aku sudah bersumpah hanya memiliki satu pasangan selamanya.
Selamanya, hanya ada Han ge, baik hidup maupun mati, hatiku tidak akan pernah
berubah” Han Ling berkaca-kaca mendengar pernyataan Xue Ling. “Xiao Xue, kau
adalah satu-satunya cintaku selamanya” mengecup bibir Xue Ling, perlahan
melanjutkan permainannya.
Xue
Ling yang awalnya menahan rasa sakit, perlahan dapat menikmati permainan Han
Ling yang lembut. Suara-suara kenikmatan dan lembut terdengar di kamar kedua
pengantin “Xiao Xue, kau sangat nikmat, aku tidak akan pernah dapat menahan
diri padamu !” masih melanjutkan aksinya dengan keringat yang bercucuran “Han
Ge, aku sudah lelah !” dengan nafas tersenggal-senggal “baik, setelah ini kita
tidur…” mempercepat aksinya. Setelah selesai, Han Ling membersihkan tubuh
keduanya, mengalirkan energi pada tubuh Xue Ling “Xiao Xue, apa aku menyakitimu
? kau baru saja chuguang, apa kau baik-baik saja ?” Xue Ling sudah tidak mampu
membuka matanya, menggeleng lemah “Han ge, lelah sekali !” “tidurlah, aku
disini !” Han Ling memakaikan baju tipis pada keduanya, memakaikan selimut dan
memeluk Xue Ling, tertidur.
Sementara perayaan yang belangsung 33 hari di istana
berjalan dengan sendirinya. Pasangan pengantin hanya menampakkan diri beberapa
kali dalam perayaan. Han Ling memberi waktu untuk Xue Ling beristirahat
memulihkan tubuhnya. “Han ge, kau terus melihatku, apa ada sesuatu di wajahku
?” Xue Ling yang memeriksa wajahnya. “sangat cantik !” guman Han Ling yang
mengecup pipi Xue Ling.
“begitu banyak pertunjukan dan anda hanya menatapku ?”
Xue Ling menggoda suaminya. Han Ling tersenyum, memeluk Xue Ling “dimataku, kau
adalah pemandangan dan pertunjukan terindah !” Xue Ling merona “yow… jiejie
sudah tahu malu…” Shui Ling menggoda. Xue Ling tidak menanggapi, masuk dalam
pelukan suaminya. “jiefu… hanya padamu saja, Shen Zun yang nakal dan dingin ini
bisa merona !” Han Ling tersenyum.
“Xue Ling, Wei Jiang menitipkan ini untukmu !” Cheng Mei
memberikan sebuah kulit keong pada Xue Ling. Xue Ling menerima, menaruhnya ke
telinganya. Terlihat wajah Xue Ling yang berubah menjadi serius dan akhirnya
memijat pelipisnya “Xiao Xue, apa ada masalah ?” Han Ling cemas melihat
perubahan raut wajah Xue Ling. Xue Ling melihat kekhawatiran Han Ling tersenyum
“jangan tegang seperti itu, hanya kebisingan yang dikeluarkan ekor arogan yang
kolot dan menyebalkan itu. Nanti akan membalasnya hingga kehilangan ratusan mutiara
!” Xue Ling mengedipkan matanya nakal.
Han Ling masih cemberut, memeluk Xue Ling, mendekat ke
telinganya “jangan terlalu dekat dengan Zheng Zhu, hatiku tidak nyaman !” Xue
Ling mengerutkan kening, menatap wajah Han Ling, tersenyum nakal “hmm…
sepertinya aku mencium bau asam yang pekat disini !” Han Ling menundukkan
kepalanya di pundak Xue Ling “Xiao Xue, aku cemburu ! siapapun yang mendekat
padamu, aku tidak nyaman. Kau hanya bisa bersamaku.” Xue Ling tertawa “kenapa ?
Han Ling Shen Jun yang dingin dan sangat percaya diri sudah berubah ?” Han Ling
cemberut “terhadap lainnya tidak, tapi terhadapmu, pemilik hatiku, sudah
berubah. Xiao Xue… aku takut kau merasa yang lain lebih baik dariku !” Xue Ling
membelai kepala Han Ling “bodoh, aku terlalu mencintaimu, bagaimana bisa
tertarik pada lainnya !” ada senyuman di wajah Han Ling.