The Power Of Love

The Power Of Love
SURPRISE



Cukup berat rasanya bagi Azka dan Naura untuk meninggalkan pulau Phuket yang sangat berkesan , tapi rasa rindu yang menggebu ingin segera bertemu dengan semua keluarga dan sahabat pun sudah tak bisa ditahan lagi .


Sudah seminggu Azka dan Naura berpisah dengan semua keluarga dan sahabatnya sudah pasti merasakan rindu pasalnya hampir setiap hari mereka ketemu dan bersama .


Sebelum masuk ke bandara Azka dan Naura mengajak pak supir untuk makan disebuah caffe sebagai tanda perpisahan .


" Semoga lain waktu bisa main kesini lagi ya bro " , Ujar pak supir yang bernama Rizal .


" Iya bro Aamiin dan saya ingin sekali membawa semua sahabat saya ke sini pasti lebih seru , iya ngga Ay " , jawab Azka seraya meminta persetujuan pada Naura dan tangan Azka langsung meraih tangan Naura .


" Iya bee " , jawab Naura seraya mengangguk .


Dan mereka saat ini tengah menunggu pesanan makanan datang , tak lupa seraya menunggu pesanan datang , mereka bertiga berselfi ria untuk terakhir kalinya sebelum berpisah .


" Jangan lupa hasil fotonya kirim lewat Wa ya bro " , pinta Rizal ramah , dan Azka langsung mengangkat ibu jari tangannya pertanda siap .


Akhirnya makanan yang mereka pesan datang , dan ketiganya mulai menikmati makanannya masing-masing .


Setelah menghabiskan makanannya Azka dan Naura harus berpisah dengan Rizal , mereka mulai berpamitan dan Azka kembali memberi Rizal beberapa lembar uang merah muda .


" Bro jangan seperti ini sudah banyak kalian memberi saya " , tolak Rizal merasa tidak enak .


" Itu sudah rezeqi pak Rizal , ambil saja pak kami hanya sebagai perantara " , Timpal Naura tersenyum ramah .


" Iya benar bro ambil saja dan jika memang kamu menganggap saya teman " , Ujar Azka membenarkan perkataan Naura .


" Sekali lagi saya ucapakan banyak-banyak terimakasih , dan saya doakan semoga hubungan kalian langgeng dan segera mendapatkan momongan " , timpal Rizal mendoakan .


" Aamiin " , jawab Azka semangat .


" Aamiin , makasih atas doanya pak Rizal " , timpal Naura dan langsung dianggukan Rizal .


Lalu setelah itu Azka bersalaman dan berpelukan dengan Rizal sebagai tanda perpisahan , sedangkan Naura ia hanya menangkup kedua tangannya di dada seraya menganggukan kepalanya .


Kini Naura dan Azka sudah berada didalam pesawat , dan tak lupa kedua nya membaca doa sebelum pesawat lepas landas .


Naura dan Azka tersenyum senang , walau harus meninggalkan pulau Phuket namun sampai saat ini mereka masih belum percaya kalau mereka telah melakukan honeymoon .


Azka membawa tubuh kecil Naura ke dalam pelukannya , dan mencium pucuk kepala Naura yang terbalut hijab cukup lama .


" Makasih Ay , i love you " , ujar Azka mengutarakan perasaannya .


" Makasih kembali juga bee , love you too " , jawab Naura seraya mengeratkan pelukannya pada Azka .


Karena malu dengan pramugari yang berjalan melewati mereka , Naura langsung melepaskan pelukannya .


" Kenapa ? " , tanya Azka mengerutkan dahinya .


" Malu bee , pramugari itu tadi ngelihatin kita " , jawab Naura dengan menampilkan barisan giginya .


Azka hanya menggelengkan kepala , lalu ia merangkul bahu Naura agar Naura bersandar di dada bidangnya .


Perjalanan kali ini Azka dan Naura asik mengobrol saling mengutarakan perasaan masing-masing setelah melakukan honeymoon , sampai pada akhirnya rasa kantuk datang dan mereka pun tertidur karna perjalan sampai ke tanah air masih cukup lama .


*****


Sekitar pukul 9 malam Naura dan Azka baru sampai di bandara Soekarno Hatta , Azka dan Naura celingukan mencari supir keluarganya yang sudah ditugaskan untuk menjemput mereka karna tadi Naura sudah memberi kabar tentang kepulangan mereka .


Azka dan Naura memutuskan untuk menunggu terlebih dahulu , siapa tahu supir keluarganya masih diperjalanan menuju kesini .


