
Xue Ling menatap Shui Ling “belakang lembah…” mengatakan
2 kata langsung menghentikan canda tawa dan Shui Ling kembali serius “jie…” Shui Ling, berbalik,
berjalan memimpin semua ke belakang lembah. Semua melihat jasad-jasad dewa dan dewi Hua Ling
di dasar lembah. Huo Ling mengibaskan lengan, semua jasad terbakar. Saat seluruh jasad terselubungi api, perlahan terlihat
asap merah yang keluar dan membumbung di hadapan mereka. Ling Siang menyerap semua asap merah dalam
sebuah bola air. Semua asap merah bercampur kemudian lenyap dalam bola air. Setelah semua asap merah hilang, Ling Siang menghilangkan bola air.
Xue Ling menatap dasar lembah “Huo Ling, Re Shui Gu dan
Hua Yuan Gu sudah selesai, 3 tempat lainnya, kau cari akal sendiri. Cheng Mei,
aku sudah selesai disini, bukankah kau mau berburu ?” Cheng Mei tersenyum nakal
“sudah tahu ! bukankah kau mau memukul bokong mereka, memuaskan tangan gatalmu
! selanjutnya, keluarkan cambukmu, kita akan menjadi pawang hewan hihihi…” Xue
Ling berdecak kesal “aih mutar-mutar, hal ini lagi hal ini lagi… aku sudah
bosan melihatnya !”
Cheng Mei berdehem “jadi apa yang Shen Zun-ku ini
inginkan ?” Xue Ling segera berbinar “aku ingin membuat senjata baru,
memerlukan beberapa bahan… bagaimana…” Cheng Mei tersenyum nakal “bahan apa
yang kau perlukan ?” Han Ling melihat Xue Ling yang begitu bersemangat pun
tersenyum pasrah ‘wanita kecilku sangat menggemaskan dan aktif, tapi
mengabaikanku lagi huh…’
Huo Ling berbinar “jie, sambil menyelam minum air kan !
mereka juga termasuk barang langka, bagaimana…” Xue Ling mencibir “cih… kulihat
kau hanya mau mengalihkan tanggung jawabmu itu padaku…” Huo Ling cekikikan
“jie, aku ini bukankah mengarahkanmu pada bahan yang sangat langka !” Xue Ling mengejek
“ooo… sudah menjadi Tian Zun, sudah pintar bersilat lidah !” Huo Ling
memeletkan lidahnya “jie, jadi apapun aku bukankah masih tetap didimu !” Xue
Ling berdecak “cih… sepertinya akulah yang paling rugi disini !” melirik tajam Huo Ling yang cekikikan.
Cheng Mei melipat kedua tangannya, menikmati perdebatan
kedua saudara “Xue Ling, senjata apa yang ingin kau buat ? kata-kata Huo Ling
juga tidak salah, memang keduanya adalah barang langka ! jika bisa
menggunakannya dengan benar…” Shui Ling menyipitkan mata “jie, kau sudah
mempunyai tujuan ini sebelumnya kan !” Xue Ling tampak acuh tak acuh.
Ling Siang mengerucutkan bibirnya “jadi selanjutnya
kemana tujuan kita ?” Han Ling merangkul Xue Ling “Dong Hua Gu !” tersenyum
menatap wanita kecilnya. Xue Ling menatap Han Ling dengan mata menyelidik,
perlahan tersenyum “Dong Hua Gu ? jiejie mengincar pusaka Dong Hua Gu ?” Shui
Ling berbinar. Cheng Mei berdehem “hmm… Shen Jun, anda sudah mulai memahami
pemikiran Shen Zun ini ! pusaka Dong Hua Gu memang barang bagus… selain itu
akan menjaga mood Shen Zun ini tidak langsung emosi saat mencium bau busuk !” menatap Xue Ling dengan wajah nakalnya.
Huo Ling berdecak “ck jie, kau sendiri adalah pusaka,
untuk apa lagi pusaka kecil itu ?” Xue Ling melotot, Cheng Mei cekikikan “Huo
Ling, ini salahmu… jika sampai kau dijadikan mainan oleh Shen Zun ini, tiba
waktunya kau jangan meminta pertolongan hihihi…” berjalan pergi dengan santainya. Shui Ling
menghela nafas “haih ge… kau kurangilah mencari masalah dengan jiejie… aku
tidak mau mengurusi dampakmu ya…” menggelengkan kepala berlalu dari samping Huo
Ling.
