The Power Of Love

The Power Of Love
Aira Hilang



" Apa Bun ? , bunda yakin Aira tidak ada ? " , tanya Naura setelah menjawab panggilan telpon , dan ternyata bunda Shalwa yang meneleponnya .


Suara bunda Shalwa terdengar gemetar karna ia berbicara disela tangisnya .


" Ya sudah bunda tenang dulu ya , bunda jangan menangis , Naura segera ke sekolahan sikembar sekarang juga " , Ujar Naura seraya mencoba menenangkan bunda Shalwa , walau tak dipungkiri ia pun mulai diselimuti rasa khawatir jika memang Aira hilang .


Naura baru saja duduk dimeja kantin , makanannya pun baru dipesankan oleh Yumna dan Ocha . Sebenarnya ini bukan jam istirahat namun karna dosen dijam kedua berhalangan hadir jadi mereka memilih ke kantin begitu pun dengan dosen dikelasnya Azka .


" Ada apa Ay ? " ,


" Iya Ada apa Ra ? " ,


" Ada apa dengan Aira ? '' ,


Tanya Azka dan para sabatnya .


Naura menarik nafas lalu dihembuskan secara perlahan .


" Barusan bunda nelpon , kalau Aira hilang " , jawab Naura dengan suara yang terdengar seperti tercekat .


" Kamu serius Ay ? '' , tanya Azka lagi , dan Naura langsung mengangguk dengan mantap .


" Ya sudah ayo ay kita langsung pergi ke sekolah sikembar buat cari Aira " , Ajak Azka yang langsung bangkit dari duduknya .


" Kak kalau ada dosen tolong titip absen ya '' , ujar Azka sebelum pergi .


" Beres ka , kalau ada apa-apa kalian langsung hubungi kita ya , kita pasti bantu " jawab Temmy dan dianggukan yang lainnya .


" Ra hati-hati ya , mudah-mudahan gak terjadi apa-apa sama Aira " , Ujar Alya seraya mengelus bahu Naura lembut .


" Aamiin , makasih kak Al " , jawab Naura .


Iya sahabat Naura sekaligus sahabat Azka , mereka sudah tahu semua tentang rencana Azka dan Naura yang akan mengadopsi Aira , dan mereka ikut senang sekaligus mendukung keputusan Naura dan Azka , ditambah mereka sangat menyukai Aira yang menurut mereka sangat lucu dan menggemaskan .


" Naura dan Azka kemana ? " , tanya Ocha dan Yumna berbarengan , yang baru datang setelah memesan makanan .


" Mau ke sekolahan sikembar , barusan Tante Shalwa nelpon , memberitahu kalau Aira hilang " , jawab Alya jelas .


" Hah ko bisa ? " , tanya keduanya lagi kompak .


Alya langsung menggelengkan kepala , sedangkan Zaky dan Temmy mereka kompak mengangkat kedua bahunya .


*****


Sementara itu Azka dan Naura baru sampai disekolahan sikembar , mereka langsung menemui bunda Shalwa .


Bunda Shalwa masih menangis dan sepertinya mamih kamila tengah menenangkan tapi sesekali ia pun mengelap air matanya yang jatuh tanpa permisi , tak dipungkiri mamih Kamila juga mengkhwatirjan keadaan Aira , ia sudah mulai sayang dengan Aira , ditambah Aira akan menjadi cucu pertama dari Azka .


" Bunda " , panggil Azka dan Naura berbarengan .


" Kak , Aira hilang , ini semua salah bunda , bunda udah ceroboh , bunda tidak bisa menjaga Aira " , ujar Bunda Shalwa disela tangisnya .


Naura langsung memeluk sang bunda dan mencoba menenangkannya , Naura tidak bisa melihat bunda Shalwa menangis filu seperti ini , walau ia sama halnya merasa khawatir dengan keadaan Aira yang hilang .


" Tadi bunda sedang ada rapat dengan kepala sekolah , awalnya Aira ikut dengan bunda namun karna terlalu lama mungkin Aira merasa jenuh , ia meminta ke taman bermain dan disana pun banyak adik dari teman-teman sikembar yang tengah bermain dan ada pak satpam juga yang jaga , Aira menyuruh bunda untuk masuk kembali ke ruang rapat dan - " , Cerita bunda Shalwa namun ia tak bisa melanjutkan ceritanya karna sudah terisak kembali .


