
Semua yang diluar jiejue tercengang melihatnya, tidak sanggup
berkata-kata, ada perasaan takut yang muncul di hati masing-masing. Bai Feng
Jiu tidak berhenti, kembali menarik Nie Chu Ying dan seperti sebelumnya, Nie
Chu Ying terbakar dan yuhua di tangan Bai Feng Jiu. Selanjutnya, Bai Feng Jiu
menarik Ji Heng “Bai Feng Jiu, lepaskan aku… Di Jun sudah berjanji pada ayahku
untuk menjagaku…” berusaha meronta. Bai Feng Jiu memiringkan kepalanya, melihat
Ji Heng tanpa ekspresi dengan cengkeraman yang semakin kuat. Sesaat kemudian,
Ji Heng terbakar dan yuhua di tangan Bai Feng Jiu.
Yang terakhir adalah Miao Luo. Pada saat tertarik, Miao Luo
berusaha membuat perlawanan terakhir. Naas, semua usahanya dipatahkan Bai Feng
Jiu dengan mudah “siapa ? siapa kau sebenarnya ? kau tidak akan bisa membunuhku
! aku terlahir dari San Du…” tangan Bai Feng Jiu yang tidak mencekik leher Miao
Luo, mengeluarkan sihir. Semua hawa jahat dan San Du Chuo Shi terserap ke
genggaman Bai Feng Jiu. Miao Luo melihat semua dengan mata terbuka lebar “San
Du…” Bai Feng Jiu berguman dan mengarahkan kumpulan di genggamannya ke Miao
Luo.
Miao Luo yang tiba-tiba menerima begitu banyak hawa jahat dan
San Du Chuo Shi, tidak mampu menahan dan meledak di tangan Bai Feng Jiu. Saat
Miao Luo meledak, terjadi hentakan dan semua hawa jahat beserta San Du kembali
tersebar. Semua yang diluar Xing Guang Jiejue hanya bisa termangu, melihat yang
dilakukan Bai Feng Jiu. Bai Feng Jiu mengangkat kepala melihat Xing Guang
Jiejue. Tangannya mengeluarkan sihir, semua hawa jahat dan San Du kembali
terkumpul membentuk bola dan terbakar ditangannya.
“apa yang mau dilakukan Xiao Jiu ?” Bai Zhen bertanya pada Zhe
Yan “Xiao Jiu terselimuti dengan hawa jahat yang sangat pekat. Dong Hua, apa
Xing Guang Jiejue dapat menahannya ?” sangat ragu dengan situasi Bai Feng Jiu.
Dong Hua pun tidak dapat menjamin Xing Guang Jiejue, mampu menahan Bai Feng
Jiu.
Disaat semua menebak-nebak, kobaran api di genggaman Bai Feng
Jiu semakin membesar dan membara. “Dong Hua, Xiao Jiu tidak boleh sampai keluar
dari sini !” Mo Yuan memberi pernyataan. Dong Hua menatap api membara di tangan
Bai Feng Jiu yang semakin membara “bersiaplah !” mengeluarkan satu kata tegas.
“Dong
Hua, itu adalah Xiao Jiu… Xiao Jiu… kau bukannya mencintainya, bagaimana bisa
kau melakukan hal yang mencelakainya ?” Yan Ci Wu menghardik “Xiao Yan, Feng
Jiu saat ini sudah bukan Feng Jiu yang kita kenal… Feng Jiu sudah berubah
menjadi iblis terhebat…” Lian Song menarik Yan Ci Wu. Yan Ci Wu melihat Bai
Feng Jiu di Xing Guang Jiejue “tidak… aku tidak percaya… Xiao Jiu selama ini
sangat baik…” “Xiao Yan, kau jangan bersikeras lagi, kau lihat yang dilakukan
Feng Jiu. Jika dia sampai keluar dari sini, Si Hai Ba Huang akan hancur
olehnya” Lian Song menghardik.
Seiring
perdebatan mereka, Bai Feng Jiu membuat sihir memunculkan busur di salah satu
tangannya dan merubah kobaran api membentuk anak panah. Memasang dan menarik
anak panah, melepasnya, menyerang Xing Guang Jiejue. Anak panah sihir Bai Feng
Jiu, semakin lama semakin membesar dengan kobaran api yang semakin membara,
menghantam Xing Guang Jiejue. Xing Guang Jiejue berbunyi hantaman yang sangat
nyaring ‘duarr…’ terlihat retakan pada lapisan jiejue. Semakin lama retakan
semakin meluas dan dengan bunyi ‘dar…’ kedua, hancurlah Xing Guang Jiejue.
