The Power Of Love

The Power Of Love
Tersiksa



Naura mencoba fokus mengerjakan semua pekerjaan yang sudah menumbuk , namun alih-alih ingin fokus tapi Naura malah terus kepikiran dengan Azka .


Naura tidak bisa mengerjakan semua berkas-berkas yang numpuk dengan pikiran yang tertuju terus pada Azka , akhirnya Naura memutuskan untuk menghubungi Azkaa duluan , karna sampai siang seperti ini Azka belum memberi kabar pada Naura .


Naura mencari kontak yang ia beri nama " My Husband " , lalu menekan icon memanggil .


Ternyata nomor Azka sedang tidak aktif , sudah berkali-kali dihubungi hasilnya tetap sama nomor Azka tidak aktif .


" Kamu kemana sii bee ? , buat khawatir aja " , Gumam Naura kesal seraya menyimpan ponselnya diatas meja .


Naura mencoba kembali untuk mengerjakan semua berkas-berkas yang menumpuk , dan ia harus membaca beberapa kali untuk memahami isi berkas tersebut karna pikirannya terus tertuju pada Azka , Azka dan Azka sehingga Naura susah untuk berkonsentrasi .


Tak terasa hari sudah mulai sore , Naura pun mengakhiri pekerjaannya walau masih banyak berkas-berkas yang harus ia kerjakan .


Naura kembali menemui para sahabatnya , ternyata mereka lagi asik mengobrol seraya menikmati hidangan penutup .


" Udah kelar kerjaannya Ra ? " , tanya Alya yang melihat kedatangan Naura .


" Belum kak , justru masih banyak tapi udah sore dilanjut lain waktu aja lah " , jawab Naura seraya mendudukkan badannya ikut bergabung dengan para sahabatnya .


" Kenapa Ra ? , dari tadi keliatan lemes banget ? " , tanya Rasya yang merhatikan Naura .


" Mmm gapapa kok kak " , jawab Naura seraya memaksakan tersenyum .


" Kita tau lu ga baik-baik aja Ra , cerita aja siapa tahu kita bisa membantu , kita ini kan sahabat lu " , Balas Ocha seraya tersenyum menatap Naura . Dan langsung dianggukan oleh yang lainnya .


" Mmm Naura hanya kepikiran kak Azka , dia belum kasih kabar sejak keberangkat semalam " , Jawab Naura jujur .


Semua langsung mengangguk mengerti .


" Mungkin disana Azka lagi sibuk Ra , berpikir positif aja yakin Azka gak akan berbuat yang aneh-aneh " , Ujar Alya menenangkan Naura .


Dan dianggukan oleh yang lainnya .


" Tapi memangnya perjalanan bisnis sesibuk apa sii kok - " , Timpal Yumna namun mulutnya langsung ditutup oleh tangan Ocha .


" Apaan sii Ca maen nutup mulut orang sembarangan ? " , Kesal Yumna yang langsung melepaskan tangan Ocha dari mulutnya .


" Lebih baik lu diem aja deh yum dari pada ngomong yang enggak-enggak " , balas Ocha dan langsung membuat Yumna cemberut .


" Oh ya Ra kan Azka perginya bareng asisten Papih Aydan , kenapa lu gak coba hubungi asistennya Papih Aydan aja " , Saran Temmy dan dianggukan semuanya .


Iya Naura tidak kepikiran sampai ke sana dan memang benar Azka pergi bareng asisten Papih Aydan . Naura memutuskan untuk menanyakan Azka pada asisten Papih Aydan namun nanti setelah sampai dirumah .


Setelah berpamitan dengan kedua abangnya Naura dan para sahabat nya langsung meninggalkan Caffe Zana .


Mereka semua mengantarkan Naura sampai rumah Ayah Alex .


" Makasih atas traktiran makannya Ra , lain kali bilang aja kalau mau diantar ke Caffe Zana " , Ujar Temmy ketika mereka sampai didepan rumah Ayah Alex .


" Iya kak sama-sama , makasih banyak ya udah nganterin Naura sampai rumah " , balas Naura dan langsung dianggukan oleh semuanya .


lalu mereka langsung melajukan kendaraan ke rumah masing-masing , sebenarnya mereka ingin mampir namun sudah terlalu sore .


Tak lama Naura sudah membersihkan badannya dan berniat ingin menghubungi asisten Papih Aydan , namun adzan Maghrib berkumandang Naura pun memutuskan untuk menunda menghubungi asisten Papih Aydan .


