The Power Of Love

The Power Of Love
Pasar Malam



Sore hari Naura dan Azka baru sampai dirumah , hari ini jadwal mereka cukup padat dan mengurus semua berkas-berkas buat mengadopsi Aira ternyata sedikit rumit .


Azka dan Naura sama-sama masuk ke dalam rumah dan kedatangannya langsung disambut gembira oleh Aira .


" Bunda..., Ayah... " , teriak Aira yang langsung berlari ke arah Azka dan Naura .


" Aira " , jawab keduanya kompak dan Azka langsung berjongkok untuk memangku Aira .


Mungkin mulai sekarang setiap mereka pulang pasti akan ada yang menyambut mereka dengan suara cempreng nya , dan hal itu mampu membuat rasa lelah karna seharian telah mengurus banyak hal bisa langsung hilang sejenak dengan melihat wajah ceria Aira yang menyambut kepulangan Ayah dan Bunda nya .


" Ayah , bunda , Aira kangen " , ujarnya dengan suara khas anak kecil dan terlihat sangat menggemaskan.


" Oh Aira kangen ? " , timpal Azka dan Aira langsung menganggukan mantap.


" Ayah dan bunda juga kangen sama Aira " , jawab Azka seraya melirik ke arah Naura dan ia hanya mengangguk dan tersenyum untuk membenarkan perkataan Azka .


Azka dan Naura langsung bersalaman dengan Ayah Alex , bunda Shalwa dan sikembar .


" Gimana kak semuanya udah beres ? " tanya Ayah Alex .


" Masih diproses yah soalnya semua membutuhkan waktu sampai Aira benar-benar bisa menjadi bagian dari keluarga kita " jawab Naura seraya mendudukkan badannya dihadapan sang Ayah .


Alex hanya mengangguk membenarkan perkataan Naura , memang mengadopsi seorang anak tidaklah mudah , harus melewati berbagai tahap dan pastinya sangat membutuhkan waktu sampai benar-benar kita bisa menjadi orang tau dari anak tersebut .


" Bunda , apa Aira hari ini rewel ? " Tanya Naura khawatir takut merepotkan kedua orang tuanya .


" Ngga sama sekali kak , Aira itu termasuk Anak yang pintar dan gampang jika dikasih tahu , karna kalian sudah menasehati Aira tadi pagi jadi Aira benar-benar tidak rewel ia anteng banget main sama sikembar " Jawab bunda Shalwa panjang lebar , dan Ayah Alex pun mengangguk mengiyakan .


" Abang Azzam dan Abang Azim makasih banyak ya udah ajak main Aira " Ucap Naura mendekati Sikembar yang kebetulan tengah bermain dengan Aira dan Azka .


" Sama-sama , kata bunda kita harus sayang sama Aira karna Aira adalah adik kita " Jawab Azzam dan dianggukan Azim .


Naura langsung mengangguk dan tersenyum seraya mengelus kepala sikembar bergantian .


" Ini kan libur sekolah ,bagaimana kalau nanti malam kita pergi jalan-jalan , kebetulan ada pasar malam di ujung jalan pas mau ke rumah kita " Ide Naura dengan semangat .


" Yeee Azzam mau ikut , Azzam mau naik permainan disana " Girang Azzam .


" Azim juga kak , Azim mau nyobain semua permainan yang ada disana " timpal Azim dengan kegirangan .


" Aira juga bunda , Aira mu ikut " Timpal Aira dengan suara cempreng nya .


" Oke kita semua akan pergi jalan-jalan ke pasar malam " , Ujar Azka dan langsung disambut girang oleh sikembar dan Aira .


" Ummah dan Abba mau ikut ? " , Ajak Aira yang langsung mendekat ke arah bunda Shalwa dan Ayah Alex .


Seperti nya Aira mulai akrab dan sayang pada bunda Shalwa dan Ayah Alex .


" Ummah sama Abba dirumah saja ya nak " Jawab bunda Shalwa seraya mengelus pipi Aira lembut .


" Yahh ummah gak ikut " , lirih Aira sedih .


" Gapapa ya nak kan ada Ayah sama bunda dan Abang kembar juga yaa , Ummah sama Abba udah tua jadi nunggu dirumah saja ya " , bujuk rayu Ayah Alex seraya memberi gaya seolah seperti seorang kakek tua .


