
Sang dayang berlari, memapah tuan putrinya “putri,
bagaimana dengan anda ?” “panggil ayah dan kakak kedua. Aku ingin mereka
hancur” si putri arogan memerintah pengawalnya, yang segera pergi melaksanakan
perintahnya. “hihihi rupanya bukan mulut anda saja yang tidak pada tempatnya,
otakpun tidak memiliki bobot ckckckck…” Xue Ling berdecak, mengejek si putri
arogan. “haiya untuk apa mengurusnya ! aih mengurangi kesenangan saja !” Shui
Ling protes “jie, langsung lempar saja, untuk apa membuang waktu padanya !”
Shui Ling paling tidak suka dengan hal seperti ini. Jika menemui hal seperti
ini, Shui Ling akan langsung menyelesaikannya saat itu juga. Tangan Shui Ling
Xian Zun yang tanpa ampun itu sudah terkenal dimanapun.
Xue Ling memegang dagunya tampak berfikir “hmm… betul
juga… seperti ini hanya akan menunda kesenangan…” mengerahkan sihir, putri
arogan terangkat naik ke atas tiang, terikat oleh rantai yang muncul tiba-tiba.
Xue Ling menepuk-nepuk membersihkan tangannya “sudah selesai !” tersenyum manis
melihat semua “kau… kau turunkan tuan putri…” sang dayang dengan nada gemetar
menatap Xue Ling “kau temani saja putri aroganmu itu ! dia akan disana
seharian, besok kalian bisa menurunkannya di waktu ini… setelah dia turun, bisa
mencari yang mulia di Xi Hai Gong pada saat perayaan.” berjalan pergi bersama
lainnya. Para pengawal tidak ada yang berani menghalangi langkah Xue Ling dan
lainnya.
Pengawal yang tadi pergi mencari bantuan, segera membawa
ayah dan kakak putri arogan ke tempat terjadinya konflik. “Fu Wang tolong aku…
gege…” putri arogan itu menangis tersedu-sedu, malu pada hal yang menimpanya.
Sang dayang memberitahu ayah putri arogan, kata-kata yang ditinggalkan Xue Ling
“hmm… siapa dia ? aku tidak percaya tidak dapat menurunkan meimei !” sang kakak
mencoba menurunkan putri arogan berkali-kali tapi gagal. Ayah mereka juga
mencobanya dengan hasil kegagalan yang sama. Mereka hanya bisa menunggu
seharian dengan banyak pengawal yang dikerahkan untuk menjaga dan menjauhkan
orang-orang dari tempat itu.
“Die, menurut anda siapa gadis itu ? bisa membuat sihir
yang tidak bisa dipatahkan oleh die” sang kakak bertanya pada ayahnya. Ayahnya
berdehem “hmm… adikmu ini memang terlalu dimanja… selama ini begitu banyak
persoalan yang ditimbulkannya… hanya mengandalkan status putrinya, berbuat
semena-mena dimana saja… selama ini tidak ada yang berani menghalanginya karena
pada akhirnya ayahlah yang menyelesaikan masalahnya… sekarang, dia sudah
saatnya jera untuk kesombongannya ! masalah gadis itu, pasti bukanlah penduduk
Xi Hai”
“Die, perayaan kali ini, sangat banyak tamu yang datang
dari wilayah lain… walau meimei berbuat salah, tidak seharusnya gadis itu
menghukumnya seperti ini. Bukankah ini sama saja dengan tidak memandang kita ?”
sang kakak agak kesal karena adiknya dipermalukan. “Ho er, die malah ingin
berterima kasih pada gadis itu. Sifat adikmu, apa kau masih tidak jelas ?
lagipula, dari cerita mereka, gadis itu tidak langsung melawan, sudah
memberikan kesempatan pada adik sombongmu ini… kau juga, seharusnya baik-baik
mengajari adikmu… jangan terus memanjakannya malah merusaknya seperti ini ! ini
masih baik hanya menghukumnya seperti ini. Bagaimana jika dia menyinggung orang
yang tidak harus disinggung ? dia matipun kita tidak tahu !” sang ayah malah
balik kesal pada sang kakak.
Sang kakak menunduk “maaf die, putra sudah tahu salah !
apa benar tidak bisa menurunkan meimei ? bahkan tidak bisa memberinya makan dan
minum !” sedih melihat adiknya yang terus menangis sesenggukan di atas tiang.
