The Power Of Love

The Power Of Love
Bab 63 - Permata Nila



            Li Ming sudah memiliki pemikiran untuk berusaha sendiri,


mulai dari saat mengetahui apa yang terjadi di Hu Lu dan Re Shui Gu. Dengan


keberadaan Xue Ling, Li Ming tidak yakin dapat bekerja sama dengan Le Le untuk


mendapatkan keinginannya. Bersamaan dengan hal itu, Le Le pun melemah dan


kehilangan sebagian kekuatannya.


Dengan


alasan untuk menjaga kekuatan sebagai persiapan perang, Li Ming berhasil


menyelamatkan para prajuritnya. Termasuk kedua istrinya yang sedang mengandung,


Li Ming meminta Le Le untuk membebaskan kedua janin. Disebabkan setengah


kekuatan yang mereka miliki saat ini adalah sumbangsih dari istri-istrinya.


Jika terjadi sesuatu pada kedua janin seperti pada anak sebelumnya, pihak


keluarga istrinya akan mengambil kembali bantuan mereka.


            Li Ming sempat melihat Le Le dengan pandangan merendahkan


dan jijik, tanpa di sadari Le Le. Berbeda dengan Cheng Mei dan Shui Ling yang


melihat semuanya dengan jelas. Cheng Mei dan Shui Ling nyengir dingin saat


menyadari pandangan Li Ming terhadap Le Le. Setelah mengatur Le Le istirahat,


Li Ming dan lainnya segera keluar ruangan menyiapkan segala sesuatunya untuk ke


Bei Hai.


            Cheng Mei dan Shui Ling masih bertahan di dalam kamar


itu, disebabkan rasa penasaran mereka terhadap wanita bernama Le Le ini. Sesuai


dengan prediksi keduanya, saat semua sudah keluar, Le Le membuka mata. Le Le


berubah menjadi bentuk makhluk yang menyeramkan, tapi terlihat jelas sangat


lemah. Yang membuat Cheng Mei dan Shui Ling tercengang adalah Cahaya Nila, yang


berada pada posisi jantung Le Le.


            Le Le berusaha bermeditasi untuk mengatasi Cahaya Nila di


dadanya, tapi terlihat Cahaya Nila yang membuat perlawanan secara terus menerus


pada usaha Le Le. Hingga akhirnya Le Le muntah darah dan Cahaya Nila berusaha


memurnikan dirinya sendiri. Le Le mengerahkan sihir, mengurung Cahaya Nila


dalam jiejue hingga Cahaya Nila tidak terlihat oleh luar. Le Le berubah kembali


ke bentuk mortalnya dan nampak sangat kesakitan. Setelahnya, Le Le terkapar


lemah di ranjangnya sendiri.


            Le Le memegang dadanya “bagaimana ? bagaimana caranya


mendapatkan jiwa dan aura murni ini ? kenapa sampai saat ini, kami masih saja


gagal mendapatkannya !” mendengar kata ‘kami’ membuat Cheng Mei dan Shui Ling


mengerutkan kening sejenak dan bersamaan mendapat pengertian akan kata ‘kami’.


            Wajah Le Le berubah-rubah dan membuatnya kesakitan. Le Le


mengeluarkan asap hitam dan meringkuk kesakitan di atas ranjang. Hal ini


terjadi sampai pagi menjelang, Le Le baru bisa menutup mata kelelahan. Segala


sesuatu yang terjadi pada Le Le, terpantau oleh Cheng Mei dan Shui Ling.


            Li Ming masuk ke dalam kamar Le Le “Le Le, bagaimana ?


apa kau sanggup ?” bertanya dengan khawatir. Le Le menggeleng “persiapkan


segala sesuatunya, besok kita berangkat ! hari ini aku akan istirahat, sangat


lelah…” Li Ming mengangkat alisnya sesaat, kemudian membenarkan selimut Le Le “baik,


istirahatlah… aku akan menyiapkan semuanya. Besok kita berangkat !” mengecup


kening Le Le dan meninggalkan kamarnya. Le Le tertidur sepanjang hari hingga


keesokan harinya.


            Setelah Le Le tertidur, Cheng Mei dan Shui Ling


meninggalkan kamarnya dan keluar dari Lan Hua Gong. “Shui, Permata Nila berada


di tubuh wanita itu” Cheng Mei memegang dagunya, berfikir sambil berkata


“Cheng, wanita itu adalah Ro Tan Mo yang sesungguhnya ! hmm… menurutmu, apa


Cheng Mei menggeleng “mereka tidak akan berhasil… yang masih meragukan adalah


Bei Hai Shui Jun itu !”


