The Power Of Love

The Power Of Love
Hamil ?



Naura benar-benar tidak bisa tidur , ditambah sekitar pukul 3 dini hari ia merasakan perutnya yang sedikit sakit seperti akan datang tamu bulanan .


Biasanya jika Naura merasakan sakit perut karna tamu bulanan , Azka akan selalu setia mengusap lembut perutnya atau mengompresnya dengan air hangat untuk meredakan sakit perut Naura .


" Bee kamu bener-bener ga inget ya sama istri kamu , sampai gak ngasih kabar sama sekali " , gumam Naura sedikit kesal .


Naura mencari posisi agar bisa tertidur namun sampai adzan subuh berkumandang Naura masih setia membuka kedua matanya .


Naura memutuskan untuk membersihkan diri agar badan dan pikirannya lebih segar dan bersemangat .


Setelah membersihkan diri dengan mandi air dingin , Naura segera memakai baju ala rumahan dan hijab lalu ia segera keluar kamar , karna Naura tidak sholat jadi ia langsung ke dapur untuk menyiapkan sarapan untuk semuanya .


Dari pada hanya berdiam diri dikamar dan terus memikirkan Azka yang entah sedang apa ? , Naura lebih memilih menyibukkan diri membuat sarapan .


******


Semua sudah duduk dimeja makan kecuali Azka yang pagi ini kembali tidak hadir .


Semua makan dengan tenang , begitu pun dengan Naura , ia mencoba makan dengan tenang namun baru satu suapan yang ia telan tiba-tiba Naura merasakan mual dan ia langsung berlari ke kamar mandi .


Semua kaget dan langsung khawatir , namun ketika bunda Shalwa akan menyusul Naura , tangannya langsung ditarik oleh Ayah Alex .


" Kenapa yah ? " , tanya Bunda Shalwa seraya menatap Ayah Alex bingung .


" Bun jangan-jangan kita mau punya cucu " , jawab Ayah Alex tersenyum senang .


" Hah maksudnya Naura hamil ? '' , Balas Bunda Shalwa dan langsung dianggukan cepat oleh Ayah Alex .


" Bisa jadi sii yah , ya udah lepasin tangannya bunda mau lihat dulu Naura " , timpal bunda Shalwa seraya meminta tangannya dilepaskan karya Ayah Alex masih setia memegang tangannya .


Bunda Shalwa langsung menyusul Naura ke kamar mandi .


Sedangkan Naura ia sedang menyandarkan tubuhnya didinding kamar mandi , Naura merasa lemas dan juga sedikit pusing , satu suapan yang tadi berhasil Naura telan sudah termuntahkan yang ditutup dengan cairan kuning .


" Kak , sayang " , panggil bunda Shalwa seraya mengetuk pintu kamar mandi .


" Iya Bun " , jawab Naura yang langsung membersihkan mulutnya , lalu segera keluar .


" Kak , muka kamu pucat sekali sayang " , khawatir bunda Shalwa yang langsung menggandeng Naura .


" Naura gapapa kok Bun hanya sedikit pusing dan mual " , jawab Naura jujur .


" Wah sepertinya dugaan mas Alex benar ", batin bunda Shalwa senang .


Bunda Shalwa segera mengajak Naura untuk istirahat dikamar nya .


" Umma , bunda kenapa ? " , tanya Aira seraya menghampiri bunda Shalwa dan Naura .


" Bunda gapapa kok sayang " , jawab Naura seraya memaksakan tersenyum .


" Kak , Ayah gendong saja ya buat ke kamar kaya nya kamu lemas banget " , ujar Ayah Alex menawarkan diri , namun sayang langsung ditolak oleh Naura .


Naura diantarkan ke kamar oleh bunda Shalwa , Aira dan sikembar , sedangkan Ayah Alex ia langsung menelpon Papih Aydan .


Naura dibiarkan istirahat dulu dikamar , dan bunda Shalwa akan membuatkan bubur untuk Naura . Aira dan sikembar mereka kembali melanjutkan sarapannya bareng Ayah Alex .


Naura menolak diperiksa oleh dokter keluarga dan ia meminta hanya butuh istirahat saja . Ayah Alex dan bunda Shalwa tak ingin memaksa Naura , mereka menyerahkan semuanya pada Azka dan sekarang Azka sedang diperjalanan pulang .


Papih Aydan menghubungi asistennya untuk menyuruh Azka pulang secepatnya dan pekerjaan diteruskan oleh asistennya seorang diri .


Siang hari Azka sudah tiba dikediaman Ayah Alex , ia langsung disambut oleh keluarganya yang kebetulan tengah berkumpul , ada Papih Aydan , Mamih Kamila , dan kedua mertuanya serta bocil--bocil .


