
“siapa kau ? siapa kalian ?” sang pemuda bertanya dingin.
“menurut anda, siapa beliau ?” Huo Ling buka suara, menunjuk Xue Ling. “ah
tidak menarik !” Xue Ling acuh tak acuh membuang mukanya dengan kesal. Sang
pemuda melihat Xue Ling dari atas sampai bawah membuat Han Ling kesal. Han Ling
menarik Xue Ling ke pelukannya dan memandang sang pemuda dengan dingin.
Sang pemuda melihat tindakan Han Ling “kau… kau seorang wanita
!” Han Ling memeluk erat Xue Ling “Han ge, kau lebih erat lagi, aku sudah tidak
dapat bernafas…” Han Ling mendengar gerutuan Xue Ling segera melonggarkan
pelukannya “tidak apa-apa kan ?” bertanya dengan cemas. Xue Ling memberikan
senyuman menenangkan.
“kau ! Xue… Xue Ling Shen Zun ?” sang pemuda berkata
terbata-bata, melihat lainnya “kalian… Huo Ling, Shui Ling, Cheng Mei…” sang
pemuda tersenyum dengan ceria hingga menitikkan air mata. Semua saling melihat,
Huo Ling menghampiri “Xuan Yu, tidak perlu begitu antusias bertemu kami kan !”
pemuda yang dipanggil Xuan Yu, langsung memeluk Huo Ling, membuat semua
tercengang “Huo Ling, untung kalian datang, Dong Hua Gu sudah terselamatkan !”
Xuan Yu menitikkan air mata, terdengar suaranya yang bergetar penuh suka cita.
“Xuan Yu, kau ini !” Cheng Mei menegur. Xuan Yu melepas pelukannya
“kita bicara di tempat lain !” segera meninggalkan istana. Han Ling mengambil
tempat paling belakang bersama Xue Ling “Xiao Xue, jangan mendekatinya !” Han
Ling memperingati “Han ge, kecemburuanmu sungguh sangat berlebihan !” Xue Ling
meladeni dengan nada candaan “Xiao Xue, terlalu takut kehilanganmu !” Han Ling
berbicara dengan nada permohonan. Xue Ling mengerutkan kening “Han ge, kecuali
aku mati, kau tidak akan kehilanganku !”
Bukannya tenang, Han Ling semakin menjadi “Xiao Xue, aku tidak
mengijinkanmu mengatakan hal itu ! walau mati, aku akan mati bersamamu !” entah
mengapa setelah mengikuti perjalanan dan mulai memahami Xue Ling, Han Ling
merasa masalah kali ini tidak semudah itu. Huo Ling akan menangani Li Ming,
jadi arti dari perjalanan ini pasti memiliki maksud lainnya. Xue Ling tidak
mengejar Li Ming, Jin Lan dan Hong Lan juga masalah sepele buatnya. Han Ling
mencurigai ada sesuatu masalah besar di belakangnya yang sedang ditangani Xue
Ling. Dengan pemikiran seperti ini, Han Ling merasa was was, sangat
mengkhawatirkan Xue Ling.
Xue Ling mengerutkan kening “Han ge, ada apa ? apa tidak sehat
?” khawatir melihat wajah Han Ling yang tegang “jangan mengatakan hal itu lagi
!” Han Ling berbisik di telinga Xue Ling “setelah ini, kita harus berbicara !” Xue
Ling semakin mengerutkan kening tapi mengangguk. Mereka tidak lagi berbicara,
mengikuti rombongan di hadapan mereka.
Han Ling menggenggam tangan Xue Ling. Xuan Yu membawa mereka ke
ruangannya sendiri, memasang jiejue “Xuan Yu, ada apa ? kenapa seperti ini ?”
Huo Ling bertanya “Huo Ling, kalian kemari mengincar pusaka Dong Hua Gu, aku
percaya kalian kurang lebih sudah tahu masalah yang kami hadapi !” Xuan Yu
tidak berbasa basi. Cheng Mei duduk santai “Xuan Yu, bagaimana kau bisa
mempertahankan diri ?” Xuan Yu mengeluarkan kalung di lehernya “aku memiliki
ini !” “hmm menarik… 2 pusaka yang sama !” Xue Ling berguman.
Xuan Yu menggeleng “tidak, tidak sama… pusaka sebenarnya adalah
inti bisa dikatakan induk. Ini hanya serpihan kecil yang tidak sengaja
kutemukan !” Ling Siang “tapi anda mengorbankan lainnya demi keselamatan anda
sendiri !” Xuan Yu menggeleng “aku menyembunyikan semua korban itu !”
