
Cheng Mei menghela nafas “akhirnya mendapatkan Permata
Nila…” tersenyum melihat Permata Nila dalam tangan Shui Ling. Shui Ling ikut
tersenyum “hanya tinggal Permata Merah saja… Zheng Zhu, apa kau tahu cara
menumbuhkan Permata Merah ?” bertanya pada Wei Jiang Zheng Zhu. Wei Jiang Zheng
Zhu menggeleng “jika aku tidak salah, yang bisa menumbuhkan Permata Merah,
hanya dewa dewi terpilih saja…”
Shui
Ling menatap Wei Jiang “apa menurutmu jiejie bisa menumbuhkannya ?” Wei Jiang
menatap segel salju “tidak tahu… semua permata memiliki aura murni dari
masing-masing unsur. Sebelum mengetahui Shen Zun adalah setengah dewa setengah
iblis, aku sungguh berfikir Shen Zun bisa menumbuhkannya, tapi saat ini… aku
sangat meragukan Shen Zun bisa menumbuhkannya…”.
Cheng
Mei menggeleng “aku masih sangat yakin Xue Ling bisa menumbuhkannya… walaupun
Xue Ling adalah setengah iblis setengah dewa, tapi hatinya itu sangat murni…
jika tidak, bagaimana Xue Ling bisa menyatukan kelima Permata dalam Pohon
Bodhi…” Shui Ling menyetujui “semua Permata pasti melakukan perlawanan. Hal itu
yang menyebabkan jiejie terluka parah, tapi… tetap saja hasil akhirnya, jiejie
berhasil menyatukannya. Jika ada yang bisa menumbuhkan Permata Merah, aku
sangat yakin, jiejie adalah salah satu dari sedikitnya dewa dewi terpilih itu”.
Wei
Jiang Zheng Zhu menghela nafas “aku sangat tidak berharap Xue Ling Shen Zun lah
salah satu dari dewa dewi terpilih itu…” Cheng Mei tersenyum “Wei Jiang Zheng
Zhu, takdir semua berbeda-beda… baik Xue Ling adalah salah satu atau bukan dari
dewa dewi terpilih itu… sudah bukan kapasitas kita untuk memprediksinya…
lagipula, walaupun Xue Ling tidak termasuk salah satu, dewa dewi terpilih itu,
tidak akan menurunkan niatnya untuk mengumpulkan ketujuh permata.”
Shui
Ling mengangguk “daripada menghalanginya, lebih baik berjalan beriringan
bersama jiejie… seperti ini, yang kita lakukan akan lebih bermakna daripada
melakukan pencegahan yang sia sia.” Wei Jiang pun tersenyum “yah, tidak pernah
dapat menghalangi langkahnya… haih… aih kalian katakan kenapa ada seorang
wanita yang begitu keras kepala dan arogan ?” mendadak kesal dan menggerutu.
Cheng
Mei dan Shui Ling cekikikan, mendengar gerutuan Wei Jiang “jika tidak seperti
itu, apa anda akan tunduk padanya ?” Wei Jiang menaikkan salah satu alisnya
“yang mulia tidak pernah tunduk pada siapapun…” menyanggah kata-kata Cheng Mei
dan Shui Ling. Cheng Mei dan Shui Ling memainkan wajahnya, mendengar sanggahan
Wei Jiang.
Shui
Ling kembali menatap Wei Jiang Zheng Zhu “apa yang akan anda lakukan pada Lin
Da Han Shui Jun ?” Wei Jiang Zheng Zhu berubah serius kembali “semua gerak
geriknya akan berada di bawah pantauan Chang Yi…” Cheng Mei dan Shui Ling
mengerutkan kening “Lin Da Han hanya seorang dewa munafik… hari ini, dia juga
tidak berbuat apapun, hanya akting saja…”.
Shui
Ling penasaran “apa dia masih bisa diselamatkan ?” Wei Jiang menghela nafas
kasar “semua kesalahan leluhur, menyebabkan dampaknya yang harus ditanggung
oleh keturunan selanjutnya. Sikap Lin Da Han Shui Jun memang tidak menampakkan kharisma
seorang pemimpin. Hal ini menjadi penolong baginya, karena disaat terakhir dia
masih mengingat ketakutannya akan perkataanku sebelumnya. Sedangkan ambisinya
itu sudah diserahkannya pada Li Ming Shen Jun bersama setengah kekuatan Bei Hai.
Dia sekarang hanyalah ayah dan kakek yang berusaha melindungi keluarganya”.
Cheng
Mei “oh anda sudah melihat sebelumnya ?” Wei Jiang tersenyum “tanpa melihatpun,
aku sudah dapat memprediksinya… dengan kepribadian itu, tidak akan sanggup
melakukan hal besar… dia hanya dewa menyebalkan, yang memiliki ambisi tapi
tidak memiliki kemampuan…” Shui Ling berdehem “hmm… sayang di Bei Hai Gong,
tidak ada satupun yang bisa diandalkan !”
