The Power Of Love

The Power Of Love
Bab 50 - Setengah Dewa Setengah Iblis



Xin Lan menyingkirkan tangan Wei Jiang, menghampiri Xue


Ling “Shen Zun, kami semua bersama anda… anda tidak perlu melakukan hal ini !”


Xue Ling tersenyum “menurut kalian apa yang kulakukan ?” mengamati wajah semua “jie, aku tidak


mengijinkanmu melakukan apapun yang membahayakan dirimu !” Huo Ling menghardik,


membuat Xue Ling terkejut. Xue Ling melemaskan otot kepalanya “Tian Zun, apa


begini caramu berbicara dengan yang mulia ?” menatap dingin Huo Ling.


“Jie… gege seperti itu karena mengkhawatirkanmu !


sebenarnya apa yang ingin jiejie lakukan ?” Shui Ling memegang tangan Xue Ling


yang lainnya. Wei Jiang mengeluarkan sebuah permata hijau “inikah yang anda


inginkan !” Xue Ling tersenyum melihatnya “hmm… ekor arogan, lumayan juga… bisa


berhasil mendapatkannya !” Wei Jiang menggenggam permata hijau itu dengan erat “anda


tidak akan mendapatkannya !” menatap tajam Xue Ling.


Xue Ling nyengir “apakah menurutmu, kau bisa


menghentikanku ?” Xin Lan berlutut di hadapan Xue Ling “Shen Zun, jangan


melakukannya !” “ah gambar itu !” Shui Ling berguman “gambar apa ?” Ling Siang


bertanya “Jie, kau sedang mengumpulkan permata 7 warna itu untuk membentuk


kristal pelangi ! tapi untuk apa ?” Shui Ling menebak “dia mau mengorbankan


dirinya untuk menjadi pelindung Si Hai Ba Huang !” Wei Jiang memberikan


jawaban.


Mata Han Ling terbuka lebar “Xiao Xue, kau…” “apa yang


akan terjadi setelah itu ?” Huo Ling memegang bahu Wei Jiang, bertanya dengan


serius “jika aku tidak salah, 7 jenis permata membawa aura masing-masing. Xue


Ling akan menggabungkannya dengan Pohon Bodhi, menggunakan jiwa dan energinya


untuk menyatukan ketujuhnya. Pohon Bodhi adalah Pohon Suci dengan aura paling


netral, digabungkan dengan ketujuh unsur aura murni akan menghasilkan pelindung


terkuat di Si Hai Ba Huang. Selanjutnya, tidak akan ada dewa, iblis, maupun


siluman yang akan melenceng dari tempatnya. Xue Ling, sejak kapan kau memikirkan


hal ini ?” Cheng Mei berargumen.


Xue Ling tersenyum “karena kalian sudah menebaknya,


akupun tidak akan menutupinya…” mengerahkan sihir, gambaran Pohon Bodhi muncul


di hadapan mereka. “Xiao Xue, kenapa melakukan hal seperti ini ?” Han Ling


berkaca-kaca “Han ge, dari awal aku menjelma, Fu Wang dan Mu Hou sudah


menanamkan padaku untuk menjaga kedamaian Si Hai Ba Huang. Aku hanyalah sebuah


noda di teratai layu, bagaimana bisa melindungi Si Hai Ba Huang. Awalnya aku


hanya acuh terhadap kata-kata itu, tapi kemudian…” menghela nafas.


“berikan permata hijau itu !” Xue Ling mengulurkan tangan pada


Wei Jiang yang menggeleng. Xue Ling nyengir “Zheng Zhu, jika aku mau


merebutnya, kau tidak akan bisa menghentikanku !” “kenapa ? kenapa harus anda ?


Si Hai Ba Huang bukanlah milik anda sendiri !” Wei Jiang menghardik “karena aku


bukanlah seperti yang kalian kenal selama ini !” Xue Ling menatap tajam Wei


Jiang.


“apa maksudnya ?” Shui Ling bertanya “Jie, apa maksud


perkataanmu itu ?” Xue Ling menutup mata “sudah saatnya kalian mengetahuinya…”


terselubungi aura merah pekat, wajah Xue Ling berubah, separuh tubuhnya masih


Xue Ling yang mereka kenal tapi separuhnya adalah Xue Ling yang menyeramkan dengan


mata merah dan rambut merah pekat “kau…” semua terkejut melihatnya.


