
Lumba-Lumba Ungu mulai berenang-renang ke pantai,
berkeliling di sisi-sisi setiap dewa dewi. “hmm… Lumba-Lumba ini sedang mencari
pemiliknya !” Pangeran Kedua berguman. Wajah Sang Putri Arogan cemberut “aku
sering bermain dengan mereka sebelumnya !” terdengar nada kecewa dalam
suaranya. “Hong er meimei, Lumba-Lumba Ungu memiliki hati murni, mencari
pemilik yang berhati murni sepertinya. Kau sebelumnya memiliki hati murni,
hanya saja sekarang terlena dengan kasih sayang kami dan kekuasaan, membuat
hatimu yang awalnya murni, memiliki unsur emosi dan kedengkian.” Pangeran
Pertama memberitahu dengan lembut.
“Da Ge, kenapa kau tidak pernah membelaku ?” Sang Putri
Arogan kesal pada Pangeran Pertama. Pangeran Pertama tersenyum lembut, membelai
kepala Sang Putri Arogan “Hong er, kau adalah adik perempuanku satu-satunya…
gege mengatakan ini semua untuk kebaikanmu… gege juga memiliki kesalahan dengan
perubahan sifatmu… Hong er, kembalilah menjadi gadis lugu dan ceria seperti
sebelumnya ! Gege sangat merindukan adik kecil yang sepanjang hari meracau gege
minta ditemani bermain atau menikmati mekarnya bunga…” Sang Putri Arogan
cemberut “Ge…”.
Pangeran Pertama membelai kening Sang Putri Arogan
“jangan terus memasang wajah cemberut seperti ini ! Gege sangat merindukan
wajah tersenyum tulusmu yang manis… senyuman dari dalam hati tanpa paksaan itu”
tersenyum manis. Sang Putri Arogan membuang mukanya dengan mata berkaca-kaca,
tidak lagi melihat Pangeran Pertama.
Lumba-Lumba Ungu mengelilingi anggota keluarga Xi Hai
Gong sesaat, berhenti di hadapan Sang Putri Arogan, berpindah ke Pangeran
Kedua, dan yang terakhir Pangeran Pertama. Lumba-Lumba Ungu mengelilingi
Pangeran Pertama lebih lama di banding lainnya. “Lumba-Lumba Ungu memilih Xi
Hai Da Wang Zi…” terdengar gumaman dari banyak dewa dewi. Lumba-Lumba Ungu
berhenti di hadapan Pangeran Pertama, menundukkan kepalanya sesaat dan
menggoyang-goyangkan siripnya. Pangeran Pertama tersenyum lembut, ikut
menunduk.
Diluar perkiraan semua, Lumba-Lumba Ungu meninggalkan
Pangeran Pertama dan lanjut berkeliling “hmm… sepertinya walau memiliki hati
murni tapi masih tidak memenuhi keinginan Lumba-Lumba Ungu” Shui Ling berguman.
Cheng Mei tersenyum “Pangeran Pertama adalah pilihan yang baik… Lumba-Lumba
Ungu itu pasti merasakan hati yang lebih murni hingga tidak memilih Pangeran
Pertama. Hmm… tampaknya Lumba-Lumba Ungu ini cukup pemilih juga !” semua
tersenyum mendengar gumaman Cheng Mei.
“Sudahlah, ayo…” Xue Ling mengajak kelimanya untuk
berlalu dari sana “, tidak menunggu Lumba-Lumba Ungu memilih ?” Shui Ling
bertanya. Xue Ling menggeleng “sudah tidak menarik lagi !” Cheng Mei cekikikan
“dia ini ya, hanya penasaran apa pemilik Xi Hai Gong itu masih memiliki hati
yang murni atau tidak ! tidak terpilihnya mereka oleh Lumba-Lumba Ungu sudah
menjawab pertanyaannya. Merasa tidak ada yang menarik lagi…” ikut berbalik.
Han Ling tersenyum manis “ayo, pakaian sudah basah semua…
kita cepat kembali berganti pakaian, nanti kau masuk angin !” menyarankan pada
Xue Ling dan lainnya. Xue Ling tersenyum manis, mengangguk, mengambil langkah,
ingin meninggalkan tempat perayaan. Setelah mengambil dua langkah, sesuatu
datang secara tiba-tiba, mengelilingi keenamnya, menghentikan langkah mereka.
“Da Ge…” Wei Jiang berguman, melihat Lumba-Lumba Ungu
yang mengelilingi mereka. Setelah menghentikan langkah keenamnya, Lumba-Lumba
Ungu berenang dengan lincah di setiap sisi mereka. Lumba-Lumba Ungu
mengelilingi satu persatu, dimulai dari Xin Lan, Wei Jiang, Xue Ling, Han Ling,
Shui Ling, dan terakhir Cheng Mei. Di setiapnya, sama seperti pada Pangeran
Pertama, Lumba-Lumba Ungu berhenti sejenak, memberi hormat dan
menggoyang-goyangkan siripnya. Waktu berhenti Lumba-Lumba Ungu tidak berbeda
jauh di setiap dari mereka berenam. Keenamnya tersenyum lembut melihat tingkah Lumba-Lumba
Ungu, yang bagi mereka menggemaskan.
