
Li Ming sudah memiliki pemikiran untuk berusaha sendiri,
mulai dari saat mengetahui apa yang terjadi di Hu Lu dan Re Shui Gu. Dengan
keberadaan Xue Ling, Li Ming tidak yakin dapat bekerja sama dengan Le Le untuk
mendapatkan keinginannya. Bersamaan dengan hal itu, Le Le pun melemah dan
kehilangan sebagian kekuatannya.
Dengan
alasan untuk menjaga kekuatan sebagai persiapan perang, Li Ming berhasil
menyelamatkan para prajuritnya. Termasuk kedua istrinya yang sedang mengandung,
Li Ming meminta Le Le untuk membebaskan kedua janin. Disebabkan setengah
kekuatan yang mereka miliki saat ini adalah sumbangsih dari istri-istrinya.
Jika terjadi sesuatu pada kedua janin seperti pada anak sebelumnya, pihak
keluarga istrinya akan mengambil kembali bantuan mereka.
Li Ming sempat melihat Le Le dengan pandangan merendahkan
dan jijik, tanpa di sadari Le Le. Berbeda dengan Cheng Mei dan Shui Ling yang
melihat semuanya dengan jelas. Cheng Mei dan Shui Ling nyengir dingin saat
menyadari pandangan Li Ming terhadap Le Le. Setelah mengatur Le Le istirahat,
Li Ming dan lainnya segera keluar ruangan menyiapkan segala sesuatunya untuk ke
Bei Hai.
Cheng Mei dan Shui Ling masih bertahan di dalam kamar
itu, disebabkan rasa penasaran mereka terhadap wanita bernama Le Le ini. Sesuai
dengan prediksi keduanya, saat semua sudah keluar, Le Le membuka mata. Le Le
berubah menjadi bentuk makhluk yang menyeramkan, tapi terlihat jelas sangat
lemah. Yang membuat Cheng Mei dan Shui Ling tercengang adalah Cahaya Nila, yang
berada pada posisi jantung Le Le.
Le Le berusaha bermeditasi untuk mengatasi Cahaya Nila di
dadanya, tapi terlihat Cahaya Nila yang membuat perlawanan secara terus menerus
pada usaha Le Le. Hingga akhirnya Le Le muntah darah dan Cahaya Nila berusaha
memurnikan dirinya sendiri. Le Le mengerahkan sihir, mengurung Cahaya Nila
dalam jiejue hingga Cahaya Nila tidak terlihat oleh luar. Le Le berubah kembali
ke bentuk mortalnya dan nampak sangat kesakitan. Setelahnya, Le Le terkapar
lemah di ranjangnya sendiri.
Le Le memegang dadanya “bagaimana ? bagaimana caranya
mendapatkan jiwa dan aura murni ini ? kenapa sampai saat ini, kami masih saja
gagal mendapatkannya !” mendengar kata ‘kami’ membuat Cheng Mei dan Shui Ling
mengerutkan kening sejenak dan bersamaan mendapat pengertian akan kata ‘kami’.
Wajah Le Le berubah-rubah dan membuatnya kesakitan. Le Le
mengeluarkan asap hitam dan meringkuk kesakitan di atas ranjang. Hal ini
terjadi sampai pagi menjelang, Le Le baru bisa menutup mata kelelahan. Segala
sesuatu yang terjadi pada Le Le, terpantau oleh Cheng Mei dan Shui Ling.
Li Ming masuk ke dalam kamar Le Le “Le Le, bagaimana ?
apa kau sanggup ?” bertanya dengan khawatir. Le Le menggeleng “persiapkan
segala sesuatunya, besok kita berangkat ! hari ini aku akan istirahat, sangat
lelah…” Li Ming mengangkat alisnya sesaat, kemudian membenarkan selimut Le Le “baik,
istirahatlah… aku akan menyiapkan semuanya. Besok kita berangkat !” mengecup
kening Le Le dan meninggalkan kamarnya. Le Le tertidur sepanjang hari hingga
keesokan harinya.
Setelah Le Le tertidur, Cheng Mei dan Shui Ling
meninggalkan kamarnya dan keluar dari Lan Hua Gong. “Shui, Permata Nila berada
di tubuh wanita itu” Cheng Mei memegang dagunya, berfikir sambil berkata
“Cheng, wanita itu adalah Ro Tan Mo yang sesungguhnya ! hmm… menurutmu, apa
Cheng Mei menggeleng “mereka tidak akan berhasil… yang masih meragukan adalah
Bei Hai Shui Jun itu !”
