The Power Of Love

The Power Of Love
Bab 56 - Cemburu



            “Apa yang dilakukan Shen Zun ? aku tidak mengerti !


dengan kekuatan Shen Zun, beliau tidak perlu tunduk pada Tian Zun Tian Hou.


Lagipula Shen Zun tidak memiliki ambisi akan kekuasaan. Bukankah lebih baik


untuknya untuk hidup bebas daripada memusingkan semua ini ?” Xin Lan tidak


mengerti akan sifat Xue Ling. Wei Jiang tersenyum “karena dia mencari rumahnya


sendiri ! menumbuhkan Pohon Bodhi memang dengan tujuan menjadi pondasinya.” Xin


Lan mengangkat tangan menutup mulutnya “Shen Zun ingin kembali menjadi embun ?”


Wei Jiang mengangguk.


            “Sebelum Tian Zun Tian Hou musnah, memberitahunya tujuan


mereka mengambilnya, memberinya beban tanggung jawab. Shen Zun yang dari awal


tidak mengharapkan apapun, secara tiba-tiba diberikan tanggung jawab besar,


membuatnya frustasi. Apalagi saat mengetahui dirinya setengah dewa setengah


iblis. Kejadian itulah yang menjadi dasar sikapnya saat itu. Jika bukan ada


masalah perang Shen Mo yang lalu, beliau tidak akan melepaskanku” Wei Jiang


menggelengkan kepalanya “ah… Jiang ge, bagaimana kau mengetahui semua ini ?”


Xin Lan menatap Wei Jiang yang tersenyum sendu.


            “Di awal aku bertemu dengannya dan saat di Bei Hai, Shen


Zun yang nakal itu seperti dua orang yang berbeda. Saat itu, dia berhasil


menumbuhkan amarahku tapi walau aku melawannya, masih belum bisa


mengalahkannya. Sama dengan saat pertama yang salah faham padanya, aku


memikirkan semuanya kembali dan mengamati hal yang dilakukannya. Dia itu,


sangat suka menimbulkan salah faham atas apapun yang dilakukannya. Jika aku


tidak mempunyai pengalaman salah faham pertama kali dengannya itu, aku sudah


melakukan kesalahan besar” Wei Jiang menghela nafas kasar.


            “apa itu sebabnya, saat aku memaksa Jiang ge untuk


percaya padaku, anda tanpa ragu mempercayaiku ?” Xin Lan bertanya, Wei Jiang


mengangguk “apapun yang terjadi, aku memilih mempercayainya terlebih dahulu.


Mengenalnya begitu lama, aku tahu walau sifatnya yang aneh itu, tapi dia tidak


memiliki tujuan buruk apalagi membunuh tanpa sebab. Shen Zun itu terlalu bebas,


bahkan tidak pernah mengakui statusnya. Seseorang yang tidak memiliki ambisi dan


tidak mengenal Fu Wang, bagaimana bisa tiba-tiba datang saat ada masalah dan


membunuh !” Wei Jiang cemberut.


            “Jiang ge, kau terhadap Shen Zun ?” Xin Lan bertanya, Wei


Jiang tersenyum “kenapa ? apa Xin er cemburu ?” Xin Lan cemberut “aku tahu


tidak dapat bersaing dengan Shen Zun, tapi Jiang ge…” Wei Jiang cekikikan “Xin


er, kau tidak perlu cemburu, aku sudah tidak mempunyai hati seperti itu pada


Shen Zun. Bisa dikatakan dari awal aku tidak pernah jatuh cinta padanya. Shen


Zun yang nakal itu, terlalu agung untukku. Aku bahkan tidak dapat masuk dalam


cahayanya, bagaimana berani untuk menyimpan hati untuknya.”


             “jadi ?” Xin Lan


masih ingin mendapat jawaban pasti. Wei Jiang mengangkat kedua bahunya “aku juga


tidak pasti ! dia bisa jadi apa saja tapi tidak bisa jadi kekasih. Xin er,


kekasih hatiku hanya kau seorang, tidak akan ada yang lain, bahkan Shen Zun pun


tidak. Biarkan Shen Jun saja yang memiliki Shen Zun yang nakal itu.” acuh tak


acuh. Xin Lan mengangguk “hmm… sepertinya yang Jiang ge katakan benar adanya…


begitulah Shen Zun itu hihihi…” cekikikan.


