
Semua anak buah Azka dan Naura sudah sibuk mencari Aira kesana kemari , begitu pun dengan Azka dan Naura mereka sudah melapor polisi dan mendatangi panti Asuhan berharap ada petunjuk tentang Aira namun semuanya nihil , tak ada satu pun tanda-tanda keberadaan Aira dimana .
" Ya Allah nak , kamu dimana sii Aira ? " , gumam Naura dan kali ini ia tak bisa membendung air matanya .
" Ay kamu sabar ya , bee yakin Aira akan baik-baik saja dan akan segera kita temukan " ,Ujar Azka seraya mengelus lembut kepala Naura .
" Tapi ini sudah hampir sore bee , kita belum menemukan tanda-tanda keberadaan Aira dimana , Naura takut Aira kenapa-kenapa ? " , jawab Naura dengan berderai air mata .
" Suut...kamu gak boleh bicara seperti itu ay , kamu harus yakin kalau Aira akan baik-baik saja dan kita akan secepatnya bisa menemukan Aira " , jawab Azka seraya menaruh jari telunjuknya dibibir Naura .
Tiba-tiba terdengar suara gemeruh petir disusul dengan kilat menyambar .
" Akhh Astagfirullah " , Teriak Naura seraya menutup kedua matanya dengan telapak tangan .
Azka langsung saja memarkirkan mobilnya dipinggir jalan , ia langsung memeluk tubuh Naura yang ketakutan .
" Ay , jangan takut bee ada disini " , Ujar Azka seraya mengelus kepala Naura lembut .
Dan berbarengan dengan itu hujan turun membasahi bumi dengan derasnya.
" Bee bagaimana ini ? " , tanya Naura yang sudah kembali terisak .
" Ay tenang dulu ya , lebih baik kita pulang saja dan kamu jangan khawatir semua anak buah bee masih berjalan mencari Aira " , Jawab Azka sekaligus memberi saran .
" Ngga bee , Naura gak mau pulang , Naura masih mau nyari Aira bee " , tolak Naura yang langsung membrontak dari pelukan Azka .
" Ay kita mau cari Aira kemana dalam keadaan hujan deras kaya gini ? , yang ada nanti kamu masuk angin dan sakit , kalau kamu sakit lalu bagaimana dengan Aira ? " , balas Azka mencoba memberi pengertian .
" Tapi Bee " , lirih Naura seraya mengelap air matanya .
" Kamu tenang ya , percaya anak buah bee pasti bisa menemukan Aira , ditambah polisi juga membantu meraka sedang melakukan pencarian keberadaan Aira " ucap Azka seraya kembali memeluk tubuh Naura .
Setelah Naura sedikit lebih tenang , Azka kembali melajukan mobilnya membelah jalanan dalam keadaan hujan deras .
Naura terus celingukan kearah luar seraya melafalkan doa , ia berharap bisa menemukan Aira secepatnya .
Mobil Azka sampai dirumah Ayah Alex , semua keluarga termasuk keluarga Azka tengah menunggu kehadiran mereka dan ketika melihat kedatangan Azka mereka langsung memberondong dengan berbagai pertanyaan .
" Ka bagaimana ? , apa Aira sudah ditemukan ? " , tanya Ayah Alex seraya celingukan keraha luar .
" Sampai saat ini belum ada tanda-tanda keberadaan Aira dimana , tapi polisi masih terus mencarinya yah " , jawab Azka sendu.
" Kalian yang sabar ya , Papih yakin Aira pasti baik-baik saja dan secepatnya kita atau pun polisi bisa menemukan Aira " , Ujar Papih Aydan .
" Iya pih Aamiin " , jawab Azka sedangkan Naura hanya menganggukan kepala sebagai jawaban .
Semua keluarga sudah tahu tentang Aira yang hilang dan mereka langsung kumpul dirumah Ayah Alex , kakek Andi mereka sudah mengerahkan semua anak buahnya untuk mencari Aira , begitu pun Ayah Alex , Papih Aydan dan opa Abi mereka menyuruh orang kepercayaannya untuk membantu mencari Aira .
Sikembar , Zani dan Kiya mereka hanya duduk di sofa dengan wajah yang murung , tak ada satupun yang bermain seperti biasanya , mereka ingin menunggu Aira .
