
Yan
Ci Wu “wajah es, satu lagi, aku mendapat info, Ji Heng beberapa kali menghilang
dan tidak dapat ditemukan. Untuk ini, aku masih harus minta maaf padamu. Selama
ini kufikir Su Yang lah yang menjaga Ji Heng, tapi ternyata Su Yang membebaskan
Ji Heng melakukan sesuka hatinya selama tidak terlihat olehmu” Dong Hua “tidak
dapat ditemukan ?” Yan Ci Wu mengangguk “saat kembali ke Mo Zhu… untuk
menghilangkan kesedihan Ji Heng, aku menempatkan seseorang untuk menemaninya.”
Dong
Hua melihat Lian Song yang mengangguk “aku sudah memeriksa, Zhe Yan Shan Shen
juga…” Zhe Yan “Dong Hua, aku sudah melihat kondisi pengawal itu. Dia
terpengaruh Wang Xin Cou, hingga melupakan beberapa hal.” “Di Jun, Sie Gu Cou
meminta untuk bertemu Nu Jun !” Chong Lin datang melapor, wajah Dong Hua
menjadi dingin. “Chong Lin, terima kasih, aku akan menemuinya !” Bai Feng Jiu
keluar dari kamar, langsung berjalan ke gerbang Tai Chen gong dan menghilang.
Dong
Hua mengepalkan tangan, segera berdiri “Dong Hua, kau mau kemana ?” Lian Song
berusaha menahannya. Dong Hua melirik sinis Lian Song “aih kau tenanglah dulu…
kau keluar sekarang akan membuat Feng Jiu marah lagi. Melihat tadi sikapnya,
belum benar-benar menerimamu kan ?” Dong Hua melihat dingin Lian Song dan
gerbang Tai Chen gong. Zhe Yan pun berdiri, membujuk “benar Dong Hua, saat ini
kau tidak bisa menunjukkan emosimu. Xiao Jiu hanya bisa dibujuk dengan lembut.
Kau keras hanya akan membuatnya pergi meninggalkanmu lagi” Dong Hua sangat
kesal tapi juga tidak berani menyusul, akhirnya duduk kembali dengan emosi.
Dong
Hua terus melihat pintu gerbang, tidak ada hati mendengarkan masalah yang
disampaikan. Zhe Yan menghela nafas “haih Dong Hua, kau terus memandang kesana
pun tidak ada gunanya.” Dong Hua “dulu Xiao Bai tidak seperti ini !” Zhe Yan
mencibir “dulu kau tidak meninggalkannya sendiri di pernikahan dan pergi
bersama putri iblis itu, tanpa penjelasan apapun” Dong Hua menatap dingin Yan
Ci Wu “aiyo wajah es, aku sudah tahu salah… kondisi saat itu juga sangat
kacau…”
Bai
Ce “sudahlah, kondisi saat itu tidak bisa menyalahkan siapapun ! takdir saja
yang saling melewatkan” Bai Zhen “ada Gun Gun disini, Xiao Jiu pasti kembali”
Dong Hua hanya bisa meminum tehnya dengan arah pandangan ke gerbang Tai Chen
gong. Semua yang melihatnya tidak ada hati untuk membahas masalah, pasrah dan
ikut menunggu.
“Berhati-hatilah…
ingin memastikan, tidak perlu terburu-buru… harus mencari cara teraman…”
terdengar suara Sie Gu Cou mendekati gerbang Tai Chen gong “aku tahu, terima
kasih !” suara Bai Feng Jiu juga terdengar “baik, aku jalan dulu…” “baik…
setelah semua selesai, akan mencarimu minum bersama” “baik, kau jangan
melupakannya ya… kau masih berhutang arak yang lebih banyak padaku…” “sudah
tahu… kau semakin lama semakin bawel… terima kasih ya…”.
Saat
melihat punggung Bai Feng Jiu di depan gerbang Tai Chen gong, Dong Hua langsung
berdiri menghampiri. Dong Hua berdiri di belakang Bai Feng Jiu yang masih
melihat punggung Sie Gu Cou yang menjauh. Bai Feng Jiu berbalik, wajahnya
langsung menabrak dada bidang Dong Hua “ah Di Jun…” menggosok keningnya. Dong
Hua dengan wajah cemberut menatapnya, tetap membantunya menggosok kening “Xiao
Bai, maaf !”
Bai
Feng Jiu mengangkat wajah, melihat wajah cemberut Dong Hua “ada apa lagi ?
kenapa anda berdiri di sini ?” Dong Hua tidak senang dengan nada acuh tak acuh
Bai Feng Jiu, memeluknya “Xiao Bai, aku cemburu…” Dong Hua selalu mengaku
membalasku lagi ya, aku sudah tahu salah” Bai Feng Jiu mengerutkan kening
“membalasmu ? siapa yang mengatakan aku membalasmu ? aku bahkan belum mulai
memperhitungkan apapun padamu !”
