
Melihat hal itu Ayah Alex langsung menyiapkan mobil , dan bunda Shalwa langsung membawa Aira kedalam gendongannya dan mencoba menenangkan Aira yang sedari tadi menangis .
Ayah Alex akhirnya mengantarkan Azka dan Naura ke rumah sakit .
" Bun ayah antar Naura ke rumah sakit dulu ya ?" , pamit Ayah Alex .
" Iya yah , hati-hati dijalan ! , kabari bunda secepatnya jika ada kabar mengenai Naura " , jawab Bunda Shalwa .
Melihat Naura yang terus meringis kesakitan Ayah Alex semakin panik dan tak tega , begitu pun dengan Azka yang setia disamping istrinya , ia sudah membaca banyak doa yang ia hafal seraya terus menenangkan Naura .
" Kita ambil jalan pintas aja ya ! " , Ujar Ayah Alex panik .
" Iya yah " , jawab Azka cepat .
Naura sudah bercucuran keringat seraya terus menahan rasa sakit yang saat ini melanda .
" Bee sakit ? , ini beneran sakit banget bee " , Ucap Naura seraya memeluk erat tangan Azka .
" Iya ay sabar ya , kamu harus kuat ! , Insha Allah semuanya akan baik-baik aja " , Jawab Azka setenang mungkin seraya mengelap keringat didahi istrinya , Azka terus memcium kening dan juga pucuk kepala Naura .
" Ya Allah tolong lah selamatkan istri dan anak-anak hamba " , Tak tahu sudah berapa kali Azka berdoa meminta keselamatan untuk Naura dan anak-anaknya .
" Bee " , Panggil Naura pelan seraya menahan rasa sakitnya .
" Iya kenapa ay ? ",tanya Azka seraya menangkup wajah istrinya .
" Ma af maafin Naura , Naura gak bisa menjaga anak kita " , ucap Naura pelan seraya menikam air mata .
" Ay kamu jangan bicara seperti itu , bee yakin semua akan baik-baik aja , kamu wanita kuat , wanita hebat , kita bisa lewatin ini sama-sama ya " , Timpal Azka seraya menatap Naura .
" Tapi Naura sudah ga tahan lagi bee " , balas Naura lemah .
" Ngga kamu pasti ay , kamu harus bertahan ", ucap Azka .
" Ma af maafin Naura , bee " , Ujar Naura yang semakin melemah dan detik berikutnya ia langsung tak sadarkan diri .
" Ay , Ay bangun ! , bee mohon buka mata kamu ! , ay " , Azka mengguncangkan tubuh Naura pelan , ia semakin panik ketika melihat Naura tak sadarkan diri .
" Astagfirullah " , Ayah Alex sedari tadi terus melafadzkan ayat-ayat Allah seraya fokus mengemudi .
Ayah Alex menambah kecepatan laju mobilnya dan ia terus membunyikan klakson , berharap pengendara lain memberikannya jalan .
Walau banyak dari pengendara lain yang tak mengerti kondisinya , bahkan ada yang meneriakinya dengan amarah tapi akhirnya mereka sampai dirumah sakit .
Ayah Alex langsung berlari keruang sakit dan meminta bantuan pada suster ataupun dokter .
Sedangkan Azka ia langsung menggendong Naura dan membawanya ke rumah sakit.
Sebelum Azka berjalan terlalu jauh , Ayah Alex sudah kembali dengan seorang dokter dan beberapa suster yang membawa blankar .
" Baringkan saja disini pak ! ", Ujar Dokter pada Azka , dan Azka langsung mengangguk cepat .
Baju kaos Azka yang putih kini sudah berubah menjadi warna merah bahkan , Naura begitu banyak mengeluarkan darah bahkan baju daster yang Naura pakai pun sudah basah dengan darah .
Dengan empat Naura dibawa keruang UGD , ayah Alex dan Azka membantu mendorong blnkar dengan sedikit berlari .
" Mohon tunggu diluar ya pak , kami akan segera memeriksa pasien ! " , Ujar Dokter ketika Azka mengikuti suster ke ruang UGD .
" Tolong lakukan yang terbaik untuk istri saya ! " , mohon Azka seraya menangkup kedua tangannya didada .
