The Power Of Love

The Power Of Love
Bab 45 - Pusaka Dong Hua Gu



     “siapa kau ? siapa kalian ?” sang pemuda bertanya dingin.


“menurut anda, siapa beliau ?” Huo Ling buka suara, menunjuk Xue Ling. “ah


tidak menarik !” Xue Ling acuh tak acuh membuang mukanya dengan kesal. Sang


pemuda melihat Xue Ling dari atas sampai bawah membuat Han Ling kesal. Han Ling


menarik Xue Ling ke pelukannya dan memandang sang pemuda dengan dingin.


     Sang pemuda melihat tindakan Han Ling “kau… kau seorang wanita


!” Han Ling memeluk erat Xue Ling “Han ge, kau lebih erat lagi, aku sudah tidak


dapat bernafas…” Han Ling mendengar gerutuan Xue Ling segera melonggarkan


pelukannya “tidak apa-apa kan ?” bertanya dengan cemas. Xue Ling memberikan


senyuman menenangkan.


     “kau ! Xue… Xue Ling Shen Zun ?” sang pemuda berkata


terbata-bata, melihat lainnya “kalian… Huo Ling, Shui Ling, Cheng Mei…” sang


pemuda tersenyum dengan ceria hingga menitikkan air mata. Semua saling melihat,


Huo Ling menghampiri “Xuan Yu, tidak perlu begitu antusias bertemu kami kan !”


pemuda yang dipanggil Xuan Yu, langsung memeluk Huo Ling, membuat semua


tercengang “Huo Ling, untung kalian datang, Dong Hua Gu sudah terselamatkan !”


Xuan Yu menitikkan air mata, terdengar suaranya yang bergetar penuh suka cita.


     “Xuan Yu, kau ini !” Cheng Mei menegur. Xuan Yu melepas pelukannya


“kita bicara di tempat lain !” segera meninggalkan istana. Han Ling mengambil


tempat paling belakang bersama Xue Ling “Xiao Xue, jangan mendekatinya !” Han


Ling memperingati “Han ge, kecemburuanmu sungguh sangat berlebihan !” Xue Ling


meladeni dengan nada candaan “Xiao Xue, terlalu takut kehilanganmu !” Han Ling


berbicara dengan nada permohonan. Xue Ling mengerutkan kening “Han ge, kecuali


aku mati, kau tidak akan kehilanganku !”


     Bukannya tenang, Han Ling semakin menjadi “Xiao Xue, aku tidak


mengijinkanmu mengatakan hal itu ! walau mati, aku akan mati bersamamu !” entah


mengapa setelah mengikuti perjalanan dan mulai memahami Xue Ling, Han Ling


merasa masalah kali ini tidak semudah itu. Huo Ling akan menangani Li Ming,


jadi arti dari perjalanan ini pasti memiliki maksud lainnya. Xue Ling tidak


mengejar Li Ming, Jin Lan dan Hong Lan juga masalah sepele buatnya. Han Ling


mencurigai ada sesuatu masalah besar di belakangnya yang sedang ditangani Xue


Ling. Dengan pemikiran seperti ini, Han Ling merasa was was, sangat


mengkhawatirkan Xue Ling.


     Xue Ling mengerutkan kening “Han ge, ada apa ? apa tidak sehat


?” khawatir melihat wajah Han Ling yang tegang “jangan mengatakan hal itu lagi


!” Han Ling berbisik di telinga Xue Ling “setelah ini, kita harus berbicara !” Xue


Ling semakin mengerutkan kening tapi mengangguk. Mereka tidak lagi berbicara,


mengikuti rombongan di hadapan mereka.


     Han Ling menggenggam tangan Xue Ling. Xuan Yu membawa mereka ke


ruangannya sendiri, memasang jiejue “Xuan Yu, ada apa ? kenapa seperti ini ?”


Huo Ling bertanya “Huo Ling, kalian kemari mengincar pusaka Dong Hua Gu, aku


percaya kalian kurang lebih sudah tahu masalah yang kami hadapi !” Xuan Yu


tidak berbasa basi. Cheng Mei duduk santai “Xuan Yu, bagaimana kau bisa


mempertahankan diri ?” Xuan Yu mengeluarkan kalung di lehernya “aku memiliki


ini !” “hmm menarik… 2 pusaka yang sama !” Xue Ling berguman.


     Xuan Yu menggeleng “tidak, tidak sama… pusaka sebenarnya adalah


inti bisa dikatakan induk. Ini hanya serpihan kecil yang tidak sengaja


kutemukan !” Ling Siang “tapi anda mengorbankan lainnya demi keselamatan anda


sendiri !” Xuan Yu menggeleng “aku menyembunyikan semua korban itu !”


