
“Apa yang dilakukan Shen Zun ? aku tidak mengerti !
dengan kekuatan Shen Zun, beliau tidak perlu tunduk pada Tian Zun Tian Hou.
Lagipula Shen Zun tidak memiliki ambisi akan kekuasaan. Bukankah lebih baik
untuknya untuk hidup bebas daripada memusingkan semua ini ?” Xin Lan tidak
mengerti akan sifat Xue Ling. Wei Jiang tersenyum “karena dia mencari rumahnya
sendiri ! menumbuhkan Pohon Bodhi memang dengan tujuan menjadi pondasinya.” Xin
Lan mengangkat tangan menutup mulutnya “Shen Zun ingin kembali menjadi embun ?”
Wei Jiang mengangguk.
“Sebelum Tian Zun Tian Hou musnah, memberitahunya tujuan
mereka mengambilnya, memberinya beban tanggung jawab. Shen Zun yang dari awal
tidak mengharapkan apapun, secara tiba-tiba diberikan tanggung jawab besar,
membuatnya frustasi. Apalagi saat mengetahui dirinya setengah dewa setengah
iblis. Kejadian itulah yang menjadi dasar sikapnya saat itu. Jika bukan ada
masalah perang Shen Mo yang lalu, beliau tidak akan melepaskanku” Wei Jiang
menggelengkan kepalanya “ah… Jiang ge, bagaimana kau mengetahui semua ini ?”
Xin Lan menatap Wei Jiang yang tersenyum sendu.
“Di awal aku bertemu dengannya dan saat di Bei Hai, Shen
Zun yang nakal itu seperti dua orang yang berbeda. Saat itu, dia berhasil
menumbuhkan amarahku tapi walau aku melawannya, masih belum bisa
mengalahkannya. Sama dengan saat pertama yang salah faham padanya, aku
memikirkan semuanya kembali dan mengamati hal yang dilakukannya. Dia itu,
sangat suka menimbulkan salah faham atas apapun yang dilakukannya. Jika aku
tidak mempunyai pengalaman salah faham pertama kali dengannya itu, aku sudah
melakukan kesalahan besar” Wei Jiang menghela nafas kasar.
“apa itu sebabnya, saat aku memaksa Jiang ge untuk
percaya padaku, anda tanpa ragu mempercayaiku ?” Xin Lan bertanya, Wei Jiang
mengangguk “apapun yang terjadi, aku memilih mempercayainya terlebih dahulu.
Mengenalnya begitu lama, aku tahu walau sifatnya yang aneh itu, tapi dia tidak
memiliki tujuan buruk apalagi membunuh tanpa sebab. Shen Zun itu terlalu bebas,
bahkan tidak pernah mengakui statusnya. Seseorang yang tidak memiliki ambisi dan
tidak mengenal Fu Wang, bagaimana bisa tiba-tiba datang saat ada masalah dan
membunuh !” Wei Jiang cemberut.
“Jiang ge, kau terhadap Shen Zun ?” Xin Lan bertanya, Wei
Jiang tersenyum “kenapa ? apa Xin er cemburu ?” Xin Lan cemberut “aku tahu
tidak dapat bersaing dengan Shen Zun, tapi Jiang ge…” Wei Jiang cekikikan “Xin
er, kau tidak perlu cemburu, aku sudah tidak mempunyai hati seperti itu pada
Shen Zun. Bisa dikatakan dari awal aku tidak pernah jatuh cinta padanya. Shen
Zun yang nakal itu, terlalu agung untukku. Aku bahkan tidak dapat masuk dalam
cahayanya, bagaimana berani untuk menyimpan hati untuknya.”
“jadi ?” Xin Lan
masih ingin mendapat jawaban pasti. Wei Jiang mengangkat kedua bahunya “aku juga
tidak pasti ! dia bisa jadi apa saja tapi tidak bisa jadi kekasih. Xin er,
kekasih hatiku hanya kau seorang, tidak akan ada yang lain, bahkan Shen Zun pun
tidak. Biarkan Shen Jun saja yang memiliki Shen Zun yang nakal itu.” acuh tak
acuh. Xin Lan mengangguk “hmm… sepertinya yang Jiang ge katakan benar adanya…
begitulah Shen Zun itu hihihi…” cekikikan.
