The Power Of Love

The Power Of Love
Ketangkap Basah



Sore hari Yumna dan Hans baru check out dari hotel , sebenarnya Hans mengajak Yumna untuk bermalam dihotel namun Yumna menolak karena merasa tidak enak dengan sanak saudara yang masih berada dirumahnya , dan Hans pun sangat mengerti hal itu .


" Apa yakin masih mau berjalan ? ", tanya Hans merangkul Yumna .


Sedangkan Yumna hanya mengerucutkan bibirnya ,


" Masih nanya , udah tahu ini semua karena ulah kak Hans " , batin Yumna sedikit kesal .


" Maaf " , ucap Hans yang melihat Yumna cemberut .


Ia menjadi merasa tidak enak karena sedari tadi dirinya tidak bisa menahan keinginan untuk terus-menerus menjama tubuh Yumna bahkan mereka harus beberapa kali mandi .


" Apa aku gendong aja sampai dimobil ? " , Tawar Hans lembut .


" Ga usah " , jawab Yumna seraya menggelengkan kepalanya .


Namun karena Hans merasa gemas dan tak tega dengan Yumna yang berjalan secara perlahan akhirnya ia dengan cepat langsung menggendong tubuh Yumna .


" Kak Hans turunin malu banyak orang " , Ucap Yumna kaget dan ia dengan refleks langsung mengalungkan kedua tangannya ke leher sang suami .


" Gapapa " , jawab Hans santai seraya tersenyum .


Akhirnya Yumna pasrah dan ia hanya bisa menyembunyikan wajahnya di dada bidang sang suami .


Namun ketika sampai diparkiran ternyata mereka bertemu dengan Dimas dan Zeela yang kebetulan baru datang .


" Ekhem ada pengantin baru ni " , Goda Dimas seraya terkekeh .


" Kak Dimas ", gumam Hans dan Yumna bersamaan .


Yumna segera meronta meminta diturunkan dari gendongan Hans dan Hans langsung menurutinya .


Dimas dan Zeela terkekeh melihat wajah Hans dan Yumna yang tengah malu campur kaget seperti tertangkap basah .


" Cie sekarang tempat mainnya di hotel " , goda Zeela seraya menyentuh tangan Yumna dengan ujung jarinya .


" Eh " ,Yumna hanya bisa menampilkan barisan giginya yang putih dan bersih .


" Oh ya ngomong-ngomong kalian mau kemana ? " , tanya Hans seraya kembali memasang wajah datarnya dan mencoba setenang mungkin .


Zeela dan Dimas saling lirik lalu mereka tersenyum secara bersamaan .


Ternyata mereka melupakan sesuatu jika hotel yang mereka kunjungi adalah milik Dimas


" Kita cuman mau melihat perkembangan hotel " , jawab Zeela dan dianggukan oleh Dimas .


Yumna langsung menepuk jidatnya seraya beristigfar .


" Kenapa yum ? " , tanya Zeela dan yang lain hanya melirik ke arah Yumna .


" Hotel ini kan milik kak Dimas " , ucap Yumna pelan .


Namun masih bisa didengar oleh semuanya .


Hans langsung tercengang kaget sedangkan Dimas dan Zeela hanya bisa menahan tawanya .


" Iya , terus kalian ini mau kemana kok buru-buru ? , check in lagi aja , kalain bisa sepuasnya tinggal dihotel , mau seminggu atau lebih juga ga masalah biar aku yang urus semuanya khusus untuk pengantin baru " , Ujar Dimas panjang lebar .


Dan langsung membuat wajah Yumna memerah karena malu begitupun dengan Hans .


" Makasih banyak kak Dimas , tapi sepertinya kita mau pulang aja " , jawab Hans dengan tersenyum Pepsodent .


" Oh ya sudah kalau gitu tapi jika nanti mau mampir lagi kesini hubungi aku atau istri ya " , timpal Dimas seraya tersenyum yang dianggukan oleh Zeela .


" Iya makasih banyak kak Dimas " , balas Hans sedangkan Yumna hanya bisa menunduk karena malu .


" Oh ya Yum tadi kamu kenapa kok sampai digendong ? '' , tanya Zeela iseng .


Dan membuat Yumna semakin malu dan salah tingkah .


" Ya Allah kak Zeela sengaja banget kayanya mau bikin aku malu " , batin Yumna .


" Aku cuman becanda , aku paham kok tapi kamu gak usah khawatir memang untuk pertama kali terasa perih dan sakit tapi lama-kelamaan pasti ngga " , ucap Zeela seraya terkekeh .


