
Xue Ling memegang dadanya “haih, pernafasan yang mulia
menjadi sesak karena kalian. Dengarkan kalian bertiga, pria nakal ini dari dulu
selalu mengikuti Tian Zun merengek pada yang mulia. Jadi kalian bertiga tidak
perlu heran dengan perlakuan hari ini. Bukan hanya anak nakal ini yang pernah
merasakan cambuk yang mulia. Kau ini…” menunjuk ke Li Ming, setelah
menetralisir keadaan “lihat kau jadi apa sekarang ? baik-baik wangi Lan Hua di
tubuhmu, kenapa menggantinya dengan bau busuk ? sangat disayangkan wajahmu
tampan tapi membawa bau busuk !” Li Ming berlagak kasihan “aiyo jie, kau jangan
mempermalukanku lagi, bagaimana wibawaku dihadapan istri-istriku !” merajuk.
Xue Ling tersenyum sinis “wibawa ? apa kau mengingat
wibawamu saat membawa bau busuk ? mau wibawa, mau harga diri, singkirkan
makhluk itu. Mau ketampananmu atau kebusukanmu, kau tentukan sendiri. Sudah
setua ini masih perlu diajari, aih membuang-buang tenagaku saja !” Li Ming
merajuk seperti anak kecil “jie…” Xue Ling memijat pelipisnya “aih kau
membuatku sakit kepala. Jangan panggil-panggil jie jika membawa bau busuk. Lain
kali jika masih membawa bau busuk, maka menjauhlah dariku. Jika kau berani
membuatku mencium bau busuk ini lagi, lupakan saja bokong kalian itu. Cih
menyebalkan, karena kalian, yang mulia harus berulang kali berendam di kolam
bunga berjam-jam !” berjalan pergi dengan kesal “Xue Ling jie…” Li Ming masih
merajuk.
Shui Ling ikut bersandiwara “haih Li Ming ge, kau sudah
tahu penciuman jiejie sangat tajam, bahkan kami pun bisa mencium bau itu. Li
Ming ge, jiejie sudah terbiasa melakukan semua yang dikatakannya, bukankah
jiejie sudah memperingatimu di perayaan. Jangan salahkan Xue Ling jie, dia
kesal karena keluar bersenang-senang seperti ini, sangat susah untuk mendapatkan
permandian kolam bunga. Xue Ling jie masih menganggapmu jadi hanya memberi
beberapa pukulan dan meluapkan kekesalannya. Jika yang lain, dari awal sudah
mengupas semua kulitnya !” menggeleng-gelengkan kepala “haih ge, karena ulahmu,
aku lagi yang mendapat sialnya. Katakan, bagaimana aku mendapatkan kolam bunga
sekarang ?” merajuk dengan kesal “aih menjengkelkan…” berjalan mengikuti arah
Xue Ling.
Li Ming melihat Cheng Mei “Cheng Mei jie, bantulah aku
membujuk Xue Ling jie…” dengan tatapan memohon. Cheng Mei mengangkat tangannya
“Li Ming a, kau bukan tidak tahu sifat keras kepala Xue Ling. Kau juga, kenapa
bermain dengan bau busuk ? mengingat kau dan aku saling kenal, aku akan
membantumu meredakan kekesalan Xue Ling. Tapi ingat, jangan muncul lagi di
hadapannya jika masih membawa bau busuk ini !” memperingati dengan tegas. Li
Ming mengangguk “sudah tahu Cheng Mei jie !” Cheng Mei berdecak “ah karena
ulahmu, kami semua kena dampaknya. Shen Zun itu tidak mudah dilayani. Kau enak,
selesai ini bisa tenang-tenang merawat diri. kami masih harus bertahan beberapa
hari dengan kekesalannya… ah dasar kau ini, kenapa tidak bisa menurut !”
meninggalkan semua, diikuti Wei Jiang yang melirik Chang Yi dan Lin Da Han
sesaat.
Han Ling dan Lin Yang sudah meninggalkan semua saat Xue
Ling keluar “Rou Rou…” Lin Yang memanggil, Xue Ling berbalik “Lin Yang Shui
Jun, yang mulia sudah bukan Rou Rou – Hua Ling” “hehehe Shen Zun…” Lin Yang
salah tingkah, Han Ling tersenyum “Xue Ling, bukankah mau mencari kolam bunga…
aku akan menyiapkannya, kau bisa dengan tenang berendam di dalamnya !”
menawarkan. Xue Ling tersenyum “Shen Jun, sudah ada yang menyiapkannya. Membuat
kalian melihat lelucon sesaat… haih… tanganku masih gatal…” mengangkat
tangannya.
