
Xin Lan mengangguk “benar, jika ada cara menyatukan, maka
Shen Zun tidak perlu berkorban lagi !” Wei Jiang menghela nafas “tapi aku tidak
yakin, walau ada cara Shen Zun mau menempuhnya.” “kenapa ? bukankah sangat baik
? keinginan Shen Zun terwujud dan tidak perlu berkorban !” Xin Lan bingung. Wei
Jiang menatap sendu Xin Lan “Xin er, ini adalah jalan yang ditempuh Shen Zun
untuk kembali pada asalnya. Dengan begitu banyak usaha, dia sudah hampir
mencapai langkah terakhirnya. Saat ini, kita ingin menariknya kembali,
menjauhkannya dari impiannya. Apa Shen Zun akan bahagia dengan hal itu ?”
mengatakan semua keraguannya.
Xin
Lan tetap optimis “Jiang ge, sekarang dan dulu sudah tidak sama. Sekarang Shen
Zun memiliki Shen Jun. Bukankah Shen Zun mencuntai Shen Jun ? saling mencintai,
bukankah berharap selamanya bisa bersama dengan pasangan kita ? kurasa jika ada
jalan kembali, Shen Zun tidak akan menolaknya. Mereka baru saja menikah, bahkan
belum merasakan kebahagiaan pernikahan. Shen Zun adalah seorang wanita, wanita
mana yang tidak menginginkan pernikahan bahagia bersama pasangannya. Dengan
tidak mudah Shen Zun mendapatkan Shen Jun. Walau saat itu, Shen Zun sebagai Rou
Rou, tidak mengingat misinya. Tapi setelah mendapat kebahagiaan di akhir perjuangannya,
tidak mungkin Shen Zun akan merelakan Shen Jun begitu saja kan !”
Wei Jiang menghela nafas “semoga seperti itu !” “pasti
seperti itu. Jiang ge, kita berusaha saja… sisanya biarkan Shen Jun yang
mengatasinya. Shen Jun tidak akan menyerah semudah itu. Sangat jelas terlihat
cinta Shen Jun terhadap Shen Zun yang begitu dalam. Sampai titik terakhir, Shen
Jun akan bersama Shen Zun, berusaha menariknya kembali”. Wei Jiang mengangguk
“semoga Shen Zun nakal itu bisa menyadari dirinya tidak sendiri dan berjalan
keluar dari keterpurukannya”.
Di Pohon Bodhi, kekacauan terjadi. Xue Ling di serang
kekuatan kelima permata secara bersamaan. Kelima permata mengeluarkan energi,
mengurung Xue Ling bersama Pohon Bodhi, mengesampingkan Han Ling dan Shen Wang.
Han Ling berusaha menerobos jiejue kelima permata “Shen Jun, jangan
menyia-nyiakan energi anda. Ini adalah pertarungan Shen Zun sendiri. Jika anda
ingin membantu, sebaiknya anda mengamati dari sini. Ketika Shen Zun sudah
selesai, anda bisa mengobatinya.” Shen Wang menasehati.
“Apa setiap kali selalu seperti ini ?” Han Ling bertanya
dengan cemas. Shen Wang mengiyakan “setiap kali selalu seperti ini ! ini
termasuk hukuman yang harus diterima Shen Zun. Bukanlah hal yang mudah
menggunakan kekuatan permata-permata itu. Shen Zun harus bisa mendapat
pengakuan dari tiap permata.” “tapi bukankah ketiga permata sudah aman di Pohon
Bodhi ?” Han Ling bertanya sambil mengamati.
“Shen Jun, ini adalah perlawanan dari tiap permata. Tiap
permata memiliki unsur yang berlainan, menunjukkan kekuatan masing-masing.
Walau sebelumnya, Shen Zun sudah berhasil mendapat pengakuan dari salah satu,
tapi karena ada unsur baru, permata itu akan kembali memberontak. Permata yang
sudah pernah mengakui, tidak akan memberi perlawanan yang terlalu kuat karena
sudah mengenal aura Shen Zun dan Pohon Bodhi, anda tidak perlu khawatir” Shen
Wang menenangkan Han Ling.
Dalam jiejue, terlihat Xue Ling yang terluka dan berulang
kali muntah darah melawan kelima permata murni. “apa tidak ada cara membantunya
? Shen Zun masih terluka sebelumnya !” Han Ling yang melihat dari luar, antara
tidak tega dan khawatir dengan kondisi Xue Ling. Shen Wang menggeleng “Shen Zun
memang termasuk terlalu memaksakan diri. Shen Jun, yang mulia menyarankan anda
menjaga Shen Zun hingga tubuhnya pulih, sebelum mencari dua sisa permata” Han
Ling mengerutkan kening.
dengan baik waktu anda bersama Shen Zun. Waktu yang terlewati, tidak bisa
diputar kembali” Han Ling terkejut “Shen Wang, apa tidak ada titik balik ?”