" Ya sudah lebih baik kalian , bersihkan diri dulu , lagi pula sebentar lagi udah mau Maghrib " , Timpal Oma Sandra , dan dianggukan semuanya.
Naura dan Azka pun langsung pamit untuk pergi ke kamarnya , Naura yang awalnya masih bisa tenang kini ia sudah tak bisa , Naura benar-benar diselimuti rasa khawatir dan takut , ia takut terjadi sesuatu dengan Aira , ditambah belum ada satu pun petunjuk keberadaan Aira dimana .
Ting , Suara dering ponsel Azka menandakan ada pesan baru masuk .
Azka dan Naura menghentikan langkahnya , dan dengan segera Azka merogoh saku celananya untuk mengambil ponsel .
" Ada apa bee ? " , tanya Naura seraya menatap wajah Azka yang menahan amarah .
Karna Azka tak menjawab , Naura langsung mengambil ponsel Azka dan ia langsung membaca apa isi dari chat yang baru masuk ke ponsel Azka .
" Bee ini siapa ? , siapa yang sudah mengirim pesan kaya gini ? " , tanya Naura sambil menitikkan air mata .
Dan semua keluarga langsung mendekat ke arah Azka dan Naura , kebetulan Naura dan Azka belum terlalu jauh melangkahkan kakinya dari mereka .
" Ada apa kak ? , apa yang sudah terjadi ? " , tanya Ayah Alex khawatir , dan dianggukan yang lain .
Bunda Shalwa dan Mamih Kamila , langsung menenangkan Naura .
" Ada yang ngirim pesan sama Azka yah dan ia mengancam kalau kita sampai berani melibatkan polisi maka Aira akan tiada " , jawab Azka dengan nafas naik turun menahan amarahnyaa .
Semua langsung terkejut mendengar perkataan Azka .
" Coba Papih lihat nomornya ka " , Ujar Papih Aydan dan Azka langsung menyerahkan ponselnya yang sebelumnya sudah diambil dari Naura .
" Jangan coba-coba kalian berani melibatkan polisi , kalau sampai itu terjadi nyawa Aira adalah taruhannya " , Isi pesan yang dikirimkan oleh nomor tak dikenal .
Azka dengan cepat langsung membuka isi tasnya dan mengeluarkan sebuah laptop .
Ia baru teringat kalau ia bisa melacak nomor dan itu bisa menjadi salah satu petunjuk keberadaan Aira .
" Kamu mau ngapain ka ? " , tanya kakek Andi .
" Azka mau melacak nomor yang barusan ngirim pesan ancaman pada kita kek , siapa tahu kita bisa menemukan petunjuk keberadaan Aira " , jawab Azka panjang lebar seraya jari tangannya dengan lihai menari diatas keyboard laptop .
Kakek Andi langsung mengangguk , begitu pun dengan yang lainnya .
" Sudah ketemu tapi ini sangat jauh , Riau alamatnya di Riau yang barusan mengirim pesan " ,Ujar Azka memijat pelipisnya , sudah beberapa kali diulangi takut ada kesalahan namun tak ada perubahan alamatnya menunjukan di Riau .
" Riau " ,ujar Ayah Alex dan Papih Aydan berbarengan , dan Azka hanya mengangguk.
" Naura mau ikut , sekarang juga kita berangkat ke Riau buat mencari Aira " ,ujar Naura seraya mengelap air matanya .
" Tapi masa iya Aira sudah dibawa sejauh itu , apa mungkin ? " , tanya Opa Abi .
" Azka juga kurang yakin opa , takutnya orang ini hanya ingin mempermainkan kita " , jawab Azka bingung .
Lalu ia mengetikan sesuatu dilayar ponselnya , dan segera dikirimkan pada anak buahnya .
Azka sudah mengirimkan alamatnya pada anak buahnya untuk mengecek langsung ke alamat tersebut .
" Ayo bee kita ke Riau sekarang , Naura takut Aira kenapa-kenapa ? " , ajak Naura tak sabar.
😘
😘
😘
Jangan lupa tinggalkan jejak , like , komen , Vote dan tambahkan ke Favorit 💙 , terimakasih 🤗🤗🙏.