
Xue Ling berdehem “percikan api mu itu sudah lama padam…
hanya mendapat bantuan dari energi Li Ming yang kau hisap untuk menjaga asapmu
itu tetap berhembus…” meniup sesuatu di tangannya. Le Le melihat Li Ming “haih
tidak perlu kau melihatnya, dia juga tidak dapat membantumu apapun. Dia
sekarang hanya memiliki hmm… katakanlah separuh energi… ah selama ini,
sepertinya bahkan 50 % pun tidak sampai… bahkan hawa kehidupannya pun sudah
berkurang jauh… ah satu lagi, Li Ming sekarang hanyalah pria cacat berkat
dirimu !” Xue Ling mengibas-ngibaskan tangannya, membersihkan pakaiannya dari
debu yang tidak terlihat.
Le Le menggeleng-gelengkan kepalanya “tidak… tidak
mungkin…” menatap tangannya yang sedikit berkurang, berubah menjadi asap dan terbang.
Xue Ling tersenyum “saat kau di Pusat Lava, mencoba menjebol segel, seharusnya
sudah merasakannya kan ? kau sudah tidak memiliki kelayakan apapun untuk
bertahan !” berkata dengan acuh tak acuh.
Xue Ling kembali ke Han Ling yang tersenyum padanya “kau
sudah tahu hal ini !” Han Ling berkata dengan lembut, Xue Ling tersenyum ceria
“hanya metode dasar, tidak bisa dibanggakan” berkata dengan merendah. Han Ling
merangkul Xue Ling “tidak… aku tidak mau mati… tidak…” Le Le berkata sambil
melihat tubuhnya, mendekati para prajurit, ingin menghisap jiwa mereka. Semua
sihir yang di keluarkan Le Le hanya berupa asap merah kehitaman, yang berubah
menjadi asap hitam, berubah menjadi asap abu-abu, dan menghilang.
“kenapa ? kenapa bisa seperti ini ? usaha ku selama ini
?” Le Le masih tidak terima. Xue Ling tertawa miring “saat jiwamu musnah
harusnya ambisimu itu juga ikut pergi bersama… haih… ambisi yang melenceng dari
jalan, tidak pernah bisa bertahan… ooo… sampai saat ini, masih belum ada dalam
sejarah sesuatu yang mengandalkan ambisi bisa bertahan selama ini… kau termasuk
hebat, bisa membuat sejarah baru…” tersenyum manis melihat Le Le yang semakin
lama semakin menghilang.
“jie, mereka bagaimana ?” Shui Ling menunjuk ke para
prajurit yang terikat dan meringgis kesakitan, dengan tubuh penuh dengan bekas
cambukan. Xue Ling menatap Shui Ling dengan tatapan tidak mengerti “hei Xian
Zun bodoh, ini perang siapa ?” Shui Ling berdecak kesal “ah apa kau betul Shen
Zun ?” Cheng Mei cekikikan “hihihi Shui Ling, tidak perlu mencobanya, kau tidak
akan menang melawannya… dia ini datang kemari hanya untuk menggaruk tangannya
yang gatal itu ! mana pernah gadis nakal ini mau mengurus keribetan di
belakangnya ! dia hanya bermain-main saja tidak menganggap perang sama sekali…”
Xue Ling memeletkan lidahnya “sudah yang mulia katakan,
yang mulia tidak akan dan bukan panglima perang ini wuek… ah sudah bergerak
lama, aku ingin mandi dan makan enak… Han ge…” “Xue… tidak menunggu Huo Ling
menyelesaikannya kah ?” Cheng Mei bertanya “itu… dia sudah selesai !” Xue Ling
menunjuk Huo Ling Tian Zun yang berjalan mendekati mereka bersama Ling Siang
Tian Hou.
“Jie…” Huo Ling langsung menghampiri Xue Ling “Jie…”
langsung memeluk Xue Ling. Xue Ling meronta “apa yang kau lakukan ?” “sebentar…
sebentar saja !” Huo Ling meminta dengan nada permohonan. Shui Ling dan Cheng
Mei melihat Ling Siang, mencoba mencari jawaban dari sikap Huo Ling. Ling Siang
mengangkat kedua bahunya acuh tak acuh “sudah, lepaskan aku !” Xue Ling
menghempaskan Huo Ling, memperbaiki pakaiannya, Han Ling langsung memeluknya
dan menatap dingin Huo Ling.