“bagaimana dengan ayah dan adikmu ?” Xue Ling bertanya santai. Xuan Yu


menggeleng “Fu Wang sudah terpengaruh, selalu mencari yang baru dan menghisap…


Xue Ling, bebaskan kami, pusaka itu milikmu !”


menunduk “bagaimanapun dia adalah ayah dan adikku !” Huo Ling mengerutkan


kening “inikah sebabnya kau bertahan disini ?” Xuan Yu mengangguk “bagaimanapun


aku menyelamatkan rakyatku, tetap saja ada korban !” “jadi mereka mencari orang


luar untuk dikorbankan !” Cheng Mei berguman. Xuan Yu “permintaan semakin


meningkat… rakyat semakin berkurang… mereka semua sudah sangat lemah, tidak


akan tahan…”


     Xue Ling merenggangkan tubuhnya “siapa yang akan menangani


disini ?” Cheng Mei “Xue, kau tidak turun tangan ?” Xue Ling menggeleng “hanya


seorang dewa tua dan wanita arogan, aku tidak tertarik !” Shui Ling “jie,


bukankah mau pusaka ?” Xue Ling melirik sinis Shui Ling, menatap Xuan Yu


“selama dapat membebaskan kami, aku akan menyerahkan pusaka itu !” Shui Ling


menggoda “jie, kalau aku yang menyelesaikan, pusaka itu milikku !” Xue Ling


menggembungkan pipinya kesal. Han Ling tersenyum, mengelus pipi bulatnya “Fu


Jun melakukannya untukmu, bagaimana ?”


     Xue Ling menatap Xuan Yu “lainnya ?” Xuan Yu tersenyum manis


“tentu saja merepotkan Shen Zun Dian Xia membereskan semuanya…” “aih


menjengkelkan… kenapa aku harus berurusan dengan kalian ini !” Xue Ling kesal.


Xuan Yu merajuk “aiya Xue Ling, sudah lama tidak bertemu, kau semakin cantik


dan menggemaskan… nah pusaka kami begitu berharga… digantikan dengan bantuan


tangan kecil anda, bukankah sangat sesuai…” Han Ling tidak senang dengan


candaan Xuan Yu, merangkul Xue Ling.


     Xue Ling tertawa sinis “yang lain tidak belajar, hanya belajar


bersilat lidah ! seingatku dulu kau ini sangat pendiam dan penurut, kenapa


sekarang menjadi tidak tahu malu seperti ini ?” Xuan Yu tertawa “hahaha… Xue


Ling, aku hanya seperti itu padamu… menggunakan itu tidak mendapat perhatianmu…


jadi aku harus mencari cara lain, bukankah seperti itu ?” Han Ling menatap


dingin Xuan Yu.


     “hmm Han Ling Shen Jun, tidak perlu melihatku seperti itu !


bukan hanya anda yang menyukai gadis kecil ini !” Xuan Yu berbicara acuh tak


acuh “bagaimana Xue Ling ? sudah berlalu begitu lama, bukankah sudah saatnya


memberiku kesempatan ?” Xuan Yu berkata lembut pada Xue Ling membuat Han Ling


geram “sayangnya Xuan Yu Hua Jun, Xue Ling sudah menjadi istriku dan yang mulia


tidak akan pernah melepaskannya !” Xuan Yu menantang “itu belum tentu ! bisa


menikah bisa juga bercerai… selama Xue Ling menginginkannya, Han Ling Shen Jun,


bahkan anda pun tidak dapat melarangnya !” kelima dewa dewi menonton


pertunjukan di hadapan mereka.


     Han Ling melihat Xue Ling yang asik menonton, merasa kesal “Han


Ling Shen Jun, anda pasti pernah mendengar kisah Wan Mei Xian Jun yang memiliki


9 suami. Yang mulia tidak keberatan menjadi suami kedua.” Xuan Yu menggoda. Han


Ling membelalakkan matanya “Xuan Yu Hua Jun, kecuali yang mulia mati, tidak


akan membagi istriku dengan siapapun ! Xuan Yu Shen Jun, anda hanya mengatakan


membantu membebaskan sudah mendapatkan pusaka, harap anda tahu diri !” berkata


dingin.


     Kelima dewa dewi terus menahan tawa dengan senyuman ceria “hmm


yang mulia masih bisa menambah persyaratan ! Xue Ling, menambah persyaratan


kecil harusnya masih masuk kan !” Xuan Yu tidak gentar “hanya sebuah pusaka


kecil, begitu banyak permintaan ! Xuan Yu Hua Jun, anda terlalu memandang


tinggi pusaka anda kan ! Xiao Xue hanya menginginkannya menjadi mainan. Tidak


mendapat pusaka anda itu pun, Xiao Xue tidak akan kekurangan apapun !” berkata


sinis.