The Power Of Love

The Power Of Love
Bab 72 - Xue Ling Shen Zun Chu Guang



            Ang Ngo Gong Zhu yang kembali dari Bei Hai karena


merindukan Li Ming Shen Jun, terkejut dengan situasi di Lan Hua Gu. Tidak


berselang lama, Ang Ngo Gong Zhu sudah dikurung di dalam kamarnya, sementara Li


Ming Shen Jun tidak lagi mau melihatnya. Li Ming Shen Jun hanya menemaninya


beberapa hari, untuk mengetahui kondisi anaknya. Memastikan anaknya sudah aman


di Bei Hai Gong, Li Ming Shen Jun tanpa perasaan, membuang Ang Ngo Gong Zhu


menjadi korban makhluk api.


            Xue Ling Shen Zun chuguang tepat setelah biguang 200


tahun, menghilangkan auranya, mengendap-ngendap keluar dari tempat biguangnya.


Di saat Xue Ling Shen Zun, berjalan perlahan mendekati Han Ling Shen Jun, bibir


Han Ling Shen Jun terangkat. Tanpa aba-aba, angin berhembus, menarik Xue Ling


Shen Zun ke pangkuan Han Ling Shen Jun. Tangan Han Ling Shen Jun langsung


melingkar di tubuh Xue Ling Shen Zun, Han Ling membuka matanya, tersenyum


menatap Xue Ling yang memajukan bibirnya.


            “Fu Ren… baru saja chuguang… sudah mau berulah, bahkan Fu


Jun pun dikerjai !” Han Ling tersenyum menatap Xue Ling yang cemberut di


pelukannya. “dari mana Fu Jun tahu aku sudah chuguang ? aku sudah menghilangkan


auraku !” Xue Ling protes. Han Ling tersenyum, membelai rambut Xue Ling “Fu Jun


mengenal wangi tubuh Fu Ren kesayanganku ini.” Xue Ling membuka mulutnya, tapi


tidak ada kata yang keluar.


            Han Ling tersenyum, mengecup kening Xue Ling “baru saja


chuguang, apakah lelah ?” Xue Ling mengangguk “agak penat !” Han Ling memeluknya


“bagaimana ? apa sudah pulih ?” Xue Ling mengangguk “aku sudah baik-baik saja


!” Han Ling tersenyum manis “sangat baik…” menggendong Xue Ling “ayo, kita


hilangkan kepenatanmu… kau harus beristirahat dengan baik !” Xue Ling


tersenyum, merangkulkan kedua tangannya di pundak Han Ling.


            “Han ge, apa yang kau lakukan selama ini ?” Xue Ling


bertanya dari dalam pelukan Han Ling “biguang…” Han Ling menjawab santai “apa


tidak ada hal apapun yang terjadi ?” Xue Ling kembali bertanya. Han Ling


tersenyum “Xiao Xue, kau sudah tahu hal yang terjadi kan !” Xue Ling cemberut “Han


ge, aku ingin mengetahui semua ceritanya !” protes.


            Han Ling mengusap-ngusap punggung Xue Ling “nanti saja,


aku masih merindukanmu !” Xue Ling tersenyum “merindukanku ?” Han Ling


mengangguk “sangat merindukanmu !” mencium seluruh wajah Xue Ling “Xiao Xue,


jika bukan untuk kepulihanmu, aku tidak akan sanggup tidak melihatmu begitu


lama ! 200 tahun ini sangat menyiksaku !” mencium tubuh Xue Ling.


            Xue Ling protes “Han ge, kau yang memaksaku melakukan hal


ini !” Han Ling mengangguk “lain kali, aku akan langsung ikut biguang bersamamu


! aku tersiksa, tidak merasakan keberadaanmu di sisiku !” sambil melanjutkan


aksinya. Xue Ling cemberut “Han ge, aku baru saja chuguang, kau sudah


melelahkanku lagi !” Han Ling tersenyum “kau harus membalas penantianku selama


ini, Xiao Xue, cintai aku !” tidak mempedulikan protes Xue Ling.


            Han Ling tersenyum lembut membelai wajah tidur Xue Ling


“Fu Ren-ku, kau harus beristirahat dengan baik beberapa bulan, sebelum mengurus


semua persoalan itu. Xiao Xue, semua bisa menunggu tapi aku tidak mau mengambil


resiko sesuatu terjadi lagi padamu !” mengecup kening Xue Ling. Han Ling


menghela nafas ‘Xiao Xue, jangan mengira aku tidak mengetahui sifatmu. Begitu


mengetahui hal yang terjadi dan keberadaan Permata Nila, kau akan langsung bertindak


kembali. Aku hanya meminta sedikit waktu untuk bersamamu huh…’ tertidur memeluk


Xue Ling.


