
“Fu
Wang, gadis itu sudah mengatakan akan datang ke perayaan di Xi Hai Gong.
Menurut anda, apa gadis itu akan menjalankan kata-katanya ?” kakak kedua Ho er
penasaran dengan keberanian sang gadis yang mempermalukan adik arogannya “hmm…
jikapun dia datang, jangan sampai terjadi keributan di sini. Sekarang, sangat
banyak tamu yang datang, ingin menikmati perayaan. Tidak boleh ada kesalahan !”
sang ayah memperingati “baik Fu Wang, menurut perintah !” anak-anaknya memberi
hormat bersamaan.
Sangat banyak dewa dewi yang berdatangan dari berbagai
penjuru “kudengar, satu-satunya Putri di Xi Hai sudah berteman dengan kedua
Lumba-Lumba dari lahir. Kali ini Putri yang akan mengawasi penyatuan kedua
jenis berlainan warna Lumba-Lumba itu.” “tapi aku mendengar, karena merasa
memiliki kelebihan dan dimanja oleh seluruh keluarga, membuat Tuan Putri ini
mempunyai sifat yang tidak baik.” “hmm… beberapa hari yang lalu terdengar rumor
sang putri membuat masalah di pusat keramaian dan menyinggung seorang gadis. Gadis
itu menghukumnya terikat di atas tiang sehari semalam, bahkan Xi Hai Shui Jun
dan Pangeran kedua pun tidak dapat mematahkan hukumannya” “ah benarkah ? siapa
yang begitu berani menyinggung Xi Hai Gong, di tempatnya sendiri !” terdengar pembicaraan
di antara dewa dewi.
“shu… jangan sembarangan berkata… ku dengar di perayaan
kali ini, kemungkinan Shen Zun dan beberapa Zun Wang akan datang, sebaiknya
jangan sembarang mengeluarkan kata-kata yang tidak baik…” salah seorang dewi
memperingati “hmm… perayaan Xi Hai kali ini bisa begini ramai, selain karena
kedua jenis Lumba-Lumba langka ini, juga karena adanya kemungkinan Shen Zun
akan datang” dewa lain berguman.
“Hmm… sangat penasaran bagaimana rupa Shen Zun ini…
katanya lebih cantik dari Yue Shen dan Tian Hou…” “Tiap Zun Wang memiliki paras
yang sangat menawan, pantas saja semua berbondong-bondong datang, penasaran
dengan paras Shen Zun…” “tentu saja, walau penyatuan Lumba-Lumba ini sangat
langka tapi hanya untuk hiburan semata… berbeda dengan Shen Zun, segala hal
yang berhubungan dengan Shen Zun, selalu menjadi gosip terbesar di Si Hai Ba
Huang.” Beberapa dewa dewi itupun tertawa bersama-sama menyelesaikan
pembicaraan.
Di tengah banyaknya percakapan yang terjadi, pihak Xi Hai
Gong juga sudah bermunculan, menjamu para tamu dewa dewi yang berdatangan. “Ho
er, apa gadis itu datang ?” Pangeran pertama bertanya “hmm… aku juga tidak tahu
ge… aku sendiri tidak melihat rupa gadis itu ! tapi ge, tampaknya kau lebih
penasaran dari padaku dan meimei yang masih tidak terima dipermalukan” Pangeran
kedua menatap Pangeran pertama dengan mata menyelidik.
Pangeran pertama tersenyum “aku memang sangat penasaran
dengan gadis itu ! kalau gadis itu lumayan cantik, aku akan menikahinya…” “ge…”
Pangeran keduaa tercengang mendengar pernyataan Pangeran pertama “haiya, untuk
apa kau terkejut seperti itu ? bukankah ini baik ? gadis itu lebih mengetahui
sopan santun dan aturan… dan dia berani menghukum Heng er…” Pangeran pertama
tersenyum “tapi ge, kau bahkan tidak mencintainya…” Pangeran kedua mengingatkan.
