
Azka menaruh curiga pada istrinya namun menit berikutnya ia mencoba menghilangkan rasa kecurigaan nya lagian setiap menit dan detiknya ia selalu ada disamping Naura dan Naura tak mungkin bisa melakukan hal-hal lain pada Mauryn karna setahu Azka , Naura tidak mungkin sampai menghabisi orang , dan tak mungkin juga rasanya jika Mauryn disuruh menjadi karyawan dicaffenya .
****
Dua bulan kemudian ,
Semua keluarga nya sudah mulai bisa ikhlas dan menerima ketentuan yang sudah digariskan sang pencipta atas kematian opa Abi begitupun dengan Oma Sandra dan semenjak kematian suaminya ia memutuskan untuk tinggal bersama Alex atau sesekali akan tinggal dirumah Manda dan itu atas saran dari kedua anaknya .
Alex dan Manda tak mau membuat sang ibu merasa kesepian atau sedih maka dari itu mereka membujuk Mamah Sandra untuk tinggal bareng mereka dan sesuka hati mamah Sandra mau menginap dirumah Alex atau Manda karena rumah mereka memang berdekatan.
Pagi-pagi sekali Naura sudah terbangun , ia merasakan kondisi kesehatannya yang menurun , semenjak tadi melaksanakan sholat malam bersama Azka , ia merasakan kepalanya yang pusing .
Dan pagi ini ia pun merasa sangat mual dan seakan ingin memuntahkan semua isi perutnya .
Naura langsung berlari ke kamar mandi ketika sudah tak tahan lagi dengan rasa mual yang ia rasa dan benar Naura memuntahkan semua isi perutnya sampai terakhir ia hanya memutahkan cairan yang berwarna sedikit kuning .
" Apa penyakit lambung ku kambuh lagi ? " , gumam Naura seraya mmbersihakan mulutnya dengan tisu .
Sementara itu Azka yang mendengar istrinya memutah dipagi hari ia tanpa khawatir dan segera menyusul Naura ke kamar mandi namun berbarengan dengan Naura yang keluar dari kamar mandi dengan muka pucat dan keringat bercucuran diwajahnya .
" Ay kamu kenapa ? , apa yang sakit sayang ? ", Azka bertanya beruntun seraya membawa Naura kembali ke atas tempat tidur .
" Kepalaku pusing bee " , jawab Naura seraya memijat pelipisnya .
Azka dengan sangat hati-hati ia menuntun Naura untuk berbaring lalu ia memijat kening Naura dengan sangat lembut dan pelan berharap sakit istrinya bisa berkurang .
" Bee lebih keras sedikit , itu tidak terasa " , pinta Naura dengan suara pelan .
Azka mengangguk dan langsung menambah sedikit powernya untuk memijat kepala sang istri .
Naura merasakan sedikit mereda rasa sakit dikepala namun lagi-lagi rasa mual ingin muntah tak bisa ia tahan , Naura langsung menghentikan tangan Azka yang masih memijat lalu ia segera turun dengan cepat dari atas tempat tidur dan berlari ke kamar mandi .
Azka langsung mengikuti Naura ke kamar mandi dan ia memijat dengan pelan leher Naura .
" Udah ? " , tanya Azka ketika Naura membalikan badannya .
Naura hanya mengangguk seraya mengatur nafasnya dan kali ini ia hanya memutahkan cairan kuning .
Azka yang merasa kasihan dengan istrinya ia langsung membantu membersihkan mulut Naura lalu dengan sigap menggendongnya kembali membawa ke atas tempat tidur.
" Makasih bee " , jawab Naura lemah dan ia kembali mencoba memejamkan kedua tangannya .
Azka kembali memijat kepala Naura dan kali ini ia dikagetkan dengan Naura yang langsung muntah dan terkena bajunya .
" Maaf bee ", Naura menangis setelah mengetahui ia muntah dibaju suaminya .
" Hey sayang jangan menangis bee tidak apa-apa " , Azka tanpa tertegun melihat Naura yang langsung berlinang air mata .
