The Power Of Love

The Power Of Love
Bab 19 - Pusat Lava



            Xue Ling memegang dadanya “haih, pernafasan yang mulia


menjadi sesak karena kalian. Dengarkan kalian bertiga, pria nakal ini dari dulu


selalu mengikuti Tian Zun merengek pada yang mulia. Jadi kalian bertiga tidak


perlu heran dengan perlakuan hari ini. Bukan hanya anak nakal ini yang pernah


merasakan cambuk yang mulia. Kau ini…” menunjuk ke Li Ming, setelah


menetralisir keadaan “lihat kau jadi apa sekarang ? baik-baik wangi Lan Hua di


tubuhmu, kenapa menggantinya dengan bau busuk ? sangat disayangkan wajahmu


tampan tapi membawa bau busuk !” Li Ming berlagak kasihan “aiyo jie, kau jangan


mempermalukanku lagi, bagaimana wibawaku dihadapan istri-istriku !” merajuk.


            Xue Ling tersenyum sinis “wibawa ? apa kau mengingat


wibawamu saat membawa bau busuk ? mau wibawa, mau harga diri, singkirkan


makhluk itu. Mau ketampananmu atau kebusukanmu, kau tentukan sendiri. Sudah


setua ini masih perlu diajari, aih membuang-buang tenagaku saja !” Li Ming


merajuk seperti anak kecil “jie…” Xue Ling memijat pelipisnya “aih kau


membuatku sakit kepala. Jangan panggil-panggil jie jika membawa bau busuk. Lain


kali jika masih membawa bau busuk, maka menjauhlah dariku. Jika kau berani


membuatku mencium bau busuk ini lagi, lupakan saja bokong kalian itu. Cih


menyebalkan, karena kalian, yang mulia harus berulang kali berendam di kolam


bunga berjam-jam !” berjalan pergi dengan kesal “Xue Ling jie…” Li Ming masih


merajuk.


            Shui Ling ikut bersandiwara “haih Li Ming ge, kau sudah


tahu penciuman jiejie sangat tajam, bahkan kami pun bisa mencium bau itu. Li


Ming ge, jiejie sudah terbiasa melakukan semua yang dikatakannya, bukankah


jiejie sudah memperingatimu di perayaan. Jangan salahkan Xue Ling jie, dia


kesal karena keluar bersenang-senang seperti ini, sangat susah untuk mendapatkan


permandian kolam bunga. Xue Ling jie masih menganggapmu jadi hanya memberi


beberapa pukulan dan meluapkan kekesalannya. Jika yang lain, dari awal sudah


mengupas semua kulitnya !” menggeleng-gelengkan kepala “haih ge, karena ulahmu,


aku lagi yang mendapat sialnya. Katakan, bagaimana aku mendapatkan kolam bunga


sekarang ?” merajuk dengan kesal “aih menjengkelkan…” berjalan mengikuti arah


Xue Ling.


            Li Ming melihat Cheng Mei “Cheng Mei jie, bantulah aku


membujuk Xue Ling jie…” dengan tatapan memohon. Cheng Mei mengangkat tangannya


“Li Ming a, kau bukan tidak tahu sifat keras kepala Xue Ling. Kau juga, kenapa


bermain dengan bau busuk ? mengingat kau dan aku saling kenal, aku akan


membantumu meredakan kekesalan Xue Ling. Tapi ingat, jangan muncul lagi di


hadapannya jika masih membawa bau busuk ini !” memperingati dengan tegas. Li


Ming mengangguk “sudah tahu Cheng Mei jie !” Cheng Mei berdecak “ah karena


ulahmu, kami semua kena dampaknya. Shen Zun itu tidak mudah dilayani. Kau enak,


selesai ini bisa tenang-tenang merawat diri. kami masih harus bertahan beberapa


hari dengan kekesalannya… ah dasar kau ini, kenapa tidak bisa menurut !”


meninggalkan semua, diikuti Wei Jiang yang melirik Chang Yi dan Lin Da Han


sesaat.


            Han Ling dan Lin Yang sudah meninggalkan semua saat Xue


Ling keluar “Rou Rou…” Lin Yang memanggil, Xue Ling berbalik “Lin Yang Shui


Jun, yang mulia sudah bukan Rou Rou – Hua Ling” “hehehe Shen Zun…” Lin Yang


salah tingkah, Han Ling tersenyum “Xue Ling, bukankah mau mencari kolam bunga…


aku akan menyiapkannya, kau bisa dengan tenang berendam di dalamnya !”


menawarkan. Xue Ling tersenyum “Shen Jun, sudah ada yang menyiapkannya. Membuat


kalian melihat lelucon sesaat… haih… tanganku masih gatal…” mengangkat


tangannya.