Wei Jiang cemberut “Xin er…” Xin Lan cekikikan “Jiang ge,
kau mengidolakan Shen Zun, apa aku tidak bisa mengidolakan Shen Zun juga ?
lagipula Yi er pun mengidolakannya…” “aaa… Yi er ?” Wei Jiang terkejut,
penasaran. Xin Lan merangkul Wei Jiang “Yi er mencintai Ding Lan, tapi
kedatangan Shen Zun saat itu sempat membuatnya bingung hihihi…” “ha…” Wei Jiang
mulai kesal, karena bagi Wei Jiang, satu cinta adalah untuk selamanya.
Xin Lan cekikikan “hihihi… jangan memasang tampang
seperti itu ! Yi er sudah menyadari perasaannya terhadap Ding Lan berbeda
dengan terhadap Shen Zun.” “bagaimana menyadarinya ?” Wei Jiang penasaran
“mudah saja ! mengetahui Shen Zun bersama Shen Jun, Yi er tidak merasa
cemburu sama sekali…” Xin Lan acuh tak acuh “aaa…” “Yi er itu sangat ingin
dilibatkan dalam misi Shen Zun… jangan melihat wajahnya yang setenang itu !
dari kecil, Yi er mana memiliki idola… sejak melihat Shen Zun itu, dia
seperti anak kecil yang berbinar-binar bertemu idola.”
“apa karena itu, Yi er sangat memperhatikan Lin Da Han
Shui Jun itu ?” Wei Jiang bertanya, penasaran dengan sika Chang Yi, Xin Lan mengangguk “Ding Lan mengatakan
Yi er ingin membuat prestasi agar bisa mendapat misi yang lebih menarik
lagi. Yi er ingin seperti Shen Zun yang hidup bebas tapi bisa bertindak di
saat yang tepat.” Wei Jiang menghela nafas kasar “cih… dia anakku, tidak
mengidolakanku, malah mengidolakan Shen Zun cih…” berdecak kesal. Xin Lan
mengejek “bukankah mengidolakan orang yang sama…” Wei Jiang mengangguk “haih
sepertinya benar juga…”
Xin Lan berdecak “sudah tidak membahas masalah itu,
bagaimana dengan Permata Merah dan Permata Nila” Wei Jiang kembali melihat
cermin kehidupan “walau tidak dapat melihatnya, aku sangat yakin bisa menemukan
salah satu pada penelusuran Jin Lan dan Hong Lan.” “apa karena Shen Zun
menemukan Permata Hijau di Dong Hua Gu ?” Wei Jiang menggeleng “walau banyak
yang tidak mengetahuinya, tapi Shen Zun sudah mengetahuinya dari awal.
Perjalanan perburuan yang dikatakan Shen Zun itu memang bertujuan untuk
mengambil Permata Hijau.”
“kelima permata sudah aman di Pohon Bodhi ! tersisa 2,
Jiang ge…” Xin Lan berguman. “Xin er, yang bisa kita bantu hanya mencari
Permata Nila” Wei Jiang menatap Xin Lan “kenapa ?” Xin Lan bertanya “Xin er,
diantara ke tujuh Permata, Permata Merah yang paling susah didapatkan. Konon
Permata Merah bukan dicari tapi ditumbuhkan. Hanya yang berjodoh yang bisa
menemukan Permata Merah.” Wei Jiang menjelaskan.
Xin Lan “jadi Shen Zun tidak bisa mendapatkan ketujuh
permata ?” Wei Jiang menggeleng “mungkin dari awal beliau sudah menemukannya.”
Xin Lan terkejut “aku sangat berharap beliau selamanya tidak menemukannya !”
“mengapa ? kau takut Shen Zun melakukan yang dikatakannya ‘menjadi pondasi
Pohon Bodhi’ ?” “Xin er, menurutmu apa yang terjadi jika ketujuh aura yang
berlawanan dipaksa menyatu ?” Wei Jing memberi jalan untuk Xin Lan.
“akan meledak bersamaan” Xin Lan langsung berkata tanpa
berfikir. Wei Jiang mengangguk “saat ini aku sangat berharap Fu Wang masih
hidup ! aku berharap rahasia yang disembunyikannya itu bisa menjadi titik balik
untuk kondisi Shen Zun !” Xin Lan mengerutkan kening “Xin er, Fu Wang berambisi
menguasai Si Hai Ba Huang. Keberadaan Permata Hijau di Dong Hua Gu, sedikit
banyak juga memiliki campur tangan Fu Wang. Jika Fu Wang juga sedang
mengumpulkan permata, mungkin saja ada alasan di balik itu. Mungkin saja Fu
Wang memiliki suatu cara untuk mengendalikan semua permata itu” Wei Jiang
menjelaskan pemikirannya.