
Xue Chun Ling tersenyum, menggelengkan kepala “hmm… Shen Jun a
Shen Jun… tidak tahu harus bagaimana padamu !” menunggu Han Ling bangun sambil
menerawang semua informasi yang di dapatnya dari luar selama 3 bulan ini ‘hmm…
benarkah yang mereka katakan itu aku ! kenapa aku tidak mengingat segalanya !
hmm…’.
Xue Ling meditasi di samping Han Ling ‘hmm… sepertinya ada yang
tersegel di dalam… apa itu ingatanku di kehidupan sebelumnya ! haih… selama ini
aku jarang berlatih !’ cemberut sendiri mengingat kelakuannya. Xue Ling mulai
mengfokuskan diri untuk mengolah aura dan berlatih.
3 hari kemudian, Han Ling bangun, tanpa Xue Chun Ling disisinya.
Han Ling bangun dan menunduk “aku bermimpi lagi ! Xiao Xue, apa yang harus
kulakukan ? aku lebih rela mati daripada kehilanganmu seperti ini ! aku harus
menunggu berapa lama lagi ! Xiao Xue, kumohon kembalilah !”
“Han ge, kau sudah bangun !” Xue Chun Ling masuk, melihat Han
Ling yang masih menunduk. Mendengar suara yang akrab, Han Ling langsung mengangkat
kepala, menatap Xue Chun Ling yang menghampirinya, dengan sebuah baki di
tangannya. Han Ling terdiam, tapi matanya terus mengikuti gerakan Xue Chun
Ling.
Xue Chun Ling tersenyum manis “bagaimana ? apa masih ada yang
tidak nyaman ?” meletakkan baki di meja dan memegang wajah Han Ling. Xue Chun
Ling yang melihat Han Ling masih dalam keterkejutannya, tersenyum lembut
mengecup kening Han Ling “Han ge tidak sedang bermimpi, aku sudah kembali !”
memeluk Han Ling di dadanya.
Han Ling menutup mata, mendengar detak jantung Xue Chun Ling dan
kehangatan dari pelukannya. Perlahan tangan Han Ling naik, memeluk Xue Chun
Ling “Xiao Xue… Xiao Xue, kau sudah kembali ! jangan pergi lagi, bagaimana ?
Xiao Xue ingin kemanapun, Han ge akan menemanimu. Tapi jangan seperti ini lagi,
jangan meninggalkanku sendiri lagi, Xiao Xue…”
Xue Chun Ling tersenyum “siapa yang menyuruhmu begitu nakal,
terus mengurungku di Xue Zuan Shi Gong !” menggoda Han Ling. Han Ling
menggeleng, tidak melepas pelukannya “salahku… maafkan aku, jangan menghukumku
seperti ini lagi… Xiao Xue, Han ge akan menemanimu berjalan-jalan, bagaimana ?”
dengan nada memelas.
Xue Chun Ling tertawa kecil “baik… tidak menghukummu lagi ! ayo,
aku sudah membuatkan ramuan pemulih dan makanan kesukaanmu !” melerai pelukan,
menatap Han Ling. Han Ling masih berwajah sedih, melihat wajah ceria Xue Chun
Ling.
Han Ling menarik Xue Chun Ling kedalam pelukannya “biarkan
seperti ini sejenak !” menghela nafas lega. Xue Chun Ling mengelus-ngelus dada
Han Ling “sudah tenang ?” Han Ling menatap Xue Chun Ling, perlahan mencium
bibir Xue Chun Ling, merasakan bibir mungil yang sudah 3 bulan dirindukannya.
Xue Chun Ling mengakhiri ciuman, mendorong Han Ling “ayo… kita
makan…” Han Ling menatap Xue Chun Ling, belum rela mengakhiri ciuman dan
kedekatan mereka. Melihat wajah Xue Chun Ling, Han Ling mengalah, berdiri dan
menggandeng tangan Xue Chun Ling ke meja makan.
Han Ling tidak melepas Xue Chun Ling, menariknya ke atas
pangkuannya. Xue Chun Ling kesusahan bergerak “Han ge, seperti ini, bagaimana
makan ?” Han Ling tidak menjawab, terus melihat wajah Xue Chun Ling. Xue Chun
Ling menghela nafas, melihat Han Ling yang tidak bergeming.