Ling Siang tidak faham “Huo ge, ada apa ini ?” Huo Ling
berdecak kesal “kenapa aku harus menjadi saudara laki-laki mereka ck…” Cheng
kenapa saat Xue Ling pergi, kau malah menangis !” Huo Ling melirik Cheng Mei,
menghentakkan kaki kesal. “hahaha…” Cheng Mei tertawa sambil menggelengkan
kepala.
“Cheng Mei jie, apa ada kisah ?” Ling Siang mendekati dengan hati bergosip.
Cheng Mei “kisah apa ? dia hanya takut ditinggalkan lagi saja !” Ling Siang
mengerutkan kening “haiya Tian Hou a, sifat manjanya suamimu, apa kau masih
belum jelas ! Huo Ling mengidolakan Xue Ling, kau pasti mengetahuinya kan !”
Ling Siang mengangguk “kematian Xue Ling sebelumnya sudah memberikan pukulan
besar baginya, dalam sekejap kehilangan pegangannya. Bagi mereka bertiga yang
tidak pernah merasakan keluarga, Xue Ling sudah menjadi orang tua untuk mereka.
Bahkan Tian Zun dan Tian Hou terdahulu pun tidak memberikan rasa hangat seperti
yang diberikan Xue Ling. Kedua dewa dewi hebat yang disegani itu, selalu berubah menjadi anak kecil dihadapan Xue Ling”
Ling Siang “jadi apa yang salah dengan ini ?” Cheng Mei “tidak
ada yang salah dengan mereka. Salahnya ada di pesona Xue Ling dan Shui Ling
yang tidak bisa ditutupi itu. Shui Ling masih enak di bicarakan, sementara Xue
Ling… haih… masalah Li Ming kali ini memang kesalahan Huo Ling, tapi juga
disebabkan oleh pesona Xue Ling” “ehm… Cheng Mei jie, bukankah kau sama saja !
kudengar Li Ming juga tertarik padamu !” Ling Siang menggoda. “kau ini !” Cheng
Mei mengetuk kening Ling Siang “aku mana punya adik seperti Huo Ling yang
menyembunyikanku !” “aaaa…” Ling Siang terpana.
Han Ling berjalan bersama Xue Ling sambil bersenda gurau
“Han ge, kenapa Dong Hua Gu ?” “hmm… ingin mendapat api berbau, paling tidak
kesayanganku ini harus memiliki sesuatu untuk mengamankan hidung kecil ini kan
!” Han Ling membelai hidung mancung Xue Ling. Xue Ling tersenyum manis “Xiao
Xue, dengar… kau ingin mengembalikan hal yang sebelumnya, aku tidak akan
menahanmu, tapi aku akan menemani di setiap langkahmu… kau tidak bisa dengan
alasan apapun, menyingkirkanku !” Xue Ling tersenyum “Han Ling Shen Jun, ini
sepertinya adalah caramu kan ?” Han Ling tersenyum menunduk.
Han Ling menarik Xue Ling ke pelukannya “Xiao Xue, karena
kesalahanku sebelumnya, aku sudah tidak ingin mengulangnya lagi, bisakah ?” Xue
Ling tertawa “Han Ling Shen Jun, anda tidak perlu khawatir masalah ini… yang
mulia tidak mempunyai kebiasaan mengusir orang hahaha…” Han Ling tersenyum
manis “hmm… walau yang mulia tidak mempunyai kebiasaan mengusir, tapi yang
mulia memperingatkan anda… yang menjadi target yang mulia hanya yang mulia yang
bisa menyelesaikannya. Yang mulia tidak peduli anda melakukan apa tapi jika
anda menghalangi yang mulia, yang mulia juga akan menyingkirkan anda !” Xue
Ling berkata tegas membuat Han Ling tercengang.
“menaati perintah Shen Zun…” terdengar suara dari
belakang Han Ling. Xue Ling memainkan wajahnya “jie, kau masih seperti itu !”
Shui Ling mengejek “tentukan target kalian sendiri !” Xue Ling memeletkan
lidahnya kembali ke wajah bercanda. Han Ling masih belum mengatasi kejutannya,
Huo Ling menepuk pundak Han Ling “tadi itu adalah Shen Zun bukan Xue Ling jie…”
Han Ling “Xiao Xue !” Huo Ling menenangkan “jiefu, istrimu adalah Xue Ling
bukan Shen Zun.” Han Ling menatap Huo Ling yang tersenyum padanya “Shen Zun
tidak mempunyai suami, keluarga, teman, dan sahabat. Apa anda mengerti ?”
menepuk pundak Han Ling dan berlalu.