
“Han ge… Han ge… sini… sini…” Xue Chun Ling berteriak
sambil memanjat pohon besar di hadapannya. Han Ling tersenyum dari bawah,
menggeleng-gelengkan kepalanya “Xiao Xue, Han ge ambilkan untukmu, bagaimana ?”
“tidak… tidak seru kalau Han ge mengambilnya memakai sihir… shu…” Xue Chun Ling
mengendap-endap di atas pohon.
“apa yang dilakukannya ?” Shui Ling dan Ling Siang
menghampiri Han Ling. Han Ling menghela nafas “menangkap kadal !” “kadal ?”
keduanya mengerutkan kening. “yey… aku dapat…” Han Ling langsung menangkap Xue
Chun Ling yang melompat dari atas pohon.
“Xue Jie, apa yang ada di tanganmu itu ?” Shui Ling
bertanya sambil melihat sebuah bulatan yang lonjong di tangan Xue Chun Ling.
“dia sangat hebat, bisa berubah warna…” Xue Chun Ling melihat bulatan di
lengannya dengan mata besar “kita bersihkan tubuhmu !” Han Ling menawarkan.
“eng…” Xue Chun Ling menggeleng dengan wajah cemberutnya “aku masih mau main !
sebentar ya ya ya…” merengek ke Han Ling.
Han Ling berpura-pura berfikir “hmm…” “Han ge…” Xue Chun
Ling merajuk, Han Ling menunjuk pipinya. Xue Chun Ling mengecup pipi Han Ling
membuatnya tersenyum “baiklah, tapi hanya sebentar…” Xue Chun Ling tertawa
ceria dan berlari membawa bulatan di tangannya, semua mengikuti langkah
cerianya. Xue Chun Ling menurunkan bulatan di tangannya, yang segera berubah
warna seperti tempat berpijaknya “Han ge, lihat dia…”.
Xue Chun Ling berlarian kesana-kemari, membawa beberapa
benda di tangannya. Xue Chun Ling duduk bersila di samping Han Ling yang
menjaga bulatan kecil tidak hilang ataupun lari “Xue Jie, apa yang mau anda
lakukan ?” Ling Siang bertanya, duduk di hadapan Xue Chun Ling. “membuatkannya
rumah…” Xue Chun Ling menjawab singkat.
Han Ling membelai kepala Xue Chun Ling “aku membantumu,
bagaimana ?” Xue Chun Ling mengangguk, Han Ling tersenyum manis “apa bisa
menggunakan sihir ?” Han Ling bertanya kembali. Xue Chun Ling melihat bulatan
kecilnya yang tenang di atas batu “baiklah…” Han Ling membelai kepala Xue Chun
Ling sambil tersenyum “menyingkirlah…” Xue Chun Ling mengangkat bulatan kecil
ke tangannya, memberi ruang untuk Han Ling.
Han Ling mengerahkan sihir, merubah bahan-bahan yang
sudah di siapkan Xue Chun Ling dan tempat di sekitar. Saat Han Ling
menyelesaikan sihirnya, sebuah hutan kecil terbentuk. Ada pohon pendek hanya
setinggi Xue Chun Ling, ada gunung kecil, ada air terjun kecil, bebatuan dan
danau kecil “Xiao Xue, apa kah begini sudah cukup ?” Xue Chun Ling mengamati
hutan kecil ciptaan Han Ling “hmm… Han ge, sangat bagus…” memuji kinerja Han
Ling.
Xue Chun Ling menurunkan bola kecil itu “apa kau
menyukainya ?” bertanya sambil melihat bulatan kecil itu. Bulatan kecil
bergerak perlahan hingga terlihat dua bulatan hitam kecil yang merupakan
matanya. Hewan bulat itu mengangkat wajahnya mengamati sekeliling dan kembali
ke Xue Chun Ling, mengangguk-angguk, berjalan perlahan ke dekat danau. Terlihat
lidahnya yang menjulur-julur merasakan segarnya air di danau.
Han Ling membawa Xue Chun Ling membersihkan tubuhnya “Han
ge, kenapa kau juga ikut ?” Xue Chun Ling cemberut dan protes, melihat Han Ling
juga ikut masuk ke permandian. Han Ling menarik Xue Chun Ling masuk ke
pelukannya, Xue Chun Ling segera menutup dadanya “a… apa yang kau lakukan ?”
tergagap dengan wajah memerah.
