The Power Of Love

The Power Of Love
Ruang UGD



Melihat hal itu Ayah Alex langsung menyiapkan mobil , dan bunda Shalwa langsung membawa Aira kedalam gendongannya dan mencoba menenangkan Aira yang sedari tadi menangis .


Ayah Alex akhirnya mengantarkan Azka dan Naura ke rumah sakit .


" Bun ayah antar Naura ke rumah sakit dulu ya ?" , pamit Ayah Alex .


" Iya yah , hati-hati dijalan ! , kabari bunda secepatnya jika ada kabar mengenai Naura " , jawab Bunda Shalwa .


Melihat Naura yang terus meringis kesakitan Ayah Alex semakin panik dan tak tega , begitu pun dengan Azka yang setia disamping istrinya , ia sudah membaca banyak doa yang ia hafal seraya terus menenangkan Naura .


" Kita ambil jalan pintas aja ya ! " , Ujar Ayah Alex panik .


" Iya yah " , jawab Azka cepat .


Naura sudah bercucuran keringat seraya terus menahan rasa sakit yang saat ini melanda .


" Bee sakit ? , ini beneran sakit banget bee " , Ucap Naura seraya memeluk erat tangan Azka .


" Iya ay sabar ya , kamu harus kuat ! , Insha Allah semuanya akan baik-baik aja " , Jawab Azka setenang mungkin seraya mengelap keringat didahi istrinya , Azka terus memcium kening dan juga pucuk kepala Naura .


" Ya Allah tolong lah selamatkan istri dan anak-anak hamba " , Tak tahu sudah berapa kali Azka berdoa meminta keselamatan untuk Naura dan anak-anaknya .


" Bee " , Panggil Naura pelan seraya menahan rasa sakitnya .


" Iya kenapa ay ? ",tanya Azka seraya menangkup wajah istrinya .


" Ma af maafin Naura , Naura gak bisa menjaga anak kita " , ucap Naura pelan seraya menikam air mata .


" Ay kamu jangan bicara seperti itu , bee yakin semua akan baik-baik aja , kamu wanita kuat , wanita hebat , kita bisa lewatin ini sama-sama ya " , Timpal Azka seraya menatap Naura .


" Tapi Naura sudah ga tahan lagi bee " , balas Naura lemah .


" Ngga kamu pasti ay , kamu harus bertahan ", ucap Azka .


" Ma af maafin Naura , bee " , Ujar Naura yang semakin melemah dan detik berikutnya ia langsung tak sadarkan diri .


" Ay , Ay bangun ! , bee mohon buka mata kamu ! , ay " , Azka mengguncangkan tubuh Naura pelan , ia semakin panik ketika melihat Naura tak sadarkan diri .


" Astagfirullah " , Ayah Alex sedari tadi terus melafadzkan ayat-ayat Allah seraya fokus mengemudi .


Ayah Alex menambah kecepatan laju mobilnya dan ia terus membunyikan klakson , berharap pengendara lain memberikannya jalan .


Walau banyak dari pengendara lain yang tak mengerti kondisinya , bahkan ada yang meneriakinya dengan amarah tapi akhirnya mereka sampai dirumah sakit .


Ayah Alex langsung berlari keruang sakit dan meminta bantuan pada suster ataupun dokter .


Sedangkan Azka ia langsung menggendong Naura dan membawanya ke rumah sakit.


Sebelum Azka berjalan terlalu jauh , Ayah Alex sudah kembali dengan seorang dokter dan beberapa suster yang membawa blankar .


" Baringkan saja disini pak ! ", Ujar Dokter pada Azka , dan Azka langsung mengangguk cepat .


Baju kaos Azka yang putih kini sudah berubah menjadi warna merah bahkan , Naura begitu banyak mengeluarkan darah bahkan baju daster yang Naura pakai pun sudah basah dengan darah .


Dengan empat Naura dibawa keruang UGD , ayah Alex dan Azka membantu mendorong blnkar dengan sedikit berlari .


" Mohon tunggu diluar ya pak , kami akan segera memeriksa pasien ! " , Ujar Dokter ketika Azka mengikuti suster ke ruang UGD .


" Tolong lakukan yang terbaik untuk istri saya ! " , mohon Azka seraya menangkup kedua tangannya didada .