" Pasti pak itu sudah tugas kami " , jawab Dokter mantap .
" Mohon dibantu juga dengan doa ya pak " , Ujar dokter lalu ia segera menutup ruang UGD .
" Ka , duduklah kita serahkan semuanya sama Allah ! , Insha Allah Naura dan anak-anaknya akan selamat " , Ujar Ayah Alex yang masih setia menunggu kabar tentang Naura .
" Aamiin , tapi Azka benar-benar tidak tenang yah kenapa dokter juga tak kunjung keluar padahal ini sudah lama Naura ada didalam ? " , Jawab Azka dan ia merasa sudah sangat lama menunggu Naura didepan ruang UGD .
" Dokter lagi menjalankan tugasnya kak " , Timpal Ayah Alex , dan Azka hanya mampu mengangguk lalu ia kembali mundar-mandir dan berdiri didekat pintu ruang UGD .
" Ya Allah apakah Naura sudah sadarkan diri di dalam ? " , batin Azka bertanya , ia benar-benar takut apalagi kejadian tadi didalam mobil masih terbayang sangat jelas dibenaknya .
Baju yang dikenakan Azka sudah kering dan mengeluarkan bau amis , sudah lama Naura berada diruang UDG dan juga dokter atau pun suster belum ada yang keluar sedari tadi .
Tak lama pintu ruang UGD terbuka menampilkan seorang dokter yang sedari tadi ditunggu oleh Azka .
" Bagaimana dok keadaan istri saya ? " Tanya Azka cepat .
Sang dokter hanya menggelengkan kepalanya .
" Maaf kami sudah berusaha semaksimal mungkin tapi Allah berkehendak lain " , Ujar sang dokter .
Azka langsung menarik kerah kemeja sang dokter .
" Dokter jangan becanda dengan saya , saya yakin istri dan anak saya baik-baik saja ! " , Ucap Azka merasa tak terima dengan apa yang dikatakan sang dokter .
Ayah Alex yang juga syok , namun ia masih bisa mengendalikan dirinya , Ayah Alex langsung mencoba melepaskan kedua tangan Azka yang masih memegang kerah baju sang dokter .
" Ka Istigfar " , Ucap Ayah Alex , dan Azka perlahan langsung melepaskan cengkraman tangannya dikerah baju sang dokter .
Azka langsung terduduk lemas dilantai .
" Dok jadi maksudnya bagaimana ? " , Tanya Ayah Alex berharap apa yang tadi ia tengah adalah salah .
" Bayi yang ada dikandungan ibu Naura tidak bisa diselamatkan dan kondisi ibu nya pun kini kritis " , tutur sang dokter .
" Astaghfirullah " , Ayah Alex langsung menutup kedua tangannya .
" Dan saya beserta tim harus segera mengeluarkan bayi yang masih berada di dalam perut ibu Naura , kami membutuhkan persetujuan dari suami ibu Naura atau pihak keluarga agar secepatnya bisa melakukan proses operasi " , Tutur sang dokter lagi .
" Dok tolong lakukan yang terbaik untuk anak saya " , Mohon Ayah Alex .
" Baik pak mari ikut saya untuk menandatangani surat " , Balas sang Dokter .
Namun disaat Ayah Alex akan mengikuti dokter , Azka bangun dari duduknya .
" Yah biar Azka yang melakukan nya , Azka suami sekaligus ayah kandung untuk bayi yang ada didalam perut Naura .
Ayah Alex mengangguk , lalu ia menepuk bahu Azka memberinya kekuatan .
" Jika bayi kalian tidak bisa diselamatkan lagi tapi Ayah yakin Naura akan selamat , Naura akan baik-baik saja ! " , Ujar Ayah Alex dengan kedua mata yang berkaca-kaca .
Azka mengangguk , lalu ia mulai mengikuti dokter dan melakukan sesuai dengan apa yang minta oleh dokter .
Tak lama Azka sudah kembali , diluar ruangan pintu UGD ternyata sudah banyak keluarganya , Azka langsung memeluk mamih Kamila .
Ia rasanya sungguh tak sanggup menjalani ini semuanya .
😘
😘
😘
Jangan lupa tinggalkan jejak like , komen , vote dan tambahkan ke favorit 💙 terimakasih 🤗🙏 .