
“haiya Han ge, aku sudah mengantuk… setelah menghabiskan
semuanya, berjalan-jalanlah menurunkan makanan… aku mau tidur dulu… sangat
mengantuk…” Xue Ling berjalan pergi dengan acuh tak acuh, kembali ke kamar
tidur. Han Ling menggeleng-gelengkan kepalanya melihat Xue Ling yang
mempermainkannya dengan semua makanan di hadapannya.
Setelah
Xue Ling pergi, Han Ling melindungi semua masakan Xue Ling dalam jiejue,
bergegas mengikuti Xue Ling. Han Ling ikut masuk ke dalam selimut dan berbaring
bersama Xue Ling “Han ge, kau sudah menghabiskan semuanya ?” tertidur di akhir
kata. Han Ling menggeleng “mempermainkanku terus ! haih… apa yang harus
kulakukan padamu yang nakal ini !” mengecup kening Xue Ling dan ikut terlelap.
Disaat
Han Ling bangun, melihat Xue Ling yang sedang bermeditasi dengan tenang. Han
Ling mendudukkan dirinya, menatap Xue Ling ‘Xiao Xue… kesalahanku,
menyebabkanku kehilanganmu… jika bisa mengulang, aku tidak akan melakukan
kesalahan yang sama… 5 hari ini, apapun yang kau inginkan akan kuberikan ! dalam
hidupku, pernah ada satu dirimu yang begitu berharga, sayang aku sudah
menyia-nyiakan kesempatanku !’ berkaca-kaca, menelan ludah, berusaha menahan
air mata yang akan mengalir turun dari matanya.
Xue
Ling menyelesaikan meditasinya, tersenyum dan menghampiri Han Ling yang
tersenyum menatapnya. Disaat Xue Ling berada dalam jangkauannya, Han Ling
menarik Xue Ling duduk di pangkuannya. Han Ling memeluk erat Xue Ling dan
menatapnya dengan mesra “Han ge, kenapa menatapku seperti itu ?” wajah Xue Ling
memerah menerima tatapan Han Ling.
Han
Ling mengecup pipi merah Xue Ling, menaruh kepalanya di dada Xue Ling “Xiao
Xue, jika bisa mengulang semuanya, apa yang ingin kau lakukan ? apa kau akan
mengulang hal yang sama ?” Xue Ling menggeleng “jadi apa yang kau inginkan ?”
Han Ling melanjutkan pertanyaannya, melihat gelengan kepala Xue Ling.
Xue
Ling memainkan wajahnya dan berfikir sesaat “hmm… jika aku bisa memiliki
kesempatan untuk memilih, aku tidak ingin menjelma.” Han Ling “mengapa ?” Xue
Ling menghela nafas “Han ge, aku ini hanya wujud dari sebuah tanggung jawab…”
“apa maksudnya wujud dari sebuah tanggung jawab ?” Han Ling mengerutkan kening.
Xue
Ling menunduk tidak menjawab. Han Ling yang tidak mendapat jawaban, mengangkat
kepala melihat Xue Ling “Xiao Xue, aku hanya ingin mengetahuinya !” Xue Ling
mengangkat kepala melihat Han Ling “Han ge, jangan merasa kasihan ataupun
simpati padaku… bukan karena aku tidak mau menerimanya tapi aku tidak pantas
menerimanya… Han ge, kalian memiliki pilihan kalian sendiri, tapi tidak seperti
itu denganku… aku hanya setitik embun yang tidak membawa apapun, bahkan aku
tidak mempunyai unsur apapun seperti kalian…” Han Ling semakin mengerutkan
keningnya “Xiao Xue…”
Xue
Ling mengangkat tangannya, menutup mulut Han Ling “Han ge, kekuatanku saat ini
kudapat dari mempertahankan diri melalui berbagai pertempuran. Aku hanya
berusaha bertahan hingga semua unsur tercampur baur tanpa ada satupun energi
murni. Han ge, saat itu embun ini jatuh pada teratai salju, jadi Fu Wang Mu Hou
memberiku nama Xue Ling. Mungkin aku terjatuh di saat yang tepat, hingga Fu
Wang Mu Hou menganggap akulah yang mempertahankan kehidupan teratai salju itu”
Xue
Ling melepas tangannya dari mulut Han Ling, turun dari pangkauan Han Ling dan
duduk di hadapannya “semua mengatakan aku tidak berperasaan ! mungkin yang
mereka katakan benar adanya, aku tidak berperasaan. Apapun yang ada
dihadapanku, tidak pernah menarik perhatianku. Setitik embun bukannya akan
menguap saat matahari terbit ! Waktu kecil, melihat Fu Wang Mu Hou yang menaruh
harapan begitu besar pada Huo dan Shui, aku tidak merasakan apapun. Aku hanya
dunia ini”
Xue
Ling meneguk secangkir teh dan memainkan cangkir teh kosong di tangannya “dari
awal Fu Wang Mu Hou mengatakan Huo dan Shui akan memegang peranan penting. Aku
adalah embun yang memiliki kesempatan baik, seperti membantu teratai salju, aku
memiliki kesempatan membantu Huo dan Shui. Sehingga akupun berjalan di jalan
itu. Bagaimanapun, aku hanya embun yang sebenarnya tidak berarti apapun. Jika
saat itu, mereka tiba lebih cepat atau lebih lambat, tidak akan memilihku”
“Xiao
Xue, mereka sudah salah !” Han Ling ingin menghibur. Xue Ling menggeleng
“mereka tidak salah ! tidak ada yang salah ! kemudian saat aku sedang melakukan
tugasku, membantu Fu Wang Mu Hou keluar dari petaka… secara tiba-tiba aku
diangkat menjadi Shen Zun… Fu Wang Mu Hou memberitahuku ‘ini adalah tanggung
jawabku melindungi Si Hai Ba Huang. Untuk hal inilah aku dihadirkan di dunia
ini” tersenyum menatap Han Ling.
