The Power Of Love

The Power Of Love
I - 30



     Zhe Yan memeriksa “Xiao Jiu masih sangat lemah, masih butuh


istirahat. Xiao Jiu, apa ada merasa bagian yang tidak nyaman ?” Bai Feng Jiu


“berasa pusing dan lapar !” “ah Xiao Jiu, kau tidak bisa memakan semua makanan


ini ! tunggu disini, Niang akan membuatkanmu bubur dan sup !” Bai Yi Fu Ren


segera berdiri ke dapur “hmm untuk sementara makan yang ringan-ringan !” Bai Ce


Fu Ren mengingatkan, Bai Feng Jiu mengangguk.


     Dong Hua memeluk Bai Feng Jiu “bersandarlah padaku !” Bai Feng


Jiu mengangguk “berapa lama aku tidak sadar ?” “hampir 5.000 tahun. Xiao Jiu,


kau bangun karena permintaan Gun Gun ?” Bai Ce bertanya. Bai Feng Jiu


tersenyum, membelai kepala Gun Gun “sebenarnya aku sudah bisa mendengar suara


kalian dari beberapa saat yang lalu, hanya belum bertenaga walau untuk sekedar


membuka mata atau bergerak.” “Xiao Jiu, bagaimana sekarang ? Zhe Yan, apa Xiao


Jiu masih akan tertidur ?” Bai Zhen bertanya dengan cemas.


     “Xiao Shu, hanya begini, aku masih bisa menahannya !” Bai Feng


Jiu menenangkan. “jangan memaksakan diri ! jika lelah, beristirahatlah…” Dong


Hua mengalirkan energi ke tubuh Bai Feng Jiu yang tersenyum mengangguk. Bai


Feng Jiu melihat Gun Gun “Gun Gun ingin hadiah apa ?” Gun Gun menggeleng “Niang


Qin sadar sudah merupakan hadiah terbaik untukku !” Bai Feng Jiu tersenyum,


menyihir sesuatu di tangannya “ini untukmu !” memberikan sebuah suling bambu


pada Gun Gun “wah Zhu Di buatan Niang Qin… terima kasih Niang Qin…” Gun Gun


sangat senang, memeluk Bai Feng Jiu.


     “Gun Gun, apa kau bisa memainkannya ?” Lian Song bertanya, Gun


Gun mengangguk, mulai memainkan suling bambunya, burung-burung menari mengikuti


alunan musik Gun Gun. “Xiao Bai, kau mengajari Gun Gun dengan sangat baik !”


Dong Hua memuji. “Xiao Jiu, makanlah dahulu… perlahan, jangan mengagetkan perut


kecilmu…” Bai Yi Fu Ren menata beberapa makanan di hadapan Bai Feng Jiu.


     Dong Hua menyuap Feng Jiu perlahan “kalian juga makanlah, jangan


hanya melihatku…” Bai Feng Jiu canggung dilihat begitu banyak pasang mata


“makan… makan… ayo makan… hari ini aku sangat senang… akan makan yang banyak…”


Bai Ce berkata dengan senyum cerianya. Semuapun mulai mengambil makanan dan


makan di sekitar Bai Feng Jiu “Di Jun, anda juga makanlah…” Bai Feng Jiu


menawari “weifu ingin disuapi Fu Ren…” Dong Hua berkata manja di telinga Bai


Feng Jiu.


     Bai Feng Jiu hanya pasrah, mengambilkan makanan dan menyuapi


Dong Hua, sekali-kali menyuapi Gun Gun. Semua makan dengan suka cita karena


sadarnya Bai Feng Jiu. Gun Gun yang paling bahagia, terus tersenyum menikmati


kasih sayang Bai Feng Jiu. Selesai makan, Bai Feng Jiu hanya mendengar sedikit


perbincangan semua, sudah kembali menutup mata dan tertidur.


     “tidak apa, Xiao Jiu masih sangat lemah…” Zhe Yan memeriksa dan


menenangkan semua. Dong Hua membawa kembali Bai Feng Jiu ke Shi Gong,


membaringkan dan menyelimutinya “Xiao Jiu sudah sadar, apa bisa memberinya


ramuan pemulih ?” Bai Yi Fu Ren bertanya pada Zhe Yan “bisa, jangan terlalu


berat, perlahan saja !” semua senang melihat Bai Feng Jiu yang sudah sadar.


Segala bentuk pertanyaan yang sudah mereka simpan dari 5.000 tahun yang lalu


mulai berputar dalam benak masing-masing. Semua menunggu Bai Feng Jiu cukup


kuat untuk memberikan penjelasan dan jawaban atas semua pertanyaan mereka.