Sang ayah menggeleng “aku juga tidak memiliki cara. Jika memaksa, takutnya
malah melukainya. Tunggu saja !” hanya bisa menatap sang putri yang sudah
Keesokan harinya, disaat yang sama, rantai yang mengikat
sang putri, menghilang dengan sendirinya. Sang putri langsung terjatuh,
untungnya sang kakak dengan sigap menangkapnya “ge, kau harus balas dendam
untukku… aku tidak terima dipermalukan seperti ini hiks…” menangis di pelukan
sang kakak. “Sudah, pulang… kau tidak usah memikirkan balas dendam, semua ini
karena kesalahanmu sendiri” sang ayah memarahi.
“Die, putrimu dipermalukan… bagaimana kau bisa berkata
seperti itu ?” sang putri kesal pada ayahnya “kau bicara sepatah kata lagi
tentang balas dendam, aku tidak akan mengakuimu putri ini lagi cih…” sang ayah
kesal dan meninggalkan kedua kakak beradik “ge…” sang putri merengek dan sangat
kesal. Sang kakak menghela nafas “meimei, kali ini dengarkanlah nasehat die…
jangan berbuat ulah lagi… kau lihat bahkan die dan gege tidak dapat
menurunkanmu ! kemampuan mereka pasti lebih tinggi dari kita ! meimei, jika
karena ulahmu dan mencelakakan satu Xi Hai… ge takut die akan benar-benar
menjalankan kata-katanya…”
Sang putri menangis histeris “aku tidak rela… ge, aku
tidak rela… aku adalah Putri Xi Hai… mereka memperlakukanku terikat sehari
semalam di atas tiang… bagaimana aku akan mengangkat wajahku lagi ge…” sang
kakak pun tidak dapat berbuat apapun “haih meimei, sudah saatnya kau merubah
sifatmu itu !” menggendong sang putri pergi dari tempat konflik. Sang putri
menangis berhari-hari karena tidak mendapat dukungan dari siapapun.
“meimei,
kau hentikanlah tingkahmu itu ! perayaan akan dimulai sebentar lagi… ini
termasuk adalah acaramu, jangan sampai mengacaukannya… jika kita beruntung,
akan melihat Shen Zun dan beberapa Zun Wang lainnya. Jaga sikapmu, jangan
memalukan Xi Hai Gong” “aku sudah tahu da ge…” sang putri menunduk pada sang
kakak “ayo cepatlah… die sudah memanggil… kita harus menampakkan diri menyapa
para tamu…” menggenggam tangan sang putri keluar dari kamarnya.
“Heng
er, kau jangan berulah hari ini, mengerti ! bagaimana persiapanmu ?” sang ayah
memperingati sang putri “sudah tahu die… sudah siap semua die…” sang putri menjawab
dengan wajah cemberut “sekarang, kau harus memanggil die, Fu Wang ! dengar,
apapun yang terjadi, jangan sampai kau berbuat ulah… walau kau bertemu dengan
gadis itu, kau harus menjaga sikapmu, mengerti ? kali ini sangat banyak tamu
yang datang… jangan sampai kau melakukan kesalahan… tiba saatnya yang akan
kehilangan wajah adalah kau sendiri… buruknya karena ulahmu akan menarik Xi Hai
Gong kehilangan kharisma…” sang ayah kembali memperingati. Sang putri semakin
cemberut “sudah tahu Fu Wang !” “Fu Wang, tenang saja, aku akan mengawasi Heng
er meimei…” sang kakak mengambil alih tanggung jawab untuk menjaga putri
arogan.
“Luo
er, Fu Wang percaya padamu ! hari ini tidak boleh ada kesalahan… ada
kemungkinan Shen Zun akan datang… jangan sampai beliau melihat ada kekacauan di
Xi Hai kita !” sang ayah memberitahu. “hmm… Fu Wang, bagaimanakah rupa para Zun
Wang ?” “Fu Wang hanya pernah melihat Tian Zun dan Xian Zun. Shen Zun sangat
jarang berada di Tian Zhu, lebih sering berkeliling, hingga banyak yang tidak
dapat memastikan rupa Shen Zun. Semenjak beliau kembali sudah menampakkan diri
di beberapa wilayah Da Hai. Jika beliau berkeliling, kemungkinan setelah ke Nan
Hai, beliau akan ke Xi Hai atau Dong Hai. Dengan adanya perayaan penyatuan
Lumba-Lumba ini, kemungkinan akan menarik minat Shen Zun untuk berkunjung. Jika
saja Shen Zun ke Xi Hai, hal itu akan menjadi keberuntungan untuk kita Xi Hai.”
Sang ayah berbicara dengan nada pengharapan yang sangat jelas.