The Power Of Love

The Power Of Love
Rencana malam tahun Baru



Dimalam yang dingin karna bumi tengah diguyur hujan , seorang gadis yang biasa ceria , kini ia tampak murung , ia hanya melamun seorang diri didepan jendela kamar nya seraya merhatikan air hujan yang turun .


Sudah beberapa kali ponselnya berdering dan sudah dipastikan banyak notifikasi yang terus bermunculan terutama dari kolom group para sahabatnya , namun sama sekali tak ia hiraukan .


Entah sedang memikirkan apa tapi yang jelas ia ingin menikmati waktu seorang diri .


Sampai akhirnya ia menggurutu kesal karna ponselnya terus berdering tak berhenti pertanda ada panggilan masuk .


" Woy lu kemana aja Ichi Ocha ? " , Teriak Temmy dari sebrang sana , dan ternyata mereka tengah melakukan panggilan suara dikolom group .


Semua para sahabatnya sudah terhubung melakukan panggilan gruop hanya Ocha yang baru bergabung karena sedari tadi ia terus mengabaikan ponselnya .


Iya seorang perempuan yang sedari melamun didepan jendela kamarnya adalah Ocha .


" Ada , kenapa ? " , tanya Ocha singkat .


" Cha lu baik-baik aja , lu gak sakit kan ? " , timpal Yumna .


" Iya kak Ocha kok suaranya lemas banget , kenapa Kak ? " , balas Naura yang ikut menimpali .


Biasanya jika temmy teriak atau nggas Ocha juga gak akan mau kalah tapi malam ini entah kenapa Ocha bersikap berbeda .


" Gapapa gue baik-baik aja kok " , jawab Ocha .


" Jadinya kita mau malam taun baru kemana ? " , Tanya Zaky karena sedari tadi mereka ingin merencanakan untuk acara taun baru .


" Udah saran gue lebih baik kita semua diem dikamar , tidur dirumah masing-masing kan enak tuh apalagi cuaca akhir-akhir ini dingin kadang juga ujan " , balas Aditya memberi ide .


Iya Alya melakukan panggilan suara seraya di loud speaker karna Aditya ingin ikut mendengar , begitu pun dengan Naura ia pun melakukan hal yang sama karena Azka tengah berada dikamar jadi sekaligus panggilan suaranya diloud speaker dan Azka tidak harus ikutan bergabung melakukan panggilan digroup .


" Lah itu mau nya lu kak , jangan mentang-mentang manten baru mau nya dikamar mulu " , Timpal Temmy dan disetujui oleh Zaky .


" Iya lah kan udah ada istri ngapain main diluar mending dikamar , iya kan ay ? " , balas Aditya seraya menaik turunkan kedua alisnya memberi kode pada Alya yang sudah sejak tadi menahan malu .


" Ihh kak Adit apaan sih ? " , Ucap Alya seraya membuang muka .


" Sudah pasti wajah si Alya merah merona tuh " , goda Yumna seraya tertawa dan disetujui oleh yang lain yang juga ikut tertawa .


" Beruntung nih kita ga melakukan panggilan video call , kalau sampai itu terjadi pasti kita hanya menonton keuwuwan pengantin baru " , Ucap Zaky seraya terkekeh dan disetujui oleh semuanya .


" Udah-udah jadinya kita mau kemana nih ? " , tanya Azka seraya mengelus lembut perut buncit sang istri .


" Udah kita ke pantai aja " , jawab Zaky dan Temmy berbarengan .


" Mmm kalau ke pantai , maaf Azka sama Naura gak bisa ikut ya " , balas Azka yang memikirkan keadaan sang istri yang tengah mengandung .


" Gue dan Alya juga gak bisa ikut kalau ke pantai " , Timpal Aditya .


" Dih siapa juga yang ngajak lu kak ? " , balas Zaky .


" Heh sekarang gue sudah satu paket sama Alya " , jawab Aditya penuh penekanan .


" Iya iya deh " jawab Zaky malas .


" Cha , Yum , lu setuju gak ? " , tanya Temmy .


" Mmm kaya nya Yumna juga gak ikut deh Tem " , jawab Yumna .


" Gue juga ngga " , balas Ocha .


