The Power Of Love

The Power Of Love
Bab 98 - Bersiap



            “haiya Han ge, aku sudah mengantuk… setelah menghabiskan


semuanya, berjalan-jalanlah menurunkan makanan… aku mau tidur dulu… sangat


mengantuk…” Xue Ling berjalan pergi dengan acuh tak acuh, kembali ke kamar


tidur. Han Ling menggeleng-gelengkan kepalanya melihat Xue Ling yang


mempermainkannya dengan semua makanan di hadapannya.


Setelah


Xue Ling pergi, Han Ling melindungi semua masakan Xue Ling dalam jiejue,


bergegas mengikuti Xue Ling. Han Ling ikut masuk ke dalam selimut dan berbaring


bersama Xue Ling “Han ge, kau sudah menghabiskan semuanya ?” tertidur di akhir


kata. Han Ling menggeleng “mempermainkanku terus ! haih… apa yang harus


kulakukan padamu yang nakal ini !” mengecup kening Xue Ling dan ikut terlelap.


Disaat


Han Ling bangun, melihat Xue Ling yang sedang bermeditasi dengan tenang. Han


Ling mendudukkan dirinya, menatap Xue Ling ‘Xiao Xue… kesalahanku,


menyebabkanku kehilanganmu… jika bisa mengulang, aku tidak akan melakukan


kesalahan yang sama… 5 hari ini, apapun yang kau inginkan akan kuberikan ! dalam


hidupku, pernah ada satu dirimu yang begitu berharga, sayang aku sudah


menyia-nyiakan kesempatanku !’ berkaca-kaca, menelan ludah, berusaha menahan


air mata yang akan mengalir turun dari matanya.


Xue


Ling menyelesaikan meditasinya, tersenyum dan menghampiri Han Ling yang


tersenyum menatapnya. Disaat Xue Ling berada dalam jangkauannya, Han Ling


menarik Xue Ling duduk di pangkuannya. Han Ling memeluk erat Xue Ling dan


menatapnya dengan mesra “Han ge, kenapa menatapku seperti itu ?” wajah Xue Ling


memerah menerima tatapan Han Ling.


Han


Ling mengecup pipi merah Xue Ling, menaruh kepalanya di dada Xue Ling “Xiao


Xue, jika bisa mengulang semuanya, apa yang ingin kau lakukan ? apa kau akan


mengulang hal yang sama ?” Xue Ling menggeleng “jadi apa yang kau inginkan ?”


Han Ling melanjutkan pertanyaannya, melihat gelengan kepala Xue Ling.


Xue


Ling memainkan wajahnya dan berfikir sesaat “hmm… jika aku bisa memiliki


kesempatan untuk memilih, aku tidak ingin menjelma.” Han Ling “mengapa ?” Xue


Ling menghela nafas “Han ge, aku ini hanya wujud dari sebuah tanggung jawab…”


“apa maksudnya wujud dari sebuah tanggung jawab ?” Han Ling mengerutkan kening.


Xue


Ling menunduk tidak menjawab. Han Ling yang tidak mendapat jawaban, mengangkat


kepala melihat Xue Ling “Xiao Xue, aku hanya ingin mengetahuinya !” Xue Ling


mengangkat kepala melihat Han Ling “Han ge, jangan merasa kasihan ataupun


simpati padaku… bukan karena aku tidak mau menerimanya tapi aku tidak pantas


menerimanya… Han ge, kalian memiliki pilihan kalian sendiri, tapi tidak seperti


itu denganku… aku hanya setitik embun yang tidak membawa apapun, bahkan aku


tidak mempunyai unsur apapun seperti kalian…” Han Ling semakin mengerutkan


keningnya “Xiao Xue…”


Xue


Ling mengangkat tangannya, menutup mulut Han Ling “Han ge, kekuatanku saat ini


kudapat dari mempertahankan diri melalui berbagai pertempuran. Aku hanya


berusaha bertahan hingga semua unsur tercampur baur tanpa ada satupun energi


murni. Han ge, saat itu embun ini jatuh pada teratai salju, jadi Fu Wang Mu Hou


memberiku nama Xue Ling. Mungkin aku terjatuh di saat yang tepat, hingga Fu


Wang Mu Hou menganggap akulah yang mempertahankan kehidupan teratai salju itu”


Xue


Ling melepas tangannya dari mulut Han Ling, turun dari pangkauan Han Ling dan


duduk di hadapannya “semua mengatakan aku tidak berperasaan ! mungkin yang


mereka katakan benar adanya, aku tidak berperasaan. Apapun yang ada


dihadapanku, tidak pernah menarik perhatianku. Setitik embun bukannya akan


menguap saat matahari terbit ! Waktu kecil, melihat Fu Wang Mu Hou yang menaruh


harapan begitu besar pada Huo dan Shui, aku tidak merasakan apapun. Aku hanya


dunia ini”