     Berita sadar dan pulihnya Qing Qiu Nu Jun - Bai Feng Jiu, segera


membawanya kembali ke Tai Chen Gong. Selama 6 bulan, dari pihak Tian Jun dan


lainnya sudah berulang kali mengundang Bai Feng Jiu untuk mengikuti pertemuan. Dong


Hua masih tidak mengijinkan siapapun mengganggu Bai Feng Jiu dengan


pertanyaan-pertanyaan. Terakhir beberapa kali Bai Qian dan Ye Hua yang datang


mengundang Bai Feng Jiu hingga Bai Feng Jiu pun mengabulkan.


     Dong Hua membawa Bai Feng Jiu dan Gun Gun menghadiri pertemuan.


Dong Hua mengijinkan Bai Feng Jiu hadir dengan syarat harus bersamanya dan


tidak boleh memaksakan diri. Bai Feng Jiu hanya pasrah mengikuti, karena


sebenarnya tubuhnya pun masih lemah, bahkan Zhe Yan masih memintanya untuk


beristirahat.


     Semua melihat Bai Feng Jiu dengan mata penuh pertanyaan. Tian


Jun yang pertama memberi ucapan terima kasih dan menanyakan kondisi Bai Feng


Jiu “Tian Jun, ada masalah apa, silahkan kemukakan !” Bai Feng Jiu mempersila.


Salah satu tetua berdiri, memberi hormat “Nu Jun, keberadaan Suo Hun Yu…” Bai


Feng Jiu mengerutkan kening “ah Suo Hun Yu…” memijat pelipisnya “Xiao Bai,


lelahkah ?” Dong Hua cemas.


     Bai Feng Jiu menggeleng, mengerahkan sihir, Suo Hun Yu muncul di


tengah ruangan membuat semua was-was. Bai Feng Jiu mengirimkan sihir ke


dalamnya, Suo Hun Yu berputar mengeluarkan beberapa asap putih yang terjatuh


mengeluarkan wujud beberapa dewa. Semua terkejut melihatnya, beberapa dewa


segera turun memapah para dewa yang baru muncul setelah hampir 5.000 tahun.


Semua dewa yang baru keluar dari Suo Hun Yu, menatap semua dan berusaha memahami


situasi hingga melihat Bai Feng Jiu, segera berlutut “terima kasih atas


pengampunan Nu Jun…” Bai Feng Jiu mengangkat tangan “berdiri, pulanglah…” sambil


memijat pelipisnya “terima kasih Nu Jun…” para dewa tua itu segera kembali ke


tempat masing-masing.


     Dong Hua tersenyum membelai kepala Bai Feng Jiu “sakitkah ?” Bai


Feng Jiu “agak pusing !” Dong Hua menyandarkan Bai Feng Jiu ke tubuhnya “istirahatlah…”


Bai Feng Jiu mengangguk dan langsung tertidur. Dong Hua memberi sihir pada Bai


Feng Jiu agar tidak terganggu.


     Tian Jun melihat Bai Feng Jiu yang sudah tertidur, bertanya pada


Dong Hua “Di Jun, Nu Jun ini ?” Dong Hua tidak menjawab, digantikan Lian Song


“Tian Jun, hal ini sudah jelas, Nu Jun bukanlah mengambil jiwa para tetua


seperti prasangka semua selama ini. Nu Jun masih memerlukan istirahat, hari ini


sudah menjawab satu persoalan yang sudah disimpan dalam benak semua. Mungkin


para tetua bisa menjelaskan hal yang terjadi…” menatap para tetua yang baru


saja keluar dari Suo Hun Yu. Beberapa tetua dewa itu saling melihat dan menolak


dengan alasan masih sangat lemah, tidak ingat akan hal yang terjadi selama ini.


     Beberapa sudah memiliki pemikiran sendiri jika para tetua itu


tidak ada yang mau membuka mulut, mungkin saja yang mereka alami adalah hal


memalukan yang akan menurunkan harga diri mereka. Walaupun sangat ingin


mengetahui hal yang terjadi juga tidak bisa memaksa para tetua yang masih terlihat


lemah itu. Dengan jelasnya masalah Suo Hun Yu, sudah menghilangkan rumor yang


menyatakan Bai Feng Jiu tersesat dan menjadi iblis terjahat. Tapi satu yang


pasti, kekuatan dan kepintaran Bai Feng Jiu tidaklah mudah. Dengan kondisi


lemah, masih bisa mengontrol Suo Hun Yu.