
Beberapa hari telah berlalu .
Ditahun yang baru dan pasti dengan semangat yang baru .
Seperti Hans yang sedari pagi ia bekerja dengan penuh semangat dan sebenarnya ia tak sabar menunggu kedatangan atasannya yang tak lain adalah Azka .
Sudah beberapa hari Hans di buat tak tenang dan setelah memikirkannya secara matang , Hans mengambil keputusan untuk meminta bantuan melalui Azka .
" Siang pak " , Sapa Hans yang melihat kedatangan Azka tak lupa dengan tersenyum lebar .
" Siang juga kak Hans " , Jawab Azka ramah .
Hans mengikuti langkah Azka sampai ke ruangannya dan duduk tepat didepan meja Azka .
Azka merhatikan tingkah Hans dan ia menangkap ada gelagat yang aneh dengan Hans .
" Kenapa kak Hans ? , ada apa ? , apa semua baik-baik saja ? " , tanya Azka beruntun dan ia mulai duduk dikursi kebesarannya .
" Tidak maksudnya semuanya baik-baik saja pak tapi - " , Jawab Hans dan ia menjeda perkataannya .
" Tapi apa ? " , tanya Azka mengerutkan dahinya bingung .
" Ini menyangkut hidup dan mati saya pak " , Timpal Hans lagi dan membuat Azka semakin bingung .
" Maksudnya ? , apa kak Hans ingin mengundurkan diri dari pekerjaan ini ? " , Tanya Azka lagi seraya menatap Hans .
" Tidak-tidak bukan itu maksud saya pak " , jawab Hans dengan cepat .
Azka mengerutkan keningnya ia semakin tidak mengerti dengan tingkah asistennya .
" Bos maaf " , Ucap Hans ragu-ragu .
" Kak Hans sebaiknya kita berbicara santai aja gak perlu seformal ini " , timpal Azka yang merasa kurang nyaman dan biasanya jika mereka sedang berdua atau diluar kantor Azka melarang Hans untuk memanggil dengan sebutan bapak atau bos .
Hans mengangguk mengerti .
" Jadi ada apa sebenarnya kak Hans ? ", tanya Azka lagi penasaran .
" Gue ingin melakukan ta'aruf dengan seseorang " , ucap Hans to the point .
" Alhamdulillah " , ucap Azka senang .
" Tapi bentar ngomong-ngomong kenapa gak langsung dilamar saja kak Hans ? " , tanya Azka sedikit aneh .
" Ka , gue belum kenal dengan dia dan maksud gue cerita sama lu , gue ingin meminta bantuan dari lu " , balas Hans seraya menampilkan barisan giginya .
" Minta bantuan ? , bantuan apa ? " , tanya Azka yang lagi-lagi di dibuat bingung .
" Ka lu mau kan jadi perantara gue ? " , timpal Hans seraya menampilkan wajah memohon .
" Perantara apa maksudnya ? , kok Azka semakin gak paham ya " , balas Azka seraya menggaruk kepalanya yang tidak gatal .
" Itu - " , jawab Hans namun perkataannya langsung dipotong oleh Azka .
" Eh bentar memangnya cwe yang ingin kak Hans ajak ta'aruf itu siapa ? " , tanya Azka lagi .
" Sahabat lu ka " , jawab Hans pelan seraya cengengesan .
" Hah serius kak , siapa ? , kak Ocha ? " , tanya Azka tak percaya .
" Kak Yumna " , ucap Azka dan Hans langsung mengangguk dengan cepat .
" Masya Allah , mudah-mudahan diberi kemudahan ya kak Hans " , balas Azka senang seraya mendoakan .
" Aamiin , iya makanya bantu gue ka " , timpal Hans memohon .
" Oke oke siap gue bantuin " , jawab Azka mantap dan seketik Hans langsung berdiri dan mengepalkan tangannya seraya berteriak Yes berkali-kali .
Azka hanya terkekeh dan menggelengkan kepala , ternyata asistennya tengah jatuh cinta pantas saja setelah pulang dari Villa tempo hari , Hans menjadi sedikit berbeda .
" Sudah-sudah kerja sana , masih jam kerja malah ngomongin cwe " , Sindir Azka seraya terkekeh .