Xue


Ling meneguk secangkir teh dan memainkan cangkir teh kosong di tangannya “dari


awal Fu Wang Mu Hou mengatakan Huo dan Shui akan memegang peranan penting. Aku


adalah embun yang memiliki kesempatan baik, seperti membantu teratai salju, aku


memiliki kesempatan membantu Huo dan Shui. Sehingga akupun berjalan di jalan


itu. Bagaimanapun, aku hanya embun yang sebenarnya tidak berarti apapun. Jika


saat itu, mereka tiba lebih cepat atau lebih lambat, tidak akan memilihku”


“Xiao


Xue, mereka sudah salah !” Han Ling ingin menghibur. Xue Ling menggeleng


“mereka tidak salah ! tidak ada yang salah ! kemudian saat aku sedang melakukan


tugasku, membantu Fu Wang Mu Hou keluar dari petaka… secara tiba-tiba aku


diangkat menjadi Shen Zun… Fu Wang Mu Hou memberitahuku ‘ini adalah tanggung


jawabku melindungi Si Hai Ba Huang. Untuk hal inilah aku dihadirkan di dunia


ini” tersenyum menatap Han Ling.


Han


Ling memegang tangan Xue Ling “Xiao Xue, kau tidak harus seperti ini ! jasa


mereka sudah kau kembalikan !” Xue Ling tersenyum “Han ge, setitik embun yang


tidak memiliki arti, bisa sampai sejauh ini, bukankah sengat hebat ?” dengan


wajah usil, Han Ling mengangguk “sangat hebat !” Xue Ling cekikikan, sesaat


kemudian berubah sendu “jika difikirkan kembali, aku ini tidak ada bedanya


dengan asap pusat lava itu…”


Xue


Ling menghela nafas “aku dan asap itu merupakan dua hal yang harusnya tidak ada


di dunia ini. Embun dan asap akan hilang dengan penguapan dari panas maupun angin


yang berhembus. Hmm…” Han Ling tersenyum melihat Xue Ling “kalian berbeda…


embun ini sangat berharga… dalam setitik embun ini bisa melindungi segalanya…


embun ini tidak saja menjaga tapi juga menciptakan kesempatan bagi unsur-unsur


yang di lindunginya untuk hidup lebih baik”


Xue


Ling tersenyum manis “benarkah Han ge berfikir seperti itu ?” Han Ling


mengangguk, tanda menjawab pertanyaan Xue Ling “kalau begitu, tanggung jawab


ini sudah kutunaikan kan ?” Xue Ling bertanya dengan antusias dan kembali


mendapat anggukan Han Ling “bagus sekali… ah akhirnya aku bisa menguap dengan


bebas…”


Han


Ling membelai kepala Xue Ling “apa kau ingin bebas ?” Xue Ling mengangguk “jika


kau bisa hidup sekali lagi, apa yang kau inginkan ? jika kau bisa memilih, apa


yang akan kau pilih ?” Xue Ling berfikir “hmm… jika aku bisa memilih, aku ingin


menguap setelah menyirami teratai salju saat itu… jika aku bisa hidup, aku


ingin hidup seperti Rou Rou saat itu, tentu saja diluar mengganggu anda


hihihi…” cekikikan.


Han


Ling membelai kepala Xue Ling “mengapa ingin jadi Rou Rou ?” Xue Ling melihat


Han Ling dengan mata nakalnya “bisa hidup bebas tanpa beban…” Han Ling menyipitkan


matanya melihat wajah nakal Xue Ling “bukankah ingin mencari rumah ?”


kata-katanya kembali membuat Xue Ling menghilangkan wajah nakalnya “Han ge,


setitik embun tidak pernah memiliki rumah. Setitik embun hanya pecahan dari


embun yang lebih besar, yang akan hilang setelah menguap”


Han


Ling melihat tingkah Xue Ling, tersenyum mengangkat wajah Xue Ling “sangat baik


!” ‘Xiao Xue, yang kau inginkan hanya bebas dari semua yang menarikmu masuk


dalam dunia ini ! bagaimana aku menghalangi keinginanmu ! bagaimana denganku ?


apa aku juga tidak menarik perhatianmu ?’ “Han ge… Han ge…” Xue Ling


melambai-lambaikan tangannya di hadapan Han Ling yang melamun. Xue Ling


menggoyangkan tangan Han Ling, untuk menyadarkannya kembali.