
Bai Feng Jiu masih tanpa ekspresi “pulang ?” mengeluarkan
sepatah kata “iya Xiao Bai, kita pulang… pulang ke rumah…” Dong Hua
menghampiri, melihat Bai Feng Jiu yang tidak menolak Gun Gun. Bai Feng Jiu
mengangkat kepala, menatap datar Dong Hua “bertarung sebabak ?” berkata tanpa
ekspresi “tidak… tidak… Niang Qin tidak boleh bertarung lagi… Niang Qin, lukamu
sudah sangat parah… jangan bertarung lagi…” Bai Feng Jiu menatap kembali Gun
Gun “Xiao Bai, Gun Gun benar… tidak bertarung, kita pulang mengobati lukamu,
bagaimana ?” Dong Hua mengambil salah satu tangan Bai Feng Jiu dan
menggenggamnya dengan lembut.
Gun Gun mengerutkan kening “Niang Qin, tubuhmu panas sekali…
disini sedang hujan lebat, Niang Qin, kau demam tinggi… ayo cepat pulang…”
menarik Bai Feng Jiu yang tidak bergeming “panas ?” memiringkan kepala menatap
Gun Gun. Gun Gun mengangguk “panas sekali… Niang Qin, hujan lebat tidak akan
baik untukmu…” “hujan…” Bai Feng Jiu mengangkat kepala, menatap langit. Hujan
seketika berhenti, langit menjadi cerah kembali. Bai Feng Jiu menatap Gun Gun
kembali “tidak hujan…” “tapi tubuh Niang Qin panas sekali… mata Niang Qin juga
merah…”
Keluar asap hitam dari tubuh Bai Feng Jiu, Dong Hua was was,
tapi menyadari asap hitam itu tidak melukai mereka. Mata Bai Feng Jiu perlahan
kembali normal, hawa panas pun hilang tergantikan hawa sejuk, rambut berubah
merah keemasan. Aura jahat Bai Feng Jiu kembali normal begitu saja “tidak
panas… mata tidak merah…” berguman sambil menatap Gun Gun.
Gun Gun memegang tangan Bai Feng Jiu “Niang Qin, tubuhmu masih
panas, Niang Qin sakit…” Bai Feng Jiu mengerutkan kening “sakit ?” Dong Hua
melihat perubahan ekspresi pada Bai Feng Jiu, mencoba membujuk “Xiao Bai, pasti
sangat sakit kan ? aku membawamu pulang ke rumah… aku akan merawatmu dengan
baik !” “Xiao Jiu…” melihat perubahan yang baik pada Bai Feng Jiu, semua
menghampiri.
Zhe Yan menjulurkan tangan, Gun Gun menarik tangan Bai Feng Jiu
untuk diperiksa Zhe Yan “bagaimana ?” Dong Hua bertanya dengan cemas, Zhe Yan
menggeleng, mengerutkan kening menatap Bai Feng Jiu. Suo Hun Yu berputar
kembali, semua jadi was was, Bai Feng Jiu kembali tanpa ekspresi menatap semua
“Niang Qin… ayo…” Suo Hun Yu tiba-tiba menghilang dari angkasa.
“Dong… Dong Hua…” Lian Song menatap ngeri tempat Suo Hun Yu
menghilang, disebabkan sebelumnya banyak yang telah terhisap masuk. Dong Hua
hanya fokus ke Bai Feng Jiu yang masih tidak merespon “Xiao Bai, aku
menggendongmu pulang… kau bisa beristirahat, bagaimana ?” Bai Feng Jiu
memiringkan kepalanya, darah keluar dari sudut bibirnya “Niang Qin…” “Xiao
Bai…” Dong Hua langsung menggendongnya “Xiao Bai, bertahanlah…” Bai Feng Jiu
menatap Dong Hua sesaat dan menggeleng “tidak ingin bertahan…” Dong Hua
terkejut dengan kata-kata Bai Feng Jiu, menghentikan langkahnya.
Melihat Dong Hua berhenti, semua ikut berhenti “Xiao Bai, apa
yang kau inginkan ?” Dong Hua bertanya dengan hati-hati. Bai Feng Jiu menatap
langit, tidak menjawab Dong Hua. Dong Hua ikut melihat kearah pandangan Bai
Feng Jiu, langsung menoleh menatap Bai Feng Jiu “tidak boleh… Xiao Bai, aku
tidak mengijinkan… tanpa ijinku, kau tidak bisa kemanapun…” Dong Hua menghardik
dengan nada bergetar.