            Shui Ling mendudukkan dirinya di bebatuan “Cheng,


peringati Wei Jiang Zheng Zhu…” Cheng Mei memanggil Ren er, memberikan beberapa


instruksi dan pesan yang akan disampaikan pada Bei Hai Ren Yu “Ren er,


setelahnya, jenguklah Xue Ling. Jangan mengganggunya jika masih biguang” “baik,


Yue Shen, aku akan segera menjalankannya !” Ren er pun menghilang, menjalankan


permintaan Cheng Mei.


            Mendengar pesan Cheng Mei, Wei Jiang dan Xin Lan yang


sedang mencari petunjuk di luar Bei Hai, segera kembali. Wei Jiang sangat kesal


akan pesan Cheng Mei, terutama menyangkut Bei Hai Shui Jun. Wei Jiang segera


mengadakan rapat bersama Chang Yi dan para tetua Bei Hai Ren Yu “Jika sampai


Lin Da Han itu mengingkari perkataannya sendiri, aku sendiri yang akan


mengambil nyawanya !”


            Chang Yi memberi hormat “Fu Wang, bagaimana jika meminta


Lin Yang Shui Jun untuk bekerja sama. Sepertinya Lin Yang Shui Jun masih berada


di jalan yang benar. Terutama Lin Yang Shui Jun termasuk teman Han Ling Shen


Jun, mereka bisa memberi solusi yang lebih baik.” Xin Lan mengangguk “Jiang ge,


aku setuju ide Chang Yi. Masalah memusnahkan Lin Da Han Shui Jun adalah masalah


mudah, tapi Bei Hai tidak bisa tanpa pemimpin” membuat pernyataan.


            Wei Jiang memikirkan ide Chang Yi “selama ini, Bei Hai


Ren Yu tidak pernah berhubungan dan bekerja sama dengan siapapun. Seharusnya


Bei Hai ini juga termasuk tanggung jawab Tian Zhu. Lin Yang Shui Jun sudah dari


awal di beri tugas untuk mengawasi Lin Da Han Shui Jun. Benar perkataan kalian,


Lin Yang Shui Jun lebih dapat diandalkan tapi beliau bukanlah berasal dari Bei


Hai.”


            Chang Yi berdehem “yang harus difikirkan bukanlah Lin Da


Han Shui Jun yang membelot, tetapi siapa yang akan memimpin Bei Hai. Fu Wang, masalah


Zheng Zhu sebelumnya sudah menghilangkan banyak pihak. Lin Da Han Shui Jun ini


juga menempati posisinya baru 130.000 tahun. Disebabkan kearoganannya, beberapa


yang berprestasi, dibuat tidak berkutik olehnya.”


            “Zheng Zhu, posisi Shui Jun selama ini dipegang keluarga


Jun Wang turun temurun. Dilihat dari sini, Lin Da Han Shui Jun tidak mempunyai


calon yang pantas untuk menggantikannya” salah satu tetua bersuara. Wei Jiang


menghela nafas “Chang Yi, sebelum makhluk menjijikkan itu datang, awasi Bei Hai


Gong dengan baik. Walau harus meluluh lantakkan Bei Hai Gong, yang mulia tidak


akan membiarkan keinginan mereka tercapai” memerintah Chang Yi dan memberi


pernyataan dengan tegas.


            Xin Lan membelai punggung Wei Jiang “Jiang ge, tenanglah…


janjimu pada Shen Zun akan kita jalankan. Bei Hai Ren Yu akan selalu menjadi


pondasi terkuat Shen Zun. Kita tidak akan membiarkan Bei Hai jatuh ditangan


makhluk tanpa jiwa dan dewa yang menjijikkan itu” berkata dengan dingin, tidak


memperlihatkan kelemah lembutan yang biasa menjadi ciri khasnya.


            Wei Jiang menggeleng “Xin er, aku tidak mengkhawatirkan


Bei Hai. Lin Da Han Shui Jun itu masih tidak memiiki kekuatan untuk melawan


kita. Tapi pusat lava ini…” menatap Xin Lan dengan raut wajah khawatir. Xin Lan


mengerutkan kening “Jiang ge, apa maksudmu ? apa semudah itu menghancurkan


segel Shen Zun ?” Wei Jiang menatap Xin Lan “Xin er, saat Shen Zun membuat


segel itu, beliau sedang dalam kondisi terluka”.