The Power Of Love

The Power Of Love
Bab 75 - Mempermainkan



            Xue Ling berdehem “percikan api mu itu sudah lama padam…


hanya mendapat bantuan dari energi Li Ming yang kau hisap untuk menjaga asapmu


itu tetap berhembus…” meniup sesuatu di tangannya. Le Le melihat Li Ming “haih


tidak perlu kau melihatnya, dia juga tidak dapat membantumu apapun. Dia


sekarang hanya memiliki hmm… katakanlah separuh energi… ah selama ini,


sepertinya bahkan 50 % pun tidak sampai… bahkan hawa kehidupannya pun sudah


berkurang jauh… ah satu lagi, Li Ming sekarang hanyalah pria cacat berkat


dirimu !” Xue Ling mengibas-ngibaskan tangannya, membersihkan pakaiannya dari


debu yang tidak terlihat.


            Le Le menggeleng-gelengkan kepalanya “tidak… tidak


mungkin…” menatap tangannya yang sedikit berkurang, berubah menjadi asap dan terbang.


Xue Ling tersenyum “saat kau di Pusat Lava, mencoba menjebol segel, seharusnya


sudah merasakannya kan ? kau sudah tidak memiliki kelayakan apapun untuk


bertahan !” berkata dengan acuh tak acuh.


            Xue Ling kembali ke Han Ling yang tersenyum padanya “kau


sudah tahu hal ini !” Han Ling berkata dengan lembut, Xue Ling tersenyum ceria


“hanya metode dasar, tidak bisa dibanggakan” berkata dengan merendah. Han Ling


merangkul Xue Ling “tidak… aku tidak mau mati… tidak…” Le Le berkata sambil


melihat tubuhnya, mendekati para prajurit, ingin menghisap jiwa mereka. Semua


sihir yang di keluarkan Le Le hanya berupa asap merah kehitaman, yang berubah


menjadi asap hitam, berubah menjadi asap abu-abu, dan menghilang.


            “kenapa ? kenapa bisa seperti ini ? usaha ku selama ini


?” Le Le masih tidak terima. Xue Ling tertawa miring “saat jiwamu musnah


harusnya ambisimu itu juga ikut pergi bersama… haih… ambisi yang melenceng dari


jalan, tidak pernah bisa bertahan… ooo… sampai saat ini, masih belum ada dalam


sejarah sesuatu yang mengandalkan ambisi bisa bertahan selama ini… kau termasuk


hebat, bisa membuat sejarah baru…” tersenyum manis melihat Le Le yang semakin


lama semakin menghilang.


            “jie, mereka bagaimana ?” Shui Ling menunjuk ke para


prajurit yang terikat dan meringgis kesakitan, dengan tubuh penuh dengan bekas


cambukan. Xue Ling menatap Shui Ling dengan tatapan tidak mengerti “hei Xian


Zun bodoh, ini perang siapa ?” Shui Ling berdecak kesal “ah apa kau betul Shen


Zun ?” Cheng Mei cekikikan “hihihi Shui Ling, tidak perlu mencobanya, kau tidak


akan menang melawannya… dia ini datang kemari hanya untuk menggaruk tangannya


yang gatal itu ! mana pernah gadis nakal ini mau mengurus keribetan di


belakangnya ! dia hanya bermain-main saja tidak menganggap perang sama sekali…”


            Xue Ling memeletkan lidahnya “sudah yang mulia katakan,


yang mulia tidak akan dan bukan panglima perang ini wuek… ah sudah bergerak


lama, aku ingin mandi dan makan enak… Han ge…” “Xue… tidak menunggu Huo Ling


menyelesaikannya kah ?” Cheng Mei bertanya “itu… dia sudah selesai !” Xue Ling


menunjuk Huo Ling Tian Zun yang berjalan mendekati mereka bersama Ling Siang


Tian Hou.


            “Jie…” Huo Ling langsung menghampiri Xue Ling “Jie…”


langsung memeluk Xue Ling. Xue Ling meronta “apa yang kau lakukan ?” “sebentar…


sebentar saja !” Huo Ling meminta dengan nada permohonan. Shui Ling dan Cheng


Mei melihat Ling Siang, mencoba mencari jawaban dari sikap Huo Ling. Ling Siang


mengangkat kedua bahunya acuh tak acuh “sudah, lepaskan aku !” Xue Ling


menghempaskan Huo Ling, memperbaiki pakaiannya, Han Ling langsung memeluknya


dan menatap dingin Huo Ling.