Han Ling “ayo, buka mulutmu !” Han Ling membuka mulut, meminum ramuan sesendok
demi sesendok dari tangan Xue Chun Ling, tanpa mengalihkan pandangannya.
Xue Chun Ling tertawa kecil melihat tingkat Han Ling “Han ge,
saatnya kembali merawat dirimu ! tubuhmu sekarang sangat kurus, seperti akan
tertiup angin pergi saja !” mengejek Han Ling “ayo, buka mulutmu !” Xue Chun
Ling menyuapi Han Ling, makanan kesukaannya. Han Ling pun tidak menolak,
menerima semua yang disuapkan Xue Chun Ling, sambil menatap pujaan hatinya.
Xue Chun Ling tersenyum manis, melihat Han Ling yang makan tanpa
mengalihkan pandangannya “apa enak ?” Han Ling hanya mengangguk, membuat Xue
Chun Ling cekikikan “Han ge, apa arak sudah membuatmu menjadi bisu, hingga
tidak dapat menjawabku ?” wajah Han Ling berubah cemberut, masih menatap Xue
Chun Ling.
Xue Chun Ling terus menyuapi Han Ling hingga habis semangkuk nasi
dan lauknya “apa masih mau ?” tidak menunggu jawaban Han Ling, Xue Chun Ling
menambahkan makanan lagi ke mangkok Han Ling, lanjut menyuapinya. Han Ling
menahan tangan Xue Chun Ling, menuntun tangan Xue Chun Ling ke bibir Xue Chun
Ling “buka mulut…” terdengar suara Han Ling.
Xue Chun Ling tersenyum, makan dari tangannya sendiri. Han Ling
mengambil sendok dan mangkok dari tangan Xue Chun Ling. Xue Chun Ling hanya
diam, melihat yang dilakukan Han Ling. Han Ling mengambilkan Xue Chun Ling
makanan, perlahan menyuapinya. Xue Chun Ling juga menerima suapan Han Ling “Han
ge, aku sudah kenyang !” menghentikan Han Ling yang tidak berenti menambahkan
makanan ke mulutnya.
Han Ling menurunkan mangkok dan sendok, mengambil sapu tangan
membersihkan bibir Xue Chun Ling dengan lembut. Xue Chun Ling memberikan
senyuman manis padanya “terima kasih Han ge…” Han Ling tersenyum tipis,
menyandarkan kepalanya ke pundak Xue Chun Ling, dengan kedua tangan yang
memeluk pinggang mungilnya.
Xue Chun Ling membelai punggung Han Ling “tidak ada yang mau
dikatakan padaku ?” Han Ling hanya melamun di pundak Xue Chun Ling, tidak
menjawab “ada apa ? tidak senang bertemu denganku ?” Xue Chun Ling menggoda Han
Ling. Han Ling mengeratkan pelukannya, menutup mata, masuk lebih dalam ke dada
Xue Chun Ling.
Xue Chun Ling tersenyum lembut, membelai kepala dan punggung Han
Ling “maaf, membuatmu terkejut ! awalnya, aku hanya berencana bermain beberapa
hari… tidak sadar sudah berjalan lumayan jauh ! Han ge, aku merindukanmu ! saat
kembali, aku langsung mencarimu… haih aku hanya bosan di Xue Zuan Shi Gong,
jadi keluar bermain ! jangan marah dan sedih lagi ! aku tidak akan
meninggalkanmu sendiri lagi ! aku akan selalu bersamamu !”
Han Ling bergetar mendengar kata-kata Xue Chun Ling “kau yang
mengatakannya, tidak boleh mengingkarinya !” terdengar suara bergetar Han Ling.
Xue Chun Ling mengangguk “tidak akan ingkar…” Han Ling tidak melerai pelukan,
tetap menutup mata di dada Xue Chun Ling.
Xue Chun Ling membiarkan Han Ling menenangkan diri sesaat “Xiao
Xue…” hingga terdengar suara Han Ling “hmm…” Xue Chun Ling berdehem “Xiao Xue,
aku mencintaimu !” Han Ling menyatakan perasaannya tanpa memandang Xue Chun
Ling. Xue Chun Ling tersenyum manis “Han ge, aku juga mencintaimu !”