Wei
ketakutan Lin Da Han sendiri, telah menyingkirkan beberapa yang berpotensi
sebagai pemimpin.” Shui Ling menyipitkan matanya “ooo…” Wei Jiang Zheng Zhu
tersenyum “Lin Da Han memiliki 2 putra, yang dari kecil sudah dikirimnya pergi…
putra pertama sama seperti Lin Da Han, munafik, memiliki ambisi, sedikit
kekuatan dan sangat licik. Saat berada di Bei Hai juga tidak sedikit membuat
masalah, bahkan ingin menggulingkan Lin Da han yang menurutnya terlalu
mendominasi…” “iuh…” Shui Ling mencibir.
Cheng
Mei tersenyum “terlalu lama hidup damai, membuat mereka mencari masalah
sendiri.” Wei Jiang mengangguk “Putra kedua, dari kecil tidak mendapat
perhatian dari Lin Da Han. Memiliki sifat yang tenang, jeli, cerdas, dan sangat
ramah. Dia tidak memiliki ambisi dan berhubungan baik dengan semua penghuni Bei
Hai. Setiap masalah yang diberikan Lin Da Han padanya, sanggup diselesaikannya
dengan caranya sendiri. Lin Da Han mengirimnya pergi, setelah pamor putra kedua
lebih menonjol dari padanya”.
Shui
Ling mengangguk “dimanakah Putra Kedua ini ?” Wei Jiang Zheng Zhu tersenyum
“demi menghilangkan saingannya, Lin Da Han mengirim putra kedua yang masih
remaja ke alam fana…” Shui Ling mengerutkan kening, Cheng Mei menertawainya
“hihihi Xian Zun, berita mengenai kematian Putra Kedua Bei Hai itu adalah
rekayasa Lin Da Han Shui Jun saja…”
Wei
Jiang menggeleng “sebenarnya bukan rekayasa… Lin Da Han ini, demi kekuasaan
sanggup melakukan apapun !” Cheng Mei dan Shui Ling membelalakkan matanya “yah…
Lin Da Han berniat menyingkirkan Putra Kedua. Beruntung banyak yang mendukung
Putra Kedua, akhirnya melarikannya ke alam fana… alam fana begitu besar, tidak
akan mudah bagi Lin Da Han untuk menemukannya.”
Shui
Ling berdehem “demi keamanan Bei Hai, bukankah harus mencari Putra Kedua ini
kembali ?” Wei Jiang mengangkat bahunya, Shui Ling mengerutkan kening “Shui
Ling, yang sudah merasakan ketenangan setelah kekacauan, tidak semudah itu mau
melibatkan dirinya kembali dalam kekacauan.” Cheng Mei menjelaskan. Wei Jiang
mengangguk “awalnya masih ada kabar mengenai Putra Kedua, tapi seiring
berjalannya waktu, Putra Kedua menghilangkan keberadaannya sendiri di alam
fana. Beliau melewati ketenangan yang tidak pernah di dapatkannya.”
Shui
Ling mengerutkan kening “bagaimana anda mengetahui hal ini ?” Wei Jiang
tersenyum “misi Wei Jiang sebelumnya, termasuk mencari calon berpotensi untuk
Bei Hai…” Cheng Mei menjawab pertanyaan Shui Ling “bagaimana dengan Putra
Pertama ?” mata Wei Jiang menajam “Si brengsek itu sedang berada di kegelapan,
menunggu kesempatan untuk menunjukkan diri…” “aaa…” Shui Ling memainkan
wajahnya.
Shui
Ling memegang dagunya “pantas selama ini tidak pernah terdengar kabar kedua
putra Lin Da Han. Hmm… jadi Zheng Zhu, apa rencana anda saat ini ?” Wei Jiang
menatap segel salju “sebelum membuat kekuatan baru, masalah saat ini harus di
bereskan dahulu…” Cheng Mei mengangguk “dilihat dari kondisi saat ini,
peperangan akan segera terjadi… entah Li Ming akan membawa makhluk itu kemana !
walau tidak berhasil mendapat kekuatan dari Pusat Lava, tapi mereka sudah
mendapat setengah kekuatan Bei Hai. Kekuatan para prajuritnya juga tidak bisa
dianggap remeh.”
Shui
Ling mengangguk “sudah mendapat Permata Nila, kita masih harus meneruskan perjalanan.”
menatap Cheng Mei. Cheng Mei menggeleng “kita akan membawa Permata Nila kembali
dahulu. Shui, segalanya bisa menunggu tapi masalah Xue Ling tidak bisa kita
halangi…” Shui Ling menunduk “baik, kita kembali, serahkan Permata Nila pada
jiefu…” Cheng Mei mengangguk.