            Xue Ling menatap Huo Ling yang cemberut menatapnya “Tian


Zun yang tidak pernah dewasa, ada apa lagi denganmu ?” Xue Ling bertanya sambil


mengejek. Huo Ling melirik-lirik Xue Ling dengan tampang cemberutnya. Ling


Siang cekikikan “hihihi… Jie, dia ini ikut menyembunyikan anda di tempat yang


            Ling Siang acuh tak acuh “aih Li Ming itu menyimpan


obsesinya pada Xue Ling jie, bahkan bisa dikatakan menjadi gila karena


obsesinya itu !” Xue Ling memukul kening Huo Ling, yang membuatnya semakin


cemberut sambil menggosok-gosok keningnya “sudah kukatakan selesaikan dengan


baik ! lihatlah akibat perbuatanmu itu cih…” berdecak kesal “baik Shen Zun,


sudah tahu salah !” Huo Ling cemberut, sambil melirik-lirik Xue Ling.


            Shui Ling dan Cheng Mei tertawa terbahak-bahak “hahaha…


rasakan ! sudah katakan padamu, jangan bermain pada hal yang berkaitan


dengannya, kau tidak pernah mau mendengarnya ! rasakan akibat perbuatanmu


sendiri !” Cheng Mei mengejek. Han Ling memeluk erat Xue Ling, menatap dingin


Huo Ling “tidak ada lain kali !” berbicara ketus melihat Huo Ling yang


cemberut, menatap mereka satu persatu.


            Shui Ling menghentikan tawanya “ge, bagaimana dengan


mereka ?” menunjuk para prajurit. Huo Ling menatap ke pengawalnya “bawa mereka


semua, turunkan ke alam fana, hilangkan hawa dewa dan ingatan mereka.” Para


pengawal Huo Ling Tian Zun segera melakukan tugas mereka masing-masing, mengawal


hukuman yang diberikan Huo Ling Tian Zun.


            Mereka bersama-sama kembali ke istana “haih perang kali


ini sama saja dengan permainan anak-anak… tidak ada hal membahayakan sama


sekali !” Shui Ling bernafas lega dan juga merasa sedikit kesal. Masalah yang


sudah berlangsung puluhan ribu tahun, yang membuat mereka kepikiran, ternyata


dari awal bukanlah ancaman besar.


            Cheng Mei menertawai Shui Ling “bukankah sudah


memberitahumu, gadis nakal ini hanya mencari lahan permainan yang lebih besar


!” menunjuk Xue Ling yang acuh tak acuh meminum tehnya. Shui Ling melihat Xue


Ling “jie, kapan kau chuguang ?” Xue Ling mengangkat bahunya acuh tak acuh.


Shui Ling menyipitkan mata melihatnya “kau bersenang-senang berdua tanpa


memberitahu kami !” Xue Ling acuh tak acuh “Jie…” Shui Ling berteriak, membuat


Xue Ling menutup telinganya “ah Xian Zun ini ribut sekali !”


            Ling Siang memeriksa luka Huo Ling yang terduduk santai


meminum tehnya “Jie, kau sudah memegang Permata Nila ! Kapan akan memasukkannya


ke Pohon Bodhi ? Bagaimana dengan Permata Merah ? Apa anda tidak ke Bei Hai ?”


Huo Ling menanyakan pertanyaan semua dalam sekali tarikan nafas. Xue Ling


menjawab dengan santai “pertanyaanmu sangat banyak ! Bei Hai ? apa aku perlu


kesana ?” mengembalikan pertanyaan dengan pertanyaan.


            Shui Ling kembali serius “Jie, apa kau tidak melihat


segel salju ?” Xue Ling menggeleng “tidak perlu ! Wei Jiang bisa mengurusnya !”


Shui Ling mengangguk “hanya saat ini Bei Hai Gong, tidak mempunyai pilihan


berbakat yang bisa ditunjuk menggantikan Lin Da Han Shui Jun” “mereka akan


menemukannya !” Xue Ling menjawab santai.


            “Jie, apa maksudmu Pangeran Bei Hai yang terbuang di alam


fana itu ?” Shui Ling bertanya kembali “Xian Zun, apakah anda sangat nganggur


hingga mengurusi masalah Bei Hai ?” Xue Ling mencibir “Xiao Xue, anak itu masih


kecil !” Han Ling mengingatkan “tidak perlu difikirkan ! bukankah masih ada si


ekor arogan itu !” Xue Ling menatap Han Ling.


            Han Ling menyipitkan matanya, mengamati reaksi Xue Ling


“Xiao Xue, kau sedang mempermainkan Wei Jiang Zheng Zhu ?” Xue Ling membuka


lebar matanya “Han ge, kau menfitnahku ! Si ekor arogan itu adalah Bei Hai Ren


Yu Zheng Zhu yang paling arogan yang pernah kutemui. Selalu membawa


slogan-slogannya berisik di telinga yang mulia. Biarkan saja dia membuktikan perkataannya


itu bukan asal kata-kata kosong belaka !” semua melirik malas ke Xue Ling.