
Naura terus merhatikan langkah Azka dengan seseorang yang entah siapa itu ? , Naura tidak mengenalnya .
" Bunda " , panggil Aira dan Naura langsung mengalihkan pandangannya , begitupun dengan Azka ia langsung mempercepat langkahnya dan mendekat ke arah Naura dan Aira .
" Azka kenapa jalannya cepat-cepat ?'' terdengar teriakan dari perempuan yang bersama Azka dan ia masih setia mengintil dibelakang Azka .
" Aira maaf , Ayah lama ya nak " , Ujar Azka yang langsung membuka tutup botol air mineral , lalu segera membantu Aira untuk minum .
Naura mentap tajam pada wanita yang tengah merhatikan Azka dan Aira , sepertinya ia tengah kebingungan terlihat jelas dari raut wajahnya dan ia terus merhatikan Azka dengan dahi yang dikerutkan .
" Siapa sebenarnya perempuan ini ? , kenapa ia terus merhatikan kak Azka ? , ko bisa sii kak Azka punya teman cwe seperti ini ? " batin Naura penuh tanya sekaligus kesal .
Naura mencoba menahan amarahnya dan ia bertekad tidak akan bertanya terlebih dahulu sebelum Azka menjelaskan semuanya terlebih dulu terutama tentang perempuan yang ada didekatnya .
" Sudah Ayah , makasih " , cicit Aira seraya mengelap mulutnya lalu segera berlari ke arah Azzam dan Azim yang tengah asik bermain diwahana istana balon .
" Sama-sama sayang , hati-hati nak jangan lari ! " , jawab Azka sedikit berteriak .
" Ay maaf nunggu lama ya tadi - " Ujar Azka namun sebelum melanjutkan perkataannya ia menangkap raut wajah Naura yang sepertinya Naura sedang tidak baik-baik saja karna ia menatap Azka dan perempuan yang ada disebelah Azka dengan tatapan yang mematikan .
" Oh ya Ay kenalin ini teman aku waktu diluar negeri namanya Mauryn " , ujar Azka sedikit gugup .
" Oh " Jawab Naura yang hanya ber-Oh ria .
Lalu Naura dan Mauryn berkenalan mereka bersalaman , namun keduanya terlihat sangat dingin dan acuh bahkan tak terlihat sedikit pun senyuman dari kedua bibir mereka .
" Azka dia ini siapa ? " , tanya Mauryn seraya menunjuk Naura .
Ingin rasanya Naura langsung mematahkan jari telunjuk Mauryn yang ia gunakan dengan seenaknya untuk menunjuk diri Nuara .
" Sembarangan pake nunjuk-nunjuk orang segala " umpat Naura kesal .
" Mmm Naura ini pacar gue Mauryn " Jawab Azka seraya tersenyum dan merangkul Naura .
Naura langsung menatap tajam pada Azka , " Oh jadi selama ini kak Azka hanya menganggap Naura sebagai pacar " , batin Naura .
" Oh ya sudah kalau begitu Mauryn pamit ya Azka , nanti kapan-kapan kita ketemu lagi , selamat malam " , Ujar Mauryn berpamitan dan ia seolah-olah tidak menganggap Naura ada ditengah-tengah mereka .
Mauryn memang cantik bahkan sangat cantik dan nyaris sempurna . Dan dengan pakaiannya yang kurang bahan tidak aneh karna Mauryn pernah tinggal diluar negeri tapi sebenarnya tak hanya diluar negeri di ibu kota pun banyak yang memakai pakaian seperti Mauryn , hanya saja Naura tidak punya teman seperti itu , bukan memilah-milah dalam berteman namun kenyataannya memang begitu . Banyak teman Naura yang tidak berhijab namun mereka masih sopan dalam berpakaian seperti sahabatnya Ocha dan Yumna .
" Ay jangan marah Bee bisa jelaskan " , Ujar Azka sedikit gugup dan ia mengajak Naura untuk duduk dikursi , dimana tadi Naura dan Aira menunggu dirinya .
" Coba jelaskan " , timpal Naura dingin , dan kini pandangannya sudah beralih merhatikan Aira dan sikembar .
" Hufhhh... " Azka menghembuskan nafasnya secara kasar , ia sudah bisa menebak kalau Naura tengah dibakar api cemburu .
Ada rasa senang sekaligus takut , senang karna Naura ternya benar-benar sayang pada dirinya , tapi ada rasa takut tatkala marahnya berkepanjangan .