Lin Yang cekikikan “Shen Zun, pertunjukan yang baik masih
termasuk berotak. Bei Hai sudah terlalu lama menyimpan kesombongan !” berguman
santai. Han Ling tersenyum “jadi anda meminjam masalah ini memberi mereka pelajaran
!” Xue Ling tersenyum.
“jiejie…” Shui Ling menghampiri mereka “aih kenapa kau
sangat lamban…” Xue Ling menggerutu “hehehe… jiejieku yang hebat, kau tidak
melihat wajah ketiga wanita itu sudah seperti kepiting rebus. Li Ming ge tidak
akan mendapat akhir yang baik beberapa hari ini hihihi…” keduanya cekikikan.
Han Ling dan Lin Yang menggelengkan kepala melihat keusilan kedua gadis “ah Lin
Yang Shui Jun, anak itu masih bisa diselamatkan !” Xue Ling menatap Lin Yang.
“jika anak itu cukup kuat, dia akan sanggup bertahan…”
terdengar suara bariton Wei Jiang. Xue Ling mengangguk “ayo… Xin Lan sudah
menyiapkan permandian anda…” Wei Jiang mengajak Xue Ling “hmm… sebentar…
sebelumnya, ada tempat yang harus didatangi…” Lin Yang berdehem “Shen Zun, jika
leluasa membawa kami bersama…” Xue Ling acuh tak acuh “hmm… membawa kalian pun
tak masalah… tanggung jawab pada diri kalian sendiri…” keduanya mengangguk.
Xue Ling membawa mereka kedalam gua di bawah gunung,
tempat pusat lava berada. Tempat itu sudah berubah menjadi gunung salju “ekor
arogan, semua berasal dari sini ! keteledoran leluhurmu ! huh setiap zaman,
memiliki berbagai macam masalah… berputar-putar tetap tidak lepas dari
keserakahan !” Xue Ling berguman sambil melihat kawah salju “Shen Zun, saat
anda melakukannya dulu, apa sudah tahu akan ada akhir seperti ini ?” Wei Jiang
ikut berkomunikasi. Xue Ling menggeleng, Wei Jiang tersenyum “Shen Zun, walau
kami tidak dapat melihat kehidupan anda, tapi satu yang kutahu, anda adalah dewi
pembawa berkah ! pembawa berkah tidak akan semudah itu menghilang…”
Xue Ling tersenyum “Wei Jiang, tidak menyangka kau juga
bisa mengeluarkan kata-kata seperti ini !” Wei Jiang cekikikan “anda juga
terhitung sebagai guru-ku !” Xue Ling berdehem “jaga baik-baik Bei Hai…
kehancuran tidak akan terjadi pada zamanmu !” Wei Jiang mengangguk “Shen Zun,
walau aku tidak sepandai anda, tapi aku memberi jaminan pada anda. Selama anda
masih berada di Si Hai Ba Huang ini, Bei Hai akan tetap aman menjadi pondasi
anda” Xue Ling tersenyum manis “kalau begitu, yang mulia memegang kata-kata
anda. Jika sampai terjadi sesuatu, anda dan kaum anda akan kehilangan sisik
untuk ribuan tahun.” keduanya tertawa terbahak-bahak. Lainnya yang mendengar,
tersenyum manis melihat keduanya.
Shui Ling menghampiri “jie, Jin Lan berasal dari sini ?”
Xue Ling mengangguk “hewan pertama yang dialiri hawa luar…” Lin Yang penasaran
“Shen Zun, kenapa anda tidak menyegelnya kembali ?” Xue Ling hanya tersenyum,
Han Ling berguman “yang sudah terkontaminasi tidak akan mudah di murnikan !”
Cheng Mei berguman “lava ini pada dasarnya berasal dari kehitaman di hati semua
makhluk. Hewan yang sudah memiliki dasar hitam, ditambah hawa luar, akan
membawa masalah yang lebih besar jika dimurnikan.”
Lin Yang kembali bertanya “bagaimana dengan Li Ming dan…
anda memintanya untuk melepas makhluk itu !” Shui Ling tersenyum dingin “apa
anda mengira dia akan melepasnya hanya karena hal ini ?” Cheng Mei melanjutkan
“walau dia melepasnya, apa Gong Zhu kesayangan kalian bisa melepasnya ? Shui
Jun, jangan berpura-pura polos disini !” berkata dingin, Lin Yang terkejut. Han
Ling menghela nafas “perang ini tidak terelakkan !” Xue Ling berdecak “ah yang
mulia katakan kembali ya, yang mulia tidak akan memimpin perang ini !” Wei
Jiang melirik malas “iya… iya… anda hanya akan memukul bokong mereka satu
persatu…” Xue Ling tertawa terbahak-bahak.