The Power Of Love

The Power Of Love
I - 26



     Semua yang diluar jiejue tercengang melihatnya, tidak sanggup


berkata-kata, ada perasaan takut yang muncul di hati masing-masing. Bai Feng


Jiu tidak berhenti, kembali menarik Nie Chu Ying dan seperti sebelumnya, Nie


Chu Ying terbakar dan yuhua di tangan Bai Feng Jiu. Selanjutnya, Bai Feng Jiu


menarik Ji Heng “Bai Feng Jiu, lepaskan aku… Di Jun sudah berjanji pada ayahku


untuk menjagaku…” berusaha meronta. Bai Feng Jiu memiringkan kepalanya, melihat


Ji Heng tanpa ekspresi dengan cengkeraman yang semakin kuat. Sesaat kemudian,


Ji Heng terbakar dan yuhua di tangan Bai Feng Jiu.


     Yang terakhir adalah Miao Luo. Pada saat tertarik, Miao Luo


berusaha membuat perlawanan terakhir. Naas, semua usahanya dipatahkan Bai Feng


Jiu dengan mudah “siapa ? siapa kau sebenarnya ? kau tidak akan bisa membunuhku


! aku terlahir dari San Du…” tangan Bai Feng Jiu yang tidak mencekik leher Miao


Luo, mengeluarkan sihir. Semua hawa jahat dan San Du Chuo Shi terserap ke


genggaman Bai Feng Jiu. Miao Luo melihat semua dengan mata terbuka lebar “San


Du…” Bai Feng Jiu berguman dan mengarahkan kumpulan di genggamannya ke Miao


Luo.


     Miao Luo yang tiba-tiba menerima begitu banyak hawa jahat dan


San Du Chuo Shi, tidak mampu menahan dan meledak di tangan Bai Feng Jiu. Saat


Miao Luo meledak, terjadi hentakan dan semua hawa jahat beserta San Du kembali


tersebar. Semua yang diluar Xing Guang Jiejue hanya bisa termangu, melihat yang


dilakukan Bai Feng Jiu. Bai Feng Jiu mengangkat kepala melihat Xing Guang


Jiejue. Tangannya mengeluarkan sihir, semua hawa jahat dan San Du kembali


terkumpul membentuk bola dan terbakar ditangannya.


     “apa yang mau dilakukan Xiao Jiu ?” Bai Zhen bertanya pada Zhe


Yan “Xiao Jiu terselimuti dengan hawa jahat yang sangat pekat. Dong Hua, apa


Xing Guang Jiejue dapat menahannya ?” sangat ragu dengan situasi Bai Feng Jiu.


Dong Hua pun tidak dapat menjamin Xing Guang Jiejue, mampu menahan Bai Feng


Jiu.


     Disaat semua menebak-nebak, kobaran api di genggaman Bai Feng


Jiu semakin membesar dan membara. “Dong Hua, Xiao Jiu tidak boleh sampai keluar


dari sini !” Mo Yuan memberi pernyataan. Dong Hua menatap api membara di tangan


Bai Feng Jiu yang semakin membara “bersiaplah !” mengeluarkan satu kata tegas.


“Dong


Hua, itu adalah Xiao Jiu… Xiao Jiu… kau bukannya mencintainya, bagaimana bisa


kau melakukan hal yang mencelakainya ?” Yan Ci Wu menghardik “Xiao Yan, Feng


Jiu saat ini sudah bukan Feng Jiu yang kita kenal… Feng Jiu sudah berubah


menjadi iblis terhebat…” Lian Song menarik Yan Ci Wu. Yan Ci Wu melihat Bai


Feng Jiu di Xing Guang Jiejue “tidak… aku tidak percaya… Xiao Jiu selama ini


sangat baik…” “Xiao Yan, kau jangan bersikeras lagi, kau lihat yang dilakukan


Feng Jiu. Jika dia sampai keluar dari sini, Si Hai Ba Huang akan hancur


olehnya” Lian Song menghardik.


Seiring


perdebatan mereka, Bai Feng Jiu membuat sihir memunculkan busur di salah satu


tangannya dan merubah kobaran api membentuk anak panah. Memasang dan menarik


anak panah, melepasnya, menyerang Xing Guang Jiejue. Anak panah sihir Bai Feng


Jiu, semakin lama semakin membesar dengan kobaran api yang semakin membara,


menghantam Xing Guang Jiejue. Xing Guang Jiejue berbunyi hantaman yang sangat


nyaring ‘duarr…’ terlihat retakan pada lapisan jiejue. Semakin lama retakan


semakin meluas dan dengan bunyi ‘dar…’ kedua, hancurlah Xing Guang Jiejue.


