The Power Of Love

The Power Of Love
Bab 82 - Taruhan



            Shui Ling juga mengerutkan kening “Xue Ge ?” Cheng Mei


memukul pundak Shui Ling “dia ini tidak akan sembarang mengekspose dirinya !


jika tidak terpaksa, dia hanya akan bermain dan bertindak sesuai dengan


kondisinya !” Shui Ling “tapi tadi…” “Shui Ge, selain kita yang duduk di meja


ini, tidak ada yang mengetahui Da Ge…” Xin Lan juga ikut menjelaskan “baiklah


Xiao Xue ku yang bijaksana !” Han Ling berkata dengan menatap lembut Xue Ling.


            Xue Ling tersenyum pada Han Ling, beralih kembali ke Wei


Jiang “jadi taruhan apa ?” Wei Jiang duduk dengan sombongnya “saat perjalanan


kemari, kami sudah mendengar insiden yang melibatkan sang putri dan gadis


ingusan yang misterius…” memberi tatapan penuh arti pada Xue Ling “haih cepat


selesaikan kata-katamu !” Xue Ling malas membahas hal yang tidak perlu.


            Wei Jiang berdecak “ck tidak perlu aku mengatakannya,


anda juga sudah memikirkannya !” Xue Ling menghentakkan tangannya kesal “kau


tidak menarik sama sekali cih…” “ada apa ?” Shui Ling bertanya, Han Ling, Cheng


Mei, dan Xin Lan tersenyum “Shui… kau juga tahu bagaimana kedua jenis


Lumba-Lumba itu. Sifat dasar putri itu dulunya polos dan bijaksana, mendapat


perhatian dari kedua jenis Lumba-Lumba… tapi saat ini…” Cheng Mei menggantung


kata-katanya.


            “aiya… tidak perlu membantu Putri Arogan itu !” Shui Ling


protes “siapa yang mengatakan membantunya ?” Cheng Mei mencibir sambil melihat


Xue Ling dan Wei Jiang yang saling melihat dengan wajah acuh tak acuh “hmm Xiao


Xue, kisahmu bersama Lumba-Lumba sebelumnya akan kau ulang lagi ?” Han Ling


tersenyum santai “ck… aku hanya merindukan berenang bebas dibawa oleh kedua


keimutan itu saja !” Xue Ling berdecak acuh tak acuh, semua tersenyum.


            “eh Da Ge, kau mau berenang, bisa di tempatku… dijamin


memberimu keleluasaan berenang sepuasnya, tidak perlu jauh-jauh kesini !” Wei


Jiang menggoda “aih tempatmu tidak menarik…” Xue Ling mencibir “Xin er,


lihatlah dia terus merendahkanku !” mengadu pada Xin Lan yang cekikikan melihat


tampangnya.


            Wei Jiang tersenyum lembut, membelai kepala Xin Lan yang


masih tertawa “haih sudahlah… kembali ke taruhan !” berkata sambil melirik Xue


Ling. Xue Ling mendengar kata ‘taruhan’ segera fokus kembali “taruhan apa ?”


bertanya dengan antusias ke Wei Jiang “yang paling pertama sampai pemenangnya !


apapun yang terjadi, barang yang ditemukan menjadi milik pemenang, bagaimana ?”


Wei Jiang menantang dengan menggoyang-goyangkan tangannya acuh tak acuh.


            “cih, kau kira bisa menang dariku kah ?” Xue Ling


mencibir “tidak mencoba, siapa yang mengetahui hasilnya !” Wei Jiang berkata


dengan sombong “lagipula aku pada dasarnya adalah penghuni bawah !” Xue Ling


melirik sinis “baiklah, tapi kalau aku menang, aku menginginkan hadiah tambahan


darimu !” menantang Wei Jiang yang langsung menyetujui “baik, siapa yang menang


akan mendapat 1 benda dari yang kalah, diluar benda yang ditemukan, bagaimana


?” menantang balik. Xue Ling juga tidak bertele-tele, langsung menyetujui


“baik, sepakat !” dengan mata yang disipitkan, menantang Wei Jiang, yang


dibalas dengan pandangan yang sama.


            “Xiao Xue, apa barang yang kau cari ada di bawah sana ?”


Han Ling mematahkan adu mata kedua sahabat nakal itu. Xue Ling menarik


pandangannya dan berbalik ke Han Ling, menggeleng “Han ge, tidak ada suatu


apapun yang membuatku tertarik disini !” Han Ling cemberut “Xiao Xue, untuk apa


kau melakukannya jika tidak tertarik ?” Xue Ling berdecak “bukankah semua


karena dia !” menunjuk Wei Jiang yang nyengir dengan tampang polosnya.


