The Power Of Love

The Power Of Love
Damai



Setelah sarapan Azka langsung memutuskan untuk mengajak Naura ke markas agar semua anak buahnya meminta maaf , namun Naura menolaknya dengan keras , ia merasa Azka tak perlu melakukan hal itu .


" Jadi Ay yakin ingin ke Caffe ga mau ikut ke markas bareng bee ? " , tanya Azka memastikan karna Naura malah meminta diantarkan ke Caffe Zana .


" Iya bee Naura yakin , tapi ingat bee jangan main kekerasan ! " , jawab Naura sekaligus memperingati Azka , karna Naura yakin Azka ke markas ada tujuannya .


" Hmm bee gak janji " , balas Azka seraya memalingkan wajahnya .


" Bee semuanya kan bisa dibicarakan baik-baik " , ujar Naura seraya menatap Azka .


" Lalu kenapa Ay kemarin harus sampai berkelahi jika semua bisa dibicarakan baik-baik ? " tanya Azka seraya menahan tawanya .


" Bee ini " , balas Naura merajuk karna Azka malah membalikan perkataan Naura .


" Iya iya bee akan berusaha gak akan main kekerasan " , ujar Azka dan seketika Naura langsung tersenyum .


Azka dan Naura sama-sama meninggalkan rumah mereka , keduanya kini sudah jauh lebih baik dari pada kemarin .


Setelah menempuh waktu beberapa menit , Iya karena Azka sengaja mencari rumah yang tak jauh dari Caffe Zana .


Mobil mewah Azka sampai diCaffe Zana , namun ia merasa aneh karna mobil yang biasanya digunkan untuk keperluan gengnya terparkir rapi disana .


Alhasil Azka memutuskan untuk turun dari mobil dan memastikan nya sendiri.


" Bee mau kemana ? " , tanya Naura yang melihat Azka turun dari mobil .


" Bee mau nganterin kamu sampai ke dalam " , jawab Azka dengan santai .


" Ga usah bee , katanya bee ada keperluan di markas " , balas Naura seraya mengecilkan volume suaranya ketika menyebutkan kata markas .


" Gampang itu ay , Ayo bee antar sampai depan kelihatannya keadaan Caffe sangat ramai " , timpal Azka seraya merangkul Naura .


Naura hanya menggelengkan kepalanya menanggapi perkataan Azka , lagian keadaan Caffe Zana bukannya selalu ramai , lalu kenapa kali ini malah menjadi alasan Azka ingin mengantarkan sampai dalam .


" Bentar Ay , kita ke meja sebelah sana " , Ajak Azka seraya menunju meja paling ujung .


Naura hanya menurut tanpa bertanya apa pun , walau tak tahu tujuan Azka apa ? .


" Oh jadi kalian lagi enak-enak disini ternyata " , Ujar Azka ketika sudah dekat dimeja yang ia maksud .


Penghuni meja tersebut langsung melirik ke asal suara , dan betapa kagetnya mereka ketika mendapati bosnya yang juga ada diCaffe , dengan kompak mereka langsung berdiri dan menggangguk sebagai tanda hormat .


" Udah gak perlu kaya gitu ! , duduk lagi semuanya lagian diCaffe ini bebas siapa saja yang datang " , ujar Naura ketika baru mengenali salah satu wajah dari mereka ternyata anak buahnya Azka , dan kemungkinian semua yang ada dimeja tersebut anak buahnya Azka .


" Dek " panggil bang Angga seraya membawa nampan diikuti 2 orang pegawai Caffe lainnya .


" Eh tunggu bang lu tahu mereka ini siapa ? " , tanya Azka merasa aneh .


Bang Angga menggangguk dengan cepat seraya menyimpan makanan dimeja tersebut .


" Setelah kejadian kemarin kita memutuskan untuk berdamai dan hari ini mereka sudah membantu dicaffe sejak pagi , maka dari itu Abang dan yang lain membuatkan makanan buat mereka " , Tutur bang Angga menjelaskan dan langsung dianggukan semua anak buah Azka .


Naura langsung tersenyum senang , namun berbeda dengan Azka ia malah melayangkan tatapan tajam pada semua anak buahnya .


" Kenapa kalian gak kasih kabar sama gue ? " , tanya Azka dingin .


