The Power Of Love

The Power Of Love
Bab 84 - Pilihan Lumba-Lumba Ungu



            Lumba-Lumba Ungu mulai berenang-renang ke pantai,


berkeliling di sisi-sisi setiap dewa dewi. “hmm… Lumba-Lumba ini sedang mencari


pemiliknya !” Pangeran Kedua berguman. Wajah Sang Putri Arogan cemberut “aku


sering bermain dengan mereka sebelumnya !” terdengar nada kecewa dalam


suaranya. “Hong er meimei, Lumba-Lumba Ungu memiliki hati murni, mencari


pemilik yang berhati murni sepertinya. Kau sebelumnya memiliki hati murni,


hanya saja sekarang terlena dengan kasih sayang kami dan kekuasaan, membuat


hatimu yang awalnya murni, memiliki unsur emosi dan kedengkian.” Pangeran


Pertama memberitahu dengan lembut.


            “Da Ge, kenapa kau tidak pernah membelaku ?” Sang Putri


Arogan kesal pada Pangeran Pertama. Pangeran Pertama tersenyum lembut, membelai


kepala Sang Putri Arogan “Hong er, kau adalah adik perempuanku satu-satunya…


gege mengatakan ini semua untuk kebaikanmu… gege juga memiliki kesalahan dengan


perubahan sifatmu… Hong er, kembalilah menjadi gadis lugu dan ceria seperti


sebelumnya ! Gege sangat merindukan adik kecil yang sepanjang hari meracau gege


minta ditemani bermain atau menikmati mekarnya bunga…” Sang Putri Arogan


cemberut “Ge…”.


            Pangeran Pertama membelai kening Sang Putri Arogan


“jangan terus memasang wajah cemberut seperti ini ! Gege sangat merindukan


wajah tersenyum tulusmu yang manis… senyuman dari dalam hati tanpa paksaan itu”


tersenyum manis. Sang Putri Arogan membuang mukanya dengan mata berkaca-kaca,


tidak lagi melihat Pangeran Pertama.


            Lumba-Lumba Ungu mengelilingi anggota keluarga Xi Hai


Gong sesaat, berhenti di hadapan Sang Putri Arogan, berpindah ke Pangeran


Kedua, dan yang terakhir Pangeran Pertama. Lumba-Lumba Ungu mengelilingi


Pangeran Pertama lebih lama di banding lainnya. “Lumba-Lumba Ungu memilih Xi


Hai Da Wang Zi…” terdengar gumaman dari banyak dewa dewi. Lumba-Lumba Ungu


berhenti di hadapan Pangeran Pertama, menundukkan kepalanya sesaat dan


menggoyang-goyangkan siripnya. Pangeran Pertama tersenyum lembut, ikut


menunduk.


            Diluar perkiraan semua, Lumba-Lumba Ungu meninggalkan


Pangeran Pertama dan lanjut berkeliling “hmm… sepertinya walau memiliki hati


murni tapi masih tidak memenuhi keinginan Lumba-Lumba Ungu” Shui Ling berguman.


Cheng Mei tersenyum “Pangeran Pertama adalah pilihan yang baik… Lumba-Lumba


Ungu itu pasti merasakan hati yang lebih murni hingga tidak memilih Pangeran


Pertama. Hmm… tampaknya Lumba-Lumba Ungu ini cukup pemilih juga !” semua


tersenyum mendengar gumaman Cheng Mei.


            “Sudahlah, ayo…” Xue Ling mengajak kelimanya untuk


berlalu dari sana “, tidak menunggu Lumba-Lumba Ungu memilih ?” Shui Ling


bertanya. Xue Ling menggeleng “sudah tidak menarik lagi !” Cheng Mei cekikikan


“dia ini ya, hanya penasaran apa pemilik Xi Hai Gong itu masih memiliki hati


yang murni atau tidak ! tidak terpilihnya mereka oleh Lumba-Lumba Ungu sudah


menjawab pertanyaannya. Merasa tidak ada yang menarik lagi…” ikut berbalik.


            Han Ling tersenyum manis “ayo, pakaian sudah basah semua…


kita cepat kembali berganti pakaian, nanti kau masuk angin !” menyarankan pada


Xue Ling dan lainnya. Xue Ling tersenyum manis, mengangguk, mengambil langkah,


ingin meninggalkan tempat perayaan. Setelah mengambil dua langkah, sesuatu


datang secara tiba-tiba, mengelilingi keenamnya, menghentikan langkah mereka.


            “Da Ge…” Wei Jiang berguman, melihat Lumba-Lumba Ungu


yang mengelilingi mereka. Setelah menghentikan langkah keenamnya, Lumba-Lumba


Ungu berenang dengan lincah di setiap sisi mereka. Lumba-Lumba Ungu


mengelilingi satu persatu, dimulai dari Xin Lan, Wei Jiang, Xue Ling, Han Ling,


Shui Ling, dan terakhir Cheng Mei. Di setiapnya, sama seperti pada Pangeran


Pertama, Lumba-Lumba Ungu berhenti sejenak, memberi hormat dan


menggoyang-goyangkan siripnya. Waktu berhenti Lumba-Lumba Ungu tidak berbeda


jauh di setiap dari mereka berenam. Keenamnya tersenyum lembut melihat tingkah Lumba-Lumba


Ungu, yang bagi mereka menggemaskan.


