The Power Of Love

The Power Of Love
Bab 33 - Pernikahan



            Xue Ling memijat pelipisnya “maaf, melihat kondisi saat


itu, aku hanya fokus pada Pohon Bodhi hingga tidak ingat mengabarimu” Han Ling


menatap wajah kelelahan Xue Ling “ada apa ? ada yang sakit ?” Xue Ling


menggeleng “tidak masalah ! ayo aku masakkan kesukaanmu, kita makan bersama !”


tersenyum manis dan bangun dari tempat tidur. Han Ling menariknya “biarkan


bagian dapur saja !” Xue Ling menarik balik “ayolah, aku akan membuatkanmu


banyak kue, kau bisa memakannya saat mengingatku… ayo, jangan berbaring lagi,


jalan… jalan… jalan…” mendorong Han Ling, keluar kamar.


            Han Ling pasrah mengikuti kemauan gadis kecilnya yang


begitu sibuk, sementara dia hanya ingin gadis kecilnya beristirahat. Xue Ling


membuatkan banyak makanan kecil untuk Han Ling tanpa mengenal lelah, ingin


mengembalikan masa sebulan mereka terpisah. Setelah makan, Han Ling mengantar


Xue Ling ke Xue Zuan Shi Gong “biguang dengan tenang. Aku menunggumu !” pesan


Han Ling yang tidak tahu harus mengatakan apa. Tubuhnya sangat berat untuk digerakkan


menjauh dari Xue Ling. Xue Ling tersenyum “baik… makan semua makanan kecilmu,


jangan terlalu merindukanku, kau bisa mempersiapkan segalanya untuk mengisi


waktumu” Han Ling mengangguk, menarik Xue Ling ke pelukannya “aku akan sangat


merindukanmu !” mengecup seluruh wajah Xue Ling, berlama-lama di bibirnya.


            Xue Ling menutup Xue Zuan Shi Dao selama biguang, hanya


beberapa dayang yang memang berada dalam istana itu yang masih tersisa. Dari


luar tidak bisa masuk dan dari dalam tidak bisa keluar, bahkan Tian Zun, Tian


Hou, dan Xian Zun sekalipun. Han Ling beberapa kali datang dan berdiri di


hadapan gerbang Xue Zuan Shi Gong. Seminggu kemudian, mereka bertemu dalam


balutan gaun pengantin. Han Ling tidak dapat melihat wajah pengantinnya, hingga


semua prosesi selesai dan tersisa perjamuan. Pernikahan Shen Zun ini diketahui


Si Hai Ba Huang, tapi tidak semua mendapat undangan.


            Wei Jiang hadir bersama Xin Lan dalam mode penyamaran,


hanya melihat prosesi sakral, berbicara dengan Cheng Mei Yue Shen sesaat dan meninggalkan


acara. Han Ling menerima beberapa sulangan, sebelum masuk menemui pengantinnya.


Di dalam kamar pengantin, mereka di layani para dayang untuk melanjutkan


prosesi pernikahan. Setelah beberapa tambahan proses, dayang-dayang pamit undur


diri dan meninggalkan kedua pengantin baru.


            Han Ling tersenyum manis menatap pengantinnya “Fu Ren…”


“Fu Jun” Xue Ling pun tersenyum manis. Han Ling memberikan secangkir arak pada


Xue Ling dan menautkan kedua tangan mereka, meminum arak dari gelas


masing-masing berbarengan. Han Ling membelai wajah Xue Ling dengan senyum


lembut “apa kau bahagia ?” Xue Ling tidak menjawab tapi tersenyum manis. Han


Ling perlahan mengecup seluruh bagian wajah Xue Ling, terakhir berhenti di


bibir Xue Ling “apa sudah siap ?” Xue Ling merona dan mengangguk.


            Han Ling tersenyum manis, merebahkan Xue Ling, mencium


bibir Xue Ling dengan tangan yang perlahan membuka gaun pengantin di tubuh


keduanya. Han Ling berbinar menatap tubuh Xue Ling sementara Xue Ling merona


malu melihat tatapan Han Ling “sangat cantik ! Xiao Xue, aku mencintaimu !” Xue


Ling melingkarkan kedua tangannya di pundak Han Ling “Han Ling Shen Jun, aku


mencintaimu !” melanjutkan pergumulan mereka.