            Lin Yang cekikikan “Shen Zun, pertunjukan yang baik masih


termasuk berotak. Bei Hai sudah terlalu lama menyimpan kesombongan !” berguman


santai. Han Ling tersenyum “jadi anda meminjam masalah ini memberi mereka pelajaran


!” Xue Ling tersenyum.


            “jiejie…” Shui Ling menghampiri mereka “aih kenapa kau


sangat lamban…” Xue Ling menggerutu “hehehe… jiejieku yang hebat, kau tidak


melihat wajah ketiga wanita itu sudah seperti kepiting rebus. Li Ming ge tidak


akan mendapat akhir yang baik beberapa hari ini hihihi…” keduanya cekikikan.


Han Ling dan Lin Yang menggelengkan kepala melihat keusilan kedua gadis “ah Lin


Yang Shui Jun, anak itu masih bisa diselamatkan !” Xue Ling menatap Lin Yang.


            “jika anak itu cukup kuat, dia akan sanggup bertahan…”


terdengar suara bariton Wei Jiang. Xue Ling mengangguk “ayo… Xin Lan sudah


menyiapkan permandian anda…” Wei Jiang mengajak Xue Ling “hmm… sebentar…


sebelumnya, ada tempat yang harus didatangi…” Lin Yang berdehem “Shen Zun, jika


leluasa membawa kami bersama…” Xue Ling acuh tak acuh “hmm… membawa kalian pun


tak masalah… tanggung jawab pada diri kalian sendiri…” keduanya mengangguk.


            Xue Ling membawa mereka kedalam gua di bawah gunung,


tempat pusat lava berada. Tempat itu sudah berubah menjadi gunung salju “ekor


arogan, semua berasal dari sini ! keteledoran leluhurmu ! huh setiap zaman,


memiliki berbagai macam masalah… berputar-putar tetap tidak lepas dari


keserakahan !” Xue Ling berguman sambil melihat kawah salju “Shen Zun, saat


anda melakukannya dulu, apa sudah tahu akan ada akhir seperti ini ?” Wei Jiang


ikut berkomunikasi. Xue Ling menggeleng, Wei Jiang tersenyum “Shen Zun, walau


kami tidak dapat melihat kehidupan anda, tapi satu yang kutahu, anda adalah dewi


pembawa berkah ! pembawa berkah tidak akan semudah itu menghilang…”


            Xue Ling tersenyum “Wei Jiang, tidak menyangka kau juga


bisa mengeluarkan kata-kata seperti ini !” Wei Jiang cekikikan “anda juga


terhitung sebagai guru-ku !” Xue Ling berdehem “jaga baik-baik Bei Hai…


kehancuran tidak akan terjadi pada zamanmu !” Wei Jiang mengangguk “Shen Zun,


walau aku tidak sepandai anda, tapi aku memberi jaminan pada anda. Selama anda


masih berada di Si Hai Ba Huang ini, Bei Hai akan tetap aman menjadi pondasi


anda” Xue Ling tersenyum manis “kalau begitu, yang mulia memegang kata-kata


anda. Jika sampai terjadi sesuatu, anda dan kaum anda akan kehilangan sisik


untuk ribuan tahun.” keduanya tertawa terbahak-bahak. Lainnya yang mendengar,


tersenyum manis melihat keduanya.


            Shui Ling menghampiri “jie, Jin Lan berasal dari sini ?”


Xue Ling mengangguk “hewan pertama yang dialiri hawa luar…” Lin Yang penasaran


“Shen Zun, kenapa anda tidak menyegelnya kembali ?” Xue Ling hanya tersenyum,


Han Ling berguman “yang sudah terkontaminasi tidak akan mudah di murnikan !”


Cheng Mei berguman “lava ini pada dasarnya berasal dari kehitaman di hati semua


makhluk. Hewan yang sudah memiliki dasar hitam, ditambah hawa luar, akan


membawa masalah yang lebih besar jika dimurnikan.”


            Lin Yang kembali bertanya “bagaimana dengan Li Ming dan…


anda memintanya untuk melepas makhluk itu !” Shui Ling tersenyum dingin “apa


anda mengira dia akan melepasnya hanya karena hal ini ?” Cheng Mei melanjutkan


“walau dia melepasnya, apa Gong Zhu kesayangan kalian bisa melepasnya ? Shui


Jun, jangan berpura-pura polos disini !” berkata dingin, Lin Yang terkejut. Han


Ling menghela nafas “perang ini tidak terelakkan !” Xue Ling berdecak “ah yang


mulia katakan kembali ya, yang mulia tidak akan memimpin perang ini !” Wei


Jiang melirik malas “iya… iya… anda hanya akan memukul bokong mereka satu


persatu…” Xue Ling tertawa terbahak-bahak.