" Lah... ya udah berarti ke pantai gagal karena semua ga mau pada ikut " , keputusan Zaky kesal .


" Udah deh lebih baik kita ke Villa kakek Andi aja yang ada di kota G , disana nanti kita makan-makan juga bikin barbeque " , Usul Naura , sebener nya ia ingin saja ke pantai tapi Azka tidak memberi izin dan Naura pun memikirkan keadaannya yang sedang hamil .


" Setuju " , jawab Yumna , Alya , dan Aditya berbarengan .


" Oke deh ga usah ditanya si Zaky sama si Temmy mah , mereka pasti ikut Ra " , ujar Yumna seraya terkekeh , dan yang lain pun ikut terkekeh .


" Ya udah jadi keputusan nya kita semua nanti pergi ke Villa kakek Andi ya ? " , Tanya Azka sekali lagi .


" Iya siap " , jawab semuanya kecuali Ocha .


Dan setelah semua sepakat untuk pergi ke Villa , panggilan group pun langsung diakhiri .


Azka langsung menatap wajah Naura seraya tersenyum manis .


" Maaf ya bee ga ngizinin ay buat pergi ke pantai " , Ujar Azka lembut .


Naura membalas senyum Azka tak kalah manis .


" Gapapa bee , Naura juga ngerti kok karna bee pasti memikirkan keselamatan buat kita " , Jawab Naura seraya mengelus perut buncitnya .


" Makasih sayang " , Balas Azka lalu mengahadiahi kecupan sayang dikening Naura .


" Nanti kita ke pantainya kalau adek udah keluar dan udah bisa jalan ya " , ucap Azka lagi seraya mengelus lembut perut buncit Naura .


*****


Besoknya setelah mengantar Azka pergi ke kantor karna kebetulan sudah beberapa hari kuliah sudah libur .


Naura kembali ke kamar dan mempersiapkan untuk keberangkatan mereka ke Villa dan rencananya mereka akan berangkat besok pagi .


" Bunda " , Panggil Aira yang mengikuti Naura .


" Eh iya sayang " , Jawab Naura seraya berbalik badan .


" Bunda mau kemana ? " , tanya Aira seraya berlari ke arah Naura .


" Bunda mau nyiapin buat keberangkatan kita ke Villa sayang " , jawab Naura seraya mengelus kepala Aira .


" Aira boleh bantu ? " , balas Aira kegirangan .


" Boleh , Ayo " , jawab Naura dan langsung menuntun tangan Aira untuk ke kamarnya .


Iya rencana nya mereka akan ke Villa bareng keluarga besar , Dimas dan para sahabatnya sudah pasti tak akan ketinggalan bahkan Papih Aydan dan keluarganya juga ikut .


Naura dengan hati-hati dan sedikit kesusahan karena perutnya yang sudah membuncit ia mulai mengambil koper , lalu memilah milah pakaian ganti buat selama di Villa .


Naura tersenyum ketika membuka lemari banyak baju hamil yang sudah dibelikan Azka tanpa ia menyuruhnya dan pilihan Azka sangat sesuai dengan kriteria Naura , Naura menyukai semua baju yang sudah dibelikan suaminya dari mulai baju gamis , setelan atau pun baju sexy yang hanya boleh dikenakan ketika dikamar berdua dengan Azka .


Naura mengambil beberapa baju hamil lalu menyimpannya dengan rapi ke dalam koper , begitupun dengan baju ganti suaminya .


Kali ini Naura membawa barang-barang sedikit banyak , mengingat ia sedang hamil ia berjaga-jaga membawa barang yang mungkin saja diperlukan ketika berada di sana .


Tak lupa dengan obat-obatan , Vitamin dan juga susu hamil yang tak pernah tertinggal untuk setiap hari diminum .


Setelah selesai Naura langsung mengajak Aira untuk ke kamarnya dan mulai menyiapkan kebutuhan Aira selama di Villa nanti .


" Bunda apa dedek bayi juga ikut ? " , Tanya Aira dengan polos .


Naura langsung terkekeh mengingat kepolosan Aira .


😘


😘


😘


Jangan lupa tinggalkan jejak like komen vote dan tambahkan ke favorit 💙 terimakasih 🤗🤗🙏 .