Semua
bersiap-siap melawan Bai Feng Jiu dengan hati yang bergetar. Bai Feng Jiu hanya
berdiri disana, melihat ke langit tanpa melakukan gerakan apapun. Begitu Xing
Guang Jiejue terbuka, hawa panas segera menyebar luas. Gun Gun yang melihat
Ce segera menangkapnya “Gun Gun, bahaya, jangan kesana !” membawa Gun Gun
menjauh “Niang Qin… tai lao ye, Niang Qin terluka… aku harus merawat Niang
Qin…”
Seiring
dengan kata-kata Gun Gun keluar, langit mendung dan menghitam. Setitik demi
setitik hujan jatuh mengenai semuanya, hingga menjadi hujan lebat. Semua
terdiam, kehujanan, melihat Bai Feng Jiu yang tidak bergeming di tempatnya
semula. “Dong Hua, apa yang akan terjadi !” Mo Yuan bertanya, mencari petunjuk
akan situasi mereka.
“apakah
sudah aman ?” “apa Nu Jun akan menjadi ancaman baru ?” “se… sebaiknya pergi
dari sini…” beberapa dewa dewi ingin keluar dari area sekitar. Pergerakan
mereka membuat respon dari Bai Feng Jiu. Kepala Bai Feng Jiu bergerak, menatap
tajam ke arah para tetua. Tetua yang melangkahkan kakinya, tertarik ke hadapan
Bai Feng Jiu “Nu… Nu Jun…” tubuh mereka bergetar ketakutan. Bai Feng Jiu
menatap mereka tanpa ekspresi, dengan tubuh basah kuyub dan penuh noda darah.
“Dong
Hua…” Lian Song cemas. Semua menunggu apa yang akan terjadi selanjutnya. Bai
Feng Jiu menatap dengan mata merahnya “ingin lari !” berkata dengan aura
mengintimidasi. Beberapa tetua mengangguk, beberapa menggeleng, terakhir semua
bersama-sama menggeleng “Nu… Nu Jun… Miao Luo dan San Du sudah terselesaikan,
bukankah sudah bisa kembali ?” salah satu memberanikan diri berbicara “kembali
? kalian ingin kembali ?” Bai Feng Jiu bertanya dengan sinis “Nu… Nu Jun, apa
ada hal lain yang perlu kami lakukan ?” bertanya dengan suara bergetar.
Bai
Feng Jiu “apa yang bisa kalian lakukan untuk yang mulia ?” mengangkat
tangannya, Suo Hun Yu muncul dalam genggaman Bai Feng Jiu “hmm… yang mulia
memerlukan jiwa baru. Bagaimana jika kalian menjadi jiwa baru milik yang
mulia…” “Nu… Nu Jun…” para tetua mau melarikan diri. Bai Feng Jiu melepas Suo
Hun Yu “pao pei, makanan untuk kalian…” Suo Hun Yu berputar di angkasa, para
tetua yang hendak melarikan diri terhisap kedalamnya. Suo Hun Yu semakin besar,
satu persatu dewa dewi terhisap kedalamnya. Hampir semua mulai berlari ingin
menyelamatkan nyawa mereka.
“Dong
Hua, bagaimana ini ?” semua mulai panik. Dong Hua mengerahkan sihir “Xiao Bai,
maaf…” “tidak… tidak… jangan lukai Niang Qin…” Gun Gun meronta, mendorong
mundur Dong Hua, langsung berlari kencang ke arah Bai Feng Jiu “Niang Qin…
Niang Qin… Niang Qin…” tidak ada yang cukup cepat untuk menahannya “Gun Gun…”
Gun
Gun langsung memeluk Bai Feng Jiu “Niang Qin… Niang Qin… hentikan… hentikan…
kita tidak balas dendam lagi… Niang Qin, kita pulang… kita pulang ke rumah kita
sendiri… Gun Gun akan merawat Niang Qin… Niang Qin…” berteriak dan menangis.
Bai Feng Jiu terkejut ada yang memeluknya, menatap Bai Gun Gun yang memeluknya.
Saat perhatian Bai Feng Jiu berpindah, Suo Hun Yu berhenti menghisap jiwa.
Bai
Feng Jiu melihat Bai Gun Gun tanpa ekspresi. Dong Hua menahan serangan,
mengharap perubahan terjadi pada Bai Feng Jiu. Bai Gun Gun tidak mendapat
jawaban, mengangkat kepala melihat Bai Feng Jiu “Niang Qin, kau sudah lelah kan
! kita pulang… Gun Gun akan mengobatimu… Niang Qin, semua sudah terbalas, Si
Hai Ba Huang sudah damai, kita bisa hidup dengan tenang… Niang Qin, selama
bersama Niang Qin, Gun Gun akan sangat bahagia… Niang Qin, kita pulang… sudah waktunya
beristirahat… Niang Qin…” menangis dan membujuk Bai Feng Jiu.