
Xin Lan menyingkirkan tangan Wei Jiang, menghampiri Xue
Ling “Shen Zun, kami semua bersama anda… anda tidak perlu melakukan hal ini !”
Xue Ling tersenyum “menurut kalian apa yang kulakukan ?” mengamati wajah semua “jie, aku tidak
mengijinkanmu melakukan apapun yang membahayakan dirimu !” Huo Ling menghardik,
membuat Xue Ling terkejut. Xue Ling melemaskan otot kepalanya “Tian Zun, apa
begini caramu berbicara dengan yang mulia ?” menatap dingin Huo Ling.
“Jie… gege seperti itu karena mengkhawatirkanmu !
sebenarnya apa yang ingin jiejie lakukan ?” Shui Ling memegang tangan Xue Ling
yang lainnya. Wei Jiang mengeluarkan sebuah permata hijau “inikah yang anda
inginkan !” Xue Ling tersenyum melihatnya “hmm… ekor arogan, lumayan juga… bisa
berhasil mendapatkannya !” Wei Jiang menggenggam permata hijau itu dengan erat “anda
tidak akan mendapatkannya !” menatap tajam Xue Ling.
Xue Ling nyengir “apakah menurutmu, kau bisa
menghentikanku ?” Xin Lan berlutut di hadapan Xue Ling “Shen Zun, jangan
melakukannya !” “ah gambar itu !” Shui Ling berguman “gambar apa ?” Ling Siang
bertanya “Jie, kau sedang mengumpulkan permata 7 warna itu untuk membentuk
kristal pelangi ! tapi untuk apa ?” Shui Ling menebak “dia mau mengorbankan
dirinya untuk menjadi pelindung Si Hai Ba Huang !” Wei Jiang memberikan
jawaban.
Mata Han Ling terbuka lebar “Xiao Xue, kau…” “apa yang
akan terjadi setelah itu ?” Huo Ling memegang bahu Wei Jiang, bertanya dengan
serius “jika aku tidak salah, 7 jenis permata membawa aura masing-masing. Xue
Ling akan menggabungkannya dengan Pohon Bodhi, menggunakan jiwa dan energinya
untuk menyatukan ketujuhnya. Pohon Bodhi adalah Pohon Suci dengan aura paling
netral, digabungkan dengan ketujuh unsur aura murni akan menghasilkan pelindung
terkuat di Si Hai Ba Huang. Selanjutnya, tidak akan ada dewa, iblis, maupun
siluman yang akan melenceng dari tempatnya. Xue Ling, sejak kapan kau memikirkan
hal ini ?” Cheng Mei berargumen.
Xue Ling tersenyum “karena kalian sudah menebaknya,
akupun tidak akan menutupinya…” mengerahkan sihir, gambaran Pohon Bodhi muncul
di hadapan mereka. “Xiao Xue, kenapa melakukan hal seperti ini ?” Han Ling
berkaca-kaca “Han ge, dari awal aku menjelma, Fu Wang dan Mu Hou sudah
menanamkan padaku untuk menjaga kedamaian Si Hai Ba Huang. Aku hanyalah sebuah
noda di teratai layu, bagaimana bisa melindungi Si Hai Ba Huang. Awalnya aku
hanya acuh terhadap kata-kata itu, tapi kemudian…” menghela nafas.
“berikan permata hijau itu !” Xue Ling mengulurkan tangan pada
Wei Jiang yang menggeleng. Xue Ling nyengir “Zheng Zhu, jika aku mau
merebutnya, kau tidak akan bisa menghentikanku !” “kenapa ? kenapa harus anda ?
Si Hai Ba Huang bukanlah milik anda sendiri !” Wei Jiang menghardik “karena aku
bukanlah seperti yang kalian kenal selama ini !” Xue Ling menatap tajam Wei
Jiang.
“apa maksudnya ?” Shui Ling bertanya “Jie, apa maksud
perkataanmu itu ?” Xue Ling menutup mata “sudah saatnya kalian mengetahuinya…”
terselubungi aura merah pekat, wajah Xue Ling berubah, separuh tubuhnya masih
Xue Ling yang mereka kenal tapi separuhnya adalah Xue Ling yang menyeramkan dengan
mata merah dan rambut merah pekat “kau…” semua terkejut melihatnya.