" Tapi Naura muntah dibaju bee , baju bee jadi basah , bee pasti jijik kan ", disela tangis Naura .
Azka menggelengkan kepalanya dengan cepat .
" Tidak sayang bee sama sekali tidak jijik , dan kamu gak perlu menangis atau bersalah karena hal ini , ini hal yang sepele dan bee bisa langsung ganti baju maka urusannya akan selesai " , Tutur Azka panjang lebar seraya mengelus lembut rambut sang istri .
Azka sudah memanggil dokter keluarga untuk memeriksa keadaan sang istri tanpa meminta persetujuan Naura karena pasti Naura akan menolak jika ia tahu Azka memanggil dokter .
Azka dan Naura sholat subuh dikamar , dan baru saja mereka mengerjakan sholat Naura kembali masuk kamar mandi dan memuntahkan isi perutnya , Naura bahkan hampir kehabisan tenaga ia sudah tanpa lemas dan sangat pucat .
Ayah Alex dan yang lainnya merasa heran ketika mengetahu Azka dan Naura tidak sholat berjama'ah dan ia memberi alasan kalau Naura sedikit kurang sehat ketika tadi bi Inem menyusulnya ke kamar .
Setelah sholat subuh Ayah Alex dan yang lainnya memutuskan untuk melihat kondisi Naura dan ternyata mereka berbarengan dengan sang dokter yang baru datang .
Pintu Naura diketuk Azka segera membukakan nya dan ia tanpa sedikit kaget ketika mendapati semua keluarganya bersama sang dokter .
Tak lama Azka langsung mempersilahkan semuanya untuk masuk .
Azka membangunkan Naura yang abru saja memejamkan kedua matanya bahkan ia masih setia memakai mukena .
Naura kaget namun ia tak berdaya untuk menanyakan banyak hal .
Sang dokter langsung memeriksa Naura dan setelah selesai memeriksanya sang dokter malah tersenyum kepada Naura .
" Ada apa dok ? , kenapa dengan anak saya ? " , tanya Ayah Alex bingung .
" Selamat sebentar lagi kalain akan mendapatkan anggota keluarga baru ", Ujar sang dokter dengan tersenyum senang .
" Maksudnya dok ? ", tanya Azka yang bisa mencerna dengan baik perkataan sang dokter .
" Sepertinya nona tengah hamil " , jawab Sang dokter dan seketik semua langsung membaca hamdalah dengan serempak dan tersenyum senang .
" Tapi untuk memastikan lebih lanjut kita bisa bawa periksa ke spesialis obgyn atau bisa melakukan memakai alat tes kehamilan terlebih dulu " , Saran sang dokter .
Naura hanya mematung dan tanpa sadar ia mengelus perutnya yang rata , Naura tak percaya jika dirinya tengah berbadan dua .
" Maaf tapi apakah nona terlambat datang bulan ? " , tanya sang dokter dan dengan ragu-ragu Naura mengangguk .
Iya memang sudah telat datang tamu bulanan hampir 2 Minggu .
Sekepergiannya sang dokter Bunda Shalwa membantu Naura untuk melakukan tes memakai alat kehamilan atau tespek namun Naura menolaknya dengan halus .
Semua orang kini menunggu didepan pintu kamar mandi , dan setelah melihat Naura keluar dengan air mata dikedua pipinya semua tanpa ragu untuk bertanya .
" Nak jangan bersedih , mungkin sekarang belum rezeqi " , Ujar Ayah Alex yang juga ikut sedih .
" Ngga ayah , Naura sedih karena Naura gak menyangka dapat hadiah terindah ini " , Jawab Naura seraya menunjukan hasil tespeknya dengan 2 garis merah yang sangat jelas .
Semua orang langsung tersenyum lega mengucapkan hamdalah dan bergantian memeluk Naura .
😘
😘
😘
Jangan lupa tinggalkan jejak like, komen , vote dan tambahkan ke favorit 💙 terimakasih 🤗🤗🙏 .