" Kita sudah mencoba menghubungi beberapakali tapi nomor bos tidak aktif " , jawab salah satu anak buah Azka jujur .


Iya memang Azka sengaja dari kejadian kemarin ia menonaktifkan ponselnya untuk sementara .


" Udah jangan didengar ocehan bos kalian , ayo dicicipi makannya , dan makasih banyak atas bantuannya " , Ujar Naura ramah sekaligus ia pamit untuk ke ruangannya .


" Boss " , Panggil salah satu anak buah Azka yang berniat menawarkan Azka untuk duduk .


Azka tidak menggubrisnya sama sekali dengan wajah masamnya ia langsung menyusul langkah Naura .


" Udah ga usah dihiraukan pasangan suami istri itu , ayo dimakan nanti kalau kurang tinggal minta lagi " , Ucap Bang Angga seraya terkekeh dan diikuti semua anak buah Azka yang juga ikut terkekeh .


" Bro ayo gabung makan disini " , Ajak salah satu anak buah Azka .


" Iya nanti pasti gabung santai bro " , jawab bang Angga lalu pamit karena masih ada kerjaan yang harus ia selesaikan .


Sementara anak buah Azka dan Naura sudah berdamai , dituangkan Naura , Azka malah merajuk ia memasang wajah cemberut nya seraya melipat kedua tangannya di dada .


Naura hanya terkekeh geli dengan tingkah Azka dan ia mulai mengerjakan pekerjaan yang sudah menumpuk dimeja .


" Ay " , panggil Azka dengan masih memanyunkan bibirnya .


" Apa bee ? " , tanya Naura dengan terkekeh .


" Kamu kok gak bujuk bee sii , atau nanya bee kenapa ? " , balas Azka seraya memalingkan wajahnya .


Naura langsung tertawa lepas melihat tingkah Azka yang sudah seperti anak perawan yang sedang marah .


Naura menghentikan tawanya , lalu ia berdiri dan mulai mendekati Azka .


" Ututu anak ganteng kenapa ? , kok bibir nya kaya bebek gitu sii ? " , tanya Naura dan diakhiri dengan tawanya yang lepas .


Azka seketika langsung tersenyum melihat Naura tertawa lepas , sudah lama ia tidak melihat Naura tertawa seperti ini .


" Bukannya dibujuk , malah diledek " , ucap Azka yang langsung memeluk tubuh kecil Naura .


" Geli tahu gak bee , kamu udah kaya anak perawan yang lagi marah aja " , timpal Naura secara cekikikan .


" Tapi ay suka'kan ? " , balas Azka yang melepaskan pelukannya dan menatap Naura dengan tatapan penuh cinta .


" Apaan sii kamu bee ? " , Naura merasa malu ditatap sedemikian oleh Azka .


" Gemes banget kamu ay , kalau lagi gak ada tamu sudah bee makan " , balas Azka mengelus sayang kepala Naura .


" Memangnya Naura makanan " , timpal Naura yang kembali berjalan ke arah mejanya .


" Ay bee masih ngambek kok kamu malah kerja lagi sii ? " , ucap Azka menatap Naura .


" Ngambekan kaya anak perawan " , balas Naura seraya terkekeh dan melirik Azka sekilas lalu ia kembali melanjutkan pekerjaannya .


Tak ingin Naura kecapean ditambah luka dibahu Naura belum sembuh , Azka langsung berinisiatif membantu pekerjaan Naura untuk meringankan pekerjaan istrinya .


Kini identitas pemilik Caffe Zana sudah mulai diketahui banyak orang dan Naura pun tak harus memakai penutup wajah karna takut ketahuan orang .


Semakin banyak yang mengetahui siapa pemilik Caffe Zana sebenarnya , semakin banyak juga yang ingin bekerja sama dengan Caffe Zana dan sudah pasti Caffe Zana semakin ramai pengunjung bahkan Naura harus menambah beberapa karyawan dan beruntung hari ini dapat bantuan tenaga dari anak buah Azka yang suka rela ingin membantu dicaffe Zana .


😘


😘


😘


Jangan lupa tinggalkan jejak like , komen , Vote dan tambahkan ke Favorit 💙 , terimakasih 🤗🙏🙏.


Oh ya terimakasih banyak atas semua doa dan ucapan belasungkawanya , semoga doa baik kembali pada kalian semuanya 🙏🙏🙏.