The Power Of Love

The Power Of Love
Bab 69 - Siapakah dewa terpilih ?



            Cheng Mei menghela nafas “akhirnya mendapatkan Permata


Nila…” tersenyum melihat Permata Nila dalam tangan Shui Ling. Shui Ling ikut


tersenyum “hanya tinggal Permata Merah saja… Zheng Zhu, apa kau tahu cara


menumbuhkan Permata Merah ?” bertanya pada Wei Jiang Zheng Zhu. Wei Jiang Zheng


Zhu menggeleng “jika aku tidak salah, yang bisa menumbuhkan Permata Merah,


hanya dewa dewi terpilih saja…”


Shui


Ling menatap Wei Jiang “apa menurutmu jiejie bisa menumbuhkannya ?” Wei Jiang


menatap segel salju “tidak tahu… semua permata memiliki aura murni dari


masing-masing unsur. Sebelum mengetahui Shen Zun adalah setengah dewa setengah


iblis, aku sungguh berfikir Shen Zun bisa menumbuhkannya, tapi saat ini… aku


sangat meragukan Shen Zun bisa menumbuhkannya…”.


Cheng


Mei menggeleng “aku masih sangat yakin Xue Ling bisa menumbuhkannya… walaupun


Xue Ling adalah setengah iblis setengah dewa, tapi hatinya itu sangat murni…


jika tidak, bagaimana Xue Ling bisa menyatukan kelima Permata dalam Pohon


Bodhi…” Shui Ling menyetujui “semua Permata pasti melakukan perlawanan. Hal itu


yang menyebabkan jiejie terluka parah, tapi… tetap saja hasil akhirnya, jiejie


berhasil menyatukannya. Jika ada yang bisa menumbuhkan Permata Merah, aku


sangat yakin, jiejie adalah salah satu dari sedikitnya dewa dewi terpilih itu”.


Wei


Jiang Zheng Zhu menghela nafas “aku sangat tidak berharap Xue Ling Shen Zun lah


salah satu dari dewa dewi terpilih itu…” Cheng Mei tersenyum “Wei Jiang Zheng


Zhu, takdir semua berbeda-beda… baik Xue Ling adalah salah satu atau bukan dari


dewa dewi terpilih itu… sudah bukan kapasitas kita untuk memprediksinya…


lagipula, walaupun Xue Ling tidak termasuk salah satu, dewa dewi terpilih itu,


tidak akan menurunkan niatnya untuk mengumpulkan ketujuh permata.”


Shui


Ling mengangguk “daripada menghalanginya, lebih baik berjalan beriringan


bersama jiejie… seperti ini, yang kita lakukan akan lebih bermakna daripada


melakukan pencegahan yang sia sia.” Wei Jiang pun tersenyum “yah, tidak pernah


dapat menghalangi langkahnya… haih… aih kalian katakan kenapa ada seorang


wanita yang begitu keras kepala dan arogan ?” mendadak kesal dan menggerutu.


Cheng


Mei dan Shui Ling cekikikan, mendengar gerutuan Wei Jiang “jika tidak seperti


itu, apa anda akan tunduk padanya ?” Wei Jiang menaikkan salah satu alisnya


“yang mulia tidak pernah tunduk pada siapapun…” menyanggah kata-kata Cheng Mei


dan Shui Ling. Cheng Mei dan Shui Ling memainkan wajahnya, mendengar sanggahan


Wei Jiang.


Shui


Ling kembali menatap Wei Jiang Zheng Zhu “apa yang akan anda lakukan pada Lin


Da Han Shui Jun ?” Wei Jiang Zheng Zhu berubah serius kembali “semua gerak


geriknya akan berada di bawah pantauan Chang Yi…” Cheng Mei dan Shui Ling


mengerutkan kening “Lin Da Han hanya seorang dewa munafik… hari ini, dia juga


tidak berbuat apapun, hanya akting saja…”.


Shui


Ling penasaran “apa dia masih bisa diselamatkan ?” Wei Jiang menghela nafas


kasar “semua kesalahan leluhur, menyebabkan dampaknya yang harus ditanggung


oleh keturunan selanjutnya. Sikap Lin Da Han Shui Jun memang tidak menampakkan kharisma


seorang pemimpin. Hal ini menjadi penolong baginya, karena disaat terakhir dia


masih mengingat ketakutannya akan perkataanku sebelumnya. Sedangkan ambisinya


itu sudah diserahkannya pada Li Ming Shen Jun bersama setengah kekuatan Bei Hai.


Dia sekarang hanyalah ayah dan kakek yang berusaha melindungi keluarganya”.


Cheng


Mei “oh anda sudah melihat sebelumnya ?” Wei Jiang tersenyum “tanpa melihatpun,


aku sudah dapat memprediksinya… dengan kepribadian itu, tidak akan sanggup


melakukan hal besar… dia hanya dewa menyebalkan, yang memiliki ambisi tapi


tidak memiliki kemampuan…” Shui Ling berdehem “hmm… sayang di Bei Hai Gong,


tidak ada satupun yang bisa diandalkan !”


