The Power Of Love

The Power Of Love
Menggemaskan



Akhir pekan Minggu ini Ayah Alex berencana ingin mengadakan syukuran besar-besaran dengan mengundang semua teman bisnisnya dan juga mengundang adik-adik Naura yang tinggal dipanti Asuhan pelita .


Azka dan Naura sangat bersemangat ketika mendengar rencana dari Ayah dan bunda nya , dan Naura ia langsung berinisiatif ingin membelikan baju baru untuk semua adiknya tak lupa untuk pak Saswi dan juga Bu Susi .


Pagi ini Naura tak sabar mengajak suaminya untuk berbelanja disebuah mall besar yang sangat terkenal dikotanya .


" Ay ini masih terlalu pagi buat kita berbelanja baju " , Ujar Azka mengingatkan seraya melajukan mobilnya membelah keramaian jalan dipagi hari .


" Gapapa Bee , Naura ingin kita ke panti dulu dan Naura berencana ingin mengajak Aira berbelanja " , Jawab Naura antusias .


Azka hanya mengangguk menanggapi ucapan istrinya , lagian mereka sudah jarang berkunjung ke panti dan bermain dengan semua anak-anak termasuk Aira yang sudah dianggap seperti anak sendiri .


Sekitar satu jam mereka sudah sampai dipanti Asuhan pelita , kedatangan nya langsung disambut senang oleh semua warga panti .


" Bunda , Ayah " , Suara cempreng Aira memanggil Azka dan Naura , karna usianya semakin tumbuh besar Aira pun sudah mulai lancar berbicara .


" Assalamu'alaikum hallo semuanya " Sapa Naura sambil melambaikan tangan .


" Wa'alaikum salam " Jawab semuanya semangat .


Semua anak panti langsung menyalami Naura dan Azka , dan Naura serta Azka Meraka langsung mencium punggung tangan Bu Susi dan pak Saswi kebetulan semuanya tengah berkumpul .


Azka meminta bantuan beberapa anak laki-laki untuk membawa makanan yang ia bawa dan langsung dibagikan pada semuanya .


Semua sudah kebagian makanan , pak Saswi mengarahkan mereka untuk kembali ke tempat semula , dan membiarkan Naura serta Azka mengobrol dengan pak Saswi dan Bu Susi .


Aira , ia berbeda dengan anak yang lain , jika kedatangan Naura ia pasti selalu ingin menempel dan tak mengizinkan Naura beranjak sedikit pun dari nya .


" Bunda , Aira kangen banget " , Ucap Aira seraya memeluk tubuh Naura dari arah samping .


iya kini Naura , Azka , Aira dan pak Saswi sudah duduk di sofa ruang tamu , Aira ia terus menempel disamping Naura .


" Uluh uluh bunda juga kangen banget sama Aira , dan kakak-kakak disini " balas Naura gemas seraya membalas pelukan Aira , lalu menyematkan satu kecupan sayang dipipi Aira .


" Hmm Ayah marah nii sama Aira " ucap Azka berpura-pura seraya melipat kedua tangannya di dada .


Aira langsung melirik , kemudian ia mencari jawaban dengan melirik Naura . Naura langsung saja memberinya kode dengan menaik turunkan kedua alisnya dan lucunya ia malah mengikuti gerakan Naura yang langsung menaik turunkan kedua alisnya .


Naura , Azka dan pak Saswi tak bisa menahan tawanya melihat tingkah Aira yang menggemaskan , mereka langsung terkekeh seraya menutup mulutnya.


" Ayah kenapa marah ? " , tanya Aira yang langsung menggeser tempat duduknya mendekati Azka .


" Ayah mau marah , karna Aira tidak kangen sama Ayah , hmm " , jawab Azka seraya berpura-pura merajuk .


Aira langsung cengengesan seraya melihat Azka .


" Aira juga kangen banget sama Ayah , Ayah jangan marah lagi ya " , ujar Aira yang langsung memeluk tubuh Azka .


Azka membalas memeluk tubuh kecil Aira , tak lupa ia mengecup beberapa kali pucuk kepala Aira .


" Ayah gak akan marah tapi ada syaratnya " , balas Azka .


" Syaratnya apa ayah ? '' , tanya Aira antusias seraya melepaskan pelukannya .