Sudah hampir setengah jam lebih Azka dan Naura menunggu tapi supir keluarganya belum juga datang .


Azka dan Naura mencoba menghubungi kembali keluarganha tapi kali ini semua ponselnya tidak aktif , bahkan ponsel pak supir pun ikut tidak aktif .


" Terus gimana ini bee ? , kita sudah lama loh nunggu disini " , tanya Naura seraya cemberut .


" Ya sudah kita naik taksi aja Ay " , ajak Azka yang memutuskan untuk naik taksi dari pada harus menunggu lebih lama lagi .


" Tapi kalau pak supir datang gimana bee kan kasihan juga ? " , timpal Naura yang merasa serba salah .


" Gapapa Ay , nanti pasti pak supir nelpon kok dari pada kita nunggu semakin lama disini ditambah semua ponsel mereka juga tidak aktif " , jawab Azka panjang lebar .


Naura hanya menganggukan kepalanya lemah , lalu kedua nya mulai berjalan untuk mencari taksi dengan semua barang bawaan yang lumayan banyak .


Tak membutuhkan waktu lama , Naura dan Azka pun sudah menemukan taksi dan semua barang-barang yang mereka bawa sudah dimasukan bagasi dibantu oleh supir taksi .


" Bee kira-kira semua pada kemana ya ? , apa iya semua sudah tidur ? , tapi Ayah tadi kan bilang kalau kita dijemput sama pak supir " , tanya Naura beruntun dan ia merasa sedikit aneh .


" Ga tau ay , bee juga pusing tapi semoga semua baik-baik aja " , jawab Azka positif thinking .


" Aamiin " , jawab Naura .


Naura mengecek ponselnya berharap ada kabar atau balasan chat dari keluarga atau para sahabatnya tapi ternyata sampai saat ini tak ada yang memberikan kabar atau balasan bahkan ponsel mereka masih tidak aktif .


" Sudah ay gapapa lagian kita bentar lagi juga sampai rumah " , Ujarr Azka yang merhatikan Naura masih sibuk menghubungi keluarga dan para sahabatnya .


" Hmmm iya bee " , dehem Naura pelan seraya memasukan kembali ponselnya kedalam tas .


Setelah hampir setengah jam lebih perjalanan , taksi yang ditumpangi Azka dan Naura berhenti tepat didepan rumah Ayah Alex .


" Kok rumah Ayah gelap banget sii bee ? " , tanya Naura heran sekaligus menjadi khawatir .


" Iya ya gak seperti biasanya " , jawab Azka seraya celingukan .


Azka dengan cepat langsung menurunkan semua barang-barang bawaan mereka dibantu supir taksi lalu Azka menyerahkan beberapa lembar uang berwarna merah muda pada supir taksi .


" Ini kebanyakan den " , tolak supir taksi .


" Gapapa pak sudah ambil saja semuanya itu sudah rezeqi bapak " , timpal Naura ramah .


" Makasih banyak non , aden " , balas pak supir ramah dan dianggukan dengan kompak oleh Azka dan Naura .


Dengan susah payah Azka dan Naura membawa barang bawaannya masuk kedalam , tapi ada yang cukup aneh pintu gerbang rumah Ayah Alex tidak terkunci dan lagi gak ada security yang biasa jaga , bahkan pos securitynya juga kosong .


Karna merasa khawatir dengan keadaan semua keluarganya , Azka dan Naura dengan cepat langsung masuk ke dalam rumah .


Dan lagi-lagi ketika meraka sudah masuk rumah , keadaan rumah sangat gelap dan pintu pun tidak terkunci .


" Ayah , Bunda " , teriak Naura khawatir .


" Aira , Abang Azzam , Abang Azim " Teriaknya lagi .


Dan berbarengan dengan itu listrik menyala terang .


" SURPRISE " , Teriak semuanya bahkan semua keluarga dan sahabatnya ikut hadir .


Naura yang kaget dengan listrik yang tidak tiba-tiba menyala , ia dengan refleks langsung teriak dan memeluk Azka , namun setelah mendengarkan suara keluarga dan sahabatnya ia langsung melepaskan pelukannya dengan kedua pipi memerah .


" Ciee yang udah honeymoon " , ledek semuanya kompak .


😘


😘


😘


Jangan lupa tinggalkan jejak Like , komen ,Vote dan tambahkan ke favorit 💙 , terimakasih 🤗🤗🙏 .