The Power Of Love

The Power Of Love
Shazia Nafisa



Sementara itu diacara resepsi Nuara dan Azka walau hari semakin malam namun para tamu undangan masih ramai berdatangan .


Naura sudah merasa pegal dibagian betisnya karna ia terus berdiri seraya memakai high heels ditambah Naura tidak terbiasa memakainya .


" Bee tamu undangannya masih banyak ya ? ", tanya Naura sedikit berbisik .


" Sepertinya begitu Ay , kenapa ? " , jawab Azka sekaligus bertanya .


" Mmm gapapa bee " , balas Naura seraya tersenyum tipis .


" Pegel ya ay ? " , tebak Azka seraya menatap Naura.


Naura hanya menampilkan barisan giginya sebagai jawaban .


" Ya udah Ay duduk aja " , saran Azka merasa kasihan dengan Naura .


" Ngga bee , gak enak nanti dengan para tamu " , tolak Naura tak enak .


Azka langsung saja meminta izin pada tamu yang masih mengantri untuk bersalaman , Azka menyentuh bahu Naura lalu menyuruhnya untuk duduk dikurisi pelaminan dan Azka dengan santainya ia sedikit mengangkat gaun istrinya lalu melepaskan high heels yang terpasang dikaki mulus istrinya .


Tapi tenang Azka berani melakukan itu karna ia tahu pasti istrinya memakai celana panjang buat daleman dress-nya bahkan Naura juga memakai stocking sampai menutupi jari kakinya .


Semua tahu jika berdiri memakai high heels bahkan sampai berjam-jam itu sangatlah pegal dan tidak mudah , dan dengan sikap Azka yang perhatian mampu membuat yang hadir tertegun dan langsung tersenyum manis , Azka benar-benar mengutamakan kenyamanan dan keselamatan istrinya .


" Makasih atas perhatiannya " , Ucap Azka ramah seraya mengangguk pada semua tamu yang masih mengantri ingin bersalaman .


Tak lupa Azka pun mengulurkan satu tangannya untuk membantu Naura kembali berdiri .


Dan keduanya kembali menyalami para tamu dengan senyum sumringah .


Sekitar pukul 1 dini hari , acara resepsi baru selesai , semua tamu sudah meninggalkan lokasi acara hanya tinggal mempelai pengantin dan sebagian keluarga karna yang lain sudah beristirahat .


" Alhamdulillah acara nya berjalan dengan lancar " , Ujar Ayah Alex dan dianggukan oleh yang lainnya .


Lalu mereka memutuskan untuk langsung beristirahat karna sudah merasa lelah dan mengantuk .


Azka yang kasihan melihat istrinya ia langsung berinisiatif menggendong Naura menuju kamarnya , dan ketika melihat Azka menggendong Naura , Papih Aydan dan Ayah Alex tak mau kalah , mereka langsung saling memberi kode dan langsung menggendong istrinya masing-masing .


" Yang tua tak mau kalah ", Sindir opa Abi seraya terkekeh .


" Sand ayo minta gendong sama suami kamu " , timpal kakek Andi mengompori .


" Maaf mah papah ga bisa , takut encok papah kumat " , jawab opa Abi sambil melambaikan tangan .


Lalu mereka tertawa bersama dan setelah nya langsung masuk ke kamar masing-masing .


Sebenarnya bunda Shalwa dan mamih Kamila minta diturunkan karna malu , namun suami mereka tetep kekeuh ingin menggendongnya sampai kamar .


Setelah membersihkan diri dan berganti pakaian , Azka dan Naura langsung naik ke atas ranjang , tak ada aktivitas yang mereka lakukan selain istirahat karna mereka benar-benar merasa lelah dan mengantuk .


Tak lama Azka dan Naura mulai memejamkan kedua matanya menuju alam mimpi sama-sama , tapi sebelumnya mereka sudah membaca doa dan Azka pun menghadiahi kecupan selamat malam dikening istrinya .


*****


Sementara itu , Setelah pulang dari acara resepsi , Zeela beberapa kali merasakan mulas , namun rasa mulas itu terkadang datang dan pergi .


" Ay kita ke rumah sakit sekarang ya ? " , Ajak Dimas khawatir yang melihat Zeela meringis ketika merasakan mulas .


" Hufhhh..." , Zeela mengatur nafas nya dan rasa mulas yang ia rasa tiba-tiba hilang lagi .


" Ay kamu ga usah khawatir , rasa mulas nya masih datang dan pergi kok , mungkin ini yang dimakan kontraksi palsu " , jawab Zeela seraya tersenyum dan mengelus tangan Dimas lembut .


" Tapi Aku gak tega liat kamu ay " , tutur Dimas seraya menatap Zeela .


" Aku gapapa sayang dan aku menikmati ini semua " , jawab Zeela dengan masih senyum manis diwajahnya .