Naura mencharger ponselnya terlebih dahulu , lalu segera pergi ke mushola keluarga .


Seperti biasa setelah sholat Maghrib Naura mengajari Aira dan sikembar membaca Al-Qur'an seraya menunggu waktu isya tiba . Setelah sholat isya berjamaah mereka langsung menuju meja makan untuk makan malam .


Setelah mengambilkan nasi dan lauk pauk untuk Aira dan sikembar Naura melirik kearah kursi yang ada disampingnya yang kosong , biasnya Azka akan selalu duduk disamping Naura ketika makan .


" Tidak udah bunda , Naura ambil sendiri aja " , jawab Naura seraya memaksakan tersenyum .


Semua makan dengan tenang dan lahap , kecuali Naura yang terus kepikiran suaminya .


" Bee kamu lagi apa ? , udah makan belum ? " , batin Naura sendu .


" Kak ayo nak makanannya dihabiskan " , ujar Ayah Alex yang melihat Naura lagi-lagi malah melamun .


" Eh iya yah " , jawab Naura mengangguk , lalu ia segera memasukan makananya ke mulut .


Setelah makan malam , semua menuju ke rumah tamu begitupun dengan Naura , namun ia hanya menemani Aira dan sikembar bermain sebentar setelah itu ia langsung pamit untuk masuk ke kamarnya .


Sesampai dikamarnya Naura langsung meraih ponselnya yang sedang dicharger , ia langsung menghubungi Papih Aydan untuk meminta nomor asistennya karna Naura tidak punya kontak asisten Papih Aydan .


Naura menunggu beberapa menit namun sambungan telpon belum dijawab , sampai akhirnya Naura melakukan panggilan yang ke 2 kali dan Alhamdulillah panggilin telpon langsung dijawab oleh mamih Kamila , iya yang menjawab panggilan Naura mamih Kamila bukan Papih Aydan .


" Assalamualaikum hallo nak " , Salam bunda Kamila dari sebrang sana .


" Walaikum salam , mamih maafkan Naura mengganggu malam-malam " , Jawab Naura seraya meminta maaf .


" Tidak apa-apa nak , oh ya maaf mamih yang jawab panggilan dari kamu , Papih lagi dikamar mandi " , balas Mamih Kamila .


" Iya mih tidak apa-apa , Naura hanya ingin menanyakan - " , timpal Naura namun ia malu untuk mengatakan semuanya jika Naura terus kepikiran dengan Azka.


" Menanyakan apa sayang ? " , tanya Mamih Kamila penasaran .


" Mih Naura ingin menanyakan apa asisten Papih ada mengabari , atau apa boleh Naura meminta nomor asisten Papih " , jawab Naura ragu-ragu .


" Pasti Azka belum ada mengabari kamu ya nak , anak itu kalau sibuk kerja suka lupa segalanya " , tebak mamih Kamila .


" Iya mih " , jawab Naura dengan cengengesan .


" Ya udah kak nanti mamih sampaikan sama Papih ya , dan nyuruh Papih kirimkan nomor asistennya ke kamu " , Ujar mamih Kamila .


" Iya nih makasih banyak , sekali lagi maafkan Naura sudah mengganggu malam-malam " , balas Naura merasa tidak enak .


Lalu setelah itu panggilan terputus .


Naura terus melihat layar ponselnya menunggu pesan dari Papih Aydan , dan setelah menunggu beberapa menit akhirnya Papih Aydan mengirim nomor asistennya .


Naura tersenyum lebar , ia langsung menghubungi nomor asisten Papih Aydan tapi sebelum nya Naura sudah mengirim pesan terimakasih pada Ayah mertua nya .


Setelah dihubungi ternyata nomor asisten Papih Aydan sedang berada diluar jangkauan , Naura tak putus asa ia kembali menghubunginya sampai berkali-kali namun ketika yang terakhir kali ternyata nomor asistennya sedang tidak aktif .


" Hufhhh " , Nuara menghembuskan nafasnya secara kasar .


" Baru sehari aja ditinggal bee , kok Naura ngerasa tersiksa kaya gini ya " , Gumam Naura lemas .


Malam itu Naura benar-benar merasa tersiksa , ia dikamar seorang diri dan hampir semalaman Naura tidak bisa memejamkan matanya , walau sudah menguap beberapa kali .


😘


😘


😘


Jangan lupa tinggalkan jejak like , komen , Vote dan tambahkan ke favorit 💙 , Terimakasih 🤗🤗🙏 .