
Acara ijab Qabul pun dimulai , Ayah Alex mulai menjabat tangan Azka dan dengan arahan dari petugas KUA , Ayah Alex dan Azka pertama-tama membaca 2 kalimah syahadat sebelum akhirnya kata Sah menggelegar diseluruh ruangan .
" Alhamdulillah " , semua mengucap hamdalah ketika para saksi berkata sah .
Dan dengan demikian kini Naura dan Azka sudah sah menjadi sepasang suami istri dimata Agama atau pun Negara .
Naura diarahkan untuk mencium punggung tangan suaminya dan langsung dibalas oleh Azka dengan mencium kening Naura .
Tepuk tangan dan suara heboh terdengar di seluruh ruangan apalagi suara heboh dari sahabat Naura dan Azka .
Acara dilanjut dengan doa bersama yang dipimpin langsung oleh pak kyai yang diundang langsung oleh Papih Aydan .
Setelah berdoa , acara dilanjut dengan penandatanganan berkas-berkas dan buku pernikahan . Tak lupa setiap rangkaian acara selelu diabadikan oleh fotografer .
Acara dilanjutkan dengan sungkeman atau meminta doa restu kepada kedua orang tua , seperti pada umumnya tangis haru menyelimuti semuanya , apalagi Azka sengaja mendatangkan langsung pamandu dan juga yang membacakan kata-kata mutiara yang membuat siapa saja yang mendengarnya langsung terenyuh .
Setelah tangis haru menyelimuti semuanya , kini acara yang paling ditunggu-tunggu oleh semua orang diacara pernikahan adat Sunda yaitu saweran .
Pengantin laki-laki dan wanita diarahkan untuk duduk dikursi seraya dipayungi oleh groomsmen , upacara saweran pun dilakukan ,
pemandu memberikan nasihat-nasihat pernikahan seraya diiringi kidung . Dan setelah nasihat-nasihat pernikah tersampaikan , barulah pelemparan uang , beras , permen dan kunyit yang diris tipis-tipis .
Konon katanya uang dan beras melambangkan kemakmuran , dan Kunyit sebagai simbol kejayaan , sedangkan permen melambangkan manisnya kehidupan setelah pernikahan yaitu berumah tangga .
Acara berlangsung meriah dan heboh , karna hampir semua orang memunguti uang dan permen , apalagi Azka dan Naura sengaja mengadakan doorprize .
Ia menempelkan kertas yang sudah tertuliskan sesuatu dibalik bungkusan permen yang nanti ditukar ke pihak panitia atau bridesmaid dan juga groomsmen .
Naura dan Azka mereka terkekeh melihat semua orang yang berebut memunguti uang dan juga permen yang ada doorprizenya .
Para sahabat Naura , mereka pun ikut heboh memunguti saweran bahkan Zaky yang awalnya memayungi Azka dan Naura ia menyerahkan tugasnya pada Aditya yang kebetulan berada didekatnya .
Hanya Zeela dan Amaara yang memilih diam dipojokan karna mereka takut terdorong ditambah Zeela tengah hamil besar dan Amaara tengah menggendong baby Hasna , Sedangkan para suami mereka ikut heboh memunguti saweran .
Aditya seraya memayungi pengantin , ia diam-diam menjaga Alya , Aditya membisikan sesuatu tepat disamping telinga Alya agar ia tetap diam disamping Aditya karna takut Alya terdorong oleh orang-orang yang memunguti saweran .
Setelah heboh dan ramai memunguti saweran , acara dilanjut dengan Meuleum Harupat .
Dalam bahasa sunda , meuleum yang artinya membakar , sedangkan harupat merupakan bagian dari tanaman aren . Harupat sendiri sifatnya sangat mudah terbakar dan patah , dan hal tersebut menggambarkan sifat yang ada dalam diri manusia yaitu mudah marah .
Mempelai wanita diarahkan memegang lilin , dan mempelai pria memegang batang harupat , lalu mempelai wanita diarahkan untuk membakar batang harupat yang dipegang mempelai pria dengan lilin sampai menyala .
Setelah batang harupat menyala , batang harupat dimasukkan ke dalam kendi berisi air yang dipegang mempelai wanita . Batang harupat diangkat kembali lalu mempelai wanita dan pria sama-sama mematahkan batang harupat yang sudah padam dan langsung dibuang ke arah belakang tanpa menengok sedikitpun ke belakang .
Prosesi ini memiliki makna bahwa kedua mempelai diharapkan senantiasa bisa memecahkan persoalan atau masalah rumah tangga secara bersama-sama .
