The Power Of Love

The Power Of Love
Bab 46 - Bunga Aster Bai Wan Hua



     Han Ling menggenggam erat Xue Ling, melihat wajah tersenyumnya,


Han Ling cemberut “Fu Ren, sudah puas menonton !” Xue Ling menggeleng “Fu Ren…”


Han Ling kesal, akhirnya tawa Xue Ling dan lainnya pecah membahana. Xuan Yu


tersenyum “Xue Ling, tawaranku akan berlaku selamanya !” masih tidak patah


semangat. Xue Ling cekikikan “Xuan Yu, kau dengar Fu Jun-ku ini ! kuberitahu,


dulu dia ini dingin seperti gunung es, sekarang jadi raja pecemburu hihihi…”


Xuan Yu mendekat “jika begitu, kau ikut denganku saja !” Han Ling segera


memeluk Xue Ling.


     Han Ling cemberut menatap Xue Ling “begitu senang !” Xue Ling


mengangguk dan tertawa. Han Ling menggelengkan kepala, menghela nafas, memeluk


erat Xue Ling “Hua Jun, wanita kecil ini tidak akan meninggalkanku, anda


hentikan saja niat anda !” Xue Ling cekikikan “Xuan Yu, kau sudah mendengarnya…


Fu Jun, jangan kesal lagi, hanya bercanda denganmu !” mengusap-usap dada Han


Ling “kau sangat nakal !” Han Ling menatap Xue Ling yang tersenyum manis


padanya.


     Xue Ling bermanja di pelukan Han Ling “huh Han Ling Shen Jun…


bermain sejenak, tidak masalah kan !” Han Ling mengecup kepala Xue Ling “main


lainnya saja, ini tidak enak dimainkan !” Xue Ling tersenyum “sudah merasa


lebih baik !” Han Ling tersenyum, mengangguk. Lainnya tersenyum, menggelengkan


kepala.


     Xuan Yu “Xue Ling, kau bermain, aku tidak bermain !” cemberut.


Xue Ling tersenyum melihat Xuan Yu “Xuan Yu, aku sangat menghargai niat baikmu…


tapi hatiku hanya ada 1, sudah kuberikan pada Fu Jun-ku ini… Xuan Yu, bisa


menikah bisa bercerai, walau terjadi sesuatu, hatiku tidak akan berubah !” Xuan


Yu tersenyum “Xue Ling, kau tidak pernah berubah ! inilah yang membuatku


menyukaimu sekian lama… haih sayangnya, hati itu bukanlah milikku… Hua er,


kemarilah !” muncul seorang wanita cantik, tersenyum manis pada semua.


     “Wan Hua memberi hormat pada Shen Zun, Shen Jun, Tian Zun, Tian


Hou, Xian Zun, Yue Shen… Xuan ge, kau sangat nakal !” segera berdiri di sisi


Xuan Yu. Xuan Yu langsung merangkulnya “sudah marah ?” Wan Hua menggeleng “haih


kukatakan bagaimana pemuda kolot itu bisa berubah nakal seperti ini, ternyata


ada yang mengubahmu !” Xue Ling mengejek. Xuan Yu tersenyum “Xue Ling, seperti


katamu, setiap orang mempunyai belahan jiwanya sendiri. Hua er adalah belahan


jiwaku !”


     Xue Ling nyengir pada Han Ling “kau sudah mengetahui hal ini ?”


Han Ling cemberut. Xue Ling cekikikan “sebelumnya tidak tahu, aku menebaknya setelah


melihat liontinnya !” Han Ling “nah kenapa tidak mengatakannya ?” Xue Ling


menggoda “wah kapan lagi bisa melihat Fu Jun-ku yang tampan ini begitu gigih


mempertahankanku !” Han Ling “aku akan selalu mempertahankanmu… kau adalah


milikku !” Xue Ling cekikikan “sudah tahu Fu Jun !”


     Shui Ling “jie, bagaimana kau mengetahuinya ?” Cheng Mei


menjelaskan “Shui Ling, pusaka semacam itu tidak akan mudah ditemukan yang


kedua… kalian sudah berusaha !” menatap Xuan Yu dan Wan Hua. Huo Ling ikut


tersenyum “mereka sudah membuatnya dari awal. Xuan Yu, Wan Hua adalah bunga


aster yang selalu kau bawa dan jaga dengan baik kan !” Xuan Yu mengangguk.


