The Power Of Love

The Power Of Love
Tiba-tiba Datang



Besok pagi nya saat Michelle bangun dengan perlahan-lahan membuka matanya dan bingung dengan dekorasi di kamar itu. "Aku di kamar siapa ini? Aku berada di kamar siapa ini?" pikir Michelle. Dengan berpikir keras akhir nya dia mengingat kejadian kemarin bahwa mama mertua nya datang berkunjung dan Alex meminta dia tidur di kamar Alex.


Dengan hati-hati dia memperhatikan sekelilingnya. Tiba-tiba pandangan nya jatuh pada tubuh seseorang yang ada di samping nya. Michelle yang merasa kaget menyadari diri nya tidur bersama Alex di kasur yang sama. Dia membelalakkan pandangan nya sambil membekap mulut nya dengan kedua telapak tangannya, takut dia berteriak.


Michelle dengan tergesa-gesa turun dari tempat tidur. Karena dia tidak berhati-hati, dia terjatuh dari tempat tidur itu. Dia meringkuk di lantai kamar itu sambil menahan rasa sakit pada salah satu kaki nya. "Aduuuuh Micheeelle, jadi orang gegabah banget siiiih !!!" kata Michelle dalam hati nya. Pelan-pelan Michelle menaikkan kepala nya untuk melihat Alex, takutnya dia terbangun karena ulahnya tadi.


🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾


Alex dalam tidur nya merasa terusik gara-gara grasak-grusuk disamping nya. Tadi nya dia masih tidur dalam keadaan tenang, tapi karena pergerakan seseorang di samping nya membuat dia terbangun. Apalagi dia mendengar suara seperti ada yang jatuh. Perlahan-lahan Alex membuka mata nya sambil sesekali menguap menandakan dia masih ngantuk. Dia melihat di samping nya Michelle sudah tidak ada. "Mungkin dia sudah turun ke bawah kali" pikir Alex.


Tapi alangkah kaget nya dia melihat Michelle yang ada di lantai sambil melihat kearahnya.


"Kamu kenapa bisa di situ ?" tanya Alex sambil buru-buru turun dari tempat tidur untuk menghampiri Michelle.


Michelle juga yang melihat Alex sudah bangun kaget dan khawatir. Dia takut bila Alex akan marah sama dia.


"Nggak kenapa-napa, aku baik-baik aja ko" kata Michelle sambil buru-buru berdiri sambil menahan rasa sakit di kaki nya. Dia langsung pergi dari kamar itu dengan kaki agak pincang.


"Cheeell,,," panggil Alex lagi, tapi Michelle sudah keburu menutup pintu kamarnya. Apa nya yang nggak kenapa-napa, jelas-jelas dia jalannya pincang.


Aaaaaah masa bodoh pikir Alex. Karena dia sudah nggak minat untuk tidur lagi, dia langsung pergi mandi.


Di dapur Michelle sibuk menyiapkan sarapan. Dia tak henti-henti juga memikirkan kenapa dia bisa tidur di kasur Alex. Aaduuuh chelle gimana nanti kalau Alex marahc kata Michelle dalam hati.


Saat mereka sedang serapan tiba-tiba telepon rumah berbunyi. Michelle langsung pergi menjawab panggilan telepon itu. Dia melihat kode no satpam yang menjaga komplek perumahan mereka yang menelepon.


"Halo selamat pagi ?"


"Selamat pagi bu, saya satpam pak Heru bu"


"Iya ada apa ya pak ?"


"Ini bu, ada seorang wanita nyariin Tn. Alex kata nya. Tapi dia nggak tahu jelas alamat rumah yang dituju di mana. Kami tidak mau memberikan kebebasan keluar masuk orang-orang yang tidak jelas ibu. Taku nya ngaku-ngaku kenal padahal nggak" gitu bu.


"Baik pak terima kasih informasinya akan saya bilang sama suami saya"


Michelle mengakhiri percakapan nya dan kembali ke meja makan.


"Lex, kata pak Heru satpam yang di depan ada yang nyariin kamu tuh"


"Siapa ? Ko nggak di biarin masuk ?"


"Kata pak Heru seorang perempuan. Mereka nggak nge bolehin masuk karena mungkin orang baru takutnya cuma ngaku-ngaku doang kenal sama kamu nya"


Mendengar perkataan Michelle, Alex buru-buru menghabiskan serapan nya dan langsung pergi sekalian berangkat ke kantor.


Ny. Alice yang ada di meja makan itu pun sama-sama penasaran. Ngapain seorang wanita nyariin Alex padahal masih sepagi ini.


