The Power Of Love

The Power Of Love
I - 15



Yan


Ci Wu “wajah es, satu lagi, aku mendapat info, Ji Heng beberapa kali menghilang


dan tidak dapat ditemukan. Untuk ini, aku masih harus minta maaf padamu. Selama


ini kufikir Su Yang lah yang menjaga Ji Heng, tapi ternyata Su Yang membebaskan


Ji Heng melakukan sesuka hatinya selama tidak terlihat olehmu” Dong Hua “tidak


dapat ditemukan ?” Yan Ci Wu mengangguk “saat kembali ke Mo Zhu… untuk


menghilangkan kesedihan Ji Heng, aku menempatkan seseorang untuk menemaninya.”


Dong


Hua melihat Lian Song yang mengangguk “aku sudah memeriksa, Zhe Yan Shan Shen


juga…” Zhe Yan “Dong Hua, aku sudah melihat kondisi pengawal itu. Dia


terpengaruh Wang Xin Cou, hingga melupakan beberapa hal.” “Di Jun, Sie Gu Cou


meminta untuk bertemu Nu Jun !” Chong Lin datang melapor, wajah Dong Hua


menjadi dingin. “Chong Lin, terima kasih, aku akan menemuinya !” Bai Feng Jiu


keluar dari kamar, langsung berjalan ke gerbang Tai Chen gong dan menghilang.


Dong


Hua mengepalkan tangan, segera berdiri “Dong Hua, kau mau kemana ?” Lian Song


berusaha menahannya. Dong Hua melirik sinis Lian Song “aih kau tenanglah dulu…


kau keluar sekarang akan membuat Feng Jiu marah lagi. Melihat tadi sikapnya,


belum benar-benar menerimamu kan ?” Dong Hua melihat dingin Lian Song dan


gerbang Tai Chen gong. Zhe Yan pun berdiri, membujuk “benar Dong Hua, saat ini


kau tidak bisa menunjukkan emosimu. Xiao Jiu hanya bisa dibujuk dengan lembut.


Kau keras hanya akan membuatnya pergi meninggalkanmu lagi” Dong Hua sangat


kesal tapi juga tidak berani menyusul, akhirnya duduk kembali dengan emosi.


Dong


Hua terus melihat pintu gerbang, tidak ada hati mendengarkan masalah yang


disampaikan. Zhe Yan menghela nafas “haih Dong Hua, kau terus memandang kesana


pun tidak ada gunanya.” Dong Hua “dulu Xiao Bai tidak seperti ini !” Zhe Yan


mencibir “dulu kau tidak meninggalkannya sendiri di pernikahan dan pergi


bersama putri iblis itu, tanpa penjelasan apapun” Dong Hua menatap dingin Yan


Ci Wu “aiyo wajah es, aku sudah tahu salah… kondisi saat itu juga sangat


kacau…”


Bai


Ce “sudahlah, kondisi saat itu tidak bisa menyalahkan siapapun ! takdir saja


yang saling melewatkan” Bai Zhen “ada Gun Gun disini, Xiao Jiu pasti kembali”


Dong Hua hanya bisa meminum tehnya dengan arah pandangan ke gerbang Tai Chen


gong. Semua yang melihatnya tidak ada hati untuk membahas masalah, pasrah dan


ikut menunggu.


“Berhati-hatilah…


ingin memastikan, tidak perlu terburu-buru… harus mencari cara teraman…”


terdengar suara Sie Gu Cou mendekati gerbang Tai Chen gong “aku tahu, terima


kasih !” suara Bai Feng Jiu juga terdengar “baik, aku jalan dulu…” “baik…


setelah semua selesai, akan mencarimu minum bersama” “baik, kau jangan


melupakannya ya… kau masih berhutang arak yang lebih banyak padaku…” “sudah


tahu… kau semakin lama semakin bawel… terima kasih ya…”.


Saat


melihat punggung Bai Feng Jiu di depan gerbang Tai Chen gong, Dong Hua langsung


berdiri menghampiri. Dong Hua berdiri di belakang Bai Feng Jiu yang masih


melihat punggung Sie Gu Cou yang menjauh. Bai Feng Jiu berbalik, wajahnya


langsung menabrak dada bidang Dong Hua “ah Di Jun…” menggosok keningnya. Dong


Hua dengan wajah cemberut menatapnya, tetap membantunya menggosok kening “Xiao


Bai, maaf !”


Bai


Feng Jiu mengangkat wajah, melihat wajah cemberut Dong Hua “ada apa lagi ?


kenapa anda berdiri di sini ?” Dong Hua tidak senang dengan nada acuh tak acuh


Bai Feng Jiu, memeluknya “Xiao Bai, aku cemburu…” Dong Hua selalu mengaku


membalasku lagi ya, aku sudah tahu salah” Bai Feng Jiu mengerutkan kening


“membalasmu ? siapa yang mengatakan aku membalasmu ? aku bahkan belum mulai


memperhitungkan apapun padamu !”