Han Ling tersenyum memanjakan, mengangkat wajah Xue Chun
Ling, menatap matanya dan melihat ke bibir pink kecil yang agak bergetar. Han
Ling menurunkan wajahnya, mencium bibir pink kecil yang terkejut “Xiao Xue,
sudah kembali mencium bibir Xue Chun Ling dan menuntunnya untuk membalas
ciuman.
Tangan Han Ling membuka pakaian dalam Xue Chun Ling. Xue
Chun Ling panik, menahan pakaiannya. Han Ling menatapnya, mengambil tangan Xue
Chun Ling yang menahannya, menaruhnya di pundaknya sendiri. Han Ling menurunkan
wajahnya, mengecup ceruk leher jenjang Xue Chun Ling “Han ge…” Han Ling
meneruskan aksinya, tangannya membuka pakaian dalam Xue Chun Ling hingga kedua
benda kenyal terlihat jelas di hadapannya.
Tangan Han Ling menangkup salah satu benda kenyal Xue
Chun Ling, membuat tubuh Xue Chun Ling seperti tersengat listrik, tidak mampu
bergerak “Xiao Xue, kau adalah milikku… aku sudah tidak bisa menahannya…”
berkata sambil mencium dada Xue Chun Ling hingga ke benda kenyal yang masih
bebas dari genggamannya.
Xue Chun Ling tidak berani bergerak, membiarkan Han Ling
menguasai tubuhnya. Melihat ketegangan Xue Chun Ling, Han Ling berhenti sejenak
“kita lanjut di ranjang…” menghilangkan kedua tubuh mereka dari permandian dan
langsung muncul di ranjang “Xiao Xue, aku akan perlahan…” kembali mencium bibir
Xue Chun Ling, menelusuri seluruh tubuhnya, berusaha membuat Xue Chun Ling
melepas ketegangannya.
Xue Chun Ling perlahan menikmati yang dilakukan Han Ling
padanya “Xiao Xue, aku mencintaimu…” menyatukan diri mereka “argh… Han ge…” Xue
Chun Ling menggigit bibirnya, merasa tubuhnya yang tercabik. Han Ling mencium
bibir Xue Chun Ling dengan lembut, membuat tubuhnya terbiasa dan menerima hal
baru dalam tubuhnya. Han Ling perlahan bergoyang, memastikan Xue Chun Ling
sudah tidak merasa sakitnya, menambah kecepatan goyangan.
Xue Chun Ling merasakan pengalaman pertama yang
membuatnya menjadi wanita “Han ge, ini sudah berapa kali !” protes dengan
tubuhnya yang kelelahan. Han Ling mempercepat goyangannya karena sudah
mendekati puncak kenikmatan “Xiao Xue, kau adalah canduku… berapa kalipun tidak
cukup… ah…” menumpahkan benihnya untuk yang kesekian kali dalam rahim Xue Chun
Ling.
Melihat Xue Chun Ling yang bahkan tidak mampu berkata
apapun lagi, Han Ling akhirnya berhenti “kita bersihkan diri dan tidur !”
membujuk dan mengecup kening Xue Chun Ling yang hanya dapat mengangguk sedikit.
Han Ling memandikan Xue Chun Ling, melihat tubuhnya, hasratnya naik kembali,
tapi di redam karena Xue Chun Ling sudah terlelap.
Han Ling memeluk Xue Chun Ling di ranjang “Xiao Xue,
apakah performaku memuaskanmu ? Xiao Xue-ku, aku sangat mencintaimu ! hatimu
ini adalah milikku” mengecup dada Xue Chun Ling, masuk ke pelukannya dan
mendengar detakan jantung yang stabil “tubuh Xiao Xue sudah pulih !” ‘Xiao Xue,
aku sangat bahagia… bisa bersama denganmu, aku sangat bahagia… kau adalah
wanitaku satu-satunya… semua impianku adalah dirimu… kau adalah rumahku,
tempatku pulang dan menetap. Xiao Xue, apakah kau menemukan rumahmu juga padaku
? aku tahu yang kulakukan agak memaksa… aku… aku tidak mempunyai kesabaran
untuk mengejarmu seperti yang dulu kau lakukan… semenjak kau kembali, aku sudah
tidak mau berpisah lagi darimu… Xiao Xue, maaf, memaksamu seperti ini, tapi aku
tidak sanggup berjauhan darimu’.
Han Ling menghela nafas “Xiao Xue, aku akan menggunakan
nyawaaku untuk menjagamu dan melndungimu… aku akan semakin mencintaimu hingga
dapat masuk ke dalam hatimu ini… Xiao Xue, aku mencintaimu !” memeluk erat,
mengecup kening Xue Chun Ling dan terlelap.