The Power Of Love

The Power Of Love
TPOL 2 - Bab 4 - Bukan mimpi



    Xue Chun Ling tersenyum, menggelengkan kepala “hmm… Shen Jun a


Shen Jun… tidak tahu harus bagaimana padamu !” menunggu Han Ling bangun sambil


menerawang semua informasi yang di dapatnya dari luar selama 3 bulan ini ‘hmm…


benarkah yang mereka katakan itu aku ! kenapa aku tidak mengingat segalanya !


hmm…’.


    Xue Ling meditasi di samping Han Ling ‘hmm… sepertinya ada yang


tersegel di dalam… apa itu ingatanku di kehidupan sebelumnya ! haih… selama ini


aku jarang berlatih !’ cemberut sendiri mengingat kelakuannya. Xue Ling mulai


mengfokuskan diri untuk mengolah aura dan berlatih.


    3 hari kemudian, Han Ling bangun, tanpa Xue Chun Ling disisinya.


Han Ling bangun dan menunduk “aku bermimpi lagi ! Xiao Xue, apa yang harus


kulakukan ? aku lebih rela mati daripada kehilanganmu seperti ini ! aku harus


menunggu berapa lama lagi ! Xiao Xue, kumohon kembalilah !”


    “Han ge, kau sudah bangun !” Xue Chun Ling masuk, melihat Han


Ling yang masih menunduk. Mendengar suara yang akrab, Han Ling langsung mengangkat


kepala, menatap Xue Chun Ling yang menghampirinya, dengan sebuah baki di


tangannya. Han Ling terdiam, tapi matanya terus mengikuti gerakan Xue Chun


Ling.


    Xue Chun Ling tersenyum manis “bagaimana ? apa masih ada yang


tidak nyaman ?” meletakkan baki di meja dan memegang wajah Han Ling. Xue Chun


Ling yang melihat Han Ling masih dalam keterkejutannya, tersenyum lembut


mengecup kening Han Ling “Han ge tidak sedang bermimpi, aku sudah kembali !”


memeluk Han Ling di dadanya.


    Han Ling menutup mata, mendengar detak jantung Xue Chun Ling dan


kehangatan dari pelukannya. Perlahan tangan Han Ling naik, memeluk Xue Chun


Ling “Xiao Xue… Xiao Xue, kau sudah kembali ! jangan pergi lagi, bagaimana ?


Xiao Xue ingin kemanapun, Han ge akan menemanimu. Tapi jangan seperti ini lagi,


jangan meninggalkanku sendiri lagi, Xiao Xue…”


    Xue Chun Ling tersenyum “siapa yang menyuruhmu begitu nakal,


terus mengurungku di Xue Zuan Shi Gong !” menggoda Han Ling. Han Ling


menggeleng, tidak melepas pelukannya “salahku… maafkan aku, jangan menghukumku


seperti ini lagi… Xiao Xue, Han ge akan menemanimu berjalan-jalan, bagaimana ?”


dengan nada memelas.


    Xue Chun Ling tertawa kecil “baik… tidak menghukummu lagi ! ayo,


aku sudah membuatkan ramuan pemulih dan makanan kesukaanmu !” melerai pelukan,


menatap Han Ling. Han Ling masih berwajah sedih, melihat wajah ceria Xue Chun


Ling.


    Han Ling menarik Xue Chun Ling kedalam pelukannya “biarkan


seperti ini sejenak !” menghela nafas lega. Xue Chun Ling mengelus-ngelus dada


Han Ling “sudah tenang ?” Han Ling menatap Xue Chun Ling, perlahan mencium


bibir Xue Chun Ling, merasakan bibir mungil yang sudah 3 bulan dirindukannya.


    Xue Chun Ling mengakhiri ciuman, mendorong Han Ling “ayo… kita


makan…” Han Ling menatap Xue Chun Ling, belum rela mengakhiri ciuman dan


kedekatan mereka. Melihat wajah Xue Chun Ling, Han Ling mengalah, berdiri dan


menggandeng tangan Xue Chun Ling ke meja makan.


    Han Ling tidak melepas Xue Chun Ling, menariknya ke atas


pangkuannya. Xue Chun Ling kesusahan bergerak “Han ge, seperti ini, bagaimana


makan ?” Han Ling tidak menjawab, terus melihat wajah Xue Chun Ling. Xue Chun


Ling menghela nafas, melihat Han Ling yang tidak bergeming.