" Ya Allah kak Zeela kenapa mesti bilang seperti itu kan aku jadi tambah malu " , batin Yumna lagi .


" Hans aga sedikit diatur ya , biar Yumna nya gak tersiksa " , Pesan Dimas lagi seraya menepuk bahu Hans .


" Memang cocok pasangan suami istri ini pintar banget bikin orang malu " , batin Yumna .


Hans hanya bisa menampilkan barisan giginya dan mengangguk-anggukan kepalanya .


" Oh ngga kita lagi santai kok " , jawab Zeela yang dianggukan oleh Dimas .


" Mmmmm iya tapi kan siapa tahu kedatangan kalian kesini mau proses pembuatan adik untuk baby Nafisa ? " , ucap Yumna ngasal .


" Nah ide bagus tuh " , timpal Dimas semangat .


" Ay kamu apaan sih baby Nafisa masih kecil ? " protes Zeela dengan kedua pipi memerah .


" Ya udah kalau gitu kami pamit Assalamu'alaikum " , pamit Hans dan Yumna .


Yumna terkekeh karna bisa balik mengerjai Zeela dan Dimas .


Sedangkan Hans hanya bisa tersenyum seraya menggelengkan kepalanya .


*****


Sementara itu dirumah sakit Naura benar-benar hanya berbaring . Jika ditanya sangat bosan maka Naura akan menjawab iya dengan cepat .


Namun tak ada yang bisa ia lakukan selain mengikuti saran dokter demi kebaikan calon anak-anaknya .


Selain karena kecepatan , umur Naura yang masih sangat muda juga menjadi alasan dirinya sangat rentan .


" Bee " , panggil Naura pelan .


" Kenapa ay ? '' , tanya Azka yang selalu setia berada disamping sang istri .


" Aku kangen Aira dan sikembar " , ucap Naura sedih .


" Kita coba hubungi mereka lagi ya " , bujuk Azka .


Kerena memang tadi mereka juga sudah mengobrol dengan Aira dan sikembar melalui panggilan video call .


Bunda Shalwa , Ayah Alex dan kedua orang tua Azka mereka sudah menjenguk tadi siang , bahkan para sahabat Naura pun selepas dari kampus meraka langsung menuju ke rumah sakit untuk melihat kondisi Naura .


Dan rencana malam ini Azka akan ditemani kakek Andi untuk menjaga Aira .


" Ga ada yang jawab ay , mungkin mereka lagi bersiap untuk sholat Maghrib " , Ucap Azka ketika panggilan video call nya tidak ada yang menjawab .


" Ya udah gapapa bee " , jawab Naura .


Azka menyimpan kembali ponselnya diatas nakas , lalu ia meraih tangan Naura .


" Bee bacain sholawat ya , atau kita baca sholawat sama-sama ", Ujar Azka lembut dan Naura langsung mengangguk dan tersenyum.


Azka membaca sholawat dengan suara merdunya diikuti oleh Naura , mendengar Azka yang bersholawat hati Naura menjadi lebih tenang .


Sampai waktu adzan Maghrib berkumandang , Azka baru menghentikannya dan ia langsung membantu Naura untuk mengambil air wudhu , lalu dirinya .


Mereka sholat berjamaah diruang rawat dengan tenang dan Khusus .


Dan setelah menunaikan kewajibannya , Azka mulai mengaji membaca ayat suci Al-Qur'an seraya mengelus perut buncit Naura .


" Assalamu'alaikum " ,


Azka menghentikan aktivitasnya , lalu segera membuka pintu .


" Kek " , Azka langsung mencium punggung tangan kakek Andi .


" Ayo masuk kek " , ajak Azka sopan .


Dan kakek Andi langsung mengurut .


" Ra " , panggil kakek Andi seraya langsung memeluk cucunya .


" Kakek " , jawab Naura membalas pelukan kakek Andi .


" Maaf kakek baru bisa datang " , ucap Kakek Andi seraya duduk dikursi dengan tempat tidur Naura .


" Iya kek tidak apa-apa , maaf selalu merepotkan kakek " , jawab Naura .


Naura menatap wajah kakek Andi yang sudah keriput , diusianya yang sudah tua kakek Andi masih terlihat segar dan selalu menjaga Naura .


😘


😘


😘


Jangan lupa tinggalkan jejak like , komen , vote dan tambahkan ke favorit 💙 terimakasih 🤗🙏 .