The Power Of Love

The Power Of Love
Bab 57 - Semoga difikirkan kembali



            Xin Lan mengangguk “benar, jika ada cara menyatukan, maka


Shen Zun tidak perlu berkorban lagi !” Wei Jiang menghela nafas “tapi aku tidak


yakin, walau ada cara Shen Zun mau menempuhnya.” “kenapa ? bukankah sangat baik


? keinginan Shen Zun terwujud dan tidak perlu berkorban !” Xin Lan bingung. Wei


Jiang menatap sendu Xin Lan “Xin er, ini adalah jalan yang ditempuh Shen Zun


untuk kembali pada asalnya. Dengan begitu banyak usaha, dia sudah hampir


mencapai langkah terakhirnya. Saat ini, kita ingin menariknya kembali,


menjauhkannya dari impiannya. Apa Shen Zun akan bahagia dengan hal itu ?”


mengatakan semua keraguannya.


            Xin


Lan tetap optimis “Jiang ge, sekarang dan dulu sudah tidak sama. Sekarang Shen


Zun memiliki Shen Jun. Bukankah Shen Zun mencuntai Shen Jun ? saling mencintai,


bukankah berharap selamanya bisa bersama dengan pasangan kita ? kurasa jika ada


jalan kembali, Shen Zun tidak akan menolaknya. Mereka baru saja menikah, bahkan


belum merasakan kebahagiaan pernikahan. Shen Zun adalah seorang wanita, wanita


mana yang tidak menginginkan pernikahan bahagia bersama pasangannya. Dengan


tidak mudah Shen Zun mendapatkan Shen Jun. Walau saat itu, Shen Zun sebagai Rou


Rou, tidak mengingat misinya. Tapi setelah mendapat kebahagiaan di akhir perjuangannya,


tidak mungkin Shen Zun akan merelakan Shen Jun begitu saja kan !”


            Wei Jiang menghela nafas “semoga seperti itu !” “pasti


seperti itu. Jiang ge, kita berusaha saja… sisanya biarkan Shen Jun yang


mengatasinya. Shen Jun tidak akan menyerah semudah itu. Sangat jelas terlihat


cinta Shen Jun terhadap Shen Zun yang begitu dalam. Sampai titik terakhir, Shen


Jun akan bersama Shen Zun, berusaha menariknya kembali”. Wei Jiang mengangguk


“semoga Shen Zun nakal itu bisa menyadari dirinya tidak sendiri dan berjalan


keluar dari keterpurukannya”.


            Di Pohon Bodhi, kekacauan terjadi. Xue Ling di serang


kekuatan kelima permata secara bersamaan. Kelima permata mengeluarkan energi,


mengurung Xue Ling bersama Pohon Bodhi, mengesampingkan Han Ling dan Shen Wang.


Han Ling berusaha menerobos jiejue kelima permata “Shen Jun, jangan


menyia-nyiakan energi anda. Ini adalah pertarungan Shen Zun sendiri. Jika anda


ingin membantu, sebaiknya anda mengamati dari sini. Ketika Shen Zun sudah


selesai, anda bisa mengobatinya.” Shen Wang menasehati.


            “Apa setiap kali selalu seperti ini ?” Han Ling bertanya


dengan cemas. Shen Wang mengiyakan “setiap kali selalu seperti ini ! ini


termasuk hukuman yang harus diterima Shen Zun. Bukanlah hal yang mudah


menggunakan kekuatan permata-permata itu. Shen Zun harus bisa mendapat


pengakuan dari tiap permata.” “tapi bukankah ketiga permata sudah aman di Pohon


Bodhi ?” Han Ling bertanya sambil mengamati.


            “Shen Jun, ini adalah perlawanan dari tiap permata. Tiap


permata memiliki unsur yang berlainan, menunjukkan kekuatan masing-masing.


Walau sebelumnya, Shen Zun sudah berhasil mendapat pengakuan dari salah satu,


tapi karena ada unsur baru, permata itu akan kembali memberontak. Permata yang


sudah pernah mengakui, tidak akan memberi perlawanan yang terlalu kuat karena


sudah mengenal aura Shen Zun dan Pohon Bodhi, anda tidak perlu khawatir” Shen


Wang menenangkan Han Ling.


