
Han Ling menggenggam erat Xue Ling, melihat wajah tersenyumnya,
Han Ling cemberut “Fu Ren, sudah puas menonton !” Xue Ling menggeleng “Fu Ren…”
Han Ling kesal, akhirnya tawa Xue Ling dan lainnya pecah membahana. Xuan Yu
tersenyum “Xue Ling, tawaranku akan berlaku selamanya !” masih tidak patah
semangat. Xue Ling cekikikan “Xuan Yu, kau dengar Fu Jun-ku ini ! kuberitahu,
dulu dia ini dingin seperti gunung es, sekarang jadi raja pecemburu hihihi…”
Xuan Yu mendekat “jika begitu, kau ikut denganku saja !” Han Ling segera
memeluk Xue Ling.
Han Ling cemberut menatap Xue Ling “begitu senang !” Xue Ling
mengangguk dan tertawa. Han Ling menggelengkan kepala, menghela nafas, memeluk
erat Xue Ling “Hua Jun, wanita kecil ini tidak akan meninggalkanku, anda
hentikan saja niat anda !” Xue Ling cekikikan “Xuan Yu, kau sudah mendengarnya…
Fu Jun, jangan kesal lagi, hanya bercanda denganmu !” mengusap-usap dada Han
Ling “kau sangat nakal !” Han Ling menatap Xue Ling yang tersenyum manis
padanya.
Xue Ling bermanja di pelukan Han Ling “huh Han Ling Shen Jun…
bermain sejenak, tidak masalah kan !” Han Ling mengecup kepala Xue Ling “main
lainnya saja, ini tidak enak dimainkan !” Xue Ling tersenyum “sudah merasa
lebih baik !” Han Ling tersenyum, mengangguk. Lainnya tersenyum, menggelengkan
kepala.
Xuan Yu “Xue Ling, kau bermain, aku tidak bermain !” cemberut.
Xue Ling tersenyum melihat Xuan Yu “Xuan Yu, aku sangat menghargai niat baikmu…
tapi hatiku hanya ada 1, sudah kuberikan pada Fu Jun-ku ini… Xuan Yu, bisa
menikah bisa bercerai, walau terjadi sesuatu, hatiku tidak akan berubah !” Xuan
Yu tersenyum “Xue Ling, kau tidak pernah berubah ! inilah yang membuatku
menyukaimu sekian lama… haih sayangnya, hati itu bukanlah milikku… Hua er,
kemarilah !” muncul seorang wanita cantik, tersenyum manis pada semua.
“Wan Hua memberi hormat pada Shen Zun, Shen Jun, Tian Zun, Tian
Hou, Xian Zun, Yue Shen… Xuan ge, kau sangat nakal !” segera berdiri di sisi
Xuan Yu. Xuan Yu langsung merangkulnya “sudah marah ?” Wan Hua menggeleng “haih
kukatakan bagaimana pemuda kolot itu bisa berubah nakal seperti ini, ternyata
ada yang mengubahmu !” Xue Ling mengejek. Xuan Yu tersenyum “Xue Ling, seperti
katamu, setiap orang mempunyai belahan jiwanya sendiri. Hua er adalah belahan
jiwaku !”
Xue Ling nyengir pada Han Ling “kau sudah mengetahui hal ini ?”
Han Ling cemberut. Xue Ling cekikikan “sebelumnya tidak tahu, aku menebaknya setelah
melihat liontinnya !” Han Ling “nah kenapa tidak mengatakannya ?” Xue Ling
menggoda “wah kapan lagi bisa melihat Fu Jun-ku yang tampan ini begitu gigih
mempertahankanku !” Han Ling “aku akan selalu mempertahankanmu… kau adalah
milikku !” Xue Ling cekikikan “sudah tahu Fu Jun !”
Shui Ling “jie, bagaimana kau mengetahuinya ?” Cheng Mei
menjelaskan “Shui Ling, pusaka semacam itu tidak akan mudah ditemukan yang
kedua… kalian sudah berusaha !” menatap Xuan Yu dan Wan Hua. Huo Ling ikut
tersenyum “mereka sudah membuatnya dari awal. Xuan Yu, Wan Hua adalah bunga
aster yang selalu kau bawa dan jaga dengan baik kan !” Xuan Yu mengangguk.