            Han Ling mengetuk kening Xue Ling “jangan mengalihkan


pembicaraan !” Xue Ling cemberut menggosok keningnya “Han ge, yang kumulai


bagaimanapun harus kuselesaikan ! keseimbangan sudah terganggu olehku, jadi aku


menghela nafas “sudah tahu tidak dapat menahanmu !” Xue Ling tersenyum manis “jangan


sampai terluka !” Han Ling memperingati dengan nada memohon. Xue Ling


mengangguk.


            Han Ling membelai kepala Xue Ling “apa aku boleh


mengikutimu ?” Xue Ling mengangkat wajahnya menatap intens Han Ling. Wei Jiang


melihat dan mendengar kata-kata Han Ling, tersenyum, saling melihat dengan


ketiga pemuda lainnya. Xue Ling mengerutkan keningnya “Xiao Xue, aku tidak akan


menghalangi, hanya menemanimu ! bukankah kau mengatakan aku bisa menemanimu


dalam segala hal ?” Han Ling mengingatkan kata-kata Xue Ling sebelumnya.


            Xue Ling mendengar dan mengingat-ingat, sepertinya pernah


mengatakan hal seperti itu. Akhirnya Xue Ling menghela nafas “baiklah !”


jawabannya membuat senyuman manis di bibir kelima pemuda. Seterusnya, mereka hanya


bercengkrama santai sambil menunggu perayaan dimulai “hmm sudah sangat ramai…


tampaknya akan segera dimulai !” Cheng Mei berguman.


            Wei Jiang menatap Xue Ling “apa yang akan anda lakukan


pada putri itu ?” Xue Ling mengibas-ngibaskan tangannya “satu putri kecil, apa


yang bisa dilakukannya ! entah keberuntungannya atau kemalangannya mendapat


kasih sayang dari keluarganya. Apapun itu tidak pernah menjadi masalah besar,


biarkan saja !” Wei Jiang mengerutkan kening “sejak kapan anda menjadi begitu


welas asih ? apa anda masih Da Ge yang kukenal itu ? semudah itu memaafkannya,


hmm tidak mirip diri anda !”


            Xue Ling jadi tertarik “ooo… jadi menurut Jiang Di,


bagaimana yang mulia ini ?” Wei Jiang menggerak-gerakkan tangannya “anda adalah


pendendam dan pemain nomor satu… adanya anda yang menyinggung dan bukan anda


yang di singgung… begitu ada yang menyinggung, anda akan menyelesaikannya


sebersih-bersihnya… “ Xue Ling membuka mulutnya berkali-kali, mengangguk-angguk


sambil memegang dagunya “hmm… sepertinya yang anda katakan benar Da Ge kita ini


hahaha…” Cheng Mei menertawai Xue Ling.


            Xue Ling hanya memainkan wajahnya, acuh tak acuh “jadi,


katakan ! kenapa kali ini anda sangat welas asih ? bukan karena putri arogan


itu mendapat kesempatan dari Lumba-Lumba kan ?” Wei Jiang kembali bertanya. Xue


Ling tersenyum “jadi menurut Jiang Di, apa yang harus yang mulia lakukan


padanya ?” Wei Jiang menyipitkan matanya, mengamati Xue Ling, berusaha membaca


ekspresinya.


            Han Ling tertawa kecil “Xiao Xue, fikiranmu terlalu jauh


! ah lagipula Xiao Xue sudah menghukumnya ! dipermalukan seperti itu, dia juga


sudah mendapat balasannya. Tenang saja, dia masih menyimpan sifat baiknya ! hal


konyol yang dilakukannya hanya untuk menutupi kerapuhannya !” Xue Ling


mengangkat tangannya dan menjepitkan tangannya seperti memberi tanda “bermain


sedikit… hanya sedikit !” dengan tampang polosnya bertanya pada Han Ling,


seperti meminta ijin untuk melakukan kenakalan.


            Han Ling tersenyum manis, mengangguk dengan lembut,


membuat senyum ceria di wajah Xue Ling. “aih kau ini tidak seru sama sekali !


eh apa benar kau baru 5.000 tahun ? kenapa fikiranmu begitu jauh ? bukankah


usiamu ini harusnya dipenuhi dengan bermain cih…” Wei Jiang mencibir “Jiang ge,


Da Ge sudah mengatakan akan bermain sedikit… Da Ge juga sedang bermain… kau


tenang saja, Da Ge ini paling tahu cara bersenang-senang” Xin Lan menenangkan


“dengarkan Xin Di, cih otak tua sepertimu ini hanya berfikiran hal kolot saja


cih” Xue Ling balik mencibir. Shui Ling dan Cheng Mei cekikikan “sepertinya setiap


kalian bertemu, akan selalu ada hal yang menarik !” Xue Ling dan Wei Jiang


saling melihat. Xue Ling membuang mukanya, berdecak kesal, sementara Wei Jiang


nyengir.