Wei Jiang menggeleng “tidak, aku tidak akan melakukannya…


apapun yang anda katakan dan tunjukkan, aku tidak akan melakukannya !” “Wei


Jiang, sebenarnya ada apa ini ?” Cheng Mei menghardik Wei Jiang. Xue Ling


iblis. Selain aku, entah ada berapa banyak lagi di luar” “tidak, aku tidak


peduli… semua bisa kita atasi bersama…” Wei Jiang bersikeras mempertahankan Permata Hijau “dengan kekuatan


anda, gabungan dari kekuatan kita… tidak ada hal yang tidak bisa kita atasi !”


menatap tajam Xue Ling.


Xue Ling tersenyum, berbalik, menghindari kontak mata


semua “ekor arogan, jangan memandangku sekuat itu ! aku tidak sekuat itu ! waktu


akan terus berjalan, kekuatan-kekuatan baru terus bermunculan… aku hanya


berusaha memberi kalian tambahan waktu untuk mempersiapkan diri !” “tidak, aku


percaya pada anda ! aku tidak akan pernah setuju dengan hal ini. Permata Hijau ini


akan kuhancurkan, keinginan anda tidak akan pernah tercapai !” Wei Jiang


mengerahkan energi ke permata hijau.


Xue Ling langsung berbalik dengan tampang menyeramkan,


mencekik leher Wei Jiang “kau seekor duyung kecil ! apa yang membuatmu merasa


pantas untuk berdebat denganku !” semua terkejut dengan reaksi Xue Ling. Tidak


ada kelembutan dalam wajah itu, sangat menyeramkan dan menakutkan. Wei Jiang


tidak patah semangat, mengeluarkan energi, memukul Xue Ling menggunakan tongkat


Ren Yu. Xue Ling terpukul mundur dan muntah darah “Xiao Xue…”


“tampaknya sudah lama hidup, anda sekarang datang kesini


untuk cari mati !” sebuah pedang muncul di tangan Xue Ling. Wei Jiang memegang


tongkatnya dengan kokoh “jika dapat menghentikan anda, aku matipun tidak


masalah !” Xue Ling nyengir “Wei Jiang Zheng Zhu, yang mulia sudah pernah


mengatakannya, jika anda tidak bisa melindungi diri sendiri, yang mulia akan


meminta kalian seluruh Bei Hai Ren Yu membayarnya” menyerang Wei Jiang hingga


terluka, tapi Wei Jiang ternyata tidak meladeninya “Shen Zun, nyawaku ini


adalah pemberian anda. Aku tahu tidak dapat mengalahkan anda, hanya mohon anda


mengabulkan permintaanku. Anda sekarang bukan seorang diri, sudah ada Han Ling


Shen Jun menemani anda. Kami semua bersedia berdiri bersama anda menjaga Si Hai


Ba Huang” Wei Jiang berlutut di hadapan Xue Ling.


Xue Ling menatap tajam Wei Jiang, perlahan menutup mata


“Wei Jiang, hanya ini yang bisa kulakukan untuk Si Hai Ba Huang, untuk membalas


jasa Fu Wang Mu Hou. Wei Jiang, kau sudah tahu yang sedang kulakukan, bukankah


seharusnya kau mendukungku ?” Wei Jiang menggeleng “Shen Zun, apapun yang ingin


anda lakukan, aku akan selalu mendukungmu… hanya satu ini, satu ini, aku tidak


akan mendukungmu… Shen Zun, Si Hai Ba Huang bukanlah tanggung jawab anda


seorang” berkaca-kaca. Ren Yu Zheng Zhu yang arogan itu, berkaca-kaca karena


mengkhawatirkan sahabatnya.


Han Ling memeluk Xue Ling “Xiao Xue… dengarkan ! aku


tidak bisa menghentikanmu, maka aku akan menemanimu ! kau tidak akan bisa


dengan alasan apapun atau dengan cara apapun, menyingkirkanku !” Xue Ling


tersenyum “sampai saatnya nanti, aku masih memerlukan bantuan kalian semua


untuk memusnahkanku !” Han Ling terkejut dengan tubuh gemetar.


Wei Jiang menunduk, mengulurkan tangannya, memberikan


permata hijau. Xue Ling mendorong Han Ling, mengambil permata hijau “Xue Ling,


sebenarnya apa yang mau kau lakukan ?” Cheng Mei menahan tangan Xue Ling “Cheng


Mei, berbeda dengan kalian, aku setengah dewa setengah iblis. Aku tidak tahu


sampai kapan bisa menekan jiwa iblisku” “kapan kau mengetahuinya ?” “pusat


lava…” “jadi inilah arti kata jiejie ‘semua bermula dari sini !’ ?” Shui Ling


bertanya.