The Power Of Love

The Power Of Love
Bab 105 - Memilikimu



“Han ge… Han ge… sini… sini…” Xue Chun Ling berteriak


sambil memanjat pohon besar di hadapannya. Han Ling tersenyum dari bawah,


menggeleng-gelengkan kepalanya “Xiao Xue, Han ge ambilkan untukmu, bagaimana ?”


“tidak… tidak seru kalau Han ge mengambilnya memakai sihir… shu…” Xue Chun Ling


mengendap-endap di atas pohon.


“apa yang dilakukannya ?” Shui Ling dan Ling Siang


menghampiri Han Ling. Han Ling menghela nafas “menangkap kadal !” “kadal ?”


keduanya mengerutkan kening. “yey… aku dapat…” Han Ling langsung menangkap Xue


Chun Ling yang melompat dari atas pohon.


“Xue Jie, apa yang ada di tanganmu itu ?” Shui Ling


bertanya sambil melihat sebuah bulatan yang lonjong di tangan Xue Chun Ling.


“dia sangat hebat, bisa berubah warna…” Xue Chun Ling melihat bulatan di


lengannya dengan mata besar “kita bersihkan tubuhmu !” Han Ling menawarkan.


“eng…” Xue Chun Ling menggeleng dengan wajah cemberutnya “aku masih mau main !


sebentar ya ya ya…” merengek ke Han Ling.


Han Ling berpura-pura berfikir “hmm…” “Han ge…” Xue Chun


Ling merajuk, Han Ling menunjuk pipinya. Xue Chun Ling mengecup pipi Han Ling


membuatnya tersenyum “baiklah, tapi hanya sebentar…” Xue Chun Ling tertawa


ceria dan berlari membawa bulatan di tangannya, semua mengikuti langkah


cerianya. Xue Chun Ling menurunkan bulatan di tangannya, yang segera berubah


warna seperti tempat berpijaknya “Han ge, lihat dia…”.


Xue Chun Ling berlarian kesana-kemari, membawa beberapa


benda di tangannya. Xue Chun Ling duduk bersila di samping Han Ling yang


menjaga bulatan kecil tidak hilang ataupun lari “Xue Jie, apa yang mau anda


lakukan ?” Ling Siang bertanya, duduk di hadapan Xue Chun Ling. “membuatkannya


rumah…” Xue Chun Ling menjawab singkat.


Han Ling membelai kepala Xue Chun Ling “aku membantumu,


bagaimana ?” Xue Chun Ling mengangguk, Han Ling tersenyum manis “apa bisa


menggunakan sihir ?” Han Ling bertanya kembali. Xue Chun Ling melihat bulatan


kecilnya yang tenang di atas batu “baiklah…” Han Ling membelai kepala Xue Chun


Ling sambil tersenyum “menyingkirlah…” Xue Chun Ling mengangkat bulatan kecil


ke tangannya, memberi ruang untuk Han Ling.


Han Ling mengerahkan sihir, merubah bahan-bahan yang


sudah di siapkan Xue Chun Ling dan tempat di sekitar. Saat Han Ling


menyelesaikan sihirnya, sebuah hutan kecil terbentuk. Ada pohon pendek hanya


setinggi Xue Chun Ling, ada gunung kecil, ada air terjun kecil, bebatuan dan


danau kecil “Xiao Xue, apa kah begini sudah cukup ?” Xue Chun Ling mengamati


hutan kecil ciptaan Han Ling “hmm… Han ge, sangat bagus…” memuji kinerja Han


Ling.


Xue Chun Ling menurunkan bola kecil itu “apa kau


menyukainya ?” bertanya sambil melihat bulatan kecil itu. Bulatan kecil


bergerak perlahan hingga terlihat dua bulatan hitam kecil yang merupakan


matanya. Hewan bulat itu mengangkat wajahnya mengamati sekeliling dan kembali


ke Xue Chun Ling, mengangguk-angguk, berjalan perlahan ke dekat danau. Terlihat


lidahnya yang menjulur-julur merasakan segarnya air di danau.


Han Ling membawa Xue Chun Ling membersihkan tubuhnya “Han


ge, kenapa kau juga ikut ?” Xue Chun Ling cemberut dan protes, melihat Han Ling


juga ikut masuk ke permandian. Han Ling menarik Xue Chun Ling masuk ke


pelukannya, Xue Chun Ling segera menutup dadanya “a… apa yang kau lakukan ?”


tergagap dengan wajah memerah.


