
“aaa… jie…” Shui Ling merengek “haih… kalian ini terlalu
lama terbelenggu dengan kekolotan kalian… hidup dinikmati saja !” Xue Ling
menghilangkan jiejue dan melangkah dengan santai. Lin Yang tersenyum “Shen Zun,
jadi menurut anda, bagaimana hidup yang baik ?” Xue Ling berputar-putar
menghirup udara segar sambil menjawab “Shui Jun, yang mulia tidak menyukai
belenggu… hidup dinikmati saja… tidak perlu terlalu fokus pada sesuatu, lebih
baik memberi perhatian pada hal-hal di sekitar. Terkadang jawaban yang
diinginkan, tidak berada jauh darimu, hanya saja terlalu fokus pada hal yang
jauh melewatkan hal yang dekat !”
Han Ling dan Lin Yang tercengang “Xiao Xue, apakah hal ini yang kau terapkan sebelumnya ? dengan
hal ini, kau selalu muncul di saat yang tepat ?” Xue Ling memainkan wajahnya
“hmm mungkin ini sudah menjadi dasar hidupku… walau sebagai Rou Rou, aku tidak
mengingat apapun tapi dasar itu tetap ada !” Han Ling dan Lin Yang saling
melihat “pantas saja, anda bisa memprediksi dimanapun Ro Tan Mo muncul dan
selalu muncul tepat waktu”
“aaa…
Han ge, apa yang kau lakukan ?” Han Ling menangkap dan memeluk erat Xue Ling
“Xiao Xue, aku sangat-sangat mencintaimu… Xiao Xue, bukan budiku tapi budimu…
walaupun aku mati beberapa kalipun, tidak akan pernah bisa membalas budimu
padaku… Xiao Xue, aku tidak akan pernah melepasmu… kita kembali, menikah !
setelah menikah, aku akan menemanimu kemanapun !” Xue Ling terkejut, meronta
“aaa… tidak mau… aku mau kealam fana…” berlari menjauhi Han Ling “Xiao Xue…”
Han Ling mengejarnya.
“bukankah
Shen Zun sudah mengiyakan lamarannya ?” Lin Yang tidak faham, Shui Ling
cekikikan “Shui Jun, jiejie mengiyakan setelah menyelesaikan permainannya dan
kembali ke istana. Lihat gadis kecil itu, sedang penuh dengan jiwa bermain,
mana mungkin mau berbalik kembali ke istana !” Lin Yang berooo ria “diantara
kami bertiga, jiejie-lah yang paling jarang berada di istana… mau bertemu
dengan beliaupun tidak tentu waktunya. Jika dia ingin, dia akan kembali…”
Lin
Yang masih tidak mengerti “bukankah Shen Zun yang mengurus Tian Gong setelah
kematian Tian Zun Tian Hou terdahulu ?” Shui Ling mengingat “ah… jiejie di Tian
Gong saat itu karena memiliki alasan lainnya… itu juga tidak bertahan lama !
hmm… dikatakan itu masih pertemuan pertamanya dengan Wei Jiang Zheng Zhu” Lin
Yang jadi tertarik “ah… apa anda mengetahui kisah mereka ?” Shui Ling tersenyum
melihat Lin Yang “anda juga tertarik ?” Lin Yang mengangguk “jika bisa…” Shui
Ling cekikikan “betul juga, kisah Shen Zun ini siapa yang tidak tertarik, satu
demi satu memang begitu menarik !”
Shui
Ling menatap Lin Yang “baik, aku akan menceritakannya, tapi anda juga harus
menceritakan kisah Rou Rou dan Han Ling Shen Jun” Lin Yang tersenyum “baik,
sepakat !” jadinya sepanjang perjalanan mereka bercerita, bersenda gurau
bersama. Han Ling dengan tidak rela, mengikuti keinginan Xue Ling. Jika tidak,
Han Ling akan ditinggal Xue Ling ke alam fana, membuatnya ketakutan.
Sepanjang
pagi hingga petang, mereka bersama, bergembira ria. Menjelang malam, akan
melihat wajah cemberut Han Ling “hahaha… Shen Jun, kenapa lagi wajahmu itu ?
apa anda tidak lelah, setiap hari menjelang malam, selalu memasang wajah
seperti itu ?” Shui Ling menertawainya. Han Ling acuh tak acuh, menggenggam
tangan Xue Ling dengan erat.