            Han Ling tidak mengabarkan berita chuguangnya Xue Ling


Shen Zun. Semua mengetahui keduanya yang sedang biguang. Semua dayang di Xue


chuguangnya Xue Ling Shen Zun dan Han Ling Shen Jun.


            “Han ge, kau mau mengurungku sampai kapan ?” Xue Ling


protes “hmm… selamanya !” Han Ling menjawab tanpa membuka mata. Mata Xue Ling


terbelalak “Han Ling Shen Jun…” menghardik Han Ling. Han Ling menekan satu


jarinya di bibir Xue Ling “shu… jangan bersuara… temani aku tidur sesaat lagi


!” Xue Ling merengek “Han ge…”


            Han Ling menurunkan tubuhnya, masuk ke pelukan Xue Ling,


memeluknya dengan erat “menurutlah… aku akan memberikan Permata Nila padamu !”


Xue Ling cemberut “Han Ling Shen Jun, kau mencari kesempatan dalam kesempitan


!” kesal. Han Ling menggeleng “aku hanya ingin lebih lama bersama Fu Ren-ku,


bukan mencari kesempatan dalam kesempitan ! Fu Ren, tidurlah ! atau ingin


berolahragaa ?” mengangkat kepalanya dengan wajah nakal”. Xue Ling merengek


“tidak mau…” Han Ling tersenyum nakal, mencium bibir Xue Ling dan memberinya


olahraga kembali.


            Han Ling menggelengkan kepala menatap Xue Ling yang


tertidur kembali karena kelelahan “benar-benar Shen Zun yang sangat aktif


sekali haih… bahkan menahanmu beberapa saat saja tidak dapat kulakukan haih…


hanya tinggal satu Permata Merah… entah bagaimana rencana Xiao Xue untuk


menemukannya ! apakah Xiao Xue adalah dewi terpilih itu ?”  Han Ling memiliki kecemasan tersendiri.


            Han Ling merenung sambil melihat wajah tidur Xue Ling


‘sesaat lagi akan terjadi peperangan, Xiao Xue pasti akan ikut serta di


dalamnya. Perang ini hanya dapat menunda waktu sesaat saja. Berdasar sifat Xiao


Xue, mengetahui hal yang terjadi di Bei Hai, pasti akan menyempatkan waktu


melihat kesana. Diantara kami semua, tidak ada yang menumbuhkan Permata Merah.


Apa Xiao Xue ?’ mengerahkan sihir memeriksa tubuh Xue Ling ‘aku tidak dapat


merasakan keberadaan hal asing dalam tubuhnya !’ mengerutkan kening.


            Beberapa hari kemudian, Han Ling akhirnya membebaskan Xue


Ling “Han ge, Permata Nila…” mengeluarkan tangannya pada Han Ling. Han Ling


tersenyum, menggelengkan kepala, menyihir sebuah kotak. Han Ling memberikan


kotak itu pada Xue Ling “apa kau tidak ingin tahu bagaimana kami mendapatkan


Permata Nila ini ?” Xue Ling membuka kotak dan melihat Permata Nila,


mengangguk, seakan menunjukkan cukup puas dengan Permata Nila itu.


            Xue Ling menutup kotak dan menatap Han Ling “Han ge,


bukankah mengatakan akan menceritakan kisah selengkapnya padaku !” Han Ling


memainkan wajahnya, mengangguk “hmm… sepertinya memang yang mulia ada


mengatakannya !” menunjuk bibirnya. Xue Ling tersenyum manis, mengecup bibir


Han Ling. Han Ling tersenyum, menarik Xue Ling ke pelukannya “kemarilah !”


menarik Xue Ling duduk.


            Han Ling menceritakan semua hal dari saat Xue Ling mulai


biguang hingga berita terakhir yang diketahuinya, sebelum menyusul Xue Ling


biguang. Xue Ling tidak memotong, membiarkan Han Ling menceritakan semua dari


awal hingga akhir. Xue Ling mengolah semua informasi dari Han Ling dalam


benaknya. Han Ling memantau reaksi Xue Ling selama menceritakan hal yang


terjadi. Beberapa kali Han Ling melihat Xue Ling yang mengerutkan kening selama


dia bercerita. Han Ling mengingat semua reaksi Xue Ling pada bagian cerita yang


membuatnya mengerutkan kening, seakan sedang memikirkannya.


            Han Ling yang tidak mendapat tanggapan dari Xue Ling,


tetap melanjutkan semua ceritanya hingga selesai. Setelah Han Ling selesai


bercerita, Xue Ling nampak masih terdiam memproses semua informasi yang baru


saja dia dapatkan. Han Ling dengan sabar menunggu tanggapan dan reaksi dari Xue


Ling.