Xue Ling menatap Huo Ling yang cemberut menatapnya “Tian
Zun yang tidak pernah dewasa, ada apa lagi denganmu ?” Xue Ling bertanya sambil
mengejek. Huo Ling melirik-lirik Xue Ling dengan tampang cemberutnya. Ling
Siang cekikikan “hihihi… Jie, dia ini ikut menyembunyikan anda di tempat yang
Ling Siang acuh tak acuh “aih Li Ming itu menyimpan
obsesinya pada Xue Ling jie, bahkan bisa dikatakan menjadi gila karena
obsesinya itu !” Xue Ling memukul kening Huo Ling, yang membuatnya semakin
cemberut sambil menggosok-gosok keningnya “sudah kukatakan selesaikan dengan
baik ! lihatlah akibat perbuatanmu itu cih…” berdecak kesal “baik Shen Zun,
sudah tahu salah !” Huo Ling cemberut, sambil melirik-lirik Xue Ling.
Shui Ling dan Cheng Mei tertawa terbahak-bahak “hahaha…
rasakan ! sudah katakan padamu, jangan bermain pada hal yang berkaitan
dengannya, kau tidak pernah mau mendengarnya ! rasakan akibat perbuatanmu
sendiri !” Cheng Mei mengejek. Han Ling memeluk erat Xue Ling, menatap dingin
Huo Ling “tidak ada lain kali !” berbicara ketus melihat Huo Ling yang
cemberut, menatap mereka satu persatu.
Shui Ling menghentikan tawanya “ge, bagaimana dengan
mereka ?” menunjuk para prajurit. Huo Ling menatap ke pengawalnya “bawa mereka
semua, turunkan ke alam fana, hilangkan hawa dewa dan ingatan mereka.” Para
pengawal Huo Ling Tian Zun segera melakukan tugas mereka masing-masing, mengawal
hukuman yang diberikan Huo Ling Tian Zun.
Mereka bersama-sama kembali ke istana “haih perang kali
ini sama saja dengan permainan anak-anak… tidak ada hal membahayakan sama
sekali !” Shui Ling bernafas lega dan juga merasa sedikit kesal. Masalah yang
sudah berlangsung puluhan ribu tahun, yang membuat mereka kepikiran, ternyata
dari awal bukanlah ancaman besar.
Cheng Mei menertawai Shui Ling “bukankah sudah
memberitahumu, gadis nakal ini hanya mencari lahan permainan yang lebih besar
!” menunjuk Xue Ling yang acuh tak acuh meminum tehnya. Shui Ling melihat Xue
Ling “jie, kapan kau chuguang ?” Xue Ling mengangkat bahunya acuh tak acuh.
Shui Ling menyipitkan mata melihatnya “kau bersenang-senang berdua tanpa
memberitahu kami !” Xue Ling acuh tak acuh “Jie…” Shui Ling berteriak, membuat
Xue Ling menutup telinganya “ah Xian Zun ini ribut sekali !”
Ling Siang memeriksa luka Huo Ling yang terduduk santai
meminum tehnya “Jie, kau sudah memegang Permata Nila ! Kapan akan memasukkannya
ke Pohon Bodhi ? Bagaimana dengan Permata Merah ? Apa anda tidak ke Bei Hai ?”
Huo Ling menanyakan pertanyaan semua dalam sekali tarikan nafas. Xue Ling
menjawab dengan santai “pertanyaanmu sangat banyak ! Bei Hai ? apa aku perlu
kesana ?” mengembalikan pertanyaan dengan pertanyaan.
Shui Ling kembali serius “Jie, apa kau tidak melihat
segel salju ?” Xue Ling menggeleng “tidak perlu ! Wei Jiang bisa mengurusnya !”
Shui Ling mengangguk “hanya saat ini Bei Hai Gong, tidak mempunyai pilihan
berbakat yang bisa ditunjuk menggantikan Lin Da Han Shui Jun” “mereka akan
menemukannya !” Xue Ling menjawab santai.
“Jie, apa maksudmu Pangeran Bei Hai yang terbuang di alam
fana itu ?” Shui Ling bertanya kembali “Xian Zun, apakah anda sangat nganggur
hingga mengurusi masalah Bei Hai ?” Xue Ling mencibir “Xiao Xue, anak itu masih
kecil !” Han Ling mengingatkan “tidak perlu difikirkan ! bukankah masih ada si
ekor arogan itu !” Xue Ling menatap Han Ling.
Han Ling menyipitkan matanya, mengamati reaksi Xue Ling
“Xiao Xue, kau sedang mempermainkan Wei Jiang Zheng Zhu ?” Xue Ling membuka
lebar matanya “Han ge, kau menfitnahku ! Si ekor arogan itu adalah Bei Hai Ren
Yu Zheng Zhu yang paling arogan yang pernah kutemui. Selalu membawa
slogan-slogannya berisik di telinga yang mulia. Biarkan saja dia membuktikan perkataannya
itu bukan asal kata-kata kosong belaka !” semua melirik malas ke Xue Ling.