            Setelah mengelilingi keenamnya, Lumba-Lumba Ungu berenang


menjauh. “hihihi tampaknya kita pun tidak cukup murni, tidak memenuhi syaratnya


hahaha…” Shui Ling tertawa, menertawai diri sendiri dan kelima lainnya. Mereka


awalnya kukira Lumba-Lumba Ungu itu akan memilihmu !” Cheng Mei berguman, Xue


Ling hanya tersenyum lembut.


“sudah…


ayo… hati-hati nanti masuk angin, lihat bibirmu sudah mulai memucat, kedinginan


kan ?” Han Ling bertanya, mengkhawatirkan Xue Ling. Di antara keenamnya,


ketahanan Xue Ling paling rendah, karena raganya yang masih 5.000 tahun lebih.


“ah iya, Da Ge, tubuhmu sudah mulai bergetar… ayo…” Xin Lan segera menyadari


kondisi Xue Ling dan menyetujui kata-kata Han Ling.


Lumba-Lumba


Ungu berkeliaran di para dewa dewi. Mata para dewa dewi terus mengikuti


pergerakan Lumba-Lumba Ungu. Semua sangat penasaran, siapa yang akan terpilih


oleh Lumba-Lumba Ungu dan beruntung mendapatkan kesetiaannya. Setelah


meninggalkan Xue Ling dan kawan-kawannya, Lumba-Lumba Ungu berenang ke arah


berlainan. Xue Ling dan lainnya juga berjalan ke arah berlainan, ingin segera


keluar dari genangan air bah ini.


Selanjutnya,


hal yang terjadi, membuat semua dewa dewi itu membuka mata lebar. Lumba-Lumba


Ungu tidak berkeliling di antara dewa dewi lagi, tapi langsung menuju ke


kawanan kedua jenis Lumba-Lumba. Sesaat kemudian, Lumba-Lumba Ungu memimpin


kedua jenis kawanan Lumba-Lumba, menerobos kerumunan. “Lumba-Lumba Ungu sudah


memilih !” Pangeran Pertama berguman.


Semua


dewa dewi segera memantau pergerakan kawanan Lumba-Lumba yang berenang menuju


arah yang sama. “Da Ge ? bukankah sekarang aku perlu memanggilmu Xiao Di Di…


Lihat tubuh kecilmu itu… sudah tahu tidak tahan, masih dipaksakan cih…” Wei


Jiang mencibir “hei ekor arogan… walau seperti ini, aku masih bisa memukulmu


hingga terjungkal cih…” Xue Ling tidak terima, kembali menghardik Wei Jiang.


“awas


saja… aaa…” Xue Ling belum selesai berbicara, terkejut, tubuhnya terangkat


dengan sendirinya. Pegangan Han Ling terlepas dari genggaman Xue Ling,


membuatnya terkejut. Kelimanya segera berbalik, waspada ! terkejut dengan hal


yang terjadi di belakang mereka “a… ada apa ini ?” Shui Ling berguman dengan


nada keterkejutan.


Ratusan


Lumba-Lumba Merah dan Biru mengelilingi mereka, sedangkan Lumba-Lumba Ungu


sudah keluar dari kawanan mengelilingi Xue Ling yang melayang di angkasa. “cih


sudah kukatakan !” Cheng Mei mencibir “Lumba-Lumba itu memilih jiejie !” Shui


Ling berguman “hihihi Shui Ge, semua memiliki hati murni, tapi hati yang bebas


tanpa permintaan dan ambisi, sangat susah di temui… Da Ge, pasrah dengan hidupnya


sendiri, apapun yang dilakukan dan terjadi padanya, tidak pernah mempengaruhi


hati dan sifatnya itu…” Xin Lan menjelaskan “haih… dulu saja, dia dapat bermain


dengan bebas dengan para Lumba-Lumba itu tanpa rintangan apapun… sudah sekian


lama, mereka bertemu kembali… Xue tetaplah gadis kecil sebelumnya yang bebas


dan ceria, bermain bersama mereka…” Cheng Mei melanjutkan.


“siapa


dia ? apa kalian mengenalnya ?” “pemuda itu tampak masih sangat muda…” “hmm…


lihat wajahnya sangat bercahaya…” “tadi Lumba-Lumba Ungu sudah meninggalkannya…


tidak menyangka ternyata Lumba-Lumba Ungu pergi untuk memanggil kawanannya


menemui pilihannya…” terdengar gumaman-gumaman para dewa dewi.


“apa


ada yang mengenalnya ?” Pangeran Kedua bertanya “Er Ge, pemuda itu sangat


tampan !” terdengar gumaman dari Sang Putri Arogan. Pangeran Pertama melihat


mata Sang Putri Arogan yang tidak berhenti memandang Xue Ling, tidak tahan


menggodanya “hmm… apakah Tuan Putri-ku ini menyukai pemuda tampan itu ?” wajah


Sang Putri Arogan langsung memerah “Da Ge… Fu Wang, lihatlah Da Ge, dia terus


menggodaku…” merengek ke Xi Hai Shui Jun, membuat ketiga pria yang


menyayanginya itu tertawa. “ah kalian hanya tahu menggodaku !” Sang Putri


Arogan membuang mukanya yang memerah, tidak mau melihat ayah dan kedua kakaknya.