            Wei Jiang cemberut “Xin er…” Xin Lan cekikikan “Jiang ge,


kau mengidolakan Shen Zun, apa aku tidak bisa mengidolakan Shen Zun juga ?


lagipula Yi er pun mengidolakannya…” “aaa… Yi er ?” Wei Jiang terkejut,


penasaran. Xin Lan merangkul Wei Jiang “Yi er mencintai Ding Lan, tapi


kedatangan Shen Zun saat itu sempat membuatnya bingung hihihi…” “ha…” Wei Jiang


mulai kesal, karena bagi Wei Jiang, satu cinta adalah untuk selamanya.


            Xin Lan cekikikan “hihihi… jangan memasang tampang


seperti itu ! Yi er sudah menyadari perasaannya terhadap Ding Lan berbeda


dengan terhadap Shen Zun.” “bagaimana menyadarinya ?” Wei Jiang penasaran


“mudah saja ! mengetahui Shen Zun bersama Shen Jun, Yi er tidak merasa


cemburu sama sekali…” Xin Lan acuh tak acuh “aaa…” “Yi er itu sangat ingin


dilibatkan dalam misi Shen Zun… jangan melihat wajahnya yang setenang itu !


dari kecil, Yi er mana memiliki idola… sejak melihat Shen Zun itu, dia


seperti anak kecil yang berbinar-binar bertemu idola.”


            “apa karena itu, Yi er sangat memperhatikan Lin Da Han


Shui Jun itu ?” Wei Jiang bertanya, penasaran dengan sika Chang Yi, Xin Lan mengangguk “Ding Lan mengatakan


Yi er ingin membuat prestasi agar bisa mendapat misi yang lebih menarik


lagi. Yi er ingin seperti Shen Zun yang hidup bebas tapi bisa bertindak di


saat yang tepat.” Wei Jiang menghela nafas kasar “cih… dia anakku, tidak


mengidolakanku, malah mengidolakan Shen Zun cih…” berdecak kesal. Xin Lan


mengejek “bukankah mengidolakan orang yang sama…” Wei Jiang mengangguk “haih


sepertinya benar juga…”


            Xin Lan berdecak “sudah tidak membahas masalah itu,


bagaimana dengan Permata Merah dan Permata Nila” Wei Jiang kembali melihat


cermin kehidupan “walau tidak dapat melihatnya, aku sangat yakin bisa menemukan


salah satu pada penelusuran Jin Lan dan Hong Lan.” “apa karena Shen Zun


menemukan Permata Hijau di Dong Hua Gu ?” Wei Jiang menggeleng “walau banyak


yang tidak mengetahuinya, tapi Shen Zun sudah mengetahuinya dari awal.


Perjalanan perburuan yang dikatakan Shen Zun itu memang bertujuan untuk


mengambil Permata Hijau.”


            “kelima permata sudah aman di Pohon Bodhi ! tersisa 2,


Jiang ge…” Xin Lan berguman. “Xin er, yang bisa kita bantu hanya mencari


Permata Nila” Wei Jiang menatap Xin Lan “kenapa ?” Xin Lan bertanya “Xin er,


diantara ke tujuh Permata, Permata Merah yang paling susah didapatkan. Konon


Permata Merah bukan dicari tapi ditumbuhkan. Hanya yang berjodoh yang bisa


menemukan Permata Merah.” Wei Jiang menjelaskan.


            Xin Lan “jadi Shen Zun tidak bisa mendapatkan ketujuh


permata ?” Wei Jiang menggeleng “mungkin dari awal beliau sudah menemukannya.”


Xin Lan terkejut “aku sangat berharap beliau selamanya tidak menemukannya !”


“mengapa ? kau takut Shen Zun melakukan yang dikatakannya ‘menjadi pondasi


Pohon Bodhi’ ?” “Xin er, menurutmu apa yang terjadi jika ketujuh aura yang


berlawanan dipaksa menyatu ?” Wei Jing memberi jalan untuk Xin Lan.


            “akan meledak bersamaan” Xin Lan langsung berkata tanpa


berfikir. Wei Jiang mengangguk “saat ini aku sangat berharap Fu Wang masih


hidup ! aku berharap rahasia yang disembunyikannya itu bisa menjadi titik balik


untuk kondisi Shen Zun !” Xin Lan mengerutkan kening “Xin er, Fu Wang berambisi


menguasai Si Hai Ba Huang. Keberadaan Permata Hijau di Dong Hua Gu, sedikit


banyak juga memiliki campur tangan Fu Wang. Jika Fu Wang juga sedang


mengumpulkan permata, mungkin saja ada alasan di balik itu. Mungkin saja Fu


Wang memiliki suatu cara untuk mengendalikan semua permata itu” Wei Jiang


menjelaskan pemikirannya.