            Dalam jiejue, terlihat Xue Ling yang terluka dan berulang


kali muntah darah melawan kelima permata murni. “apa tidak ada cara membantunya


? Shen Zun masih terluka sebelumnya !” Han Ling yang melihat dari luar, antara


tidak tega dan khawatir dengan kondisi Xue Ling. Shen Wang menggeleng “Shen Zun


memang termasuk terlalu memaksakan diri. Shen Jun, yang mulia menyarankan anda


menjaga Shen Zun hingga tubuhnya pulih, sebelum mencari dua sisa permata” Han


Ling mengerutkan kening.


dengan baik waktu anda bersama Shen Zun. Waktu yang terlewati, tidak bisa


diputar kembali” Han Ling terkejut “Shen Wang, apa tidak ada titik balik ?”


Shen Wang tersenyum “rahasia langit tidak bisa terbongkar ! Selama ini, Shen


Zun sudah mengambil sesuatu yang bukanlah tanggung jawabnya, ini juga adalah


takdir Shen Zun. Shen Zun sudah berusaha menjaga keyakinannya selama ini,


bahkan sisi lainnya tidak mampu mempengaruhinya” “apa maksud anda ?” Han Ling


mencari celah dari penjelasan Shen Wang.


            Shen Wang tersenyum “Shen Jun, Shen Zun adalah setengah


dewa setengah iblis. Yang mulia merasa anda pun sudah mengetahui kenyataan ini


!” Han Ling mengangguk “hingga titik akhir, kita akan tahu Shen Zun berdiri di


sisi mana !” Shen Wang berguman. Han Ling dengan yakin “Shen Zun akan tetap


sebagai Shen Zun, yang mulia akan memastikan hal itu terjadi !” Shen Wang


menggeleng “anda bisa mengawalnya !”


            Kelima permata seperti pedang tajam tak bermata, terus


menyerang Xue Ling. Xue Ling yang pada dasarnya sudah terluka, kewalahan


menghadapi kelima permata. Di sisi lain, Xue Ling tetap mengalirkan energi ke


Pohon Bodhi. Pertarungan Xue Ling keenamnya berupa raga dan spiritual, melalui


berbagai tahap. Disaat satu tahap selesai, pertarungan akan berhenti, kemudian


berlanjut beberapa hari kemudian. Selama bertahun-tahun Xue Ling berada dalam


jiejue kelima permata.


            Xue Ling seperti berada dalam sebuah labirin bertingkat.


Setiap tahap mempunyai kesulitannya masing-masing dan sangat berbeda dengan


labirin sebelumnya. Ada tahap pencarian jati diri, ada tahap pencarian


kekuatan, ada tahap pencarian aura murni, dan lain sebagainya. Xue Ling


kehilangan kesadaran dan segala ingatan saat berada dalam ujian dari kelima


permata.


            Han Ling di luar jiejue, melihat pertarungan raga Xue


Ling dan Xue Ling yang bermeditasi tapi mengeluarkan raut wajah yang


berbeda-beda. Han Ling tahu Xue Ling bertarung dan berjuang dalam setiap


tindakannya. Tidak dapat menggapai Xue Ling, Han Ling mengalirkan energi,


membentuk lapisan di luar jiejue permata, membungkus semua yang ada didalamnya.


Han Ling berusaha mencari celah untuk bisa membantu Xue Ling, membantu


menyadarkan Xue Ling akan keberadaannya.


            Perlahan terlihat perubahan pada Pohon Bodhi, memancarkan


cahaya yang berbeda-beda sesaat. Jiejue dari permata pun semakin tipis seiring


berlalunya waktu. Disaat melihat jiejue permata yang menipis, Han Ling semakin


meningkatkan saluran energinya ke lapisan yang dibuatnya. Saluran energi Han


Ling menemukan celah, masuk seperti asap, mengelilingi Xue Ling.


            Melihat energinya sudah dapat menjangkau Xue Ling, Han


Ling mencoba menyalurkan energi ke Xue Ling, mengobati lukanya. Xue Ling


berusaha dengan kelima permata dan Pohon Bodhi, Han Ling berusaha menguatkan


Xue Ling. Sepasang suami istri bahu membahu mendukung pasangannya menunaikan


keinginan mulianya. Shen Wang tersenyum melihat sepasang suami istri ini,


terlihat serasi dan menggemaskan.


            Setelah kelima permata stabil di dalam Pohon Bodhi, Xue


Ling belum menghentikan aliran energinya ke Pohon Bodhi. Pohon Bodhi yang


awalnya setengah layu, perlahan subur kembali dengan energi Xue Ling dan energi


kelima permata. Hingga Pohon Bodhi sudah stabil, Xue Ling menghentikan aliran


energinya. Xue Ling tersenyum lembut menyentuh Pohon Bodhi “bertumbuhlah dengan


baik !”. Setiap terkena sentuhan Xue Ling, memancarkan cahaya 5 warna sebagai


tanda kelima permata yang mengakui Xue Ling.