Wan Hua melihat Han Ling “Shen Jun, jangan tersinggung, Xuan Ge
hanya mengetes keseriusan anda. Kisah anda bersama Rou Rou Hua Ling sudah
terkenal” Han Ling hanya mengangguk, tidak melepas Xue Ling. Xue Ling nyengir
“bisakah aku berbalik ?” Han Ling membalik tubuh Xue Ling, tetap memeluknya
penyuka sesama jenis !” Xuan Yu mengejek, Han Ling melirik malas.
Xue Ling tersenyum menatap Wan Hua “Bai Wan Hua kan ?” Wan Hua
mengangguk “jadi dimana kalian menyembunyikan mereka !” Xuan Yu mengangguk pada
Wan Hua. Wan Hua tersenyum, berubah menjadi bunga aster putih yang sangat besar
“Xue Ling…” Xuan Yu mempersila, membawa mereka membelah bunga aster raksasa itu.
Di tengah bunga terdapat biji-biji yang mirip putik bunga.
Xue Ling memijat pelipisnya “bawa mereka keluar !” Xuan Yu
mengangguk, mereka langsung menghilang keluar, Wan Hua sudah kembali dan banyak
tubuh lemah yang terkapar di hadapan mereka. Xue Ling melihat semuanya “haih
aku datang untuk bermain. Permainan tidak dapat malah masalah terus menerus !”
menggerutu. “itu belum tentu !” Cheng Mei menggoda.
Xue Ling melirik sinis “aku mah tidak mau berurusan dengan bau
ini !” Cheng Mei merengek “aiyo Xue Ling, main sebentar lah !” Xue Ling kesal
“apa tidak ada lainnya ? kenapa harus bau busuk !” Cheng Mei cekikikan
“bukankah mau berburu… nah mereka kan pilihan yang tepat !” Xue Ling berdecak
kesal “kau menyukai bau busuk, kau saja yang berburu !” “jie, kalian mau
berburu apa ?” Shui Ling penasaran.
Han Ling merangkul Xue Ling “Xiao Xue, tidak usah dipaksakan…”
Xue Ling menatap Han Ling “setelah ini, tidak berburu lagi. Han ge, kita ke
alam fana bersenang-senang bagaimana ?” Han Ling tersenyum “baik, semua
mendengarkanmu !” Xue Ling tersenyum manis.
Xuan Yu “Xue Ling, apa yang akan kau lakukan ?” Xue Ling acuh
tak acuh “aku tidak mau terlibat dengan perburuan bau itu ! Xuan Yu, pusaka itu
milikku ! aku akan mengeluarkan semuanya… kalian ingin berburu, bersiaplah
berburu ! kalian berdua juga ikut…” melirik ke semuanya.
Xue Ling mengerahkan sihir, dari tubuh para penyakitan keluar
asap merah, perlahan membentuk hewan menyeramkan bertanduk. Xue Ling mengurung
semua dalam jiejue “nah kalian masuklah !” tanpa menunggu persetujuan, Xue Ling
mengirim semua, kecuali dirinya dan Han Ling ke dalam jiejue.
“Xiao Xue, apa yang akan kau lakukan ?” “Han ge, kau juga masuk
!” Han Ling langsung memegang tangan Xue Ling dan menggeleng “Xiao Xue, sudah
berapa lama mengenalmu, aku sudah cukup mengenal sifatmu ini.” Meariknya masuk
dalam pelukan “Shen Zun, Han Ling akan menemanimu dalam setiap langkah, tidak
akan menghalangimu. Xiao Xue, kita adalah suami istri, segala sesuatunya akan
kita lalui bersama” Xue Ling tersenyum “Han Ling Shen Jun, yang mulia akan
memberikanmu 1 kesempatan. Bisa atau tidak semua bergantung padamu sendiri !”
Han Ling tersenyum “menaati perintah Shen Zun, Han Ling akan melakukan yang
terbaik”.
Xue Ling melepaskan pelukan, mengeluarkan sihir, bola jiejue
menghilang “Han ge, kita pergi bertamu !” Han Ling hanya mengangguk dan
mengikuti. Xue Ling berjalan-jalan di Dong Hua Gu memasuki istana terdalam yang
tertutup dari pandangan luar. Han Ling mengikuti tanpa protes sedikitpun,
mengamati sekitar yang tak berpenghuni. Di istana terdalam, terdapat 1 ruangan
yang pintunya terkunci oleh segel jiwa bunga. Xue Ling tersenyum dingin
“bunga-bunga yang cantik adalah untuk penyejuk hati dan pewarna hidup. Saat
bunga-bunga kehilangan jiwa dan menumbuhkan duri untuk menyakiti, maka tempatnya
sudah bukan di tempat seindah ini !”