Azka menunjuk pipinya dengan telunjuk , dan Aira ia langsung mencium pipi Azka .


" Pintar nya " ucap Azka tersenyum senang seraya mengelus kepala Aira dan langsung memangku nya .


Langsung saja Azka dan Naura menyampaikan maksud kedatangannya yang tak lain untuk mengundang semua warga panti untuk datang diacara syukuran atas kesembuhan Ayah Alex .


Pak Saswi dan Bu Susi sangat senang mendengar kesembuhan Ayah Alex dan ia langsung menyetujui untuk datang diacara syukurannya besok.


" Makasih , terimakasih banyak Bu , pak sudah bersedia datang dan membawa semua anak-anak panti " , Ucap Naura tersenyum sopan .


" Nak seharusnya kami yang berterima kasih , karna sudah berkenan mengundang untuk datang diacara syukuran tuan Alex dan pastinya anak-anak akan sangat senang datang ke sana " Jawab Pak Saswi panjang lebar , yang dianggukan Bu Susi .


" Sama-sama pak , bu " balas Naura dan Azka seraya mengangguk dan tersenyum .


Azka dan Naura pun , ia menyampaikan keinginannya untuk meminjam Aira sebenarnya dan mengajaknya berbelanja baju sekaligus membelikan baju untuk semua anak panti .


" Yeeeee Aira mau ikut bunda dan Ayah " Girang Aira yang langsung turun dari pangkuan Azka dan ia langsung lompat-lompat kegirangan .


" Silahkan nak , dan lagi-lagi ibu ucapan banyak-banyak terimakasih " Ujar Bu Susi yang senang mendengar keinginan Azka dan Naura yang akan membelikan baju baru untuk semua anak panti .


Azka dan Naura hanya mengangguk dan tersenyum , ia pun sangat senang bisa berbagi dengan semua anak panti .


Sebelum berangkat Naura membawa Aira ke kamar dan membantunya berganti pakaian , tak lupa rambut panjang Aira ia rapikan , lalu tangan Naura dengan lihai mengikat rambut Aira . Ia mengambil bagian luar kiri dan kanan dari rambut Aira dan mengikatnya lalu dibentuk menjadi kepangan , yang selanjutnya dua ujung rambut tersebut ia satukan dan mengikatnya menggunakan pita yang senada dengan baju yang Aira kenakan .


" Selesai " ujar Naura semangat .


" Wah cantik , makasih bunda " Balas Aira yang melihat dirinya dipantulkan cermin .


" Sama-sama sayang , sebentar " Jawab Naura dan ia kembali merapikan rambut Aira bagian poninya.


Naura tersenyum melihat kecantikan Aira , lalu ia segera mengajak Aira untuk keluar menemui Azka .


" Wah cantiknya Masya Allah " puji Azka ketika melihat Aira , ia pun memberi senyuman manisnya pada Naura yang sudah membuat Aira semakin cantik .


" Aira cantik banget , mau kemana sii nak ? " puji Bu Susi sekaligus bertanya .


" Makasih , Naura mau pergi sama Bunda dan Ayah " Jawab Aira malu-malu , dan semua lagi-lagi terkekeh melihat tingkah Aira .


Azka dan Naura langsung saja pamit pada Bu Susi dan Pak Saswi begitu pun dengan Aira , ia ikut berpamitan dan mencium punggung tangan Bu Susi dan pak Saswi .


Selama perjalanan Aira terus berceloteh setiap melihat sesuatu yang menarik baginya dan ia duduk dipangkuan Naura .


Azka tersenyum senang dan satu tangannya terulur untuk mengusap kepala Naura yang terbalut hijab , lalu bergantian mengusap kepala Aira .


Melihat tingkah Azka Naura langsung melirik dan memberikan senyuman termanisnya yang langsung dibalas oleh Azka dengan senyuman tak kalah manis.


" Ayah nanti rambut Aira berantakan " , teriak Aira kesal seraya meraba rambutnya .


Azka dan Naura , mereka langsung terkekeh , dan Naura langsung membantu Aira untuk merapikan rambutnya kembali .


😘


😘


😘


Jangan lupa tinggalkan jejak , like , komen , Vote dan tambahkan ke favorit 💙 , terimakasih 🤗🤗🙏.