Akhirnya Alex sampai di lokasi satpam depan komplek perumahan tersebut. Memang, karena komplex perumahan yang di tempati Alex merupakan perumahan elit. Jadi tidak sembarangan orang keluar masuk. Alex menyapa satpam yang sedang bertugas pagi itu dan dia melihat wanita yang sedang mencari dia duduk di ruang tunggu.


"Rara ??? Ngapain kamu datang ke sini ?" tanya Alex kaget melihat Rara yang mencari nya. Dia juga heran dari mana dia tahu perumahan yang dia tinggali sekarang. Dia tidak pernah memberitahukan alamat rumah nya ke pada Rara kecuali alamat apartemen nya.


Rara yang melihat Alex langsung berdiri dan memeluk Alex.


" Ayo kita cari Cafe terdekat jangan di sini gobrol nya" ajak Alex sambil sambil menarik Rara dari ruang tunggu itu. Dia juga merasa risih dengan perlakuan Rara yang ngelendot bermanja-manja di lengan nya. Apalagi dilihatin satpam lagi.


Tidak jauh dari komplex perumahan Alex mereka duduk di salah satu Cafe. Rara memesan serapan nya sementara Alex sudah serapan di rumah sebelum dia keluar tadi.


" Kamu ngapain datang ke sini Ra ?" tanya Alex


"Kan tadi aku da bilang yang, aku lagi kangen sama mu" kata Rara dengan santai.


"Baru aja satu hari nggak ketemu. Kamu ko bisa datang ke sini ? Maksud aku, kamu ko tahu aku tinggalnya di sini?" tanya Alex penasaran.


Rara yang melihat wajah Alex yang penuh selidik dan melihat tajam kearah nya langsung membuat Rara diam sambil memikirkan jawaban apa yang bakalan diberikan ke pada Alex. Dia tidak kepikiran Alex akan menanyakan dari mana dia tahu Alex dan istrinya tinggal.


"Ngggg aa.. aku pernah lewat di daerah sini kebetulan aku melihat mobil kamu masuk ke kompleks ini" kata Rara terbata-bata. Dia tidak yakin Alex akan percaya dengan jawaban nya.


"Untung kamu masih di depan tadi. Mama masih di rumah tahu nggak ? Kalau mama sampai tahu kita masih ketemu jangan salahin aku kalau mama nanti jadi ikut campur tangan juga buat misahin kita" kata Alex dengan rasa kesal melihat Rara yang bertindak kurang berhati-hati seperti sekarang ini.


"Maaf yang, lain kali Rara pasti berhati-hati ko. Rara janji" kata Rara menenangkan Alex. Dia tidak mau Alex menaruh curiga sama dia. Jadi dia lebih tidak memperpanjang obrolan mereka yang pada akhirnya nanti Alex malah menyalahkan dia.


Toh juga Alex tidak menayakan lagi kenapa dia sampai datang.


"Yang, nanti sibuk nggak ? Temanin Rara belanja ya, soalnya Rara mau beli beberapa baju buat pemotretan di luar kota minggu depan"


"Hari ini ? Kalau hari ini aku nggak bisa Ra, banyak kegiatan aku hari ini. Sibuuuuk".


Yaa memang benar. Mengingat proyek baru yang dibangun Alex sudah mulai berjalan. Dia harus mengtrol dan memeriksa langsung pekerjaan para karyawan nya.


"Kamu sudah selesai belum makan serapa mu ? Aku mau langsung ke kantor"


Rara yang sudah menghabiskan serapan nya langsung mengannguk.


Rara langsung memeluk lengan Alex sambil berjalan ke parkiran mobil mereka.


"Yaaanggg ?" panggil Rara lagi sambil menggoyang-goyangkan lengan Alex.


"Ada apa sih yang ?" tanya Alex sambil melihat kearah Rara yang memasang senyuman. Dan Alex tahu maksud dari senyuman itu apa.


"Iya, nanti aku transfer kalau aku udah sampai di kantor" kata Alex langsung membuat Rara meloncat kegirangan.


"Makasih sayang" kata Rara sambil memeluk Alex.


Dan mereka tidak menyadari ternyata Ny. Alice sedang memperhatikan mereka sedang berpelukan.


Alex langsung melanjutkan mobil nya menuju kantornya. Sementara Rara di dalam mobil nya masih menerima panggilan telepon dari seseorang.


"Hallo,...."


"iyaa, nanti aku langsung kesana" kata Rara mengakhiri panggilan telepon nya.


"Aaaaaah nggak papa Alex nggak ada yang penting duit lancar" kata Rara di dalam hati nya sambil tersenyum kegirangan. Kemudian dia menjalankan mobil nya ke alamat orang yang menelepon nya tadi.


The Next Part........