The Power Of Love

The Power Of Love
Bab 95 - Dong Hai mengharap kedatangan Zun Wang



            2 bulan kemudian, Han Ling sadar, mencari Xue Ling yang


tidak terbaring di sampingnya “Xiao Xue…” langsung keluar dari kamar. “Jiefu,


anda sudah sadar…” Huo Ling menghampiri “dimana Xiao Xue ?” langsung bertanya


tanpa basa basi “jiejie ? apa jiejie sudah sadar ?” Huo Ling tidak menjawab,


memberi pertanyaan lain pada Han Ling. Han Ling mengerutkan kening “apa Xiao


Xue belum sadar ?” segera kembali ke kamar.


            Han Ling tidak menemukan Xue Ling dalam istana utama “dimana


Xiao Xue ? uhuk… uhuk…” dalam kecemasan, tidak mempedulikan dirinya sendiri


“jiefu, istirahatlah… aku akan mencari Xue Ling jie…” Huo Ling menyarankan. Han


Ling menggeleng, tiba-tiba mengangkat kepalanya “Pohon Bodhi ! Permata Nila…”


Huo Ling mengerutkan kening “aku harus ke Pohon Bodhi…” Han Ling memaksakan


dirinya, ingin menerobos keluar. Han Ling terjatuh, karena tubuhnya masih lemah


“jiefu…” Huo Ling segera memapah.


            “ada apa ini ?” suara seorang wanita mematahkan kecemasan


keduanya. Han Ling segera berdiri, menghampiri dan memeluk Xue Ling yang baru


masuk dari gerbang utama “Xiao Xue…” “Han ge…” melihat dan mendengar suara Xue


Ling, Han Ling menghela nafas lega “Xiao Xue, aku sadar tidak melihatmu…”


mengadu pada Xue Ling.


            Xue Ling tersenyum “aku membuatkanmu ramuan pemulih…” Han


Ling melirik tangan Xue Ling yang tidak memeluknya, masih memegang sebuah baki


dengan sebuah mangkok berisi ramuan diatasnya. Han Ling melerai pelukan dan


menimang baki Xue Ling “kau juga masih lemah, kenapa membuat ini ?” protes pada


Xue Ling. Xue Ling tersenyum “terlalu banyak tidur, kepala agak pusing jadi


mencari sedikit kegiatan…” menjawab spontan. Han Ling merangkul Xue Ling,


mengajaknya duduk agar tidak kelelahan.


            “jie, lain kali hal seperti ini, biarkan dayang saja yang


membuatnya… istirahatlah dengan baik !” Huo Ling menasehati. Xue Ling memainkan


wajahnya “Huo, mana Shui Ling dan Cheng Mei ?” mendengar pertanyaan Xue Ling,


wajah Huo Ling langsung cemberut “apa ada masalah ?” Xue Ling yang tidak


mendapat jawaban dan melihat perubahan raut wajah Huo Ling menjadi bingung.


            Huo Ling berdecak “ck… bisa ada masalah apa ! kenakalan


mereka sampai melibatkan Siang er…” berguman dengan nada kesal. Han Ling dan


Xue Ling saling melihat “apa yang mereka lakukan ?” keduanya penasaran. Huo


Ling melirik mereka dengan malas dan berkata dengan kesal “Shui dan Cheng Mei


itu, mengajak Siang er, menemui dewa arak…”


            Han Ling dan Xue Ling mengerutkan kening. Sesaat


kemudian, terdengar tawa Xue Ling “hahaha… kau di tinggalkan Ling Siang, merana


sendirian…” “masih tertawa, aku ini bukankah menjaga kalian !” Huo Ling


menghardik Xue Ling yang menertawakannya. Xue Ling menutup mulutnya “ooo…


terima kasih padamu kalau seperti itu !” tersenyum sambil menahan tawa. Han


Ling tersenyum melihat Xue Ling, menggeleng-gelengkan kepalanya.


            Huo Ling menghela nafas “sudahlah, tidak membicarakan


itu… Jie, bagaimana kondisimu ? aku akan memanggil Yao Wang…” Huo Ling berdiri.


Xue Ling melambai-lambaikan tangannya “tidak perlu, aku baik-baik saja, hanya


perlu beristirahat…” “jie, apa yang terjadi ?” Huo Ling sudah penasaran dari


saat mengetahui Xue Ling yang kembali mengambil alasan bersenang-senang untuk


menyelesaikan misi penyetabilan Pusat Salju dan Pusat Lava.


            “hal yang sudah kau ketahui ! tapi dengan bantuan Han ge,


tidak sampai terluka parah… Wei Jiang sana juga mempersiapkan semua dengan


baik, membuat beban lebih mudah…” Xue Ling menjelaskan. Han Ling tersenyum


merangkul Xue Ling “kau masih harus banyak beristirahat !” Xue Ling mengangguk


“Han ge juga perlu memulihkan diri… oh minumlah…” memberikan ramuan pemulih


pada Han Ling.


