The Power Of Love

The Power Of Love
Panggilan Sayang



Cukup lama Azka dan Naura berpelukan , nyaman , tentu mereka merasa sangat nyaman , Keduanya bisa saling mencurahkan rasa sayang dengan berpelukan .


Namun lagi-lagi suara ketukan pintu dari luar mengganggu aktivitas mereka , Naura segera melepaskan pelukannya karna takut ada orang lain yang melihat mereka berpelukan .


" Hmm ganggu aja" Gerutu Azka kesal , sedangkan Naura ia hanya tersenyum seraya menggelengkan kepalanya .


" Masuk " Ujar Azka dingin .


Ternyata yang mengetuk pintu adalah David yang ingin mengantarkan makanan .


" Maaf bos , gue mau nganterin ini " Ucap David ketakutan karna mendapat tatapan dingin dari Azka .


" Hmm " dehem Azka .


David segera menyimpan makannya diatas meja , tak lupa dengan uang kembalinya David pun menyimpannya diatas meja , lalu ia segera meninggalkan ruangan bosnya .


" Tunggu Vid " cegah Azka ketika David akan melangkah keluar .


" Kenapa bos ?'' tanya David yang langsung berbalik badan .


" Ambil semua kembaliannya , simpan buat lu " Ucap Azka seraya menyodorkan semua uang kembaliannya .


" Tapi bos " timpal David tak enak .


" Ambil " balas Azka dingin , dan David langsung mengangguk seraya mengambil semua uang kembaliannya .


" Makasih bos " Ucap David , lalu ia segera keluar.


Azka langsung melirik Naura seraya tersenyum .


" Kenapa si harus galak-galak sama kak David ?'' tanya Naura menatap Azka .


" Memang nya kenapa ?'' tanya balik Azka .


" Kasian kak itu anak orang , bicara baik-baik kan bisa " jawab Naura memberi saran .


" Iya iya baiklah tuan putri " balas Azka sambil tersenyum manis .


" Ck " Naura berdecak sambil menggelengkan kepalanya .


" Ya udah kita makan yu ay " Ajak Azka lembut dan Naura ia langsung mengangguk .


Kali ini Azka dan Naura makan dengan saling menyuapi , walau awal-awalnya Naura sangat malu menerima suapan dari Azka , tapi ternyata makan diasuapi Azka rasanya lebih enak , pikir Naura . Dan dengan malu-malu Nauru pun mencoba menyuapi Azka yang langsung disambut senang oleh Azka .


" Alhamdulillah kenyang dan kali ini rasa makanannya bertambah berkali-kali lebih enak " Ucap Azka setelah menyelesaikan makannya .


" Alhamdulillah " timpal Naura dengan tersenyum .


" Ra minum nya " Ujar Azka dengan menyodorkan gelas berisi air mineral .


" Makasih kak " jawab Naura yang langsung menerima gelas yang Azka sodorkan .


Naura pun langsung meminumnya tiga tegukan dan kembali menyimpan gelasnya ke tempat semula .


Azka tersenyum melihat Naura lalu ia kembali mengambil gelas bekas Naura , dan ia mencari bekas bibir dimana Naura minum .


" Alhamdulillah " Ucap syukur Azka ketika sudah minum dan ia minum tepat dibekas bibir Naura .


" Kak " panggil Naura ketika melihat Azka minum digelas bekasnya .


" Kenapa ay ?'' tanya Azka lembut seraya kembali meneguk air mineral sampai air yang ada digelas Naura habis tak tersisa sedikit pun .


" Gelas kak Azka yang itu " balas Naura menunjuk gelas Azka yang masih terisi penuh air mineral .


Azka tersenyum mendengar perkataan Naura , lalu ia meraih kedua tangan Naura dan menggenggam nya denga lembut.


" Naura pernah dengar gak kisah romantis Rosulullah SAW dengan istrinya sayyyidah Siti Aisyah R.A ? " Tanya Azka sambil tersenyum , dan Naura langsung menganggukan kepala nya pelan .


" Iya benar , Hal ini diriwayatkan oleh Sayyidah Aisyah RA , Beliau berkata : “ Terkadang Rasulullah SAW disuguhkan sebuah wadah (air) kepadanya , kemudian aku minum dari wadah itu , sedangkan aku dalam keadaan haid , lantas Rasulullah SAW mengambil wadah tersebut dan meletakkan mulutnya di bekas tempat minumku . Dan terkadang aku mengambil tulang (yang ada sedikit dagingnya) kemudian memakan bagian darinya , lantas Rasulullah SAW mengambilnya dan meletakkan mulutnya di bekas mulutku.” (HR Ahmad [nomor 24373]) " tutur Azka menceritakan kembali kisah romantis Rosulullah dengan istrinya Sayyidah Siti Aisyah RA .