Setelah bersalaman dan menanyakan kabar Azka langsung pamit untuk segera ke kamar menemui istrinya .


Namun baru Azka akan menaiki tangga ia sudah mendengar suara istrinya yang saat ini dikhawatirkan .


" Sayang " , balas Azka seraya mendongak menatap Naura .


Naura langsung menuruni tangga dengan cepat dan menubruk tubuh kekar Azka , memeluk tubuh suaminya yang sangat ia rindukan .


Iya Naura mendengar suara Azka maka dari itu ia langsung keluar kamar untuk memastikan sendiri .


Naura memeluk tubuh suaminya dengar erat seraya menitikan air mata , dan Azka pun membalas pelukan Naura seraya mengelus lembut punggung Nuara dan ia bisa merasakan suhu hangat tubuh istrinya.


" Ay , kata bunda dan Ayah kamu sakit ? " , tanya Azka yang melepaskan pelukannya dengan lembut .


" Ngga kok Naura hanya butuh istirahat aja nanti juga langsung sembuh " , jawab Naura seraya mengelap air matanya .


" Tapi wajah kamu pucat sekali ay " , Balas Azka dan ia langsung menggendong Naura masuk kembali ke dalam kamar .


Naura ingin berontak namun ia masih merasa lemas dan gak punya tenaga untuk memberontak turun dari gendongan Azka .


Interaksi suami istri itu tak luput dari mata Papih Aydan , Ayah Alex , bunda Shalwa dan mamih Kamila .


" Waktu mamihnya lagi hamil Azka kelakuannya sama banget tuh kaya Naura , iya gak mih ? " , ujar Papih Aydan seraya meminta persetujuan dari mamih Kamila .


" Papih apaan sii kok buka kartu mamih disini " , jawab Mamih Kamila malu .


" Semoga saja Naura benar-benar hamil " , balas bunda Shalwa tersenyum lebar , dan langsung dianggukan oleh semuanya .


" Kita harus bilang sama Azka , dan biar Azka yang membujuk Naura agar mau diperiksa oleh dokter " , Timpal Ayah Alex dan langsung dianggukan oleh semuanya .


Sementara itu Azka sudah membersihkan badannya , dan ia langsung duduk ditepi ranjang menemani Naura .


" Ay kok bisa sakit kaya gini sii ? , padahal bee baru pergi sebentar " , Tanya Azka seraya menempelkan punggung tangannya pada kening Naura .


" Semua ini gara-gara bee , iya sebentar tapi gak pernah kasih kabar " omel Naura dalam hati seraya memajukan bibirnya .


" Kok malah diem ? , terus itu kenapa bibirnya udah kaya bebek gitu ? " , tanya Azka seraya tersenyum .


" Hmmm gapapa , bee kenapa ponselnya gak pernah aktif dan kenapa bee gak ngasih kabar sama Naura ? " , jawab Naura sekaligus bertanya seraya menatap Azka .


" Maaf ay ponsel bee hilang , bee ga tau kenapa bisa hilang tp ketika sampai hotel ponsel bee udah ga ada , udah cari-cari tapi gak ketemu " , jawab Azka apa adanya .


" Lalu kenapa bee gak beli yang baru , atau bee bisa pinjam ponsel asistennya Papih ? " , tanya Naura lagi dengan wajah cemberut .


Iya untuk membeli ponsel baru bagi seorang Azka tidaklah susah .


" Ay bee pikir , bee beli ponselnya ketika sampai disini saja soalnya disana juga ga ada sinyal dan bee rencana ingin cepat-cepat menyelesaikan pekerjaan disana biar bisa pulang cepat " , Tutur Azka menjelaskan dengan lembut .


" Tapi - " , balas Naura dengan cemberut namun sebelum menyelesaikan perkataannya Azka sudah menyambar bibir ranum Naura .


" Bee " , ujar Naura menunduk ketika Azka sudah melepaskan nya .


" Habis bee gemas banget liat bibir kamu kaya bebek gitu " , balas Azka seraya terkekeh .


" Gini ay pasti kamu mau nanya kenapa asisten Papih bisa ngasih kabar kan ? '' , tanya Azka dan Naura langsung mengangguk .


" Asisten Papih harus cari-cari dulu sinyal ay dan itu membutuhkan waktu , makannya bee lebih memilih menyelesaikan perkejaan dengan cepat biar bisa pulang cepat ketemu kamu , bee gak bisa jauh-jauh dari kamu ay " , Tutur Azka yang langsung memeluk Naura .


😘


😘


😘


Jangan lupa tinggalkan jejak like , komen , vote dan tambahkan ke favorit 💙 , terimakasih 🤗🤗🙏 .