Lalu Zeela mengajak Dimas untuk segera istrahat , mereka tidur dengan berpelukan , Selang beberapa menit Dimas sudah tertidur namun Zeela tak bisa memejamkan kedua matanya karna rasa mulas itu kembali datang lagi tapi masih sama seperti tadi .


Zeela melihat Dimas yang sudah terlelap , ia tersenyum dan tidak mau mengganggu tidur suaminya karna yang ada Dimas akan khawatir disaat Zeela merasakan mulas .


Sekitar jam 2 dini hari Zeela baru bisa memejamkan kedua matanya , namun baru beberapa menit tertidur Zeela harus terbangun karna merasakan mulas yang sangat luar biasa .


" Iiiissshhh " , Zeela meringis seraya memegang perutnya .


" Nak jika sudah waktunya kamu keluar sekarang , Ibu minta kita kerja sama ya sayang , kita berjuang sama-sama " , batin Zeela seraya mengelus perut buncitnya dengan kedua mata yang terpejam merasakan sakit yang luar biasa .


Dimas yang kebetulan baru selesai melaksanakan sholat malam ia langsung menghampiri istrinya .


" Sayang kamu kenapa ? , Kita kerumah sakit sekarang ya ? '' , tanya Dimas panik .


" Iya Ay kita ke rumah sakit sekarang , sepertinya anak kita sudah tidak sabar ingin bertemu Ayah dan Ibu nya " , jawab Zeela seraya memaksakan tersenyum .


Dimas dengan cekatan langsung memangku tubuh Zeela menuju mobilnya , Dimas segera menjalankan mobilnya ke rumah sakit dimana Zeela bekerja , kebetulan itu rumah sakit yang paling dekat dengan rumah papah Reza karna semenjak Zeela hamil mereka tinggal bersama orang tua Zeela .


Didalam mobil Zeela terus meringis kesakitan dan membuat Dimas semakin panik .


" Ishhh... Ay sakit " , Ringis Zeela seraya mengusap perut nya .


" Sabar Ay sebentar lagi sampai kok " , jawab Dimas panik dan ia tak tega melihat Zeela kesakitan .


Tak lama mobil Dimas sampai dirumah sakit , Dimas langsung menggendong tubuh Zeela namun ketika akan digendong Dimas kaget ketika mendapati baju bagian bawah Zeela basah .


" Ay kamu pipis ? " , tanya Dimas seraya menatap Zeela .


" Ngga ay , sepertinya air ketubannya sudah pecah " , jawab Zeela dengan suara ringisannya .


Mendengar hal itu Dimas semakin panik dan segera menggendong Zeela masuk ke rumah sakit .


" Suster , Suster tolong istri saya " , teriak Dimas panik .


" Ada apa pak ? , kenapa dengan istri bapak ? " , Tanya Seorang suster yang langsung menghampiri Dimas seraya membawa brankar .


" Istri saya mau melahirkan " , jawab Dimas seraya menidurkan Zeela dibrankar dengan perlahan .


" Dokter Zeela " , ujar Suster tersebut yang mengenali Zeela .


" Iya sust , tolong saya " , jawab Zeela dengan menahan rasa sakitnya .


Suster tersebut langsung mengangguk dan segera membawa Zeela ke ruangan bersalin .


Zeela langsung diperiksa dan ternyata Zeela sudah pembukaan 8 .


Dokter langsung memberi tahu suster untuk mempersiapkan semua alat-alatnya karna kemungkinan Zeela akan segera melahirkan .


Dimas terus berada disamping Zeela mengelap keringat yang bercucuran seraya memberi Zeela semangat .


" Ay sakit ..." , keluh Zeela dengan kedua mata terpejam .


" Sabar ya sayang , Kamu pasti bisa Aku yakin kamu hebat , kamu kuat , sebentar lagi kita akan bertemu anak kita " , jawab Dimas dengan air mata yang sudah tak dapat dibendung lagi .


Setelah semua alat-alat sudah disiapkan , dokter kembali mengecek kondisi Zeela dan ternyata pembukaannya sudah sempurna .


Dokter yang sekaligus teman dekat Zeela ia memberi arahan pada Zeela , dan setelah berjuang mempertaruhakan hidup dan matinya akhirnya Zeela melahirkan seorang putri yang cantik dan bertepatan dengan adzan subuh berkumandang .


" Selamat dokter Zeela sekaligus sahabat aku , kamu udah melahirkan seorang putri yang sangat cantik persis seperti kamu " , Ujar Dokter Prisilla seraya tersenyum senang .


" Makasih banyak dokter pris dan makasih juga suster-suster atas semua bantuannya " , jawab Zeela dengan suara lemas .


Sementara itu Dimas langsung mengadzani putrinya yang diberi nama Shazia Nafisa .


😘


😘


😘


Jangan lupa tinggalkan jejak , like , komen , vote dan tambahkan ke favorit 💙 , terimakasih 🤗🤗🙏 .