The Power Of Love

The Power Of Love
Berbelanja



Mobil mewah Azka akhirnya sampai di mall terbesar yang terkenal itu , Azka memarkirkan mobilnya terlebih dulu .


" Bunda , ayo kita turun " , Ajak Aira tak sabar setelah mobil Azka berhenti ditempat parkiran .


" Bentar ya Aira , Ayah bukain dulu pintunya " , bukan Naura yang menjawab , melainkan Azka yang menanggapi ajakan Aira , ia dengan cepat turun dari mobil , lalu memutarinya dan membukan pintu depan sebelah kiri untuk Naura dan Aira .


Azka dengan gerak cepak menggendong Aira dengan satu tangannya , dan tangan satunya lagi ia gunakan menggandeng tangan sang istri .


Naura tersenyum melihat tingkah Azka yang cekatan dan perhatian , lalu ketiganya sama-sama memasuki area mall yang sudah sangat ramai .


" Ayah Aira mau turun " , pinta Aira yang ingin turun dari gendongan Azka ketika mereka sudah berada didalam mall .


Azka langsung menuruti permintaan Aira , dan kini ketiganya jalan beriringan dengan Aira yang ditengah yang menggandeng tangan Bunda dan Ayahnya .


" Aira mau beli eskrim gak ? ," tawar Naura seraya melihat ke bawah ke arah Aira .


" Mau bunda , Aira mau eskrim " , jawab Aira semangat , dan akhirnya mereka langsung memutuskan mencari tempat pedagang eskrim .


" Tiga ya mas " ujar Azka ketika mereka sudah sampai ditempat pedagang yang menyediakan eskrim dengan berbagai rasa dan topping .


Azka membantu Aira untuk duduk dikursi , dan kini ke tiga nya sedang menunggu pesanan eskrim mereka .


Terlihat jelas raut wajah bahagia dari wajah cantik dan imut Aira .


Azka tersenyum dan banyak mengucap syukur karena telah dipertemukan dengan Naura dan juga Aira . Ada rasa senang dan bangga tersendiri bisa menjalin hubungan sedekat ini dengan Naura dan juga Aira , apalagi Azka tidak menyangka akan mempunyai anak diusianya yang masih sangat muda . Iya anak , karna Aira bagi Azka sudah seperti anaknya sendiri .


" Silahkan , selamat menikmati " Ucap salah satu pramusaji yang mengantarkan pesanan Azka .


" Terimakasih " balas Aira dengan suara khas anak kecil .


Pramusaji itu langsung tersenyum gemas .


" Sama-sama ade cantik " ucapnya lalu mengangguk dan berlalu pergi .


" Pintar banget sii Aira " , puji Azka gemas seraya mengelus-elus kepala Aira pelan .


Namun Aira langsung cemberut dan melihat kearah tangan Azka yang tengah mengelus kepalanya .


" Ayah ... , rambut Aira bisa berantakan " , teriak Aira kesal .


Azka dan Naura langsung tertawa , dan suara mereka langsung menyita perhatian dari semua orang yang ada ditempat itu .


" Maaf , maaf tuan putri , maaf ya " ujar Azka seraya terkekeh dan merapikan rambut Aira dengan tangannya .


" Bunda..., Ayah berantakin terus rambut Aira " , Adunya dengan wajah yang masih cemberut.


" Ngga ko sayang , rambut Aira masih cantik masih rapi nanti kalau berantakan bunda rapiin lagi ya " , Jawab Naura sambil tersenyum dan mengelus pipi Aira lembut .


Aira langsung mengangguk pelan , dan ketiganya langsung menikmati eskrim yang sudah ada dihadapan masing-masing .


Aira sangat bersemangat menyantap eskrim sampai kini mulutnya sudah belepotan .


" Aira makannya eskrim nya pelan-pelan " , Ucap Azka mengingatkan seraya terkekeh karna lucu melihat Aira yang belepotan , begitu pun Naura ia ikut terkekeh , ada saja tingkah Aira yang membuatnya ingin tertawa .


Naura mengambil beberapa lembar tisu , lalu dilapnya mulut Aira lembut .


" Gapapa ay , nanti juga pasti belepotan lagi , eskrim nya kan belum habis " , ujar Azka sambil terkekeh .


" Biarin Bee , Naura takut nanti eskrim nya kena baju " , Jawab Naura , yang langsung dianggukan oleh Azka .


