The Power Of Love

The Power Of Love
Bab 79 - Keinginan Balas Dendam



            Sang dayang berlari, memapah tuan putrinya “putri,


bagaimana dengan anda ?” “panggil ayah dan kakak kedua. Aku ingin mereka


hancur” si putri arogan memerintah pengawalnya, yang segera pergi melaksanakan


perintahnya. “hihihi rupanya bukan mulut anda saja yang tidak pada tempatnya,


otakpun tidak memiliki bobot ckckckck…” Xue Ling berdecak, mengejek si putri


arogan. “haiya untuk apa mengurusnya ! aih mengurangi kesenangan saja !” Shui


Ling protes “jie, langsung lempar saja, untuk apa membuang waktu padanya !”


Shui Ling paling tidak suka dengan hal seperti ini. Jika menemui hal seperti


ini, Shui Ling akan langsung menyelesaikannya saat itu juga. Tangan Shui Ling


Xian Zun yang tanpa ampun itu sudah terkenal dimanapun.


            Xue Ling memegang dagunya tampak berfikir “hmm… betul


juga… seperti ini hanya akan menunda kesenangan…” mengerahkan sihir, putri


arogan terangkat naik ke atas tiang, terikat oleh rantai yang muncul tiba-tiba.


Xue Ling menepuk-nepuk membersihkan tangannya “sudah selesai !” tersenyum manis


melihat semua “kau… kau turunkan tuan putri…” sang dayang dengan nada gemetar


menatap Xue Ling “kau temani saja putri aroganmu itu ! dia akan disana


seharian, besok kalian bisa menurunkannya di waktu ini… setelah dia turun, bisa


mencari yang mulia di Xi Hai Gong pada saat perayaan.” berjalan pergi bersama


lainnya. Para pengawal tidak ada yang berani menghalangi langkah Xue Ling dan


lainnya.


            Pengawal yang tadi pergi mencari bantuan, segera membawa


ayah dan kakak putri arogan ke tempat terjadinya konflik. “Fu Wang tolong aku…


gege…” putri arogan itu menangis tersedu-sedu, malu pada hal yang menimpanya.


Sang dayang memberitahu ayah putri arogan, kata-kata yang ditinggalkan Xue Ling


“hmm… siapa dia ? aku tidak percaya tidak dapat menurunkan meimei !” sang kakak


mencoba menurunkan putri arogan berkali-kali tapi gagal. Ayah mereka juga


mencobanya dengan hasil kegagalan yang sama. Mereka hanya bisa menunggu


seharian dengan banyak pengawal yang dikerahkan untuk menjaga dan menjauhkan


orang-orang dari tempat itu.


            “Die, menurut anda siapa gadis itu ? bisa membuat sihir


yang tidak bisa dipatahkan oleh die” sang kakak bertanya pada ayahnya. Ayahnya


berdehem “hmm… adikmu ini memang terlalu dimanja… selama ini begitu banyak


persoalan yang ditimbulkannya… hanya mengandalkan status putrinya, berbuat


semena-mena dimana saja… selama ini tidak ada yang berani menghalanginya karena


pada akhirnya ayahlah yang menyelesaikan masalahnya… sekarang, dia sudah


saatnya jera untuk kesombongannya ! masalah gadis itu, pasti bukanlah penduduk


Xi Hai”


            “Die, perayaan kali ini, sangat banyak tamu yang datang


dari wilayah lain… walau meimei berbuat salah, tidak seharusnya gadis itu


menghukumnya seperti ini. Bukankah ini sama saja dengan tidak memandang kita ?”


sang kakak agak kesal karena adiknya dipermalukan. “Ho er, die malah ingin


berterima kasih pada gadis itu. Sifat adikmu, apa kau masih tidak jelas ?


lagipula, dari cerita mereka, gadis itu tidak langsung melawan, sudah


memberikan kesempatan pada adik sombongmu ini… kau juga, seharusnya baik-baik


mengajari adikmu… jangan terus memanjakannya malah merusaknya seperti ini ! ini


masih baik hanya menghukumnya seperti ini. Bagaimana jika dia menyinggung orang


yang tidak harus disinggung ? dia matipun kita tidak tahu !” sang ayah malah


balik kesal pada sang kakak.


            Sang kakak menunduk “maaf die, putra sudah tahu salah !


apa benar tidak bisa menurunkan meimei ? bahkan tidak bisa memberinya makan dan


minum !” sedih melihat adiknya yang terus menangis sesenggukan di atas tiang.


