The Power Of Love

The Power Of Love
Bab 43 - Berburu lagi ?



Xue Ling menatap Shui Ling “belakang lembah…” mengatakan


2 kata langsung menghentikan canda tawa dan Shui Ling kembali serius “jie…” Shui Ling, berbalik,


berjalan memimpin semua ke belakang lembah. Semua melihat jasad-jasad dewa dan dewi Hua Ling


di dasar lembah. Huo Ling mengibaskan lengan, semua jasad terbakar. Saat seluruh jasad terselubungi api, perlahan terlihat


asap merah yang keluar dan membumbung di hadapan mereka. Ling Siang menyerap semua asap merah dalam


sebuah bola air. Semua asap merah bercampur kemudian lenyap dalam bola air. Setelah semua asap merah hilang, Ling Siang menghilangkan bola air.


Xue Ling menatap dasar lembah “Huo Ling, Re Shui Gu dan


Hua Yuan Gu sudah selesai, 3 tempat lainnya, kau cari akal sendiri. Cheng Mei,


aku sudah selesai disini, bukankah kau mau berburu ?” Cheng Mei tersenyum nakal


“sudah tahu ! bukankah kau mau memukul bokong mereka, memuaskan tangan gatalmu


! selanjutnya, keluarkan cambukmu, kita akan menjadi pawang hewan hihihi…” Xue


Ling berdecak kesal “aih mutar-mutar, hal ini lagi hal ini lagi… aku sudah


bosan melihatnya !”


Cheng Mei berdehem “jadi apa yang Shen Zun-ku ini


inginkan ?” Xue Ling segera berbinar “aku ingin membuat senjata baru,


memerlukan beberapa bahan… bagaimana…” Cheng Mei tersenyum nakal “bahan apa


yang kau perlukan ?” Han Ling melihat Xue Ling yang begitu bersemangat pun


tersenyum pasrah ‘wanita kecilku sangat menggemaskan dan aktif, tapi


mengabaikanku lagi huh…’


Huo Ling berbinar “jie, sambil menyelam minum air kan !


mereka juga termasuk barang langka, bagaimana…” Xue Ling mencibir “cih… kulihat


kau hanya mau mengalihkan tanggung jawabmu itu padaku…” Huo Ling cekikikan


“jie, aku ini bukankah mengarahkanmu pada bahan yang sangat langka !” Xue Ling mengejek


“ooo… sudah menjadi Tian Zun, sudah pintar bersilat lidah !” Huo Ling


memeletkan lidahnya “jie, jadi apapun aku bukankah masih tetap didimu !” Xue


Ling berdecak “cih… sepertinya akulah yang paling rugi disini !” melirik tajam Huo Ling yang cekikikan.


Cheng Mei melipat kedua tangannya, menikmati perdebatan


kedua saudara “Xue Ling, senjata apa yang ingin kau buat ? kata-kata Huo Ling


juga tidak salah, memang keduanya adalah barang langka ! jika bisa


menggunakannya dengan benar…” Shui Ling menyipitkan mata “jie, kau sudah


mempunyai tujuan ini sebelumnya kan !” Xue Ling tampak acuh tak acuh.


Ling Siang mengerucutkan bibirnya “jadi selanjutnya


kemana tujuan kita ?” Han Ling merangkul Xue Ling “Dong Hua Gu !” tersenyum


menatap wanita kecilnya. Xue Ling menatap Han Ling dengan mata menyelidik,


perlahan tersenyum “Dong Hua Gu ? jiejie mengincar pusaka Dong Hua Gu ?” Shui


Ling berbinar. Cheng Mei berdehem “hmm… Shen Jun, anda sudah mulai memahami


pemikiran Shen Zun ini ! pusaka Dong Hua Gu memang barang bagus… selain itu


akan menjaga mood Shen Zun ini tidak langsung emosi saat mencium bau busuk !” menatap Xue Ling dengan wajah nakalnya.


Huo Ling berdecak “ck jie, kau sendiri adalah pusaka,


untuk apa lagi pusaka kecil itu ?” Xue Ling melotot, Cheng Mei cekikikan “Huo


Ling, ini salahmu… jika sampai kau dijadikan mainan oleh Shen Zun ini, tiba


waktunya kau jangan meminta pertolongan hihihi…” berjalan pergi dengan santainya. Shui Ling


menghela nafas “haih ge… kau kurangilah mencari masalah dengan jiejie… aku


tidak mau mengurusi dampakmu ya…” menggelengkan kepala berlalu dari samping Huo


Ling.