Shen Wang tersenyum “rahasia langit tidak bisa terbongkar ! Selama ini, Shen
Zun sudah mengambil sesuatu yang bukanlah tanggung jawabnya, ini juga adalah
takdir Shen Zun. Shen Zun sudah berusaha menjaga keyakinannya selama ini,
bahkan sisi lainnya tidak mampu mempengaruhinya” “apa maksud anda ?” Han Ling
mencari celah dari penjelasan Shen Wang.
Shen Wang tersenyum “Shen Jun, Shen Zun adalah setengah
dewa setengah iblis. Yang mulia merasa anda pun sudah mengetahui kenyataan ini
!” Han Ling mengangguk “hingga titik akhir, kita akan tahu Shen Zun berdiri di
sisi mana !” Shen Wang berguman. Han Ling dengan yakin “Shen Zun akan tetap
sebagai Shen Zun, yang mulia akan memastikan hal itu terjadi !” Shen Wang
menggeleng “anda bisa mengawalnya !”
Kelima permata seperti pedang tajam tak bermata, terus
menyerang Xue Ling. Xue Ling yang pada dasarnya sudah terluka, kewalahan
menghadapi kelima permata. Di sisi lain, Xue Ling tetap mengalirkan energi ke
Pohon Bodhi. Pertarungan Xue Ling keenamnya berupa raga dan spiritual, melalui
berbagai tahap. Disaat satu tahap selesai, pertarungan akan berhenti, kemudian
berlanjut beberapa hari kemudian. Selama bertahun-tahun Xue Ling berada dalam
jiejue kelima permata.
Xue Ling seperti berada dalam sebuah labirin bertingkat.
Setiap tahap mempunyai kesulitannya masing-masing dan sangat berbeda dengan
labirin sebelumnya. Ada tahap pencarian jati diri, ada tahap pencarian
kekuatan, ada tahap pencarian aura murni, dan lain sebagainya. Xue Ling
kehilangan kesadaran dan segala ingatan saat berada dalam ujian dari kelima
permata.
Han Ling di luar jiejue, melihat pertarungan raga Xue
Ling dan Xue Ling yang bermeditasi tapi mengeluarkan raut wajah yang
berbeda-beda. Han Ling tahu Xue Ling bertarung dan berjuang dalam setiap
tindakannya. Tidak dapat menggapai Xue Ling, Han Ling mengalirkan energi,
membentuk lapisan di luar jiejue permata, membungkus semua yang ada didalamnya.
Han Ling berusaha mencari celah untuk bisa membantu Xue Ling, membantu
menyadarkan Xue Ling akan keberadaannya.
Perlahan terlihat perubahan pada Pohon Bodhi, memancarkan
cahaya yang berbeda-beda sesaat. Jiejue dari permata pun semakin tipis seiring
berlalunya waktu. Disaat melihat jiejue permata yang menipis, Han Ling semakin
meningkatkan saluran energinya ke lapisan yang dibuatnya. Saluran energi Han
Ling menemukan celah, masuk seperti asap, mengelilingi Xue Ling.
Melihat energinya sudah dapat menjangkau Xue Ling, Han
Ling mencoba menyalurkan energi ke Xue Ling, mengobati lukanya. Xue Ling
berusaha dengan kelima permata dan Pohon Bodhi, Han Ling berusaha menguatkan
Xue Ling. Sepasang suami istri bahu membahu mendukung pasangannya menunaikan
keinginan mulianya. Shen Wang tersenyum melihat sepasang suami istri ini,
terlihat serasi dan menggemaskan.
Setelah kelima permata stabil di dalam Pohon Bodhi, Xue
Ling belum menghentikan aliran energinya ke Pohon Bodhi. Pohon Bodhi yang
awalnya setengah layu, perlahan subur kembali dengan energi Xue Ling dan energi
kelima permata. Hingga Pohon Bodhi sudah stabil, Xue Ling menghentikan aliran
energinya. Xue Ling tersenyum lembut menyentuh Pohon Bodhi “bertumbuhlah dengan
baik !”. Setiap terkena sentuhan Xue Ling, memancarkan cahaya 5 warna sebagai
tanda kelima permata yang mengakui Xue Ling.