Han


Ling melakukan perlahan, menikmati tubuh wanitanya. Xue Ling menggeliyat di


bawah tubuh Han Ling dengan segala sensasi baru yang dirasakannya. Han Ling


yang melihat Xue Ling menikmati permainannya, tersenyum bangga. Han Ling


meneruskan permainan, berusaha memberikan rasa sakit sesingkatnya pada pujaan


hati “Xiao Xue, aku adalah priamu satu-satunya, kau juga adalah wanitaku


satu-satinya. Terima kasih memberikan dirimu yang utuh padaku” tersenyum lembut


merasakan kebahagiaan sebagai pria pertama dan satu-satunya dari sang pemilik


Xue


Ling merintih dan meneteskan air mata karena rasa sakit yang seakan


menghancurkan seluruh tubuhnya. Mendengar kata-kata Han Ling, wajah Xue Ling


merona “Han ge, aku sudah bersumpah hanya memiliki satu pasangan selamanya.


Selamanya, hanya ada Han ge, baik hidup maupun mati, hatiku tidak akan pernah


berubah” Han Ling berkaca-kaca mendengar pernyataan Xue Ling. “Xiao Xue, kau


adalah satu-satunya cintaku selamanya” mengecup bibir Xue Ling, perlahan


melanjutkan permainannya.


Xue


Ling yang awalnya menahan rasa sakit, perlahan dapat menikmati permainan Han


Ling yang lembut. Suara-suara kenikmatan dan lembut terdengar di kamar kedua


pengantin “Xiao Xue, kau sangat nikmat, aku tidak akan pernah dapat menahan


diri padamu !” masih melanjutkan aksinya dengan keringat yang bercucuran “Han


Ge, aku sudah lelah !” dengan nafas tersenggal-senggal “baik, setelah ini kita


tidur…” mempercepat aksinya. Setelah selesai, Han Ling membersihkan tubuh


keduanya, mengalirkan energi pada tubuh Xue Ling “Xiao Xue, apa aku menyakitimu


? kau baru saja chuguang, apa kau baik-baik saja ?” Xue Ling sudah tidak mampu


membuka matanya, menggeleng lemah “Han ge, lelah sekali !” “tidurlah, aku


disini !” Han Ling memakaikan baju tipis pada keduanya, memakaikan selimut dan


memeluk Xue Ling, tertidur.


            Sementara perayaan yang belangsung 33 hari di istana


berjalan dengan sendirinya. Pasangan pengantin hanya menampakkan diri beberapa


kali dalam perayaan. Han Ling memberi waktu untuk Xue Ling beristirahat


memulihkan tubuhnya. “Han ge, kau terus melihatku, apa ada sesuatu di wajahku


?” Xue Ling yang memeriksa wajahnya. “sangat cantik !” guman Han Ling yang


mengecup pipi Xue Ling.


            “begitu banyak pertunjukan dan anda hanya menatapku ?”


Xue Ling menggoda suaminya. Han Ling tersenyum, memeluk Xue Ling “dimataku, kau


adalah pemandangan dan pertunjukan terindah !” Xue Ling merona “yow… jiejie


sudah tahu malu…” Shui Ling menggoda. Xue Ling tidak menanggapi, masuk dalam


pelukan suaminya. “jiefu… hanya padamu saja, Shen Zun yang nakal dan dingin ini


bisa merona !” Han Ling tersenyum.


            “Xue Ling, Wei Jiang menitipkan ini untukmu !” Cheng Mei


memberikan sebuah kulit keong pada Xue Ling. Xue Ling menerima, menaruhnya ke


telinganya. Terlihat wajah Xue Ling yang berubah menjadi serius dan akhirnya


memijat pelipisnya “Xiao Xue, apa ada masalah ?” Han Ling cemas melihat


perubahan raut wajah Xue Ling. Xue Ling melihat kekhawatiran Han Ling tersenyum


“jangan tegang seperti itu, hanya kebisingan yang dikeluarkan ekor arogan yang


kolot dan menyebalkan itu. Nanti akan membalasnya hingga kehilangan ratusan mutiara


!” Xue Ling mengedipkan matanya nakal.


            Han Ling masih cemberut, memeluk Xue Ling, mendekat ke


telinganya “jangan terlalu dekat dengan Zheng Zhu, hatiku tidak nyaman !” Xue


Ling mengerutkan kening, menatap wajah Han Ling, tersenyum nakal “hmm…


sepertinya aku mencium bau asam yang pekat disini !” Han Ling menundukkan


kepalanya di pundak Xue Ling “Xiao Xue, aku cemburu ! siapapun yang mendekat


padamu, aku tidak nyaman. Kau hanya bisa bersamaku.” Xue Ling tertawa “kenapa ?


Han Ling Shen Jun yang dingin dan sangat percaya diri sudah berubah ?” Han Ling


cemberut “terhadap lainnya tidak, tapi terhadapmu, pemilik hatiku, sudah


berubah. Xiao Xue… aku takut kau merasa yang lain lebih baik dariku !” Xue Ling


membelai kepala Han Ling “bodoh, aku terlalu mencintaimu, bagaimana bisa


tertarik pada lainnya !” ada senyuman di wajah Han Ling.