     Wan Hua melihat Han Ling “Shen Jun, jangan tersinggung, Xuan Ge


hanya mengetes keseriusan anda. Kisah anda bersama Rou Rou Hua Ling sudah


terkenal” Han Ling hanya mengangguk, tidak melepas Xue Ling. Xue Ling nyengir


“bisakah aku berbalik ?” Han Ling membalik tubuh Xue Ling, tetap memeluknya


penyuka sesama jenis !” Xuan Yu mengejek, Han Ling melirik malas.


     Xue Ling tersenyum menatap Wan Hua “Bai Wan Hua kan ?” Wan Hua


mengangguk “jadi dimana kalian menyembunyikan mereka !” Xuan Yu mengangguk pada


Wan Hua. Wan Hua tersenyum, berubah menjadi bunga aster putih yang sangat besar


“Xue Ling…” Xuan Yu mempersila, membawa mereka membelah bunga aster raksasa itu.


Di tengah bunga terdapat biji-biji yang mirip putik bunga.


     Xue Ling memijat pelipisnya “bawa mereka keluar !” Xuan Yu


mengangguk, mereka langsung menghilang keluar, Wan Hua sudah kembali dan banyak


tubuh lemah yang terkapar di hadapan mereka. Xue Ling melihat semuanya “haih


aku datang untuk bermain. Permainan tidak dapat malah masalah terus menerus !”


menggerutu. “itu belum tentu !” Cheng Mei menggoda.


     Xue Ling melirik sinis “aku mah tidak mau berurusan dengan bau


ini !” Cheng Mei merengek “aiyo Xue Ling, main sebentar lah !” Xue Ling kesal


“apa tidak ada lainnya ? kenapa harus bau busuk !” Cheng Mei cekikikan


“bukankah mau berburu… nah mereka kan pilihan yang tepat !” Xue Ling berdecak


kesal “kau menyukai bau busuk, kau saja yang berburu !” “jie, kalian mau


berburu apa ?” Shui Ling penasaran.


     Han Ling merangkul Xue Ling “Xiao Xue, tidak usah dipaksakan…”


Xue Ling menatap Han Ling “setelah ini, tidak berburu lagi. Han ge, kita ke


alam fana bersenang-senang bagaimana ?” Han Ling tersenyum “baik, semua


mendengarkanmu !” Xue Ling tersenyum manis.


     Xuan Yu “Xue Ling, apa yang akan kau lakukan ?” Xue Ling acuh


tak acuh “aku tidak mau terlibat dengan perburuan bau itu ! Xuan Yu, pusaka itu


milikku ! aku akan mengeluarkan semuanya… kalian ingin berburu, bersiaplah


berburu ! kalian berdua juga ikut…” melirik ke semuanya.


     Xue Ling mengerahkan sihir, dari tubuh para penyakitan keluar


asap merah, perlahan membentuk hewan menyeramkan bertanduk. Xue Ling mengurung


semua dalam jiejue “nah kalian masuklah !” tanpa menunggu persetujuan, Xue Ling


mengirim semua, kecuali dirinya dan Han Ling ke dalam jiejue.


     “Xiao Xue, apa yang akan kau lakukan ?” “Han ge, kau juga masuk


!” Han Ling langsung memegang tangan Xue Ling dan menggeleng “Xiao Xue, sudah


berapa lama mengenalmu, aku sudah cukup mengenal sifatmu ini.” Meariknya masuk


dalam pelukan “Shen Zun, Han Ling akan menemanimu dalam setiap langkah, tidak


akan menghalangimu. Xiao Xue, kita adalah suami istri, segala sesuatunya akan


kita lalui bersama” Xue Ling tersenyum “Han Ling Shen Jun, yang mulia akan


memberikanmu 1 kesempatan. Bisa atau tidak semua bergantung padamu sendiri !”


Han Ling tersenyum “menaati perintah Shen Zun, Han Ling akan melakukan yang


terbaik”.


     Xue Ling melepaskan pelukan, mengeluarkan sihir, bola jiejue


menghilang “Han ge, kita pergi bertamu !” Han Ling hanya mengangguk dan


mengikuti. Xue Ling berjalan-jalan di Dong Hua Gu memasuki istana terdalam yang


tertutup dari pandangan luar. Han Ling mengikuti tanpa protes sedikitpun,


mengamati sekitar yang tak berpenghuni. Di istana terdalam, terdapat 1 ruangan


yang pintunya terkunci oleh segel jiwa bunga. Xue Ling tersenyum dingin


“bunga-bunga yang cantik adalah untuk penyejuk hati dan pewarna hidup. Saat


bunga-bunga kehilangan jiwa dan menumbuhkan duri untuk menyakiti, maka tempatnya


sudah bukan di tempat seindah ini !”