Wei


ketakutan Lin Da Han sendiri, telah menyingkirkan beberapa yang berpotensi


sebagai pemimpin.” Shui Ling menyipitkan matanya “ooo…” Wei Jiang Zheng Zhu


tersenyum “Lin Da Han memiliki 2 putra, yang dari kecil sudah dikirimnya pergi…


putra pertama sama seperti Lin Da Han, munafik, memiliki ambisi, sedikit


kekuatan dan sangat licik. Saat berada di Bei Hai juga tidak sedikit membuat


masalah, bahkan ingin menggulingkan Lin Da han yang menurutnya terlalu


mendominasi…” “iuh…” Shui Ling mencibir.


Cheng


Mei tersenyum “terlalu lama hidup damai, membuat mereka mencari masalah


sendiri.” Wei Jiang mengangguk “Putra kedua, dari kecil tidak mendapat


perhatian dari Lin Da Han. Memiliki sifat yang tenang, jeli, cerdas, dan sangat


ramah. Dia tidak memiliki ambisi dan berhubungan baik dengan semua penghuni Bei


Hai. Setiap masalah yang diberikan Lin Da Han padanya, sanggup diselesaikannya


dengan caranya sendiri. Lin Da Han mengirimnya pergi, setelah pamor putra kedua


lebih menonjol dari padanya”.


Shui


Ling mengangguk “dimanakah Putra Kedua ini ?” Wei Jiang Zheng Zhu tersenyum


“demi menghilangkan saingannya, Lin Da Han mengirim putra kedua yang masih


remaja ke alam fana…” Shui Ling mengerutkan kening, Cheng Mei menertawainya


“hihihi Xian Zun, berita mengenai kematian Putra Kedua Bei Hai itu adalah


rekayasa Lin Da Han Shui Jun saja…”


Wei


Jiang menggeleng “sebenarnya bukan rekayasa… Lin Da Han ini, demi kekuasaan


sanggup melakukan apapun !” Cheng Mei dan Shui Ling membelalakkan matanya “yah…


Lin Da Han berniat menyingkirkan Putra Kedua. Beruntung banyak yang mendukung


Putra Kedua, akhirnya melarikannya ke alam fana… alam fana begitu besar, tidak


akan mudah bagi Lin Da Han untuk menemukannya.”


Shui


Ling berdehem “demi keamanan Bei Hai, bukankah harus mencari Putra Kedua ini


kembali ?” Wei Jiang mengangkat bahunya, Shui Ling mengerutkan kening “Shui


Ling, yang sudah merasakan ketenangan setelah kekacauan, tidak semudah itu mau


melibatkan dirinya kembali dalam kekacauan.” Cheng Mei menjelaskan. Wei Jiang


mengangguk “awalnya masih ada kabar mengenai Putra Kedua, tapi seiring


berjalannya waktu, Putra Kedua menghilangkan keberadaannya sendiri di alam


fana. Beliau melewati ketenangan yang tidak pernah di dapatkannya.”


Shui


Ling mengerutkan kening “bagaimana anda mengetahui hal ini ?” Wei Jiang


tersenyum “misi Wei Jiang sebelumnya, termasuk mencari calon berpotensi untuk


Bei Hai…” Cheng Mei menjawab pertanyaan Shui Ling “bagaimana dengan Putra


Pertama ?” mata Wei Jiang menajam “Si brengsek itu sedang berada di kegelapan,


menunggu kesempatan untuk menunjukkan diri…” “aaa…” Shui Ling memainkan


wajahnya.


Shui


Ling memegang dagunya “pantas selama ini tidak pernah terdengar kabar kedua


putra Lin Da Han. Hmm… jadi Zheng Zhu, apa rencana anda saat ini ?” Wei Jiang


menatap segel salju “sebelum membuat kekuatan baru, masalah saat ini harus di


bereskan dahulu…” Cheng Mei mengangguk “dilihat dari kondisi saat ini,


peperangan akan segera terjadi… entah Li Ming akan membawa makhluk itu kemana !


walau tidak berhasil mendapat kekuatan dari Pusat Lava, tapi mereka sudah


mendapat setengah kekuatan Bei Hai. Kekuatan para prajuritnya juga tidak bisa


dianggap remeh.”


Shui


Ling mengangguk “sudah mendapat Permata Nila, kita masih harus meneruskan perjalanan.”


menatap Cheng Mei. Cheng Mei menggeleng “kita akan membawa Permata Nila kembali


dahulu. Shui, segalanya bisa menunggu tapi masalah Xue Ling tidak bisa kita


halangi…” Shui Ling menunduk “baik, kita kembali, serahkan Permata Nila pada


jiefu…” Cheng Mei mengangguk.