            Han Ling melihat ramuan pemulih yang hanya ada satu


Ling menggeleng dan mendorong mangkuk ke mulut Han Ling “aku sudah minum di


dapur tadi… ini bagian Han ge…” Han Ling mengangguk dan langsung meminum habis


ramuannya “sangat menyegarkan…” Xue Ling tersenyum.


            Xue Ling beralih ke Huo Ling “apa Wei Jiang ada datang ?”


Huo Ling menggeleng “Wei Jiang Zheng Zhu tidak dapat, tapi mengutus Chang Yi


Tai Zi untuk melapor. Oh mengenai ini, jie, misi yang anda berikan pada Wei


Jiang Zheng Zhu untuk menyatukan Da Hai…” “ada apa ? tidak mau…” Xue Ling


menatap Huo Ling acuh tak acuh.


            Huo Ling menghela nafas, dengan tenang meminum tehnya


“jie, tidak ada saat terakhir, mereka…” Xue Ling memainkan wajahnya “tidak


masalah… dalam kesenangan, hati mereka masih bersatu…” dengan santai


mencerahkan Huo Ling “jie…” Huo Ling berguman sambil menghela nafas “katakan !”


Xue Ling acuh tak acuh “Dong Hai…” Huo Ling menyebutkan dua kata. Xue Ling


tersenyum, menggeleng-gelengkan kepala “bawakan pesanku ke Dong Hai ‘angin


berhembus, peluit ungu berbunyi… perputaran… tidak menyisakan apapun…’. Sudah,


masalah ini tidak perlu dibahas lagi”.


            “Xiao Xue, kapan kau ke Dong Hai ?” Han Ling bertanya


dengan kerutan di keningnya. Xue Ling tersenyum manis, menatap Han Ling. Han


Ling menatap mata Xue Ling “Xiao Xue, kau… kau nakal sekali…” mengetuk kening


Xue Ling. Xue Ling menggosok keningnya “aiyo Han ge, aku harus memastikan


semuanya, sebelum melakukan semuanya kan !” berkata acuh tak acuh.


            Huo Ling mendengar pembicaraan keduanya “jie… kau sudah


ke Dong Hai ?” Xue Ling menatap Huo Ling dan mengangguk. Huo Ling melirik malas


Han Ling “jie…” Xue Ling menghentikan kata-kata Huo Ling “haih… mau


bagaimanalagi ? pesonaku terlalu luar biasa… Han ge, bahkan kedatanganku pun


menjadi rebutan, bagaimana menurutmu ?” memainkan wajahnya dengan nakal,


menggoda Han Ling.


            Han Ling acuh tak acuh “apa yang bagaimana ? siapa yang


mempedulikan semua itu ? kau ‘Xue Ling Shen Zun’ hanya milik Han Ling Shen Jun


sendiri…” Huo Ling menghela nafas “jie, tubuhmu sendiri masih lemah, untuk apa


mempedulikan semua itu…” ikut protes. Xue Ling cekikikan “Huo, apa aku nampak


dewi yang mempedulikan semua itu ? haih itu hanya sekalian jalan saja !”


            Huo Ling melirik malas “jadi, apa yang anda temukan di


Dong Hai ?” Xue Ling mengangkat alisnya “Xi bijaksana dan terlalu kolot, Dong


ceria dan nakal… bagaimana menurutmu ?” memainkan alisnya, menatap Huo Ling.


Huo Ling berdehem “hmm… masing-masing mempunyai karakter sendiri… mereka bisa


membentuk harmoni sendiri…” Han Ling membelai kepala Xue Ling “keempatnya bisa


menyeimbangkan sendiri… karakter mereka terbentuk sudah dari leluhur mereka…


sampai masa ini masih mempertahankannya, sudah sangat baik” Xue Ling


mengangguk.


Han


Ling melihat Huo Ling “Huo Ling, ikuti saja kata-kata Xiao Xue, sampaikan


pesannya… biar mereka puas dan tidak memendam keirian…” Huo Ling mengangguk


“baik, aku akan mengurusnya… Jie – Jiefu, kalian istirahatlah… berhubung kalian


sudah sadar, aku akan meminta yaowang menyiapkan ramuan pulih… jie, kau tidak


perlu melakukan hal ini, beristirahatlah…” Xue Ling mengangkat alisnya “sudah


tahu…” Huo Ling pun pamit undur diri.


Han


Ling menatap Xue Ling dengan senyum lembut “sudah berkegiatan begitu banyak


hari ini, apa kau tidak lelah ?” Xue Ling memegang belakang lehernya “agak


lelah… kepala masih agak pusing !” Han Ling menggenggam tangan Xue Ling “kita


berendam kemudian istirahat kembali…” menariknya ke tempat perendaman.