Semua terkejut dengan nada Dong Hua, takut Bai Feng Jiu berubah
kembali. Dong Hua merasa ketakutan di hatinya, karena menyadari arah pandangan
yuhua. “Xiao Bai, bertahan… demiku… demi Gun Gun… bertahan, bagaimana ?” Dong
Hua dengan nada permohonan, takut karena tidak mendapat respon dari Bai Feng
Jiu.
“Niang Qin, kau akan meninggalkan Gun Gun kah ? Niang Qin,
jangan pergi, bagaimana ? Niang Qin…” Gun Gun memegang tangan Bai Feng Jiu. Bai
Feng Jiu melompat turun dari gendongan Dong Hua, berlutut, menatap Gun Gun
“jangan nangis !” keluar suara datar Bai Feng Jiu. Gun Gun menatap Bai Feng
Jiu, langsung memeluknya “Niang Qin, jangan tinggalkan Gun Gun…” tangan Bai
Feng Jiu perlahan naik, membalas pelukan Gun Gun “sangat lelah !” darah keluar
lagi dari sudut bibir Bai Feng Jiu.
“Xiao Bai, aku akan melindungimu, tidak akan membuatmu kelelahan
lagi…” Dong Hua ikut berlutut dan memeluk Bai Feng Jiu dan Gun Gun. Bai Feng
Jiu tidak menjawab, tapi pelukannya perlahan kehilangan kekuatan dan terjatuh
dari tubuh Gun Gun. Merasakan gerakan dari Bai Feng Jiu, Dong Hua melerai
pelukan, tubuh Bai Feng Jiu langsung oleng. Dong Hua bergerak cepat menahannya,
terlihat Bai Feng Jiu yang sudah tidak sadar dengan darah merah emas perak yang
mengalir keluar dari sudut bibirnya.
Dong Hua langsung menggendong Bai Feng Jiu “Zhe Yan, aku tidak
peduli kau memakai cara apa, harus mempertahankan Xiao Bai” berkata tegas
sambil berjalan. Dong Hua membawa Bai Feng Jiu ke Bi Hai Cang Ling, segera
menangani luka fisiknya. Setelah Bai Feng Jiu berganti pakaian yang nyaman, Zhe
Yan segera memeriksa “Dong Hua, Xiao Jiu sekarang tidak memiliki seserpih jiwa
pun. Xiao Jiu yuhua hanya masalah cepat atau lambat.” Dong Hua menunduk “ada…”
teringat, langsung mengangkat kepala “Aranjo adalah bayangan Xiao Bai, masih
berada di Fan Yin Gu…”
Zhe Yan berfikir “jika bisa mengembalikan ke tubuh Xiao Jiu,
Xiao Jiu akan memiliki harapan hidup…” “bagaimanapun harus membuat Xiao Bai
bertahan…” Dong Hua menatap Bai Feng Jiu “Dong Hua, aku harus memberitahumu…
mempertahankan dan sadar adalah 2 hal yang berbeda. Kapan Xiao Jiu akan sadar ?
semua itu tergantung pada takdirnya”
Dong Hua ke Fan Yin Gu, membawa pohon Shen Ye – Aranjo ke Bi Hai
Cang Ling. Semua terlewati, tapi di benak semua masih tersimpan getar getir
akan hal yang terjadi di Fan Yin Gu. Tidak ada yang dapat melupakan perjuangan
Bai Feng Jiu di Xing Guang Jiejue. Yang masih menjadi masalah adalah jiwa-jiwa
yang terhisap ke dalam Suo Hun Yu.
“Dong Hua, apa semua dewa dewi itu sudah tidak bisa diselamatkan
?” Lian Song bertanya sambil bermain catur di dekat ranjang Bai Feng Jiu. Dong
Hua menggeleng “sudah sekian lama, mereka tidak akan bertahan. Suo Hun Yu
adalah milik Xiao Bai, tanpanya tidak bisa mengeluarkan Suo Hun Yu” Lian Song
menghela nafas “Feng Jiu benar-benar menjalankan kata-katanya, membalas semua
yang menindasnya… Dong Hua, apa Feng Jiu sudah kembali normal ? kesesatannya
sebelumnya ?” Dong Hua melihat Bai Feng Jiu “sudah kembali !”
Lian Song “berapa lama Feng Jiu akan seperti ini ?” Dong Hua
menggeleng “ratusan… ribuan… puluhan ribu tahun… ratusan ribu tahun… haih
akulah yang mencelakakannya !” “tapi Dong Hua, rintangan Feng Jiu ? apa itu
termasuk rintangan atau hukuman ?” semua sangat penasaran dengan petir dan bola
api yang diterima Bai Feng Jiu di Xing Guang Jiejue. Dong Hua menggeleng, tidak
menjawab Lian Song.