Shui Ling mendudukkan dirinya di bebatuan “Cheng,
peringati Wei Jiang Zheng Zhu…” Cheng Mei memanggil Ren er, memberikan beberapa
instruksi dan pesan yang akan disampaikan pada Bei Hai Ren Yu “Ren er,
setelahnya, jenguklah Xue Ling. Jangan mengganggunya jika masih biguang” “baik,
Yue Shen, aku akan segera menjalankannya !” Ren er pun menghilang, menjalankan
permintaan Cheng Mei.
Mendengar pesan Cheng Mei, Wei Jiang dan Xin Lan yang
sedang mencari petunjuk di luar Bei Hai, segera kembali. Wei Jiang sangat kesal
akan pesan Cheng Mei, terutama menyangkut Bei Hai Shui Jun. Wei Jiang segera
mengadakan rapat bersama Chang Yi dan para tetua Bei Hai Ren Yu “Jika sampai
Lin Da Han itu mengingkari perkataannya sendiri, aku sendiri yang akan
mengambil nyawanya !”
Chang Yi memberi hormat “Fu Wang, bagaimana jika meminta
Lin Yang Shui Jun untuk bekerja sama. Sepertinya Lin Yang Shui Jun masih berada
di jalan yang benar. Terutama Lin Yang Shui Jun termasuk teman Han Ling Shen
Jun, mereka bisa memberi solusi yang lebih baik.” Xin Lan mengangguk “Jiang ge,
aku setuju ide Chang Yi. Masalah memusnahkan Lin Da Han Shui Jun adalah masalah
mudah, tapi Bei Hai tidak bisa tanpa pemimpin” membuat pernyataan.
Wei Jiang memikirkan ide Chang Yi “selama ini, Bei Hai
Ren Yu tidak pernah berhubungan dan bekerja sama dengan siapapun. Seharusnya
Bei Hai ini juga termasuk tanggung jawab Tian Zhu. Lin Yang Shui Jun sudah dari
awal di beri tugas untuk mengawasi Lin Da Han Shui Jun. Benar perkataan kalian,
Lin Yang Shui Jun lebih dapat diandalkan tapi beliau bukanlah berasal dari Bei
Hai.”
Chang Yi berdehem “yang harus difikirkan bukanlah Lin Da
Han Shui Jun yang membelot, tetapi siapa yang akan memimpin Bei Hai. Fu Wang, masalah
Zheng Zhu sebelumnya sudah menghilangkan banyak pihak. Lin Da Han Shui Jun ini
juga menempati posisinya baru 130.000 tahun. Disebabkan kearoganannya, beberapa
yang berprestasi, dibuat tidak berkutik olehnya.”
“Zheng Zhu, posisi Shui Jun selama ini dipegang keluarga
Jun Wang turun temurun. Dilihat dari sini, Lin Da Han Shui Jun tidak mempunyai
calon yang pantas untuk menggantikannya” salah satu tetua bersuara. Wei Jiang
menghela nafas “Chang Yi, sebelum makhluk menjijikkan itu datang, awasi Bei Hai
Gong dengan baik. Walau harus meluluh lantakkan Bei Hai Gong, yang mulia tidak
akan membiarkan keinginan mereka tercapai” memerintah Chang Yi dan memberi
pernyataan dengan tegas.
Xin Lan membelai punggung Wei Jiang “Jiang ge, tenanglah…
janjimu pada Shen Zun akan kita jalankan. Bei Hai Ren Yu akan selalu menjadi
pondasi terkuat Shen Zun. Kita tidak akan membiarkan Bei Hai jatuh ditangan
makhluk tanpa jiwa dan dewa yang menjijikkan itu” berkata dengan dingin, tidak
memperlihatkan kelemah lembutan yang biasa menjadi ciri khasnya.
Wei Jiang menggeleng “Xin er, aku tidak mengkhawatirkan
Bei Hai. Lin Da Han Shui Jun itu masih tidak memiiki kekuatan untuk melawan
kita. Tapi pusat lava ini…” menatap Xin Lan dengan raut wajah khawatir. Xin Lan
mengerutkan kening “Jiang ge, apa maksudmu ? apa semudah itu menghancurkan
segel Shen Zun ?” Wei Jiang menatap Xin Lan “Xin er, saat Shen Zun membuat
segel itu, beliau sedang dalam kondisi terluka”.