The Power Of Love

The Power Of Love
I - 27



     Bai Feng Jiu masih tanpa ekspresi “pulang ?” mengeluarkan


sepatah kata “iya Xiao Bai, kita pulang… pulang ke rumah…” Dong Hua


menghampiri, melihat Bai Feng Jiu yang tidak menolak Gun Gun. Bai Feng Jiu


mengangkat kepala, menatap datar Dong Hua “bertarung sebabak ?” berkata tanpa


ekspresi “tidak… tidak… Niang Qin tidak boleh bertarung lagi… Niang Qin, lukamu


sudah sangat parah… jangan bertarung lagi…” Bai Feng Jiu menatap kembali Gun


Gun “Xiao Bai, Gun Gun benar… tidak bertarung, kita pulang mengobati lukamu,


bagaimana ?” Dong Hua mengambil salah satu tangan Bai Feng Jiu dan


menggenggamnya dengan lembut.


     Gun Gun mengerutkan kening “Niang Qin, tubuhmu panas sekali…


disini sedang hujan lebat, Niang Qin, kau demam tinggi… ayo cepat pulang…”


menarik Bai Feng Jiu yang tidak bergeming “panas ?” memiringkan kepala menatap


Gun Gun. Gun Gun mengangguk “panas sekali… Niang Qin, hujan lebat tidak akan


baik untukmu…” “hujan…” Bai Feng Jiu mengangkat kepala, menatap langit. Hujan


seketika berhenti, langit menjadi cerah kembali. Bai Feng Jiu menatap Gun Gun


kembali “tidak hujan…” “tapi tubuh Niang Qin panas sekali… mata Niang Qin juga


merah…”


     Keluar asap hitam dari tubuh Bai Feng Jiu, Dong Hua was was,


tapi menyadari asap hitam itu tidak melukai mereka. Mata Bai Feng Jiu perlahan


kembali normal, hawa panas pun hilang tergantikan hawa sejuk, rambut berubah


merah keemasan. Aura jahat Bai Feng Jiu kembali normal begitu saja “tidak


panas… mata tidak merah…” berguman sambil menatap Gun Gun.


     Gun Gun memegang tangan Bai Feng Jiu “Niang Qin, tubuhmu masih


panas, Niang Qin sakit…” Bai Feng Jiu mengerutkan kening “sakit ?” Dong Hua


melihat perubahan ekspresi pada Bai Feng Jiu, mencoba membujuk “Xiao Bai, pasti


sangat sakit kan ? aku membawamu pulang ke rumah… aku akan merawatmu dengan


baik !” “Xiao Jiu…” melihat perubahan yang baik pada Bai Feng Jiu, semua


menghampiri.


     Zhe Yan menjulurkan tangan, Gun Gun menarik tangan Bai Feng Jiu


untuk diperiksa Zhe Yan “bagaimana ?” Dong Hua bertanya dengan cemas, Zhe Yan


menggeleng, mengerutkan kening menatap Bai Feng Jiu. Suo Hun Yu berputar


kembali, semua jadi was was, Bai Feng Jiu kembali tanpa ekspresi menatap semua


“Niang Qin… ayo…” Suo Hun Yu tiba-tiba menghilang dari angkasa.


     “Dong… Dong Hua…” Lian Song menatap ngeri tempat Suo Hun Yu


menghilang, disebabkan sebelumnya banyak yang telah terhisap masuk. Dong Hua


hanya fokus ke Bai Feng Jiu yang masih tidak merespon “Xiao Bai, aku


menggendongmu pulang… kau bisa beristirahat, bagaimana ?” Bai Feng Jiu


memiringkan kepalanya, darah keluar dari sudut bibirnya “Niang Qin…” “Xiao


Bai…” Dong Hua langsung menggendongnya “Xiao Bai, bertahanlah…” Bai Feng Jiu


menatap Dong Hua sesaat dan menggeleng “tidak ingin bertahan…” Dong Hua


terkejut dengan kata-kata Bai Feng Jiu, menghentikan langkahnya.


     Melihat Dong Hua berhenti, semua ikut berhenti “Xiao Bai, apa


yang kau inginkan ?” Dong Hua bertanya dengan hati-hati. Bai Feng Jiu menatap


langit, tidak menjawab Dong Hua. Dong Hua ikut melihat kearah pandangan Bai


Feng Jiu, langsung menoleh menatap Bai Feng Jiu “tidak boleh… Xiao Bai, aku


tidak mengijinkan… tanpa ijinku, kau tidak bisa kemanapun…” Dong Hua menghardik


dengan nada bergetar.


