The Power Of Love

The Power Of Love
Bab 30 - Acuh



            “aaa… jie…” Shui Ling merengek “haih… kalian ini terlalu


lama terbelenggu dengan kekolotan kalian… hidup dinikmati saja !” Xue Ling


menghilangkan jiejue dan melangkah dengan santai. Lin Yang tersenyum “Shen Zun,


jadi menurut anda, bagaimana hidup yang baik ?” Xue Ling berputar-putar


menghirup udara segar sambil menjawab “Shui Jun, yang mulia tidak menyukai


belenggu… hidup dinikmati saja… tidak perlu terlalu fokus pada sesuatu, lebih


baik memberi perhatian pada hal-hal di sekitar. Terkadang jawaban yang


diinginkan, tidak berada jauh darimu, hanya saja terlalu fokus pada hal yang


jauh melewatkan hal yang dekat !”


            Han Ling dan Lin Yang tercengang “Xiao Xue, apakah  hal ini yang kau terapkan sebelumnya ? dengan


hal ini, kau selalu muncul di saat yang tepat ?” Xue Ling memainkan wajahnya


“hmm mungkin ini sudah menjadi dasar hidupku… walau sebagai Rou Rou, aku tidak


mengingat apapun tapi dasar itu tetap ada !” Han Ling dan Lin Yang saling


melihat “pantas saja, anda bisa memprediksi dimanapun Ro Tan Mo muncul dan


selalu muncul tepat waktu”


“aaa…


Han ge, apa yang kau lakukan ?” Han Ling menangkap dan memeluk erat Xue Ling


“Xiao Xue, aku sangat-sangat mencintaimu… Xiao Xue, bukan budiku tapi budimu…


walaupun aku mati beberapa kalipun, tidak akan pernah bisa membalas budimu


padaku… Xiao Xue, aku tidak akan pernah melepasmu… kita kembali, menikah !


setelah menikah, aku akan menemanimu kemanapun !” Xue Ling terkejut, meronta


“aaa… tidak mau… aku mau kealam fana…” berlari menjauhi Han Ling “Xiao Xue…”


Han Ling mengejarnya.


“bukankah


Shen Zun sudah mengiyakan lamarannya ?” Lin Yang tidak faham, Shui Ling


cekikikan “Shui Jun, jiejie mengiyakan setelah menyelesaikan permainannya dan


kembali ke istana. Lihat gadis kecil itu, sedang penuh dengan jiwa bermain,


mana mungkin mau berbalik kembali ke istana !” Lin Yang berooo ria “diantara


kami bertiga, jiejie-lah yang paling jarang berada di istana… mau bertemu


dengan beliaupun tidak tentu waktunya. Jika dia ingin, dia akan kembali…”


Lin


Yang masih tidak mengerti “bukankah Shen Zun yang mengurus Tian Gong setelah


kematian Tian Zun Tian Hou terdahulu ?” Shui Ling mengingat “ah… jiejie di Tian


Gong saat itu karena memiliki alasan lainnya… itu juga tidak bertahan lama !


hmm… dikatakan itu masih pertemuan pertamanya dengan Wei Jiang Zheng Zhu” Lin


Yang jadi tertarik “ah… apa anda mengetahui kisah mereka ?” Shui Ling tersenyum


melihat Lin Yang “anda juga tertarik ?” Lin Yang mengangguk “jika bisa…” Shui


Ling cekikikan “betul juga, kisah Shen Zun ini siapa yang tidak tertarik, satu


demi satu memang begitu menarik !”


Shui


Ling menatap Lin Yang “baik, aku akan menceritakannya, tapi anda juga harus


menceritakan kisah Rou Rou dan Han Ling Shen Jun” Lin Yang tersenyum “baik,


sepakat !” jadinya sepanjang perjalanan mereka bercerita, bersenda gurau


bersama. Han Ling dengan tidak rela, mengikuti keinginan Xue Ling. Jika tidak,


Han Ling akan ditinggal Xue Ling ke alam fana, membuatnya ketakutan.


Sepanjang


pagi hingga petang, mereka bersama, bergembira ria. Menjelang malam, akan


melihat wajah cemberut Han Ling “hahaha… Shen Jun, kenapa lagi wajahmu itu ?


apa anda tidak lelah, setiap hari menjelang malam, selalu memasang wajah


seperti itu ?” Shui Ling menertawainya. Han Ling acuh tak acuh, menggenggam


tangan Xue Ling dengan erat.