Han Ling tersenyum memanjakan, mengangkat wajah Xue Chun


Ling, menatap matanya dan melihat ke bibir pink kecil yang agak bergetar. Han


Ling menurunkan wajahnya, mencium bibir pink kecil yang terkejut “Xiao Xue,


sudah kembali mencium bibir Xue Chun Ling dan menuntunnya untuk membalas


ciuman.


Tangan Han Ling membuka pakaian dalam Xue Chun Ling. Xue


Chun Ling panik, menahan pakaiannya. Han Ling menatapnya, mengambil tangan Xue


Chun Ling yang menahannya, menaruhnya di pundaknya sendiri. Han Ling menurunkan


wajahnya, mengecup ceruk leher jenjang Xue Chun Ling “Han ge…” Han Ling


meneruskan aksinya, tangannya membuka pakaian dalam Xue Chun Ling hingga kedua


benda kenyal terlihat jelas di hadapannya.


Tangan Han Ling menangkup salah satu benda kenyal Xue


Chun Ling, membuat tubuh Xue Chun Ling seperti tersengat listrik, tidak mampu


bergerak “Xiao Xue, kau adalah milikku… aku sudah tidak bisa menahannya…”


berkata sambil mencium dada Xue Chun Ling hingga ke benda kenyal yang masih


bebas dari genggamannya.


Xue Chun Ling tidak berani bergerak, membiarkan Han Ling


menguasai tubuhnya. Melihat ketegangan Xue Chun Ling, Han Ling berhenti sejenak


“kita lanjut di ranjang…” menghilangkan kedua tubuh mereka dari permandian dan


langsung muncul di ranjang “Xiao Xue, aku akan perlahan…” kembali mencium bibir


Xue Chun Ling, menelusuri seluruh tubuhnya, berusaha membuat Xue Chun Ling


melepas ketegangannya.


Xue Chun Ling perlahan menikmati yang dilakukan Han Ling


padanya “Xiao Xue, aku mencintaimu…” menyatukan diri mereka “argh… Han ge…” Xue


Chun Ling menggigit bibirnya, merasa tubuhnya yang tercabik. Han Ling mencium


bibir Xue Chun Ling dengan lembut, membuat tubuhnya terbiasa dan menerima hal


baru dalam tubuhnya. Han Ling perlahan bergoyang, memastikan Xue Chun Ling


sudah tidak merasa sakitnya, menambah kecepatan goyangan.


Xue Chun Ling merasakan pengalaman pertama yang


membuatnya menjadi wanita “Han ge, ini sudah berapa kali !” protes dengan


tubuhnya yang kelelahan. Han Ling mempercepat goyangannya karena sudah


mendekati puncak kenikmatan “Xiao Xue, kau adalah canduku… berapa kalipun tidak


cukup… ah…” menumpahkan benihnya untuk yang kesekian kali dalam rahim Xue Chun


Ling.


Melihat Xue Chun Ling yang bahkan tidak mampu berkata


apapun lagi, Han Ling akhirnya berhenti “kita bersihkan diri dan tidur !”


membujuk dan mengecup kening Xue Chun Ling yang hanya dapat mengangguk sedikit.


Han Ling memandikan Xue Chun Ling, melihat tubuhnya, hasratnya naik kembali,


tapi di redam karena Xue Chun Ling sudah terlelap.


Han Ling memeluk Xue Chun Ling di ranjang “Xiao Xue,


apakah performaku memuaskanmu ? Xiao Xue-ku, aku sangat mencintaimu ! hatimu


ini adalah milikku” mengecup dada Xue Chun Ling, masuk ke pelukannya dan


mendengar detakan jantung yang stabil “tubuh Xiao Xue sudah pulih !” ‘Xiao Xue,


aku sangat bahagia… bisa bersama denganmu, aku sangat bahagia… kau adalah


wanitaku satu-satunya… semua impianku adalah dirimu… kau adalah rumahku,


tempatku pulang dan menetap. Xiao Xue, apakah kau menemukan rumahmu juga padaku


? aku tahu yang kulakukan agak memaksa… aku… aku tidak mempunyai kesabaran


untuk mengejarmu seperti yang dulu kau lakukan… semenjak kau kembali, aku sudah


tidak mau berpisah lagi darimu… Xiao Xue, maaf, memaksamu seperti ini, tapi aku


tidak sanggup berjauhan darimu’.


Han Ling menghela nafas “Xiao Xue, aku akan menggunakan


nyawaaku untuk menjagamu dan melndungimu… aku akan semakin mencintaimu hingga


dapat masuk ke dalam hatimu ini… Xiao Xue, aku mencintaimu !” memeluk erat,


mengecup kening Xue Chun Ling dan terlelap.