Han Ling “ayo, buka mulutmu !” Han Ling membuka mulut, meminum ramuan sesendok


demi sesendok dari tangan Xue Chun Ling, tanpa mengalihkan pandangannya.


    Xue Chun Ling tertawa kecil melihat tingkat Han Ling “Han ge,


saatnya kembali merawat dirimu ! tubuhmu sekarang sangat kurus, seperti akan


tertiup angin pergi saja !” mengejek Han Ling “ayo, buka mulutmu !” Xue Chun


Ling menyuapi Han Ling, makanan kesukaannya. Han Ling pun tidak menolak,


menerima semua yang disuapkan Xue Chun Ling, sambil menatap pujaan hatinya.


    Xue Chun Ling tersenyum manis, melihat Han Ling yang makan tanpa


mengalihkan pandangannya “apa enak ?” Han Ling hanya mengangguk, membuat Xue


Chun Ling cekikikan “Han ge, apa arak sudah membuatmu menjadi bisu, hingga


tidak dapat menjawabku ?” wajah Han Ling berubah cemberut, masih menatap Xue


Chun Ling.


    Xue Chun Ling terus menyuapi Han Ling hingga habis semangkuk nasi


dan lauknya “apa masih mau ?” tidak menunggu jawaban Han Ling, Xue Chun Ling


menambahkan makanan lagi ke mangkok Han Ling, lanjut menyuapinya. Han Ling


menahan tangan Xue Chun Ling, menuntun tangan Xue Chun Ling ke bibir Xue Chun


Ling “buka mulut…” terdengar suara Han Ling.


    Xue Chun Ling tersenyum, makan dari tangannya sendiri. Han Ling


mengambil sendok dan mangkok dari tangan Xue Chun Ling. Xue Chun Ling hanya


diam, melihat yang dilakukan Han Ling. Han Ling mengambilkan Xue Chun Ling


makanan, perlahan menyuapinya. Xue Chun Ling juga menerima suapan Han Ling “Han


ge, aku sudah kenyang !” menghentikan Han Ling yang tidak berenti menambahkan


makanan ke mulutnya.


    Han Ling menurunkan mangkok dan sendok, mengambil sapu tangan


membersihkan bibir Xue Chun Ling dengan lembut. Xue Chun Ling memberikan


senyuman manis padanya “terima kasih Han ge…” Han Ling tersenyum tipis,


menyandarkan kepalanya ke pundak Xue Chun Ling, dengan kedua tangan yang


memeluk pinggang mungilnya.


    Xue Chun Ling membelai punggung Han Ling “tidak ada yang mau


dikatakan padaku ?” Han Ling hanya melamun di pundak Xue Chun Ling, tidak


menjawab “ada apa ? tidak senang bertemu denganku ?” Xue Chun Ling menggoda Han


Ling. Han Ling mengeratkan pelukannya, menutup mata, masuk lebih dalam ke dada


Xue Chun Ling.


    Xue Chun Ling tersenyum lembut, membelai kepala dan punggung Han


Ling “maaf, membuatmu terkejut ! awalnya, aku hanya berencana bermain beberapa


hari… tidak sadar sudah berjalan lumayan jauh ! Han ge, aku merindukanmu ! saat


kembali, aku langsung mencarimu… haih aku hanya bosan di Xue Zuan Shi Gong,


jadi keluar bermain ! jangan marah dan sedih lagi ! aku tidak akan


meninggalkanmu sendiri lagi ! aku akan selalu bersamamu !”


    Han Ling bergetar mendengar kata-kata Xue Chun Ling “kau yang


mengatakannya, tidak boleh mengingkarinya !” terdengar suara bergetar Han Ling.


Xue Chun Ling mengangguk “tidak akan ingkar…” Han Ling tidak melerai pelukan,


tetap menutup mata di dada Xue Chun Ling.


    Xue Chun Ling membiarkan Han Ling menenangkan diri sesaat “Xiao


Xue…” hingga terdengar suara Han Ling “hmm…” Xue Chun Ling berdehem “Xiao Xue,


aku mencintaimu !” Han Ling menyatakan perasaannya tanpa memandang Xue Chun


Ling. Xue Chun Ling tersenyum manis “Han ge, aku juga mencintaimu !”