Melihat


hiruk pikuk kota dari atas restaurant, Xue Ling melihatnya dengan binar kebahagiaan


“Shen Zun, anda tampak sangat mengenal kehidupan disini !” Lin Yang buka suara


“Lin Yang shushu, di sini anda bisa memanggilku Rou Rou. Sebutan anda itu akan


tahu caranya bersenang-senang. Kehidupan mereka dari pagi hingga petang hanya


sibuk pada pekerjaan dan pendidikan. Di saat malam inilah, bisa melihat wajah


mereka yang sebenarnya, melepas semua beban, bersenang-senang, menyongsong hari


esok.”


Han


Ling memeluk Xue Ling dari belakang “kau menyukai kehidupan seperti ini ?” Xue


Ling menggeleng “aku tidak menyukainya, terlalu banyak kemunafikan !” “tadi


anda mengatakan…” Lin Yang jadi bingung dengan kata-kata Xue Ling “shushu,


sementara lupakan saja semua, hanya perlu bersenang-senang, anggap saja wajah


itu adalah wajah polos seorang bayi, maka semua beban akan terbuka. Shushu,


jangan selalu melihat sesuatu yang ada di hadapanmu, berimajinasilah, hidupmu


akan lebih berwarna” meminum arak di tangannya.


Han


Ling mengambil arak Xue Ling “jadi apa yang sedang ada dalam imajinasi Xiao


Xue-ku ini ?” Xue Ling menatap Han Ling yang tersenyum “masih memikirkan


kejadian di gunung merapi ?” mata Xue Ling langsung berkaca-kaca “gadis bodoh…


mereka adalah hewan tanpa jiwa, tidak mengenal yang namanya belas kasih dan


kasih sayang… pria dan wanita itu sudah jadi santapan mereka untuk waktu yang


cukup lama… teriakan itu hanya kesadaran yang muncul secara tiba-tiba… mereka


hanya bibit hewan dalam raga manusia…”


Xue Ling


bergerak, memeluk Han Ling “Han ge…” Han Ling tersenyum, Xue Ling berinisiatif


sendiri memeluknya “Xiao Xue, apapun yang akan kau hadapi kedepannya, aku akan


selalu berada di sisimu, menemanimu. Jangan takut, ada aku, kau bisa


mengandalkanku.” Han Ling memeluk erat pujaan hatinya. Shui Ling tersenyum, Lin


Yang menoleh melihat Shui Ling yang tersenyum “bagaimana denganmu sendiri ?”


Shui Ling mengerutkan kening, menatap Lin Yang.


Lin


Yang melihat kedua pasangan yang sedang berpelukan “Rou Rou sudah mendapat


pasangannya, Tian Zun mempunyai Tian Hou, bagaimana denganmu ?” Shui Ling


menggeleng “aku belum memiliki perhentian” “ooo…” “suatu saat, aku juga akan


jatuh cinta seperti kedua kakakku… cinta yang akan menjadi pasangan sehidup


sematiku…”


Lin


Yang teringat “ah… gugu kalian memiliki 9 suami, Tian Zun terdahulu 8 istri,


kenapa di zaman kalian, membuat janji sepasang sehidup semati ? bahkan Tian Zun


sangat memegang teguh janji itu.” Shui Ling tersenyum “Tuan Lin, kita hidup


hanya dalam satu raga ini, memiliki 1 jantung dan 1 hati. Berapa kalipun


kehidupan yang bisa kita miliki, tetap saja hanya hidup dalam 1 raga. Bagaimana


membagi 1 hati menjadi beberapa ? sebesar apapun cinta kasih tetap hanya


bersemayam pada 1 hati ini. Kami sudah melihat kehidupan yeye dan gugu, mereka


pun sebenarnya hanya memiliki 1 cinta sejati. Yeye dengan nainai, sementara


cinta sejati gugu sudah meninggalkannya. Walaupun air begitu banyak di lautan,


tetapi hanya mengambil semangkuk.”


Lin


Yang tersenyum “apakah ini pemikiran Rou Rou ?” Shui Ling tersenyum “Jiejie


tidak pernah memikirkan tentang pasangan sebelumnya. Baginya kehidupan ini


hanyalah sebuah tempat sandiwara, segala sesuatunya hanya berputar pada hal


yang sama. Sama seperti cerita anda, jiejie yang kembali sudah mengubur


perasaannya. Jika calon jiefu-ku itu terlambat sedikit saja, dia tidak akan


mendapatkan jiejie.” Lin Yang tersenyum “jika begitu harus berterima kasih


padaku, karena akulah yang terus mendorongnya !” Shui Ling melirik malas Lin


Yang “anda ini terkadang juga sangat tidak tahu malu…” mencibir, Lin Yang acuh


tak acuh.