“bagaimana dengan ayah dan adikmu ?” Xue Ling bertanya santai. Xuan Yu
menggeleng “Fu Wang sudah terpengaruh, selalu mencari yang baru dan menghisap…
Xue Ling, bebaskan kami, pusaka itu milikmu !”
menunduk “bagaimanapun dia adalah ayah dan adikku !” Huo Ling mengerutkan
kening “inikah sebabnya kau bertahan disini ?” Xuan Yu mengangguk “bagaimanapun
aku menyelamatkan rakyatku, tetap saja ada korban !” “jadi mereka mencari orang
luar untuk dikorbankan !” Cheng Mei berguman. Xuan Yu “permintaan semakin
meningkat… rakyat semakin berkurang… mereka semua sudah sangat lemah, tidak
akan tahan…”
Xue Ling merenggangkan tubuhnya “siapa yang akan menangani
disini ?” Cheng Mei “Xue, kau tidak turun tangan ?” Xue Ling menggeleng “hanya
seorang dewa tua dan wanita arogan, aku tidak tertarik !” Shui Ling “jie,
bukankah mau pusaka ?” Xue Ling melirik sinis Shui Ling, menatap Xuan Yu
“selama dapat membebaskan kami, aku akan menyerahkan pusaka itu !” Shui Ling
menggoda “jie, kalau aku yang menyelesaikan, pusaka itu milikku !” Xue Ling
menggembungkan pipinya kesal. Han Ling tersenyum, mengelus pipi bulatnya “Fu
Jun melakukannya untukmu, bagaimana ?”
Xue Ling menatap Xuan Yu “lainnya ?” Xuan Yu tersenyum manis
“tentu saja merepotkan Shen Zun Dian Xia membereskan semuanya…” “aih
menjengkelkan… kenapa aku harus berurusan dengan kalian ini !” Xue Ling kesal.
Xuan Yu merajuk “aiya Xue Ling, sudah lama tidak bertemu, kau semakin cantik
dan menggemaskan… nah pusaka kami begitu berharga… digantikan dengan bantuan
tangan kecil anda, bukankah sangat sesuai…” Han Ling tidak senang dengan
candaan Xuan Yu, merangkul Xue Ling.
Xue Ling tertawa sinis “yang lain tidak belajar, hanya belajar
bersilat lidah ! seingatku dulu kau ini sangat pendiam dan penurut, kenapa
sekarang menjadi tidak tahu malu seperti ini ?” Xuan Yu tertawa “hahaha… Xue
Ling, aku hanya seperti itu padamu… menggunakan itu tidak mendapat perhatianmu…
jadi aku harus mencari cara lain, bukankah seperti itu ?” Han Ling menatap
dingin Xuan Yu.
“hmm Han Ling Shen Jun, tidak perlu melihatku seperti itu !
bukan hanya anda yang menyukai gadis kecil ini !” Xuan Yu berbicara acuh tak
acuh “bagaimana Xue Ling ? sudah berlalu begitu lama, bukankah sudah saatnya
memberiku kesempatan ?” Xuan Yu berkata lembut pada Xue Ling membuat Han Ling
geram “sayangnya Xuan Yu Hua Jun, Xue Ling sudah menjadi istriku dan yang mulia
tidak akan pernah melepaskannya !” Xuan Yu menantang “itu belum tentu ! bisa
menikah bisa juga bercerai… selama Xue Ling menginginkannya, Han Ling Shen Jun,
bahkan anda pun tidak dapat melarangnya !” kelima dewa dewi menonton
pertunjukan di hadapan mereka.
Han Ling melihat Xue Ling yang asik menonton, merasa kesal “Han
Ling Shen Jun, anda pasti pernah mendengar kisah Wan Mei Xian Jun yang memiliki
9 suami. Yang mulia tidak keberatan menjadi suami kedua.” Xuan Yu menggoda. Han
Ling membelalakkan matanya “Xuan Yu Hua Jun, kecuali yang mulia mati, tidak
akan membagi istriku dengan siapapun ! Xuan Yu Shen Jun, anda hanya mengatakan
membantu membebaskan sudah mendapatkan pusaka, harap anda tahu diri !” berkata
dingin.
Kelima dewa dewi terus menahan tawa dengan senyuman ceria “hmm
yang mulia masih bisa menambah persyaratan ! Xue Ling, menambah persyaratan
kecil harusnya masih masuk kan !” Xuan Yu tidak gentar “hanya sebuah pusaka
kecil, begitu banyak permintaan ! Xuan Yu Hua Jun, anda terlalu memandang
tinggi pusaka anda kan ! Xiao Xue hanya menginginkannya menjadi mainan. Tidak
mendapat pusaka anda itu pun, Xiao Xue tidak akan kekurangan apapun !” berkata
sinis.