Han
Ling memegang tangan Xue Ling “Xiao Xue, kau tidak harus seperti ini ! jasa
mereka sudah kau kembalikan !” Xue Ling tersenyum “Han ge, setitik embun yang
tidak memiliki arti, bisa sampai sejauh ini, bukankah sengat hebat ?” dengan
wajah usil, Han Ling mengangguk “sangat hebat !” Xue Ling cekikikan, sesaat
kemudian berubah sendu “jika difikirkan kembali, aku ini tidak ada bedanya
dengan asap pusat lava itu…”
Xue
Ling menghela nafas “aku dan asap itu merupakan dua hal yang harusnya tidak ada
di dunia ini. Embun dan asap akan hilang dengan penguapan dari panas maupun angin
yang berhembus. Hmm…” Han Ling tersenyum melihat Xue Ling “kalian berbeda…
embun ini sangat berharga… dalam setitik embun ini bisa melindungi segalanya…
embun ini tidak saja menjaga tapi juga menciptakan kesempatan bagi unsur-unsur
yang di lindunginya untuk hidup lebih baik”
Xue
Ling tersenyum manis “benarkah Han ge berfikir seperti itu ?” Han Ling
mengangguk, tanda menjawab pertanyaan Xue Ling “kalau begitu, tanggung jawab
ini sudah kutunaikan kan ?” Xue Ling bertanya dengan antusias dan kembali
mendapat anggukan Han Ling “bagus sekali… ah akhirnya aku bisa menguap dengan
bebas…”
Han
Ling membelai kepala Xue Ling “apa kau ingin bebas ?” Xue Ling mengangguk “jika
kau bisa hidup sekali lagi, apa yang kau inginkan ? jika kau bisa memilih, apa
yang akan kau pilih ?” Xue Ling berfikir “hmm… jika aku bisa memilih, aku ingin
menguap setelah menyirami teratai salju saat itu… jika aku bisa hidup, aku
ingin hidup seperti Rou Rou saat itu, tentu saja diluar mengganggu anda
hihihi…” cekikikan.
Han
Ling membelai kepala Xue Ling “mengapa ingin jadi Rou Rou ?” Xue Ling melihat
Han Ling dengan mata nakalnya “bisa hidup bebas tanpa beban…” Han Ling menyipitkan
matanya melihat wajah nakal Xue Ling “bukankah ingin mencari rumah ?”
kata-katanya kembali membuat Xue Ling menghilangkan wajah nakalnya “Han ge,
setitik embun tidak pernah memiliki rumah. Setitik embun hanya pecahan dari
embun yang lebih besar, yang akan hilang setelah menguap”
Han
Ling melihat tingkah Xue Ling, tersenyum mengangkat wajah Xue Ling “sangat baik
!” ‘Xiao Xue, yang kau inginkan hanya bebas dari semua yang menarikmu masuk
dalam dunia ini ! bagaimana aku menghalangi keinginanmu ! bagaimana denganku ?
apa aku juga tidak menarik perhatianmu ?’ “Han ge… Han ge…” Xue Ling
melambai-lambaikan tangannya di hadapan Han Ling yang melamun. Xue Ling
menggoyangkan tangan Han Ling, untuk menyadarkannya kembali.