Dong


Hua tersenyum “baik, kita berhitung, pelan-pelan berhitung, kita memiliki


seumur hidup untuk menghitungnya, bagaimana ?” Bai Feng Jiu tersenyum manis.


Dalam sekejab langsung berubah dingin dan kesal “cih, jangan pernah


mengharapkannya…” berjalan dengan kesal masuk Tai Chen gong. Dong Hua mengejar


dan merengek “Fu Ren, kau ingin aku bagaimana baru mau memaafkanku ? ah… aku hampir


melupakannya…” memegang tangan Bai Feng Jiu.


Dong


Hua mengeluarkan sebuah cincin, memakaikannya di tangan Bai Feng Jiu “Xiao Bai,


kau pernah mengatakan ‘di alam fana, manusia mengeluarkan jantung untuk


membuktikan cinta mereka’. 200 tahun itu, aku sangat menyesal tidak dapat


kembali tepat waktu, membuatmu pergi dengan kesalahfahaman. Aku tahu Ji Heng


selalu menjadi rintangan hatimu. Akulah yang bersalah, tidak mengatakan


segalanya padamu. Xiao Bai, Ji Heng hanyalah putri Meng Hao bagiku, tidak


pernah memiliki posisi apapun di hatiku. Selalu adalah dirimu, yang menempati


seluruh hatiku adalah dirimu. Baik sebagai Xiao Hu Li, sapu tangan, maupun Bai


Feng Jiu, selalu adalah dirimu. Sebelum kau kembali, aku sudah merencanakan


yuhua di Xing Guang Jiejue, tapi aku tidak rela meninggalkanmu. Cincin ini


terbuat dari Ban Xin-ku, didalamnya terdapat separuh energiku. Tian Gang Chao


entah kenapa bisa kembali padaku, waktu itu aku sangat takut kau terkena


masalah. Tapi cincin ini tidak akan hilang walau aku yuhua, akan selalu


melindungimu. Didalamnya juga terdapat seserpih jiwaku, akan selalu menemanimu,


mungkin saja bisa membuatku kembali di sisimu”.


Bai


Feng Jiu menatap cincin dan melihat Dong Hua “kau benar mengeluarkan separuh


jantungmu untuk membuat cincin ini ?” Dong Hua mengangguk, mengecup tangan Feng


Jiu “Xiao Bai, jangan pernah melepasnya.” Bai Feng Jiu melihat cincin dan Dong


Hua bergantian, perlahan muncul senyum manis di bibirnya “baik, yang mulia


dengan berat hati menerimanya.” Dong Hua ikut tersenyum manis “ini berarti kita


sudah berdamaikan ?” Bai Feng Jiu mencibir “siapa yang mau berdamai denganmu ?


lagipula yang mulia sudah membantu memulihkan Ban Xin-mu itu. Yang mulia


menerima ini pun tidak akan bermasalah”.


Dong


Hua terkejut, tapi segera merengek “Fu Ren… Fu Ren Fu Ren Fu Ren…” Bai Feng Jiu


menutup telinganya “aiya kenapa kau lebih berisik dari Gun Gun ?” Dong Hua “Gun


Gun adalah anak kita, tentu saja dia hanya mewarisi sebagian. Fu Ren, kita


berdamai, bagaimana ? jangan mengabaikanku lagi, Fu Ren…” bertekad meluluhkan


Bai Feng Jiu dengan rengekannya. Bai Feng Jiu memainkan matanya “kulihat


semakin lama bukan saja wajahmu semakin tebal bahkan sudah tidak tahu apa itu


kata ‘malu’” Dong Hua mengangguk dengan senyum polosnya “apa itu ? aku tidak


tahu, tidak mau tahu… aku hanya perlu tahu Fu Ren… aiyo Fu Ren, maafkanlah aku…


Fu Ren…” terus merengek.


Bai


Feng Jiu “aih… berisik sekali… masih mau membicarakan masalah tidak ?” Dong Hua


menggeleng “tidak mau… sampai Fu Ren memaafkanku, aku tidak mau tahu masalah


apapun ! Fu Ren… Fu Ren…” merengek, sambil menggoyang-goyangkan tubuh Bai Feng


Jiu “sudah… sudah… yang mulia peringatkan padamu, sekali lagi, entah itu


kesalahfahaman atau bukan, jika kau berani menutupi sesuatu lagi dari yang


mulia, tidak akan ada lagi kesempatan untukmu” mengancam dengan mata besarnya.


Dong Hua segera tersenyum manis dan mengangguk “baik, menuruti perintah Fu


Ren…” langsung memeluk Bai Feng Jiu.