Keduanya kembali menikmati eskrim dan segera menghabiskannya sebelum eskrim itu mencair .


Azka menghabiskan eskrim nya terlebih dulu , dan ia langsung melirik ke arah Naura dan Aira yang masih menikmati eskrim .


" Ko makan eskrim nya belepotan sii ay , kaya Aira saja " Ujar Azka yang langsung berinisiatif mengelap ujung bibir Naura dengan ibu jari tangannya , lalu ibu jari tangannya langsung dijilat oleh Azka .


Naura melongo dengan kedua pipi memerah dan ia cukup kaget dengan tingkah Azka , yang menjilat ibu jari tangannya yang sudah ia gunakan untuk mengelap eskrim yang ada diujung bibir Naura .


" Manis , enak " , ucap Azka dengan senyum mengembang .


Naura hanya bisa menundukkan kepalanya seraya menahan malu .


Tak berapa lama Naura dan Aira pun sudah menghabiskan eskrim nya . Naura dengan telaten membantu membersihkan mulut Aira yang belepotan menggunakan tisu .


" Sudah ? " , tanya Azka pada Naura dan Aira .


" Sudah " , jawab kedua nya kompak .


Mereka langsung berjalan keluar dari tempat eskrim tersebut , yang sebelum nya Azka sudah membayar dan memberikan uang lebih pada pramusaji yang tadi mengantarkannya eskrim .


Mereka langsung menuju ke toko pakaian dan mencari baju untuk Aira dan semua anak panti .


Sesampainya disebuah toko yang menyediakan berbagai baju dari anak kecil sampai dewasa , Naura begitu antusias dan yang pertama ia cari adalah baju untuk Aira .


Banyak dress anak yang menurut Naura sangat cantik dan bagus , namun ia menjatuhkan pilihan dengan dress yang berwarna peach , yang panjang hanya sebatas lutut , dengan lengan pendek yang berbentuk pita besar , dan dihiasi banyak mutiara diseluluh bagian .


Naura menuntun Aira untuk masuk keruang ganti dan mencoba dress yang ia pilihkan , dan ketika Aira sudah mengenakannya Naura langsung tersenyum senang .


" Aira suka gak ?'' , tanya Naura seraya mengelus lembut pipi Aira .


" Suka bunda , bajunya bagus dan banyak mutiaranya " , jawab Aira seraya berputar-putar melihat pantulan dirinya didepan cermin .


" Kita kasih lihat Ayah yu " , Ajak Naura dan Aira langsung mengangguk setuju .


" Bee " , panggil Naura sedikit menaikkan Volume suaranya , karna Azka tengah bermain ponsel belum lagi keadaan disekitar sangat ramai .


Azka langsung mendongak dan menatap ke asal suara , ia langsung tersenyum dan berjongkok dihadapan Aira .


" Masya Allah cantik banget Aira nya Ayah " , puji Azka sambil tersenyum .


" Makasih " , Jawab Aira malu-malu , dan Naura serta Azka ia langsung terkekeh .


Azka setuju dengan baju pilih Naura , yang berhasil membuat Aira semakin bertambah cantik dan menggemaskan .


Naura dan Aira kembali masuk ke ruang ganti , dan hanya beberapa menit keduanya sudah keluar dengan Aira yang sudah kembali mengenakan baju miliknya sendiri .


Naura dan Azka kembali memilah-milah baju untuk semua anak panti dan terakhir ia memilihkan baju untuk Bu Susi dan pak Saswi .


Tak lupa Naura pun membelikan sepatu atau sandal untuk semua anak panti , termasuk untuk Aira .


Azka memberikan ide , untuk membelikan Aira sepatu sneaker berwarna putih . Dan dengan kebetulan tenyata ada sepatu sneaker yang persis sama dengan Aira untuk ukuran Naura dan juga dirinya , akhirnya mereka langsung memutuskan untuk membelinya dan menjadi sama dengan Aira .


" Yeee sepatu Aira sama dengan Bunda dan Ayah " , girang Aira melompat-lompat .


Pelayan toko dan beberapa orang ayang ada disana tersenyum melihat tingkah Aira , mungkin mereka mengira bahwa Naura , Azka dan Aira adalah satu keluarga yang bahagia .


😘


😘


😘


Jangan lupa tinggalkan jejak , like , komen , Vote dan tambahkan ke favorit 💙 , terimakasih 🤗🤗 🙏.