Semua


bersiap-siap melawan Bai Feng Jiu dengan hati yang bergetar. Bai Feng Jiu hanya


berdiri disana, melihat ke langit tanpa melakukan gerakan apapun. Begitu Xing


Guang Jiejue terbuka, hawa panas segera menyebar luas. Gun Gun yang melihat


Ce segera menangkapnya “Gun Gun, bahaya, jangan kesana !” membawa Gun Gun


menjauh “Niang Qin… tai lao ye, Niang Qin terluka… aku harus merawat Niang


Qin…”


Seiring


dengan kata-kata Gun Gun keluar, langit mendung dan menghitam. Setitik demi


setitik hujan jatuh mengenai semuanya, hingga menjadi hujan lebat. Semua


terdiam, kehujanan, melihat Bai Feng Jiu yang tidak bergeming di tempatnya


semula. “Dong Hua, apa yang akan terjadi !” Mo Yuan bertanya, mencari petunjuk


akan situasi mereka.


“apakah


sudah aman ?” “apa Nu Jun akan menjadi ancaman baru ?” “se… sebaiknya pergi


dari sini…” beberapa dewa dewi ingin keluar dari area sekitar. Pergerakan


mereka membuat respon dari Bai Feng Jiu. Kepala Bai Feng Jiu bergerak, menatap


tajam ke arah para tetua. Tetua yang melangkahkan kakinya, tertarik ke hadapan


Bai Feng Jiu “Nu… Nu Jun…” tubuh mereka bergetar ketakutan. Bai Feng Jiu


menatap mereka tanpa ekspresi, dengan tubuh basah kuyub dan penuh noda darah.


“Dong


Hua…” Lian Song cemas. Semua menunggu apa yang akan terjadi selanjutnya. Bai


Feng Jiu menatap dengan mata merahnya “ingin lari !” berkata dengan aura


mengintimidasi. Beberapa tetua mengangguk, beberapa menggeleng, terakhir semua


bersama-sama menggeleng “Nu… Nu Jun… Miao Luo dan San Du sudah terselesaikan,


bukankah sudah bisa kembali ?” salah satu memberanikan diri berbicara “kembali


? kalian ingin kembali ?” Bai Feng Jiu bertanya dengan sinis “Nu… Nu Jun, apa


ada hal lain yang perlu kami lakukan ?” bertanya dengan suara bergetar.


Bai


Feng Jiu “apa yang bisa kalian lakukan untuk yang mulia ?” mengangkat


tangannya, Suo Hun Yu muncul dalam genggaman Bai Feng Jiu “hmm… yang mulia


memerlukan jiwa baru. Bagaimana jika kalian menjadi jiwa baru milik yang


mulia…” “Nu… Nu Jun…” para tetua mau melarikan diri. Bai Feng Jiu melepas Suo


Hun Yu “pao pei, makanan untuk kalian…” Suo Hun Yu berputar di angkasa, para


tetua yang hendak melarikan diri terhisap kedalamnya. Suo Hun Yu semakin besar,


satu persatu dewa dewi terhisap kedalamnya. Hampir semua mulai berlari ingin


menyelamatkan nyawa mereka.


“Dong


Hua, bagaimana ini ?” semua mulai panik. Dong Hua mengerahkan sihir “Xiao Bai,


maaf…” “tidak… tidak… jangan lukai Niang Qin…” Gun Gun meronta, mendorong


mundur Dong Hua, langsung berlari kencang ke arah Bai Feng Jiu “Niang Qin…


Niang Qin… Niang Qin…” tidak ada yang cukup cepat untuk menahannya “Gun Gun…”


Gun


Gun langsung memeluk Bai Feng Jiu “Niang Qin… Niang Qin… hentikan… hentikan…


kita tidak balas dendam lagi… Niang Qin, kita pulang… kita pulang ke rumah kita


sendiri… Gun Gun akan merawat Niang Qin… Niang Qin…” berteriak dan menangis.


Bai Feng Jiu terkejut ada yang memeluknya, menatap Bai Gun Gun yang memeluknya.


Saat perhatian Bai Feng Jiu berpindah, Suo Hun Yu berhenti menghisap jiwa.


Bai


Feng Jiu melihat Bai Gun Gun tanpa ekspresi. Dong Hua menahan serangan,


mengharap perubahan terjadi pada Bai Feng Jiu. Bai Gun Gun tidak mendapat


jawaban, mengangkat kepala melihat Bai Feng Jiu “Niang Qin, kau sudah lelah kan


! kita pulang… Gun Gun akan mengobatimu… Niang Qin, semua sudah terbalas, Si


Hai Ba Huang sudah damai, kita bisa hidup dengan tenang… Niang Qin, selama


bersama Niang Qin, Gun Gun akan sangat bahagia… Niang Qin, kita pulang… sudah waktunya


beristirahat… Niang Qin…” menangis dan membujuk Bai Feng Jiu.