     Semua terkejut dengan nada Dong Hua, takut Bai Feng Jiu berubah


kembali. Dong Hua merasa ketakutan di hatinya, karena menyadari arah pandangan


yuhua. “Xiao Bai, bertahan… demiku… demi Gun Gun… bertahan, bagaimana ?” Dong


Hua dengan nada permohonan, takut karena tidak mendapat respon dari Bai Feng


Jiu.


     “Niang Qin, kau akan meninggalkan Gun Gun kah ? Niang Qin,


jangan pergi, bagaimana ? Niang Qin…” Gun Gun memegang tangan Bai Feng Jiu. Bai


Feng Jiu melompat turun dari gendongan Dong Hua, berlutut, menatap Gun Gun


“jangan nangis !” keluar suara datar Bai Feng Jiu. Gun Gun menatap Bai Feng


Jiu, langsung memeluknya “Niang Qin, jangan tinggalkan Gun Gun…” tangan Bai


Feng Jiu perlahan naik, membalas pelukan Gun Gun “sangat lelah !” darah keluar


lagi dari sudut bibir Bai Feng Jiu.


     “Xiao Bai, aku akan melindungimu, tidak akan membuatmu kelelahan


lagi…” Dong Hua ikut berlutut dan memeluk Bai Feng Jiu dan Gun Gun. Bai Feng


Jiu tidak menjawab, tapi pelukannya perlahan kehilangan kekuatan dan terjatuh


dari tubuh Gun Gun. Merasakan gerakan dari Bai Feng Jiu, Dong Hua melerai


pelukan, tubuh Bai Feng Jiu langsung oleng. Dong Hua bergerak cepat menahannya,


terlihat Bai Feng Jiu yang sudah tidak sadar dengan darah merah emas perak yang


mengalir keluar dari sudut bibirnya.


     Dong Hua langsung menggendong Bai Feng Jiu “Zhe Yan, aku tidak


peduli kau memakai cara apa, harus mempertahankan Xiao Bai” berkata tegas


sambil berjalan. Dong Hua membawa Bai Feng Jiu ke Bi Hai Cang Ling, segera


menangani luka fisiknya. Setelah Bai Feng Jiu berganti pakaian yang nyaman, Zhe


Yan segera memeriksa “Dong Hua, Xiao Jiu sekarang tidak memiliki seserpih jiwa


pun. Xiao Jiu yuhua hanya masalah cepat atau lambat.” Dong Hua menunduk “ada…”


teringat, langsung mengangkat kepala “Aranjo adalah bayangan Xiao Bai, masih


berada di Fan Yin Gu…”


     Zhe Yan berfikir “jika bisa mengembalikan ke tubuh Xiao Jiu,


Xiao Jiu akan memiliki harapan hidup…” “bagaimanapun harus membuat Xiao Bai


bertahan…” Dong Hua menatap Bai Feng Jiu “Dong Hua, aku harus memberitahumu…


mempertahankan dan sadar adalah 2 hal yang berbeda. Kapan Xiao Jiu akan sadar ?


semua itu tergantung pada takdirnya”


     Dong Hua ke Fan Yin Gu, membawa pohon Shen Ye – Aranjo ke Bi Hai


Cang Ling. Semua terlewati, tapi di benak semua masih tersimpan getar getir


akan hal yang terjadi di Fan Yin Gu. Tidak ada yang dapat melupakan perjuangan


Bai Feng Jiu di Xing Guang Jiejue. Yang masih menjadi masalah adalah jiwa-jiwa


yang terhisap ke dalam Suo Hun Yu.


     “Dong Hua, apa semua dewa dewi itu sudah tidak bisa diselamatkan


?” Lian Song bertanya sambil bermain catur di dekat ranjang Bai Feng Jiu. Dong


Hua menggeleng “sudah sekian lama, mereka tidak akan bertahan. Suo Hun Yu


adalah milik Xiao Bai, tanpanya tidak bisa mengeluarkan Suo Hun Yu” Lian Song


menghela nafas “Feng Jiu benar-benar menjalankan kata-katanya, membalas semua


yang menindasnya… Dong Hua, apa Feng Jiu sudah kembali normal ? kesesatannya


sebelumnya ?” Dong Hua melihat Bai Feng Jiu “sudah kembali !”


     Lian Song “berapa lama Feng Jiu akan seperti ini ?” Dong Hua


menggeleng “ratusan… ribuan… puluhan ribu tahun… ratusan ribu tahun… haih


akulah yang mencelakakannya !” “tapi Dong Hua, rintangan Feng Jiu ? apa itu


termasuk rintangan atau hukuman ?” semua sangat penasaran dengan petir dan bola


api yang diterima Bai Feng Jiu di Xing Guang Jiejue. Dong Hua menggeleng, tidak


menjawab Lian Song.