" Waktu kita sudah selesai rapat , Aira sudah tidak ada ditaman tapi kata pak satpam ada seseorang yang mengajak Aira , dia mengaku aunty Aira " , Tutur mamih Kamila sambil mengelap air matanya .


" Mamih dan bunda tenang ya , insha Allah Aira tidak akan apa-apa " , Balas Azka menenangkan Bunda Shalwa dan Mamih Kamila .


Azka langsung mendekat ke arah pak satpam dan sepertinya pak satpam begitu ketakutan , ia merasa bersalah atas hilangnya Aira .


" Maaf maafin saya den , saya benar-benar tidak tau kalau itu bukan aunty Aira " , ujar pak Satpam menunduk ketakutan .


" Iya pak gapapa itu bukan salah bapak , bapak jangan takut saya hanya ingin menanyakan beberapa hal pada bapak " , jawab Azka setenang mungkin .


Setelah berbicara dengan pak satpam , Azka dan pak satpam beserta kepala sekolah langsung mengecek ke ruang CCTV , kebetulan sekolahan sikembar dilengkapi denga beberapa CCTV disetiap ruangan dan juga halaman depan termasuk taman bermain .


Azka mengerutkan dahinya bingung ketika melihat layar monitor yang memutar rekaman CCTV kejadian beberapa jam lalu tepatnya ketika Aira hilang karna dibawa oleh seseorang yang memakai pakaian serba hitam bahkan ia menutup semua wajahnya dengan memakai masker dan kacamata hitam tak lupa memakai topi , sehingga Azka sulit untuk mengenalinya .


Terlihat awalnya Aira seperti ketakutan namun orang itu mengembel-embel Aira untuk bertemu Ayah dan Bunda seraya menyodorkan beberapa coklat dan eskrim .


" Dari postur tubuhnya memang ia terlihat seperti seorang perempuan , tapi siapa ? " , batin Azka bingung , pasalnya ia tak pernah mempunyai musuh seorang perempuan .


Dan yang membuat Azka semakin bingun CCTV tidak bisa merekam nomor kendaraan yang digunakan orang itu , karna orang tersebut memarkirkan kendaraan sangat jauh dari area parkiran sekolahan sehingga tak bisa terlihat oleh CCTV.


" Sial , sepertinya ini semua sudah direncanakan dan Aira benar-benar hilang karna diculik " , batin Azka geram .


" Makasih banyak pak , bisa tolong kirimkan rekaman cctvnya ke ponsel saya " , Ujar Azka ketika sudah menonton rekamannya , tak lupa ia minta dengan sopan untuk dikirimkan .


Setelah rekaman cctvnya sudah dikirmkan , Azka langsung pamit tak lupa ia mengucapkan terimakasih dan juga meminta maaf karna sudah merepotkan.


Kepala sekolah menyarankan Azka untuk segera melapor ke kantor polisi dan Azka pun langsung mengiyakan , namun sebelum itu ia kembali menemui Naura dan yang lainnya yang masih menunggu didekat taman bermain .


Melihat kedatangan Azka , Naura langsung membrondong dengan pertanyaan-pertanyaan dari hasil rekaman CCTV .


Azka langsung menyerahkan ponselnya agar Naura bisa melihat sendiri hasil rekaman CTTV detik-detik Aira hilang .


" Azka yakin Aira telah diculik , dari rekaman CCTV pelaku sepertinya sudah merencanakan untuk menculik Aira " , Ujar Azka , dan membuat tangis bunda Shalwa dan mamih Kamila kembali pecah .


" Bunda dan Mamih sabar ya , tenang dulu Azka pasti dengan secepatnya bisa menemukan Aira " , Ujar Azka meyakinkan .


Naura dan Azka langsung pamit dan segera meninggalkan sekolahan , mereka bertekad akan mencari Naura dengan cara apapun .


Azka dengan cepat ia langsung menelpon salah satu anak buahnya , dan menginstruksi semua anak buahnya untuk mencari Aira , sedangkan Naura ia hanya mengirim pesan pada bang Angga dan menyuruh semua anak buahnya untuk mencari Aira , tak lupa mereka pun mengirimkan rekaman CCTV sebagai petunjuk .


" Aira kamu dimana nak ? " , gumam Nuara seraya memijat pelipisnya .


😘


😘


😘


Jangan lupa tinggalkan jejak , Like , Komen , Vote dan tambahkan ke favorit 💙 , terimakasih 🤗🤗🤗 .