Wei Jiang menggeleng “tidak, aku tidak akan melakukannya…
apapun yang anda katakan dan tunjukkan, aku tidak akan melakukannya !” “Wei
Jiang, sebenarnya ada apa ini ?” Cheng Mei menghardik Wei Jiang. Xue Ling
iblis. Selain aku, entah ada berapa banyak lagi di luar” “tidak, aku tidak
peduli… semua bisa kita atasi bersama…” Wei Jiang bersikeras mempertahankan Permata Hijau “dengan kekuatan
anda, gabungan dari kekuatan kita… tidak ada hal yang tidak bisa kita atasi !”
menatap tajam Xue Ling.
Xue Ling tersenyum, berbalik, menghindari kontak mata
semua “ekor arogan, jangan memandangku sekuat itu ! aku tidak sekuat itu ! waktu
akan terus berjalan, kekuatan-kekuatan baru terus bermunculan… aku hanya
berusaha memberi kalian tambahan waktu untuk mempersiapkan diri !” “tidak, aku
percaya pada anda ! aku tidak akan pernah setuju dengan hal ini. Permata Hijau ini
akan kuhancurkan, keinginan anda tidak akan pernah tercapai !” Wei Jiang
mengerahkan energi ke permata hijau.
Xue Ling langsung berbalik dengan tampang menyeramkan,
mencekik leher Wei Jiang “kau seekor duyung kecil ! apa yang membuatmu merasa
pantas untuk berdebat denganku !” semua terkejut dengan reaksi Xue Ling. Tidak
ada kelembutan dalam wajah itu, sangat menyeramkan dan menakutkan. Wei Jiang
tidak patah semangat, mengeluarkan energi, memukul Xue Ling menggunakan tongkat
Ren Yu. Xue Ling terpukul mundur dan muntah darah “Xiao Xue…”
“tampaknya sudah lama hidup, anda sekarang datang kesini
untuk cari mati !” sebuah pedang muncul di tangan Xue Ling. Wei Jiang memegang
tongkatnya dengan kokoh “jika dapat menghentikan anda, aku matipun tidak
masalah !” Xue Ling nyengir “Wei Jiang Zheng Zhu, yang mulia sudah pernah
mengatakannya, jika anda tidak bisa melindungi diri sendiri, yang mulia akan
meminta kalian seluruh Bei Hai Ren Yu membayarnya” menyerang Wei Jiang hingga
terluka, tapi Wei Jiang ternyata tidak meladeninya “Shen Zun, nyawaku ini
adalah pemberian anda. Aku tahu tidak dapat mengalahkan anda, hanya mohon anda
mengabulkan permintaanku. Anda sekarang bukan seorang diri, sudah ada Han Ling
Shen Jun menemani anda. Kami semua bersedia berdiri bersama anda menjaga Si Hai
Ba Huang” Wei Jiang berlutut di hadapan Xue Ling.
Xue Ling menatap tajam Wei Jiang, perlahan menutup mata
“Wei Jiang, hanya ini yang bisa kulakukan untuk Si Hai Ba Huang, untuk membalas
jasa Fu Wang Mu Hou. Wei Jiang, kau sudah tahu yang sedang kulakukan, bukankah
seharusnya kau mendukungku ?” Wei Jiang menggeleng “Shen Zun, apapun yang ingin
anda lakukan, aku akan selalu mendukungmu… hanya satu ini, satu ini, aku tidak
akan mendukungmu… Shen Zun, Si Hai Ba Huang bukanlah tanggung jawab anda
seorang” berkaca-kaca. Ren Yu Zheng Zhu yang arogan itu, berkaca-kaca karena
mengkhawatirkan sahabatnya.
Han Ling memeluk Xue Ling “Xiao Xue… dengarkan ! aku
tidak bisa menghentikanmu, maka aku akan menemanimu ! kau tidak akan bisa
dengan alasan apapun atau dengan cara apapun, menyingkirkanku !” Xue Ling
tersenyum “sampai saatnya nanti, aku masih memerlukan bantuan kalian semua
untuk memusnahkanku !” Han Ling terkejut dengan tubuh gemetar.
Wei Jiang menunduk, mengulurkan tangannya, memberikan
permata hijau. Xue Ling mendorong Han Ling, mengambil permata hijau “Xue Ling,
sebenarnya apa yang mau kau lakukan ?” Cheng Mei menahan tangan Xue Ling “Cheng
Mei, berbeda dengan kalian, aku setengah dewa setengah iblis. Aku tidak tahu
sampai kapan bisa menekan jiwa iblisku” “kapan kau mengetahuinya ?” “pusat
lava…” “jadi inilah arti kata jiejie ‘semua bermula dari sini !’ ?” Shui Ling
bertanya.