Ling Siang tidak faham “Huo ge, ada apa ini ?” Huo Ling


berdecak kesal “kenapa aku harus menjadi saudara laki-laki mereka ck…” Cheng


kenapa saat Xue Ling pergi, kau malah menangis !” Huo Ling melirik Cheng Mei,


menghentakkan kaki kesal. “hahaha…” Cheng Mei tertawa sambil menggelengkan


kepala.


“Cheng Mei jie, apa ada kisah ?” Ling Siang mendekati dengan hati bergosip.


Cheng Mei “kisah apa ? dia hanya takut ditinggalkan lagi saja !” Ling Siang


mengerutkan kening “haiya Tian Hou a, sifat manjanya suamimu, apa kau masih


belum jelas ! Huo Ling mengidolakan Xue Ling, kau pasti mengetahuinya kan !”


Ling Siang mengangguk “kematian Xue Ling sebelumnya sudah memberikan pukulan


besar baginya, dalam sekejap kehilangan pegangannya. Bagi mereka bertiga yang


tidak pernah merasakan keluarga, Xue Ling sudah menjadi orang tua untuk mereka.


Bahkan Tian Zun dan Tian Hou terdahulu pun tidak memberikan rasa hangat seperti


yang diberikan Xue Ling. Kedua dewa dewi hebat yang disegani itu, selalu berubah menjadi anak kecil dihadapan Xue Ling”


Ling Siang “jadi apa yang salah dengan ini ?” Cheng Mei “tidak


ada yang salah dengan mereka. Salahnya ada di pesona Xue Ling dan Shui Ling


yang tidak bisa ditutupi itu. Shui Ling masih enak di bicarakan, sementara Xue


Ling… haih… masalah Li Ming kali ini memang kesalahan Huo Ling, tapi juga


disebabkan oleh pesona Xue Ling” “ehm… Cheng Mei jie, bukankah kau sama saja !


kudengar Li Ming juga tertarik padamu !” Ling Siang menggoda. “kau ini !” Cheng


Mei mengetuk kening Ling Siang “aku mana punya adik seperti Huo Ling yang


menyembunyikanku !” “aaaa…” Ling Siang terpana.


Han Ling berjalan bersama Xue Ling sambil bersenda gurau


“Han ge, kenapa Dong Hua Gu ?” “hmm… ingin mendapat api berbau, paling tidak


kesayanganku ini harus memiliki sesuatu untuk mengamankan hidung kecil ini kan


!” Han Ling membelai hidung mancung Xue Ling. Xue Ling tersenyum manis “Xiao


Xue, dengar… kau ingin mengembalikan hal yang sebelumnya, aku tidak akan


menahanmu, tapi aku akan menemani di setiap langkahmu… kau tidak bisa dengan


alasan apapun, menyingkirkanku !” Xue Ling tersenyum “Han Ling Shen Jun, ini


sepertinya adalah caramu kan ?” Han Ling tersenyum menunduk.


Han Ling menarik Xue Ling ke pelukannya “Xiao Xue, karena


kesalahanku sebelumnya, aku sudah tidak ingin mengulangnya lagi, bisakah ?” Xue


Ling tertawa “Han Ling Shen Jun, anda tidak perlu khawatir masalah ini… yang


mulia tidak mempunyai kebiasaan mengusir orang hahaha…” Han Ling tersenyum


manis “hmm… walau yang mulia tidak mempunyai kebiasaan mengusir, tapi yang


mulia memperingatkan anda… yang menjadi target yang mulia hanya yang mulia yang


bisa menyelesaikannya. Yang mulia tidak peduli anda melakukan apa tapi jika


anda menghalangi yang mulia, yang mulia juga akan menyingkirkan anda !” Xue


Ling berkata tegas membuat Han Ling tercengang.


“menaati perintah Shen Zun…” terdengar suara dari


belakang Han Ling. Xue Ling memainkan wajahnya “jie, kau masih seperti itu !”


Shui Ling mengejek “tentukan target kalian sendiri !” Xue Ling memeletkan


lidahnya kembali ke wajah bercanda. Han Ling masih belum mengatasi kejutannya,


Huo Ling menepuk pundak Han Ling “tadi itu adalah Shen Zun bukan Xue Ling jie…”


Han Ling “Xiao Xue !” Huo Ling menenangkan “jiefu, istrimu adalah Xue Ling


bukan Shen Zun.” Han Ling menatap Huo Ling yang tersenyum padanya “Shen Zun


tidak mempunyai suami, keluarga, teman, dan sahabat. Apa anda mengerti ?”


menepuk pundak Han Ling dan berlalu.