Aira langsung tertawa lalu mengangguk .


" Iya gapapa ummah sama Abba dirumah saja nanti Aira bawakan oleh-oleh buat Ummah dan Abba " jawab Aira seraya tersenyum .


*****


Sesampainya dipasar malam , sikembar dan Aira langsung menjelajah berbagai wahana permainan , sejak kecil sikembar sudah diajarkan oleh Ayah Alex dan bunda Shalwa untuk tetap rendah hati dan tidak sombong jadi mereka tak pernah memilah-milah sesuatu yang dilihat dari nilai uangnya .


Terdengar suara ketawa dari tiga bocah itu , sepertinya mereka benar-benar merasa senang , apalagi sikembar , sejak kepergian Ayah Alex brobat ke Singapura sudah lama sekali mereka tidak pernah bermain diwahana permainan seperti ini , bukan tidak ada yang membawa mereka melainkan mereka selalu menolak dan lebih memilih diam dirumah .


" Bunda , Aira haus " , ujar Aira yang sudah berkeringat .


" Oh Aira haus , biar ayah beli air minum dulu ya nak , tunggu dulu disini " Balas Azka , seraya langsung pergi mencari pedangan yang menjual air mineral .


" Kak , Kak Azka kemana ? " , tanya Azzam yang melihat Azka pergi .


" Beli air minum , Abang haus juga gak ? " ,jawab Naura sekaligus bertanya balik .


Azzam hanya mengangguk seraya menampilkan barisan giginya yang rapi .


" Ya sudah sini , istrahat dulu disini sambil nungguan kak Azka ya " Ajak Naura yang kebetulan ada kursi didekat mereka .


" Bang Azim cape gak ? , istirahat dulu disini " , Ajak Naura sedikit berteriak pada Azim yang masih asik bermain diistana balon .


" Belum kak , Azim masih mau bermain " Jawab Azim tak kalah teriak .


Naura menganggukan , lalu ia mengajak Azzam dan Aira untuk duduk dikursi yang tak jauh dari wahana permainan istana balon .


Sudah hampir 20 menit Azka pergi untuk mencari air mineral tapi ia tak kunjung kembali .


" Bunda ko Ayah lama ? " , tanya Aira seraya mendongak menatap Naura .


" Sabar ya nak mungkin sebentar lagi " , jawab Naura seraya mengelus kepala Aira lembut .


Naura melihat jam tangan yang melingkar ditangan kirinya , dan sekarang sudah hampir setengah jam tapi Azka belum kembali padahal Naura masih ingat ketika ia akan kewahana permainan istana balon , ia melewati beberapa pedang yang menjual air mineral dan jaraknya tidak terlalu jauh dari tempat ia duduk .


" Kak , Azzam kembali bermain lagi sama Azim ya " , pamit Azzam karna terlalu lama menunggu Azka .


Naura hanya mengangguk seraya celingukan mencari Azka. Naura berdiri dan langsung melipatkan kedua tangannya di dada ketika netra hitamnya melihat Azka yang berjalan dengan seorang perempuan seraya mengobrol .


" Dari tadi ditungguin ternyata malah asik ngobrol bareng cwe " , batin Naura kesal .


" Siapa dia ? , keliatannya so akrab banget dengan kak Azka " batin Naura bertanya seraya kedua matanya terus merhatikan Azka dan cwe tersebut yang sedang berjalan kearahnya dan sepertinya mereka belum sadar kalau Naura tengah merhatikan keduanya .


Azka memang terlihat sedikit kurang nyaman berada disamping perempuan tersebut , namun kenapa ia tidak menghindar dan malah meladeni perempuan aneh itu .


Iya aneh , karna dari pakaian nya saja ia terlihat sangat aneh , memakai pakaian yang kurang layak lebih tepatnya seperti kurang bahan , menurut Naura .


😘


😘


😘


Jangan lupa tinggalkan jejak , like , komen ,Vote dan tambahkan ke favorit πŸ’™ , terimakasih πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ™.


Maaf baru bisa up kemarin2 autohr sedikit ga enak badanπŸ™. jaga kesehatan semuanya πŸ€—