Melihat
hiruk pikuk kota dari atas restaurant, Xue Ling melihatnya dengan binar kebahagiaan
“Shen Zun, anda tampak sangat mengenal kehidupan disini !” Lin Yang buka suara
“Lin Yang shushu, di sini anda bisa memanggilku Rou Rou. Sebutan anda itu akan
tahu caranya bersenang-senang. Kehidupan mereka dari pagi hingga petang hanya
sibuk pada pekerjaan dan pendidikan. Di saat malam inilah, bisa melihat wajah
mereka yang sebenarnya, melepas semua beban, bersenang-senang, menyongsong hari
esok.”
Han
Ling memeluk Xue Ling dari belakang “kau menyukai kehidupan seperti ini ?” Xue
Ling menggeleng “aku tidak menyukainya, terlalu banyak kemunafikan !” “tadi
anda mengatakan…” Lin Yang jadi bingung dengan kata-kata Xue Ling “shushu,
sementara lupakan saja semua, hanya perlu bersenang-senang, anggap saja wajah
itu adalah wajah polos seorang bayi, maka semua beban akan terbuka. Shushu,
jangan selalu melihat sesuatu yang ada di hadapanmu, berimajinasilah, hidupmu
akan lebih berwarna” meminum arak di tangannya.
Han
Ling mengambil arak Xue Ling “jadi apa yang sedang ada dalam imajinasi Xiao
Xue-ku ini ?” Xue Ling menatap Han Ling yang tersenyum “masih memikirkan
kejadian di gunung merapi ?” mata Xue Ling langsung berkaca-kaca “gadis bodoh…
mereka adalah hewan tanpa jiwa, tidak mengenal yang namanya belas kasih dan
kasih sayang… pria dan wanita itu sudah jadi santapan mereka untuk waktu yang
cukup lama… teriakan itu hanya kesadaran yang muncul secara tiba-tiba… mereka
hanya bibit hewan dalam raga manusia…”
Xue Ling
bergerak, memeluk Han Ling “Han ge…” Han Ling tersenyum, Xue Ling berinisiatif
sendiri memeluknya “Xiao Xue, apapun yang akan kau hadapi kedepannya, aku akan
selalu berada di sisimu, menemanimu. Jangan takut, ada aku, kau bisa
mengandalkanku.” Han Ling memeluk erat pujaan hatinya. Shui Ling tersenyum, Lin
Yang menoleh melihat Shui Ling yang tersenyum “bagaimana denganmu sendiri ?”
Shui Ling mengerutkan kening, menatap Lin Yang.
Lin
Yang melihat kedua pasangan yang sedang berpelukan “Rou Rou sudah mendapat
pasangannya, Tian Zun mempunyai Tian Hou, bagaimana denganmu ?” Shui Ling
menggeleng “aku belum memiliki perhentian” “ooo…” “suatu saat, aku juga akan
jatuh cinta seperti kedua kakakku… cinta yang akan menjadi pasangan sehidup
sematiku…”
Lin
Yang teringat “ah… gugu kalian memiliki 9 suami, Tian Zun terdahulu 8 istri,
kenapa di zaman kalian, membuat janji sepasang sehidup semati ? bahkan Tian Zun
sangat memegang teguh janji itu.” Shui Ling tersenyum “Tuan Lin, kita hidup
hanya dalam satu raga ini, memiliki 1 jantung dan 1 hati. Berapa kalipun
kehidupan yang bisa kita miliki, tetap saja hanya hidup dalam 1 raga. Bagaimana
membagi 1 hati menjadi beberapa ? sebesar apapun cinta kasih tetap hanya
bersemayam pada 1 hati ini. Kami sudah melihat kehidupan yeye dan gugu, mereka
pun sebenarnya hanya memiliki 1 cinta sejati. Yeye dengan nainai, sementara
cinta sejati gugu sudah meninggalkannya. Walaupun air begitu banyak di lautan,
tetapi hanya mengambil semangkuk.”
Lin
Yang tersenyum “apakah ini pemikiran Rou Rou ?” Shui Ling tersenyum “Jiejie
tidak pernah memikirkan tentang pasangan sebelumnya. Baginya kehidupan ini
hanyalah sebuah tempat sandiwara, segala sesuatunya hanya berputar pada hal
yang sama. Sama seperti cerita anda, jiejie yang kembali sudah mengubur
perasaannya. Jika calon jiefu-ku itu terlambat sedikit saja, dia tidak akan
mendapatkan jiejie.” Lin Yang tersenyum “jika begitu harus berterima kasih
padaku, karena akulah yang terus mendorongnya !” Shui Ling melirik malas Lin
Yang “anda ini terkadang juga sangat tidak tahu malu…” mencibir, Lin Yang acuh
tak acuh.