Sang ayah menggeleng “aku juga tidak memiliki cara. Jika memaksa, takutnya


malah melukainya. Tunggu saja !” hanya bisa menatap sang putri yang sudah


            Keesokan harinya, disaat yang sama, rantai yang mengikat


sang putri, menghilang dengan sendirinya. Sang putri langsung terjatuh,


untungnya sang kakak dengan sigap menangkapnya “ge, kau harus balas dendam


untukku… aku tidak terima dipermalukan seperti ini hiks…” menangis di pelukan


sang kakak. “Sudah, pulang… kau tidak usah memikirkan balas dendam, semua ini


karena kesalahanmu sendiri” sang ayah memarahi.


            “Die, putrimu dipermalukan… bagaimana kau bisa berkata


seperti itu ?” sang putri kesal pada ayahnya “kau bicara sepatah kata lagi


tentang balas dendam, aku tidak akan mengakuimu putri ini lagi cih…” sang ayah


kesal dan meninggalkan kedua kakak beradik “ge…” sang putri merengek dan sangat


kesal. Sang kakak menghela nafas “meimei, kali ini dengarkanlah nasehat die…


jangan berbuat ulah lagi… kau lihat bahkan die dan gege tidak dapat


menurunkanmu ! kemampuan mereka pasti lebih tinggi dari kita ! meimei, jika


karena ulahmu dan mencelakakan satu Xi Hai… ge takut die akan benar-benar


menjalankan kata-katanya…”


            Sang putri menangis histeris “aku tidak rela… ge, aku


tidak rela… aku adalah Putri Xi Hai… mereka memperlakukanku terikat sehari


semalam di atas tiang… bagaimana aku akan mengangkat wajahku lagi ge…” sang


kakak pun tidak dapat berbuat apapun “haih meimei, sudah saatnya kau merubah


sifatmu itu !” menggendong sang putri pergi dari tempat konflik. Sang putri


menangis berhari-hari karena tidak mendapat dukungan dari siapapun.


“meimei,


kau hentikanlah tingkahmu itu ! perayaan akan dimulai sebentar lagi… ini


termasuk adalah acaramu, jangan sampai mengacaukannya… jika kita beruntung,


akan melihat Shen Zun dan beberapa Zun Wang lainnya. Jaga sikapmu, jangan


memalukan Xi Hai Gong” “aku sudah tahu da ge…” sang putri menunduk pada sang


kakak “ayo cepatlah… die sudah memanggil… kita harus menampakkan diri menyapa


para tamu…” menggenggam tangan sang putri keluar dari kamarnya.


“Heng


er, kau jangan berulah hari ini, mengerti ! bagaimana persiapanmu ?” sang ayah


memperingati sang putri “sudah tahu die… sudah siap semua die…” sang putri menjawab


dengan wajah cemberut “sekarang, kau harus memanggil die, Fu Wang ! dengar,


apapun yang terjadi, jangan sampai kau berbuat ulah… walau kau bertemu dengan


gadis itu, kau harus menjaga sikapmu, mengerti ? kali ini sangat banyak tamu


yang datang… jangan sampai kau melakukan kesalahan… tiba saatnya yang akan


kehilangan wajah adalah kau sendiri… buruknya karena ulahmu akan menarik Xi Hai


Gong kehilangan kharisma…” sang ayah kembali memperingati. Sang putri semakin


cemberut “sudah tahu Fu Wang !” “Fu Wang, tenang saja, aku akan mengawasi Heng


er meimei…” sang kakak mengambil alih tanggung jawab untuk menjaga putri


arogan.


“Luo


er, Fu Wang percaya padamu ! hari ini tidak boleh ada kesalahan… ada


kemungkinan Shen Zun akan datang… jangan sampai beliau melihat ada kekacauan di


Xi Hai kita !” sang ayah memberitahu. “hmm… Fu Wang, bagaimanakah rupa para Zun


Wang ?” “Fu Wang hanya pernah melihat Tian Zun dan Xian Zun. Shen Zun sangat


jarang berada di Tian Zhu, lebih sering berkeliling, hingga banyak yang tidak


dapat memastikan rupa Shen Zun. Semenjak beliau kembali sudah menampakkan diri


di beberapa wilayah Da Hai. Jika beliau berkeliling, kemungkinan setelah ke Nan


Hai, beliau akan ke Xi Hai atau Dong Hai. Dengan adanya perayaan penyatuan


Lumba-Lumba ini, kemungkinan akan menarik minat Shen Zun untuk berkunjung. Jika


saja Shen Zun ke Xi Hai, hal itu akan menjadi keberuntungan untuk kita Xi Hai.”


Sang ayah berbicara dengan nada pengharapan yang sangat jelas.