" Ay tadi Bee lama tuh karna Bee cari toilet umum dulu , lalu tanpa sengaja setelah dari kamar mandi Bee ketemu Mauryn dan dia ngajakin ngobrol tapi kita cuman ngobrol sebentar ko , Ay juga liat Bee ngobrol sambil berjalan " , tutur Azka panjang lebar seraya menatap wajah Naura walau Naura tak sedang menatapnya.
" Oh " , jawab Naura yang hanya ber-Oh ria , Naura percaya dengan perkataan Azka hanya saja ia masih sangat kesal ketika membayangkan Azka yang jalan berdua dengan seorang wanita sambil mengobrol , bukankah itu terlihat seperti sepasang kekasih ? .
" Kalau kasihan ya sudah terus saja temenin Maupun , biarin kita nunggu kehausan " jawab Naura ketus .
Azka menepuk jidatnya , sepertinya ia sudah salah dalam berucap , bukan membuat suasana hati Naura semakin membaik namun malah membuat semuanya semakin memburuk .
" Abang Azzam mau minum ?" tawar Naura yang langsung berlalu menghampiri sikembar dengan membawa botol air mineral ditangannya .
Azka hanya bisa melongo dengan sikap Naura , ini yang Azka takutkan , ia takut Naura marah berkepanjangan dan jika sudah seperti ini Azka bingung harus membujuknya dengan cara apa .
Azka bangkit dari duduknya , lalu ia mengikuti langkah Naura untuk menemui sikembar dan Aira .
Karna sudah cukup lelah bermain , Azka pun mengajak mereka untuk menjelajahi berbagai makanan yang ada dipasar malam . Sikembar dan Aira , mereka dengan semangat ingin membeli Arumanis atau mereka menyebutnya dengan rambut nenek .
" Ay kamu mau beli ? " , tawar Azka yang melihat Naura hanya berdiam diri .
" Bang sudah 3 saja , berapa semuanya ? " , Naura bukan menjawab pertanyaan Azka , namun ia malah bertanya pada pedagang Arumanis .
" Uangnya yang ini saja bang " Timpal Azka seraya menyodorkan selembar uang berwarna merah muda .
Cukup banyak Aira dan sikembar membeli berbagai makanan yang ada dipasar malam , dan terakhir mereka mampir disebuah pedagang pecel Ayam .
Azka langsung saja memesankan makanan untuk mereka berlima .
" Bunda nanti beli martabak dan roti bakar yang ada disana ya " , pinta Aira sambil menunjuk pedagang yang menjual martabak dan roti bakar , dan tempatnya tak jauh dari tempat pecel Ayam .
" Iya nak " Jawab Naura seraya mengangguk dan tersenyum .
" Makasih bunda , Aira mau beliin Martabak dan roti bakar itu buat Umma dan Abba " ,balas Aira dengan suara cemprengnya .
" Iya sayang , nanti sebelum pulang kita beli Martabak dan roti bakar untuk Abba dan umma ya " jawab Naura dan Aira langsung mengangguk senang .
Tak lama pesanan mereka datang , semua langsung menikmati makanannya masing-masing kebetulan mereka sudah lapar .
Naura yang kebetulan sudah lapar juga , apalagi tengah keadaan kesal ia langsung melahap makanannya tak lupa dengan sambal yang super pedas dan banyak .
" Ay jangan banyak-banyak makan sambalnya nanti kamu bisa sakit perut " , Ujar Azka yang melihat Naura sangat lahap memakan pecel Ayam dengan sambal yang banyak .
" Gapapa lebih baik sakit perut dari pada sakit hati " , jawab Naura dingin lalu ia kembali fokus dengan makanannya.
Azka menelan salivanya , ia benar-benar dalam masalah karna telah membuat Naura marah bahkan mungkin sakit hati .
Azka melanjutkan makannya dan ia akan mencari cara untuk membujuk Naura agar tidak marah lagi , ditambah sekarang keadaannya sedang tidak tepat karna ada sikembar dan Aira ditengah-tengah mereka tidak baik bukan ? , jika bertengkar atau membicarakan hal orang dewasa didepan anak-anak .
😘
😘
😘
Jangan lupa tinggalkan jejak , like , komen , Vote dan tambahkan ke favorit 💙 , terimakasih 🤗🤗🤗🙏.