" Romantis bukan ?'' tanya Azka sambil tersenyum menatap Naura .


Naura langsung mengangguk dengan kedua pipi yang sudah memerah karena malu .


Azka tersenyum gemas melihat Naura yang tengah malu , dan karna tahan ia kembali membawa Naura kedalam pelukannya .


" I Love you sayang " Ucap Azka berbisik tepat disamping telinga Naura .


" Ya Allah kak Azka suka banget bikin Naura jantungan " batin Naura , dan kini ia menyembunyikan wajahnya di dada kekar Azka , Naura sangat menikmati wangi maskulin badan Azka dan itu membuatnya tambah nyaman berada dipelukan Azka .


Azka membiarkan Naura menyembunyikan wajahnya di dada kekarnya , lalu tangan Azka dengan perlahan mengusap lembut kepala Naura yang terbalut hijab .


" Ra mudah-mudahan kedepannya hubungan kita semakin membaik ya , bahkan Azka berharap kita bisa menjadi satu keluarga yang sakinnah , mawadah dan warohamah " Ujar Azka penuh harap seraya tangannya terus mengusap lembut kepala Naura .


Tak ada jawaban sama sekali dari Naura , ia masih setia dengan posisinya lalu menit berikutnya Azka bisa mendengar suara teratur Naura .


" Pantas gak menjawab ternyata orang nya tidur " gumam Azka pelan , lalu secara perlahan ia menggendong Naura dan membawanya ke tempat tidur yang ada diruangkannya .


" Cup , Azka tinggal sebentar ya ay " Azka menghadiahi kecupan sayang dikening Naura seraya pamit .


Setelah memastikan Naura tertidur dengan benar dan aman , Azka mulai melangkahkan kakinya ke ruangan gelap bawah tanah , ia ingin memberi pelajaran sipencopet sialan itu dengan tangan nya sendiri .


Sesampai di ruangan gelap bawah tanah , Azka meminta salah satu anak buah nya untuk melepaskan pencopet itu .


" Lu masih ingat gue kan ?'' tanya Azka dingin seraya menatap tajam pada pencopet itu .


Sipencopet tak menjawab ia hanya terdiam sambil menunduk takut .


" Jawab " teriak Azka seraya menendang kaki sipencopet sampai ia terjatuh .


" Kenapa lu jadi orang gak tahu terimakasih ? " tanya Azka kesal .


" Maaf " jawab sipencopet pelan .


" Ck , Maaf lu basi , maaf lu terlambat " Decak Alex sambil tersenyum sinis .


Lalu ia menekat tombol yang ada dijam tangannya , dan seketika sipencopet langsung jatuh tak sadarkan diri .


" Jadikan dia makanan untuk Felix " Ucap Azka sebelum meninggalkan ruangan gelap tersebut .


Felix adalah hewan kesayangan peliharaan Azka yang berupa seekor harimau yang sangat buas namun jika ia sedang dengan Azka maka ia akan berubah menjadi lucu dan menggemaskan .


Azka kembali ke ruangannya karna takut kelamaan dan takut Naura sudah bangun dan mencari dirinya .


Dan ternyata benar ketika Azk mengeceknya Naura sudah bangun dan ia sepertinya sedang mengumpulkan nyawa seraya duduk ditempat tidur .


" Ay sudah bangun ?'' tanya Azka sambil mendekat ke arah Naura .


" Bee maaf Naura ketiduran " balas Naura seraya menatap Azka .


" Bee , apa Azka tak salah dengar ? " tanya Azka yang ikut mendudukkan badannya disamping Naura .


Naura tersenyum dan menggelengkan kepala nya pelan " Bukannya memanggil pasangan kita dengan panggilan sayang adalah termasuk sunah Rasul juga " jawab Naura dengan rona malu dikedua pipinya .


" Ay , Azka senang dengan panggilan sayang dari kamu , makasih banyak Ay " ujar Azka yang langsung memeluk Naura .


😘


😘


😘


Jangan lupa tinggalkan jejak like , komen , vote dan tambahkan ke favorit 💙 , terimakasih 🤗🤗🙏.