Setelah mengelilingi keenamnya, Lumba-Lumba Ungu berenang
menjauh. “hihihi tampaknya kita pun tidak cukup murni, tidak memenuhi syaratnya
hahaha…” Shui Ling tertawa, menertawai diri sendiri dan kelima lainnya. Mereka
awalnya kukira Lumba-Lumba Ungu itu akan memilihmu !” Cheng Mei berguman, Xue
Ling hanya tersenyum lembut.
“sudah…
ayo… hati-hati nanti masuk angin, lihat bibirmu sudah mulai memucat, kedinginan
kan ?” Han Ling bertanya, mengkhawatirkan Xue Ling. Di antara keenamnya,
ketahanan Xue Ling paling rendah, karena raganya yang masih 5.000 tahun lebih.
“ah iya, Da Ge, tubuhmu sudah mulai bergetar… ayo…” Xin Lan segera menyadari
kondisi Xue Ling dan menyetujui kata-kata Han Ling.
Lumba-Lumba
Ungu berkeliaran di para dewa dewi. Mata para dewa dewi terus mengikuti
pergerakan Lumba-Lumba Ungu. Semua sangat penasaran, siapa yang akan terpilih
oleh Lumba-Lumba Ungu dan beruntung mendapatkan kesetiaannya. Setelah
meninggalkan Xue Ling dan kawan-kawannya, Lumba-Lumba Ungu berenang ke arah
berlainan. Xue Ling dan lainnya juga berjalan ke arah berlainan, ingin segera
keluar dari genangan air bah ini.
Selanjutnya,
hal yang terjadi, membuat semua dewa dewi itu membuka mata lebar. Lumba-Lumba
Ungu tidak berkeliling di antara dewa dewi lagi, tapi langsung menuju ke
kawanan kedua jenis Lumba-Lumba. Sesaat kemudian, Lumba-Lumba Ungu memimpin
kedua jenis kawanan Lumba-Lumba, menerobos kerumunan. “Lumba-Lumba Ungu sudah
memilih !” Pangeran Pertama berguman.
Semua
dewa dewi segera memantau pergerakan kawanan Lumba-Lumba yang berenang menuju
arah yang sama. “Da Ge ? bukankah sekarang aku perlu memanggilmu Xiao Di Di…
Lihat tubuh kecilmu itu… sudah tahu tidak tahan, masih dipaksakan cih…” Wei
Jiang mencibir “hei ekor arogan… walau seperti ini, aku masih bisa memukulmu
hingga terjungkal cih…” Xue Ling tidak terima, kembali menghardik Wei Jiang.
“awas
saja… aaa…” Xue Ling belum selesai berbicara, terkejut, tubuhnya terangkat
dengan sendirinya. Pegangan Han Ling terlepas dari genggaman Xue Ling,
membuatnya terkejut. Kelimanya segera berbalik, waspada ! terkejut dengan hal
yang terjadi di belakang mereka “a… ada apa ini ?” Shui Ling berguman dengan
nada keterkejutan.
Ratusan
Lumba-Lumba Merah dan Biru mengelilingi mereka, sedangkan Lumba-Lumba Ungu
sudah keluar dari kawanan mengelilingi Xue Ling yang melayang di angkasa. “cih
sudah kukatakan !” Cheng Mei mencibir “Lumba-Lumba itu memilih jiejie !” Shui
Ling berguman “hihihi Shui Ge, semua memiliki hati murni, tapi hati yang bebas
tanpa permintaan dan ambisi, sangat susah di temui… Da Ge, pasrah dengan hidupnya
sendiri, apapun yang dilakukan dan terjadi padanya, tidak pernah mempengaruhi
hati dan sifatnya itu…” Xin Lan menjelaskan “haih… dulu saja, dia dapat bermain
dengan bebas dengan para Lumba-Lumba itu tanpa rintangan apapun… sudah sekian
lama, mereka bertemu kembali… Xue tetaplah gadis kecil sebelumnya yang bebas
dan ceria, bermain bersama mereka…” Cheng Mei melanjutkan.
“siapa
dia ? apa kalian mengenalnya ?” “pemuda itu tampak masih sangat muda…” “hmm…
lihat wajahnya sangat bercahaya…” “tadi Lumba-Lumba Ungu sudah meninggalkannya…
tidak menyangka ternyata Lumba-Lumba Ungu pergi untuk memanggil kawanannya
menemui pilihannya…” terdengar gumaman-gumaman para dewa dewi.
“apa
ada yang mengenalnya ?” Pangeran Kedua bertanya “Er Ge, pemuda itu sangat
tampan !” terdengar gumaman dari Sang Putri Arogan. Pangeran Pertama melihat
mata Sang Putri Arogan yang tidak berhenti memandang Xue Ling, tidak tahan
menggodanya “hmm… apakah Tuan Putri-ku ini menyukai pemuda tampan itu ?” wajah
Sang Putri Arogan langsung memerah “Da Ge… Fu Wang, lihatlah Da Ge, dia terus
menggodaku…” merengek ke Xi Hai Shui Jun, membuat ketiga pria yang
menyayanginya itu tertawa. “ah kalian hanya tahu menggodaku !” Sang Putri
Arogan membuang mukanya yang memerah, tidak mau melihat ayah dan kedua kakaknya.