Mempelai wanita atau Istri yang memegang kendi berisi air menggambarkan peran istri yang senantiasa bisa mendinginkan setiap persoalan yang membebani hati dan pikiran suami .
Acara dilanjut dengan menginjak telur ,
Mempelai pria diarahkan untuk menginjak telur sampai pecah , lalu dibasuh dan bersihkan oleh mempelai wanita .
Setelah Azka menginjak telur sampai pecah , Naura diarahkan untuk berjongkok didepan suaminya , ia meraih sebelah kaki Azka yang digunakan untuk menginjak telur , Naura menyiramkan air dalam kendi ke kaki Azka sampai bersih , lalu ia keringkan dengan kain lap bersih .
Injak telur mempunyai makna sebagai harapan agar pengantin mempunyai keturunan yang merupakan tanda cinta , kasih sayang berdua , lalu pengantin wanita yang membasuh atau membersihkan kaki pengantin pria merupakan lambang kesetiaan seorang istri pada suaminya .
- Ngaleupas japati ( Melepaskan burung merpati ) yang dilakukan oleh kedua orang tua , yang mempunyai makna sebagai melepaskan tanggung jawab terhadap anaknya karena sekarang sudah mampu hidup mandiri .
- Muka panto ( Buka pintu ) yang biasanya dilakukan mempelai wanita berada di dalam dan mempelai pengantin pria berada diluar untuk mengetuk pintu sebanyak tiga kali , lalu dilakukan tanya jawab menggunakan pantun dalam bahasa Sunda dari dalam dan luar rumah .
Muka panto mempunyai makna kalau rumah tersebut mempunyai warga baru atau kedatangan penghuni baru .
- Huap lingkup ( Menyuapi pengantin oleh orang tua dari kedua mempelai ) , yang mempunyai makna tidak ada perbedaan kasih sayang antara anak dan menantu .
- Dan acara terakhir yaitu pabetot bakakak Hayam ( tarik-menarik ayam bakar yang masih utuh ) dilakukan oleh mempelai pengantin dan jika salah satu mendapat bagian lebih besar maka harus harus saling berbagai dengan pasangannya .
Yang artinya jika menerima atau mendapatkan rezeqi harus dinikmati sama-sama bareng pasangan .
Semua rangkaian pernikahan adat Sunda sudah selesai dilakukan dan keseruan setiap rangkaian mempunyai makna-makna tersendiri .
Azka dan Naura tampak tersenyum senang penuh syukur , keinginannya menikah memakai adat Sunda sudah terlaksana dengan lancar dan penuh hidmat .
Setelah semua rangkain acara telah selesai , semua yang hadir dipersilahkan untuk mencicipi hidangan yang sudah tersedia dan juga bergantian berfoto dengan mempelai pengantin .
Sekitar setengah 12 siang , semua yang hadir sudah pamit undur diri dan acara pun telah selesai , semua keluarga dan para sahabat Naura mulai kembali masuk ke kamar masing-masing untuk membersihkan diri dan beristirahat sebelum nanti malam acara resepsi digelar .
Keluarga kecil Dimas dan Bagas pun mereka memutuskan untuk beristirahat disalah satu kamar yang masih kosong .
Oh ya keluraga bi Tuti juga sudah datang sebelum acara ijab Qabul dimulai .
Azka dan Naura pun mereka memutuskan untuk masuk ke kamarnya , dan Azka dengan setia membantu Naura yang kesusahan berjalan karna gaun yang menjuntai panjang , belum lagi asesoris dan siger Sunda yang mengikat dikepalanya yang semakin lama terasa berat dan sedikit pusing .
Sesampai dikamar , Azka langsung membantu Naura melepaskan semua asesoris dan siger yang menempel dikepala dan tubuh istirnya .
" Cup " , Azka menghadiahi satu kecupan dipipi kanan istrinya .
" Bee " , panggil Naura tersenyum malu seraya menyentuh pipi kanannya .
" Kenapa ?'' , tanya Azka dengan tersenyum .
" Makasih untuk semuanya bee , makasih sudah mewujudkan impian Naura " , Ujar Naura malu-malu .
Azka mengangguk , Lalu ia mengajak Naura untuk berendam di bathtub , merilekskan otot-otot yang sedikit kaku dan mereka pun harus terlihat fresh diacara resepsi nanti malam .
-
-
Maaf jika ada proses atau susunan acara yang salah atau kurang , begitupun dengan arti atau maknanya mohon dimaafkan 🙏🙏🙏 .
😘
😘
😘
Jangan lupa tinggalkan jejak , like , komen , Vote dan tambahkan ke favorit 💙 , terimakasih 🤗🤗🙏.