" Pasti pak itu sudah tugas kami " , jawab Dokter mantap .


" Mohon dibantu juga dengan doa ya pak " , Ujar dokter lalu ia segera menutup ruang UGD .


" Ka , duduklah kita serahkan semuanya sama Allah ! , Insha Allah Naura dan anak-anaknya akan selamat " , Ujar Ayah Alex yang masih setia menunggu kabar tentang Naura .


" Aamiin , tapi Azka benar-benar tidak tenang yah kenapa dokter juga tak kunjung keluar padahal ini sudah lama Naura ada didalam ? " , Jawab Azka dan ia merasa sudah sangat lama menunggu Naura didepan ruang UGD .


" Dokter lagi menjalankan tugasnya kak " , Timpal Ayah Alex , dan Azka hanya mampu mengangguk lalu ia kembali mundar-mandir dan berdiri didekat pintu ruang UGD .


" Ya Allah apakah Naura sudah sadarkan diri di dalam ? " , batin Azka bertanya , ia benar-benar takut apalagi kejadian tadi didalam mobil masih terbayang sangat jelas dibenaknya .


Baju yang dikenakan Azka sudah kering dan mengeluarkan bau amis , sudah lama Naura berada diruang UDG dan juga dokter atau pun suster belum ada yang keluar sedari tadi .


Tak lama pintu ruang UGD terbuka menampilkan seorang dokter yang sedari tadi ditunggu oleh Azka .


" Bagaimana dok keadaan istri saya ? " Tanya Azka cepat .


Sang dokter hanya menggelengkan kepalanya .


" Maaf kami sudah berusaha semaksimal mungkin tapi Allah berkehendak lain " , Ujar sang dokter .


Azka langsung menarik kerah kemeja sang dokter .


" Dokter jangan becanda dengan saya , saya yakin istri dan anak saya baik-baik saja ! " , Ucap Azka merasa tak terima dengan apa yang dikatakan sang dokter .


Ayah Alex yang juga syok , namun ia masih bisa mengendalikan dirinya , Ayah Alex langsung mencoba melepaskan kedua tangan Azka yang masih memegang kerah baju sang dokter .


" Ka Istigfar " , Ucap Ayah Alex , dan Azka perlahan langsung melepaskan cengkraman tangannya dikerah baju sang dokter .


Azka langsung terduduk lemas dilantai .


" Dok jadi maksudnya bagaimana ? " , Tanya Ayah Alex berharap apa yang tadi ia tengah adalah salah .


" Bayi yang ada dikandungan ibu Naura tidak bisa diselamatkan dan kondisi ibu nya pun kini kritis " , tutur sang dokter .


" Astaghfirullah " , Ayah Alex langsung menutup kedua tangannya .


" Dan saya beserta tim harus segera mengeluarkan bayi yang masih berada di dalam perut ibu Naura , kami membutuhkan persetujuan dari suami ibu Naura atau pihak keluarga agar secepatnya bisa melakukan proses operasi " , Tutur sang dokter lagi .


" Dok tolong lakukan yang terbaik untuk anak saya " , Mohon Ayah Alex .


" Baik pak mari ikut saya untuk menandatangani surat " , Balas sang Dokter .


Namun disaat Ayah Alex akan mengikuti dokter , Azka bangun dari duduknya .


" Yah biar Azka yang melakukan nya , Azka suami sekaligus ayah kandung untuk bayi yang ada didalam perut Naura .


Ayah Alex mengangguk , lalu ia menepuk bahu Azka memberinya kekuatan .


" Jika bayi kalian tidak bisa diselamatkan lagi tapi Ayah yakin Naura akan selamat , Naura akan baik-baik saja ! " , Ujar Ayah Alex dengan kedua mata yang berkaca-kaca .


Azka mengangguk , lalu ia mulai mengikuti dokter dan melakukan sesuai dengan apa yang minta oleh dokter .


Tak lama Azka sudah kembali , diluar ruangan pintu UGD ternyata sudah banyak keluarganya , Azka langsung memeluk mamih Kamila .


Ia rasanya sungguh tak sanggup menjalani ini semuanya .


😘


😘


😘


Jangan lupa tinggalkan jejak like , komen , vote dan tambahkan ke favorit 💙 terimakasih 🤗🙏 .