Pangeran pertama memberikan senyuman lembut “apa artinya
cinta ? cinta dapat pelan-pelan dibina…” Pangeran kedua menatap Pangeran
pertama “tapi ge…” Pangeran pertama menatap intens Pangeran kedua “Ho er, bagi
kita ini, yang paling utama adalah menjaga perdamaian Xi Hai…Heng er selalu
berbuat ulah… jika gadis itu dapat merubahnya, hal itu juga merupakan suatu hal
yang baik” Pangeran kedua mengangguk “ge, pemikiranmu juga ada benarnya… Heng
er memang sudah dirusak oleh kasih sayang kita… tapi ge, pernikahan bukanlah
mainan… kau harus memikirkan kebahagiaanmu…”
Pangeran pertama tertawa kecil “Ho er, bagaimana
menurutmu gadis yang menghukum Heng er ? gadis yang sopan, tahu aturan, tidak
kau bahkan belum pernah melihat gadis itu !” Pangeran pertama mengangguk “dari
info yang kudapatkan, gadis itu sangat ceria dan polos… tapi saat tidak dapat
menasehati Heng er, langsung turun tangan…”
Pangeran kedua teringat akan info yang didapatnya “ge,
jangan lupa disampingnya ada seorang pria…” Pangeran pertama yang mendengar
perkataan Pangeran kedua menunduk “hmm… Heng er menyebutnya gadis ingusan,
harusnya usianya masih kecil… mengenai pria di sampingnya, setelah bertemu
dapat memahami situasinya terlebih dahulu… gadis sekecil itu, tidak mungkin
sudah memiliki pasangan. Tapi dimana Heng er ? apa dia sudah bersiap ?”
Pangeran kedua mengangguk “die sudah berulang kali
memperingatinya untuk tidak berbuat kesalahan pada perayaan ini. Heng er sudah pergi
bersiap. Die kali ini juga sudah tidak menoleransi perbuatannya. Die menurunkan
titahnya, jika Heng er melakukan hal buruk dalam perayaan kali ini makan Heng
er akan dihukum ke pondok Li Dan selama 200 tahun” Pangeran pertama cekikikan “seharusnya
sudah dari dulu seperti itu padanya…” Pangeran kedua pun tersenyum sambil
menghela nafas.
Berbeda dengan kedua pangeran yang bisa bercanda tawa,
Putri Arogan yang dipanggil Heng er, sedang menekan emosinya yang berlebihan. Putri
arogan tidak berani melawan perintah ayahnya, lebih tidak mau dikirim ke Pondok
Lin Dan menjauhi segala fasilitas dan kemewahan yang bisa dia dapatkan di Xi
Hai Gong. Dengan wajah cemberut, Putri Arogan mempersiapkan dirinya di bantu
para dayang untuk memulai penyatuan kedua jenis Lumba-Lumba.
“Putri, jangan emosi lagi… kali ini Da Wang memang sangat
emosi… selama ini Da Wang sudah berusaha menaikkan pamor anda di hadapan dewa
dewi lainnya. Sampai saat ini, siapa yang tidak tahu Xi Hai Xiao Gong Zhu
adalah pemilik kedua jenis Lumba-Lumba langka ! tapi karena insiden anda terjadi
pada perayaan kali ini, membuat pamor yang dibangun Da Wang dengan susah payah
menjadi pertanyaan dan bahan gosip di mulut dewa dewi.” Seorang dayang
menasehati sang putri.
“Putri, sebaiknya anda mengikuti nasihat Da Wang,
sementara tahan emosi anda. Ingin balas dendam, tidak perlu terburu-buru. Hamba
yakin setelah perayaan ini berakhir, Da Wang dan kedua Wang Zi akan membantu
anda balas dendam dengan senang hati” dayang lain ikut menasehati. “Tuan Putri,
jika anda tidak dapat menahan diri, yang rugi juga anda sendiri !” dayang yang menasehati,
melirik Putri Arogan dengan kekhawatiran.
“tapi aku tidak terima… sangat tidak terima… ingin aku
menahan emosi, harus pura-pura tersenyum disaat hatiku sedang emosi adalah
sesuatu yang sangat susah dilakukan… jika aku tidak bertemu dengan gadis
ingusan itu, masih bisa kutahan dengan susah payah… jika sampai gadis ingusan
itu datang, ini merupakan kesempatan buatku… bagaimana mungkin aku melepaskan
kesempatan untuk membalas dendam ini ???” sang Putri Arogan berteriak dengan emosi
ke para dayangnya.
“Putri jangan emosi… Putri jangan emosi…” semua dayang
berlutut “Putri, tidak dapat bertahan pun harus tetap bertahan… Da Wang sudah
memperingatkan anda… bertahan 3 hari untuk terlepas dari hukuman 200 tahun,
bukankah hal ini adalah hal baik… Putri, demi keselamatan anda sendiri, anda
harus bertahan !” ketiga dayang menyemangati sang Putri Arogan.
Sang Putri Arogan menghentakkan kakinya “Fu Wang sudah
tidak menyayangiku lagi !” protes dengan wajah kesal. Sang dayang berdiri,
kembali mendandani sang Putri Arogan “Tuan Putri-ku, anda adalah putri
satu-satunya, bagaimana mungkin Da Wang tidak menyayangi anda ! Da Wang
melakukan ini juga demi anda… Da Wang berusaha membangun image anda yang baik
dan berpotensi diluaran bukanlah semua ini untuk anda !”