" Eh maaf maaf bos , sekali lagi makasih ya bos " , timpal Hans lalu ia segera pergi ke ruangannya dengan terus menampilkan gigi Pepsodent nya .
Tak kalah semangat dari Hans , Azka pun hari ini begitu semangat karena tadi pagi ia sudah mengantar istrinya untuk melakukan USG .
Jika sebelumnya ketika melakukan USG , calon anaknya selalu mengumpet alias tidak bisa terlihat jenis kelaminnya tapi hari ini tidak , dokter sudah memberitahu jenis kelamin calon anaknya dan membuat Azka sangat senang , seakan ia mempunyai semangat baru untuk melakukan segala hal lebih baik lagi , terutama untuk menjadi suami dan ayah yang baik untuk istri dan juga anak-anak nya .
Dengan semangat 45 Azka mulai mengerjakan beberapa pekerjaan yang sudah ada diatas mejanya tak lupa sebelumnya ia sudah membaca doa .
*****
Setelah makan malam dan mengobrol sebentar diruang tv bersama Ayah Alex , Bunda Shalwa , sikembar dan Aira , Azka lantas mengajak Naura untuk masuk ke kamarnya .
Oh ya kini Azka dan Naura sementara mereka menempati kamar yang ada dibawah , yaitu salah satu kamar untuk tamu tapi sebelumnya Ayah Alex sudah merenovasinya agar lebih luas dan pasti mengutamakan kenyamanan untuk anak dan calon cucu nya .
Naura tidak memungkinkan lagi untuk naik turun tangga dengan perut yang semakin membuncit ditambah Naura juga sering kelelahan jika harus naik turun tangga diusia kehamilannya yang baru berjalan 6 bulan .
Azka membimbing Naura untuk duduk dan bersandar di kepala ranjang , lalu ia dengan telaten memijat kaki imut Naura yang mulai sedikit membengkak .
Azka bercerita kepada Naura tentang niatan Hans yang ingin berta'aruf dengan Yumna , dan Naura langsung senang serta mendukung niatan baik Hans bahkan ia bersedia menjadi perantara Yumna dan Hans .
'' Tapi Ay menurut kamu , kak Yumna mau terima ta'aruf kak Hans gak ya ? , atau jangan-jangan kak Yumna sudah mempunyai calon " , tanya Azka karna ia belum pernah melihat Yumna dekat dengan seorang laki-laki selain Azka dan sahabat-sahabatnya takutnya dibelakang Yumna ternyata sudah mempunyai calon .
" Naura juga tidak tahu bee , tapi kita doakan saja yang terbaik untuk kak Hans dan juga kak Yumna , jika mereka sudah berjodo pasti akan dipersatukan bagaimana pun caranya " , jawab Naura panjang lebar .
" Aamiin " , jawab Azka tersenyum .
Naura akan bertanya terlebih dulu pada Yumna , apakah ia sudah mempunyai calon atau tengah dekat dengan seorang laki-laki takutnya Hans malah kecewa , jika Yumna belum ada calon maka Hans akan datang ke rumah Yumna untuk mengajak Yumna ta'aruf .
Azka tersenyum mengingat peristiwa pagi tadi , Azka semangat ingin menyiapkan nama untuk calon anak-anak nya dari sekarang .
" Bee kenapa ? , kok dari tadi senyum-senyum terus ? , kak Hans yang mau melaksanakan ta'aruf kok kamu yang kesenangan kaya gitu ? " , tanya Naura curiga .
" Ya Allah ay kamu jangan suudzon dulu , bee senyum-senyum karna mengingat anak kita yang ada disini bee senang banget akhirnya bee bisa tahu jenis kelaminnya " , jawab Azka seraya mengusap lembut perut buncit Naura .
" Oh , Naura juga senang banget bee " , Jawab Naura tersenyum lega .
Lalu Azka mengajak Naura untuk mulai mempersiapkan nama untuk anak-anak mereka , dan dengan penuh semangat Azka dan Naura mulai memilah-milah nama yang bagus dan cocok untuk sampai tak terasa waktu sudah larut malam Azka segera mengajak Naura untuk istirahat .
😘
😘
😘
Jangan lupa tinggalkan jejak like , komen , vote dan tambahkan ke favorit 💙 terimakasih 🤗🙏 .