Dong
Hua tersenyum “baik, kita berhitung, pelan-pelan berhitung, kita memiliki
seumur hidup untuk menghitungnya, bagaimana ?” Bai Feng Jiu tersenyum manis.
Dalam sekejab langsung berubah dingin dan kesal “cih, jangan pernah
mengharapkannya…” berjalan dengan kesal masuk Tai Chen gong. Dong Hua mengejar
dan merengek “Fu Ren, kau ingin aku bagaimana baru mau memaafkanku ? ah… aku hampir
melupakannya…” memegang tangan Bai Feng Jiu.
Dong
Hua mengeluarkan sebuah cincin, memakaikannya di tangan Bai Feng Jiu “Xiao Bai,
kau pernah mengatakan ‘di alam fana, manusia mengeluarkan jantung untuk
membuktikan cinta mereka’. 200 tahun itu, aku sangat menyesal tidak dapat
kembali tepat waktu, membuatmu pergi dengan kesalahfahaman. Aku tahu Ji Heng
selalu menjadi rintangan hatimu. Akulah yang bersalah, tidak mengatakan
segalanya padamu. Xiao Bai, Ji Heng hanyalah putri Meng Hao bagiku, tidak
pernah memiliki posisi apapun di hatiku. Selalu adalah dirimu, yang menempati
seluruh hatiku adalah dirimu. Baik sebagai Xiao Hu Li, sapu tangan, maupun Bai
Feng Jiu, selalu adalah dirimu. Sebelum kau kembali, aku sudah merencanakan
yuhua di Xing Guang Jiejue, tapi aku tidak rela meninggalkanmu. Cincin ini
terbuat dari Ban Xin-ku, didalamnya terdapat separuh energiku. Tian Gang Chao
entah kenapa bisa kembali padaku, waktu itu aku sangat takut kau terkena
masalah. Tapi cincin ini tidak akan hilang walau aku yuhua, akan selalu
melindungimu. Didalamnya juga terdapat seserpih jiwaku, akan selalu menemanimu,
mungkin saja bisa membuatku kembali di sisimu”.
Bai
Feng Jiu menatap cincin dan melihat Dong Hua “kau benar mengeluarkan separuh
jantungmu untuk membuat cincin ini ?” Dong Hua mengangguk, mengecup tangan Feng
Jiu “Xiao Bai, jangan pernah melepasnya.” Bai Feng Jiu melihat cincin dan Dong
Hua bergantian, perlahan muncul senyum manis di bibirnya “baik, yang mulia
dengan berat hati menerimanya.” Dong Hua ikut tersenyum manis “ini berarti kita
sudah berdamaikan ?” Bai Feng Jiu mencibir “siapa yang mau berdamai denganmu ?
lagipula yang mulia sudah membantu memulihkan Ban Xin-mu itu. Yang mulia
menerima ini pun tidak akan bermasalah”.
Dong
Hua terkejut, tapi segera merengek “Fu Ren… Fu Ren Fu Ren Fu Ren…” Bai Feng Jiu
menutup telinganya “aiya kenapa kau lebih berisik dari Gun Gun ?” Dong Hua “Gun
Gun adalah anak kita, tentu saja dia hanya mewarisi sebagian. Fu Ren, kita
berdamai, bagaimana ? jangan mengabaikanku lagi, Fu Ren…” bertekad meluluhkan
Bai Feng Jiu dengan rengekannya. Bai Feng Jiu memainkan matanya “kulihat
semakin lama bukan saja wajahmu semakin tebal bahkan sudah tidak tahu apa itu
kata ‘malu’” Dong Hua mengangguk dengan senyum polosnya “apa itu ? aku tidak
tahu, tidak mau tahu… aku hanya perlu tahu Fu Ren… aiyo Fu Ren, maafkanlah aku…
Fu Ren…” terus merengek.
Bai
Feng Jiu “aih… berisik sekali… masih mau membicarakan masalah tidak ?” Dong Hua
menggeleng “tidak mau… sampai Fu Ren memaafkanku, aku tidak mau tahu masalah
apapun ! Fu Ren… Fu Ren…” merengek, sambil menggoyang-goyangkan tubuh Bai Feng
Jiu “sudah… sudah… yang mulia peringatkan padamu, sekali lagi, entah itu
kesalahfahaman atau bukan, jika kau berani menutupi sesuatu lagi dari yang
mulia, tidak akan ada lagi kesempatan untukmu” mengancam dengan mata besarnya.
Dong Hua segera tersenyum manis dan mengangguk “baik, menuruti perintah Fu
Ren…” langsung memeluk Bai Feng Jiu.